• Tidak ada hasil yang ditemukan

PARALLEL GENERATOR 1. Atur CB exitasi keposisi ON

Dalam dokumen Laporan PKL Pengoperasian Mesin PLTD (Halaman 44-52)

CARA PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN PLTD SWD TYPE 16 TM 410 R

4.4. Prosedur Pengoperasian

4.4.4 PARALLEL GENERATOR 1. Atur CB exitasi keposisi ON

2. Atur switch syncronscope generator keposisi yang diperlukan 3. Atur tegangan generator 6,3 KV

4. Atur frequensi 50 HZ

5. Perhatikan putaran jarum syncronscope berputar searah jarum jam secara perlahan dan lancar

6. Sesaat jarum syncronscope mendekati jam 12 masukkan dan lampu mati CB generator dimasukkan

7. Atur switch syncronscope keposisi OFF

8. atur beban mesin secara bertahap dengan memperhatikan tegangan dan frequensi maupun cos Q

9. Perhatikan bahwa untuk penambahan beban lebih baik 25% dari daya mampu mesin, dengan tetap memperhatikan kondisi operasional mesin akibat adanya perubahan / penambahan beban.

10. Selalu perhatikan perubahan tegangan dan frequensi atur sebagaimana mestinya

4.4.5 Pemeriksaan Terhadap Kondisi Mesin Yang Sedang Beroperasi

1. Lakukan pemeriksaan dan pencatatan semua parameter operasi yang meliputi tekanan, temperatur, getaran, suara, bau, dan lampu kontrol. 2. Mengamati dan memeriksa perbedaan tekanan dan temperatur pada

sistem pelumasan, sistem air pendingin, sistem bahan bakar dan lakukan tindakan preventif bilamana terdapat gejala kelainan yang dapat membahayakan mesin pembangkit.

3. Melakukan pencatatan semua parameter operasi secara berkala kedalam log sheet untuk dijadikan bahan evaluasi lebih lanjut.

4. Yakinkan bahwa kondisi operasional mesin pembangkit dan sekitarnya menjamin keselamatan SDM dan peralatan serta mengambil tindakan pengamanan apabila ada gejala yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional mesin pembangkit

4.4.6 STOP MESIN PEMBANGKIT A. Stop MesinKondisi Normal.

1. Turunkan beban mesin secara perlahan dan bertahap yang diikuti dengan pengaturan tegangan maupun frequensi.

2. Setelah beban mendekati nol lebih kurang 100 KW CB generator dapat dilepas (OFF).

3. Lepaskan (OFF) CB Exitasi.

4. Turunkan putaran mesin keposisi idle speed dan tunggu lebih kurang 15 menit untuk penyesuaian.

5. Stop mesin dan lakukan after cooling selama kurang lebih 15 menit. 6. Stop fuel oil pump.

7. Setelah 15 menit stop semua peralatan bantu (after cooling selesai).

B. Stop MesinKondisi Emergency.

Dalam kondisi emergency mesin harus di stop untuk menghindari kerusakan yang lebih fatal. Langkah kerja yang perlu diambil diantaranya :

a) Pindahkan beban mesin ke mesin yang lain bila mesin berbeban. b) Stop mesin dengan emergency stop.

c) Lakukan pemeriksaan apa yang menyebabkan mesin di stop emergency.

4.4.7 Pembuatan Laporan

1. Hasil pelaksanaan pengoperasian mesin pembangkit harus ditulis didalam lembar laporan sebagaimana format yang tersedia (check list & log sheet)

2. Data-data pengusaan yang meliputi produksi KWH. Pemakaian bahan bakar minyak, pemakaian minyak pelumas jam kerja, jam start dan jam stop harus ditulis dengan jelas.

3. Jika ada penyimpangan yang terjadi selama operasi harus dilaporkan dan ditulis dengan jelas pada laporan harian PLTD sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi untuk penanganan lebih lanjut.

