3) Fasilitas penunjang
5.2 PPI Parigi
5.2.1 Volume dan nilai produksi
Menurut DKP Kabupaten Ciamis (2011), jumlah volume produksi hasil tangkapan di PPI Parigi pada tahun 2010 adalah sebesar 135,14 ton dengan nilai produksi senilai Rp 2.517.299.040,00. Perkembangan volume produksi dan nilai produksi dapat dilihat pada Tabel 11.
Perkembangan volume produksi hasil tangkapan di PPI Parigi pada tahun 2001 – 2010 cenderung fluktuatif (Gambar 18). Pertumbuhan volume produksi tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 82,5%. Bencana tsunami yang terjadi di wilayah selatan Kabupaten Ciamis pada tahun 2006 tidak membuat volume produksi hasil tangkapan menurun, hal ini disebabkan karena kerusakan yang terjadi di PPI Parigi tidak terlalu parah seperti yang terjadi di PPI Pangandaran. Pertumbuhan volume produksi terendah terjadi pada tahun 2010 yaitu sebesar -65,2%. Berdasarkan hasil wawancara dengan nelayan, hal ini disebabkan karena berkurangnya jumlah trip nelayan karena besarnya gelombang dan angin sehingga nelayan tidak melaut untuk menangkap ikan. Rata-rata pertumbuhan volume produksi hasil tangkapan di PPI Parigi pada tahun 2001 – 2010 adalah sebesar -3,7% dengan kisaran -65,2% – 82,5% (Tabel 11).
Tabel 11 Perkembangan volume dan nilai produksi hasil tangkapan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010
Tahun Volume (ton) Nilai (Rp) Pertumbuhan (%) Rasio NP/P (Rp per kg)
Volume Nilai 2001 556,56 4.997.984.860,00 - - 8980,20 2002 515,28 4.468.740.302,00 -7,4 -10,6 8672,41 2003 778,27 6.097.214.919,00 51,0 36,4 7834,36 2004 411,63 3.937.347.498,00 -47,1 -35,4 9565,29 2005 251,38 2.597.822.154,00 -38,9 -34,0 10334,07 2006 458,89 4.402.888.476,00 82,5 69,5 9594,73 2007 409,45 5.144.453.070,00 -10,8 16,8 12564,30 2008 528,04 7.404.997.950,00 29,0 43,9 14023,55 2009 388,45 5.779.556.724,00 -26,4 -22,0 14878,51 2010 135,14 2.517.299.040,00 -65,2 -56,4 18627,34 Rata-rata -3,7 0,9 - Kisaran -65,2 – 82,5 -56,4 – 69,5 -
Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Gambar 18 Kurva perkembangan volume produksi hasil tangkapan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010
Perkembangan kurva nilai produksi hasil tangkapan di PPI Parigi pada periode tahun 2001 – 2010 cenderung fluktuatif (Gambar 19). Rata-rata pertumbuhan nilai produksi hasil tangkapan di PPI Parigi pada periode tersebut adalah sebesar -0,9% dengan kisaran -54,6% – 69,5%. Pertumbuhan nilai produksi tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 69,5%, sedangkan pertumbuhan nilai produksi terendah terjadi pada tahun 2010 yaitu sebesar -54,6%.
Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Gambar 19 Kurva perkembangan nilai produksi hasil tangkapan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010 0 150 300 450 600 750 900 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Pr oduk si (t on ) Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 N ila i P ro du ks i ( Rp x 10 9) Tahun
Tabel 12 Volume dan nilai produksi hasil tangkapan menurut jenis ikan di PPI Parigi tahun 2010
Jenis Ikan Volume (ton) Nilai (Rp) Persentase (%) Rasio NP/P (Rp per kg) Volume Nilai 1. Udang Dogol 0,01 134.300,00 0,01 0,01 13.430,00 2. Udang Jerbung 2,48 152.481.300,00 1,84 6,06 61.484,40 3. Udang Krosok 0,10 1.961.000,00 0,07 0,08 19.610,00 4. Udang Lobster 2,22 534.438.170,00 1,64 21,23 240.737,91 5. Udang Lainnya 0,49 10.257.530,00 0,36 0,41 20.933,73 6. Manyung 2,06 19.338.370,00 1,52 0,77 9.387,56 7. Tetengek 2,90 51.226.960,00 2,15 2,03 17.664,47 8. Bawal Hitam 0,35 9.421.350,00 0,26 0,37 26.918,14 9. Bawal Putih 1,55 108.183.300,00 1,15 4,30 69.795,68 10. Kakap Putih 0,78 10.706.100,00 0,58 0,43 13.725,77 11. Ikan