BAB VI PEMBAHASAN
6.1 Keadaan Umum Wilayah
Kecamatan Pakis termasuk wilayah Kabupaten Malang terdiri dari 15 desa, 56 dusun, 143 RW dan 802 RT. Kecamatan tersebut yaitu Ampeldento, Asrikaton, Banjarejo, Buntutwetan, Kedungrejo, Mangliawan, Pakisjajar, Pakiskembar, Pucangsongo, Saptorenggo, Sekarpuro, Sukoanyar, Sumberkradenan, Sumberpasir, dan Tirtomoyo. Secara administratif, Kecamatan Pakis dikelilingi beberapa kecamatan diantaranya, bagian utara perbatasan dengan Kecamatan Singosari, di sebelah timur perbatasan dengan Kecamatan Jabung, di sebelah selatan perbatasan dengan Kecamatan Tumpang, dan di sebelah barat perbatasan dengan Kota Malang.
Kecamatan Pakis merupakan salah satu dari 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang yang terletak di Jalan Raya Pakis No.69 Pakis, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Batas Wilayah Kecamatan Pakis yatu:
1. Sebelah Utara : Kec. Singosari Kabupaten Malang 2. Sebelah Timur : Kec. Tumpang Kabupaten Malang 3. Sebelah Selatan : Kec. Kedung Kandang Kota Malang 4. Sebelah Barat : Kec. Blimbing Kota Malang
Kecamatan Pakis terdiri dari 15 Desa diantaraya yaitu Desa Sekarpuro, Ampeldento, Sumberkradenan, Kedungrejo, Banjarejo, Pucangsongo, Sukoanyar, Sumberpasir, Pakiskembar, Pakisjajar, Bunuwetan, Asrikaton, Saptorenggo, Mangliawan, dan Tirtomoyo. Merupakan Kecamatan dengan jumlah penduduk ± 132.988 jiwa terpadat kedua setelah Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
Tabel 8. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Pakis
No Jenis Kelamin Jumlah Penduduk (Jiwa)
1 Laki-Laki 65.128
2 Perempuan 67.860
Jumlah 132.988
Jumlah penduduk kecamatan Pakis lebih banyak Jumlah perempuan dari pada jumlah laki-laki.
Tabel 9. Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Kelurahan Juatan Laut
No Umur/Tahun Jumlah
1 0-15 22.164
2 16-22 33.247
3 23-59 66.494
4 >60 11.083
Jumlah 132.988
Pada Tabel 9 diketahui bahwa Data penduduk kecamatan pakis berdasarkan usia diketahui bahwa kisaran Umur 66.494 tahun lebih tinggi dari keseluruhan penduduk, ini menggambarkan bahwa Usia muda memenuhi SDM yang produktif.
Tabel 10. Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Kelurahan Juatan Laut
No Jenis Pekerjaan Jumlah
1 Petani 19.876
2 Buruh Industri 34.355
3 Pedagang 23.765
4 PNS/Polri 303
5 Buruh Bangunan 20.562
6 Jasa 34.127
Jumlah 132.988
Tabel 10 menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk di kecamatan Pakis bermata pencaharian adalah sebagai Buruh Industri.
Tabel 11. Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan Kelurahan Juatan Laut
No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 TK -
2 SD 33.477
3 SLTP 27.367
4 SLTA 40.021
5 Perguruan Tinggi 98
6 Tidak/Belum Sekolah 32.025
Jumlah 132.988
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa pendidikan yang paling tinggi yakni Tingkat SLTA dibandingkan dengan Tingkat pendidikan TK, SLTP, SD, Perguruan Tinggi dan tidak sekolah.
6.2 Hasil Analisis Data Evaluasi Sikap 1. Pre Test Aspek Sikap
Analisis data sikap pengelola dilakukan dengan analisis data kuantitatif menggunakan skala likert dengan pilihan 5 pilihan jawaban. Sedangkan untuk mengetahui tingkat sikap responden dengan cara sebagai berikut :
Pertanyaan menggunakan sistem pilihan ganda, yaitu :
1. Jika pengelola menjawab Sangat Setuju akan mendapatkan skor 5 2. Jika pengelola menjawab Setuju akan mendapatkan skor 4
3. Jika pengelola menjawab Ragu-Ragu akan mendapatkan skor 3 4. Jika pengelola menjawab Tidak Setuju akan mendapatkan skor 2 5. Jika pengelola menjawab Sangat Tidak Setuju akan mendapatkan
skor 1
Dari skor jawaban yang telah dijawab oleh pengelola, dijumlahkan dengan rumus sebagai berikut :
Skor maksimum: Skor tertinggi x jumlah pernyataan Skor minimum : Skor terendah x jumlah pernyataan
Dari rumus tersebut dapat ditentukan skor maksimum dan minimum yang
didapatkan oleh pengelola. Yang nantinya dapat diketahui tingkat sikap responden terhadap inovasi jamu ternak bubuk dalam kemasan aluminium foil.
Tabulasi data responden dapat dilihat pada lampiran.