4.4.8 Pemeliharaan Mesin

Check list P-0 mekanik, pemeliharaan mesin pemangkit Barito PLTD Trisakti Banjarmasin meliputi:

1. Cylinder Head

- Periksa Pipa pelumas rocker arm - Periksa Distributir roker arm - Periksa needle bearing rocker arm - Periksa kebocoran di injector

- Periksa dan perbaiki klem pipa high pressure - Periksa dan perbaiki kebocoran intake manifold

- Periksa dan Perbaiki kebocoran udara start/indicator chock - Periksa dan perbaiki kebocoran pipa overflow

2. Injection Pump

- Periksa dan perbaiki kebocoran bahan bakar - Periksa dan perbaiki kebocoran pelumas - Periksa dan perbaiki rack bahan bakar 3. Governor

- Periksa dan tambah level pelumas - Periksa dan perbaiki rack

- Periksa dan perbaiki socket 4. Block Mesin

- Periksa Dexel

- Periksa dan perbaiki baut pondasi 5. Turbocharger

- Periksa warna oli - Periksa getaran - Periksa suara

- Periksa filter air intake - Periksa band air intake - Periksa conpensator air turbo - Periksa casing turbocharge 6. Intercooler

- Periksa dan perbaiki kebocoran udara

- Periksa,tambah dan perbaiki kebocoran Jacket Colling Water (JCW)

- Periksa,tambah dan perbaiki kebocoran CACW/ICW - Periksa,tambah dan perbaiki kebocoran Lube Oil - Periksa,tambah dan perbaiki kebocoran FO

- Periksa,tambah dan perbaiki kebocoran Lube Oil Cylinder Liner pump

- Periksa level pelumas - Periksa getaran

- Periksa dan bersihkan kebersihan - Periksa dan bersihkan kebisingan - Periksa level filter AP

- Periksa dan perbaiki element radiator 7. Separator

- Periksa dan perbaiki getaran

- Periksa,tambah dan bersihkan level pelumas - Periksa dan bersihkan filter

- Periksa dan perbaiki motor ppompa - Periksa dan perbaiki kebisingan - Periksa dan perbaiki three way valve

- Periksa dan tambah level water flushing 8. Kompressor

- Periksa dan perbaiki getaran - Periksa dan perbaiki level pelumas - Periksa dan perbaiki kebocoran - Periksa dan perbaiki klem pemipaan - Periksa dan perbaiki baut pondasi - Periksa dan bersihkan drain regulator

- Periksa dan bersihkan drain tabung-tabung udara - Periksa dan perbaiki radiator.

BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Sistem pengoperasian suatu mesin PLTD tidaklah sama dengan mesin lain seperti mesin kendaraan misalnya. Hal ini dikarenakan mesin-mesin PLTD umumnya ukuran dan kapasitasnya lebih besar sehingga didalam pengoperasiannya diperlukan pedoman dan prosedur yang baku agar terhundar dari kesalahan-kesalahan yang mungkin dapat berakibat fatal.

Dalam sistem mesin PLTD diuraikan tentang sistem-sistem yang ada pada mesin, sistem operasi dan sistem pemeliharaannya yang tentunya sangat penting untuk diketahui dan harus dilaksanakan karena hal itu sangat penting bagi kehandalan dan menentukan umur mesin.

Dalam pengoperasian PLTD yang haris diperhatikan diantaranya adalah cara dan pola operasinya, prosedur dan langkah, batas aman operasi dan jam kerja mesin yang merupakan dasar pelaksanaan pemeliharaan.

Data-data yang diperoleh dalam pengoperasian PLTD harus di masukkan kedalam data tertulis sebagai bentuk pertanggungjawaban operasi dan sebagai perbandingan terhadap kondisi mesin untuk jangka waktu tertentu.

5.2. Saran-saran

Dari hasil pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan selama lebih kurang 2 (dua) bulan, maka penulis dapat memberikan saran saran, yaitu :

1. Dalam pengoperasian mesin-mesin PLTD, hendaknya selalu memperhatikan dan menjaga batas aman operasi dan apabila ada kekurangan dan gangguan supaya dikoordinasikan dan diatasi bersama-sama.

2. Pada teknisi pemeliharaan dan para operator hendaknya selalu terjalin hubungan timbal balik dan saling bekerja sama agar dapat menjaga kondisi dan kehandalan mesin pembangkit demi tercapainya hasil produksi tenaga listrik yang optimal.

3. Perhatikan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), baik penggunaan alat-alat pelindung, pencahayaan ruangan, papan-papan peringatan dan lain-lain sesuai dengan peraturan K3.

4. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan hendaknya pembimbing praktek dari pihak PLN lebih aktif agar diperoleh hasil yang maksimal bagi mahasiswa.

5. Untuk Politeknik Negeri Banjarmasin, materi tentang teori Diesel sebaiknya sudah diberikan sebelum pelaksanaan PKL agar mahasiswa memiliki bekal dan tidak merasa asing lagi ketika menghadapi mesin-mesin PLTD.

Dalam dokumen Laporan PKL Pengoperasian Mesin PLTD (Halaman 44-52)

Dokumen terkait