Terbang 1,92 22.497.900,00 1,42 0,89 11.717,66 12. Peperek/Petek 1,75 40.188.120,00 1,29 1,60 22.964,64 13. Kakap Merah 2,43 64.255.580,00 1,80 2,55 26.442,63 14. Belanak 0,28 3.813.100,00 0,21 0,15 13.618,21 15. Kurau 0,16 3.215.600,00 0,12 0,13 20.097,50 16. Gulamah 32,66 285.787.470,00 24,17 11,35 8.750,38 17. Kembung 5,96 89.427.650,00 4,41 3,55 15.004,64 18. Tenggiri 15,55 452.247.910,00 11,51 17,97 29.083,47 19. Tongkol 5,24 102.021.810,00 3,88 4,05 19.469,81 20. Kerapu 1,58 49.922.580,00 1,17 1,98 31.596,57 21. Layur 25,77 345.016.770,00 19,07 13,71 13.388,31 22. Cucut 1,51 19.030.330,00 1,12 0,76 12.602,87 23. Pari 2,23 16.714.430,00 1,65 0,66 7.495,26 24. Rajungan 0,82 16.547.910,00 0,61 0,66 20.180,38 25. Ikan Rucah 24,34 108.463.500,00 18,01 4,31 4.456,18 Jumlah 135,14 2.517.299.040,00 100,00 100,00 - Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Menurut DKP Kabupaten Ciamis (2011), jenis ikan dominan menurut volume di PPI Parigi pada tahun 2010 antara lain gulamah sebesar 32,66 ton (24,17%), layur sebesar 25,77 ton (19,07%), tenggiri sebesar 15,55 ton (11,51%) dan ikan rucah sebesar 24,34 ton (18,01%). Jenis ikan dominan menurut harga (nilai produksi) antara lain udang lobster senilai Rp 534.438.170,00 (21,23%), tenggiri senilai Rp 452.247.910,00 (17,97%), layur senilai Rp 345.016.770,00 (13,71%) dan gulamah senilai Rp 285.787.470,00 (11,35%) (Tabel 12)
5.2.2 Unit penangkapan ikan 1) Armada penangkapan ikan
Menurut DKP Kabupaten Ciamis (2011), armada penangkapan ikan yang terdapat di PPI Parigi terdiri dari perahu tanpa motor dan perahu motor tempel. Jumlah armada penangkapan ikan pada tahun 2010 adalah sebanyak 281 unit, yang terdiri dari perahu tanpa motor sebanyak 11 unit (3,9%) dan perahu motor tempel sebanyak 270 unit (96,1%).
Tabel 13 Perkembangan jumlah armada penangkapan ikan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010
Tahun KM Jenis Armada (unit) PMT PTM Jumlah (unit) Pertumbuhan (%)
2001 - 182 38 220 - 2002 - 198 38 236 7,3 2003 - 240 30 270 14,4 2004 - 270 - 270 0,0 2005 - 270 - 270 0,0 2006 - 204 - 204 -24,4 2007 - 288 - 288 41,2 2008 - 270 11 281 -2,4 2009 - 270 11 281 0,0 2010 - 270 11 281 0,0 Rata-rata 4,0 Kisaran -24,4 – 41,2
Keterangan : 1.KM = Kapal Motor; 2.PMT = Perahu Motor Tempel; 3.PTM = Perahu Tanpa Motor
Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Perkembangan jumlah armada penangkapan ikan di PPI Parigi pada tahun 2001 – 2010 cenderung fluktuatif (Gambar 20) dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 4,0% dan kisaran pertumbuhan per tahun sebesar -24,4% – 41,2% (Tabel 13). Pertumbuhan jumlah armada penangkapan ikan terendah terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar -24,4%, hal ini disebabkan oleh bencana tsunami menyebabkan rusaknya armada penangkapan ikan. Pertumbuhan armada penangkapan ikan tertinggi terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 41,2%, hal ini disebabkan karena adanya bantuan perahu motor tempel ukuran 1 GT dari Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai salah satu upaya pemulihan setelah terjadinya bencana tsunami pada tahun 2006.
Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Gambar 20 Kurva perkembangan jumlah armada penangkapan ikan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010
2) Alat penangkapan ikan
Jumlah alat penangkapan ikan di PPI Parigi pada tahun 2010 adalah sebanyak 519 unit yang terdiri dari gillnet (gillnet monofilament dan gillnet multifilament) sebanyak 380 unit (73,2%), trammel net sebanyak 121 unit (23,3%), pancing rawai sebanyak 9 unit (1,7%), dogol sebanyak 8 unit (1,5%), dan pukat pantai sebanyak 1 unit (0,2%) (DKP Kabupaten Ciamis, 2011).