Pengukuran sikap sasaran dilakukan dengan analisa skoring rerata jawaban kuesioner yang telah dijawab oleh pengelola. Kuesioner yang diberikan sebanyak 15 butir pertanyaan yang berkaitan dengan materi penyuluhan yaitu inovasi jamu ternak bubuk dalam kemasan aluminium foil. Berdasarkan dari jawaban responden, maka perhitungan analisa dapat dilihat pada tabel menggunakan analisa skoring, sebagai berikut :
Skor Maksimum = 5 x 15 (pertanyaan) = 75 Skor Minimun = 1 x 15 (pertanyaan) = 15
Median = Nilai Maks / 2 = 38
Jika didistribusikan pada tabel, maka terlihat hasil pretes aspek sikap pada sasaran, sebagi berikut :
Tabel 12. Hasil analisis pretest aspek sikap
Kategori Interval N Presentase (%)
Menolak Skor 15 – 37 14 70
Menerima Skor 38 – 38 6 30
Pada tabel 9. Disebutkan 70% responden menolak dan 30% responden menerima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Hasil analisis pretest aspek sikap peternak di Kelompok Ternak makmur 3 tidak mempengaruhi atau menolak sikap mereka terhadap inovasi jamu ternak bubuk dalam kemasan. Sikap juga mempunyai tingkatan berdasarkan intensitasnya, menurut (Wawan dan Dewi, 2010) sebagai berikut.
Menerima = Angka 0% - 25%
Merespon = Angka 26% - 50%
Menghargai = Angka 51% - 75%
Tanggung Jawab = Angka 76% - 100%
Berdasarkan analisis data diatas menunjukkan hasil dari nilai pada aspek sikap, menunjukkan prosentase menerima sebesar 30% dengan kategori merespon.
2. Post Test Aspek Sikap
Analisis data sikap pengelola dilakukan dengan analisis data kuantitatif menggunakan skala likert dengan pilihan 5 pilihan jawaban. Sedangkan untuk mengetahui tingkat sikap responden dengan cara sebagai berikut :
Pertanyaan menggunakan sistem pilihan ganda, yaitu :
1. Jika pengelola menjawab Sangat Setuju akan mendapatkan skor 5 2. Jika pengelola menjawab Setuju akan mendapatkan skor 4
3. Jika pengelola menjawab Ragu-Ragu akan mendapatkan skor 3 4. Jika pengelola menjawab Tidak Setuju akan mendapatkan skor 2
5. Jika pengelola menjawab Sangat Tidak Setuju akan mendapatkan skor 1 Dari skor jawaban yang telah dijawab oleh pengelola, dijumlahkan dengan rumus sebagai berikut :
Skor maksimum: Skor tertinggi x jumlah pernyataan Skor minimum : Skor terendah x jumlah pernyataan
Dari rumus tersebut dapat ditentukan skor maksimum dan minimum yang didapatkan oleh pengelola. Yang nantinya dapat diketahui tingkat sikap responden terhadap inovasi jamu ternak bubuk dalam kemasan aluminium foil.
Tabulasi data responden dapat dilihat pada lampiran.
Pengukuran sikap sasaran dilakukan dengan analisa skoring rerata jawaban kuesioner yang telah dijawab oleh pengelola. Kuesioner yang diberikan sebanyak 15 butir pertanyaan yang berkaitan dengan materi penyuluhan yaitu inovasi jamu ternak bubuk dalam kemasan aluminium foil. Berdasarkan dari jawaban responden, maka perhitungan tabel menggunakan analisa skoring,
sebagai berikut :
Skor Maksimum = 5 x 15 (pertanyaan) = 75 Skor Minimun = 1 x 15 (pertanyaan) = 15 Median = Nilai Maks / 2 = 38
Jika didistribusikan pada tabel, maka terlihat hasil analisa post test aspek sikap pada sasaran, sebagi berikut :
Tabel 13. Hasil analisis post test aspek sikap
Kategori Interval N Presentase (%)
Menolak Skor 15 – 37 3 15
Menerima Skor 38 – 38 17 85
Pada tabel 9. Disebutkan 15% responden menolak dan 85% responden menerima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Hasil analisis pretest aspek sikap peternak di Kelompok Ternak makmur 3 mempengaruhi atau menerima sikap mereka terhadap inovasi jamu ternak bubuk dalam kemasan. Sikap juga mempunyai tingkatan berdasarkan intensitasnya, menurut (Wawan dan Dewi, 2010) sebagai berikut.
Menerima = Angka 0% - 25%
Merespon = Angka 26% - 50%
Menghargai = Angka 51% - 75%
Tanggung Jawab = Angka 76% - 100%
Berdasarkan hasil analisis data diatas menunjukkan bahwa hasil dari nilai pada aspek sikap, memiliki prosentase sebesar 85% dengan kategori Tanggung Jawab.
Nilai rata-rata perubahan peningkatan sikap peternak dapat dirumuskan : Pre test – post tes x 100% =
Skor Total
85 – 30 x 100% = 30,45%
55
Dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan sikap peternak di kelompok ternak makmur 3 adalah 30,45%.