Tabel 14 Perkembangan jumlah alat penangkapan ikan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010
Tahun Pancing Jenis Alat Tangkap (unit) Jumlah (unit) Pertumbuhan (%) Rawai Pantai Pukat Gillnet Dogol Trammel net
2001 17 2 231 - 378 628 - 2002 17 2 231 - 378 628 0,0 2003 8 12 179 - 116 315 -49,8 2004 18 2 218 - 120 358 13,7 2005 18 2 218 2 120 360 0,6 2006 15 - 153 - 87 255 -29,2 2007 18 7 407 12 166 610 139,2 2008 9 1 380 8 121 519 -14,9 2009 9 1 380 8 121 519 0,0 2010 9 1 380 8 121 519 0,0 Rata-rata 6,6 Kisaran -49,8 – 139,2 Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
0 50 100 150 200 250 300 350 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Ju m la h ( un it ) Tahun
Perkembangan jumlah alat penangkapan ikan di PPI Parigi pada periode tahun 2001 – 2010 cenderung fluktuatif (Gambar 21). Pertumbuhan jumlah alat tangkap terendah terjadi pada tahun 2003 yaitu sebesar -49,8%. Penurunan jumlah alat tangkap juga terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar -29,2%, hal ini disebabkan karena bencana tsunami yang menyebabkan banyaknya alat tangkap yang rusak dan hilang terbawa gelombang tsunami. Pertumbuhan jumlah alat tangkap tertinggi terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 139,2%, hal ini disebabkan karena adanya bantuan berupa alat tangkap gillnet dari Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai salah satu upaya pemulihan setelah terjadinya bencana tsunami pada tahun 2006. Rata-rata pertumbuhan per tahun pada periode tahun 2001 – 2010 adalah sebesar 6,6% dengan kisaran -49,8% – 139,2% (Tabel 14).
Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Gambar 21 Kurva perkembangan jumlah alat penangkapan ikan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010
3) Nelayan
Menurut DKP Kabupaten Ciamis (2011), jumlah nelayan di PPI Parigi pada tahun 2010 adalah sebanyak 690 orang. Perkembangan jumlah nelayan di PPI Parigi pada tahun 2001 – 2010 cenderung fluktuatif (Gambar 22) dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 2,0% dan kisaran pertumbuhan per tahun sebesar -24,1% – 18,2% (Tabel 15). Pertumbuhan jumlah nelayan tertinggi terjadi pada tahun 2003 yaitu sebesar 18,2%. Pertumbuhan jumlah nelayan terendah terjadi
0 100 200 300 400 500 600 700 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Ju m la h ( un it ) Tahun
pada tahun 2008 sebesar yaitu -24,1%. Berdasarkan hasil wawancara, bertambah ataupun berkurangnya jumlah nelayan di PPI Parigi pada umumnya disebabkan karena banyaknya nelayan yang beralih profesi seperti menjadi pedagang dan tukang ojek. Tidak adanya syarat dan keahlian khusus menyebabkan seseorang dengan mudah menjadi nelayan. Begitu juga sebaliknya, ketika produksi hasil tangkapan sedang menurun, nelayan dapat dengan mudah beralih profesi seperti menjadi pedagang, tukang ojek atau pekerjaan lainnya.
Tabel 15 Perkembangan jumlah nelayan di PPI Parigi tahun 2001 – 2010
Tahun Jumlah (orang) Pertumbuhan (%)
2001 615 - 2002 677 10,1 2003 800 18,2 2004 818 2,3 2005 818 0,0 2006 804 -1,7 2007 804 0,0 2008 610 -24,1 2009 610 0,0 2010 690 13,1 Rata-rata 2,0 Kisaran -24,1 – 18,2
Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Sumber : DKP Kabupaten Ciamis (2011); diolah kembali
Gambar 22 Kurva perkembangan jumlah nelayan di PPI Parigi tahun 2001 - 2010 0 150 300 450 600 750 900 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Ju m la h ( ora ng ) Tahun
5.2.3 Fasilitas kepelabuhanan perikanan 1) Fasilitas pokok
Fasilitas pokok yang terdapat di PPI Parigi terdiri dari (DKP Kabupaten Ciamis, 2011) :
(1) Kolam pelabuhan
Kolam pelabuhan yang terdapat di PPI Parigi merupakan kolam pelabuhan alami dengan memanfaatkan Sungai Cialit sebagai tempat untuk tambat labuh perahu nelayan. Kedalaman kolam pelabuhan ini adalah 50 – 100 cm karena telah mengalami pendangkalan akibat lumpur yang terbawa oleh aliran sungai.
Gambar 23 Kolam pelabuhan di PPI Parigi tahun 2011 (2) Turap
Turap di PPI Parigi berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak terjadi abrasi yang dapat menyebabkan pendangkalan kolam pelabuhan. Turap tersebut terbuat dari beton, memiliki panjang 650 m dan tinggi 1 m.
(3) Lampu mercusuar
Lampu mercusuar di PPI Parigi terletak di muara Sungai Cialit. Lampu mercusuar ini memiliki tinggi 10 m dengan kondisi baik dan dimanfaatkan sebagai alat bantu navigasi ketika nelayan melakukan aktivitas menangkap ikan pada malam hari.
2) Fasilitas fungsional
Menurut DKP Kabupaten Ciamis (2011), fasilitas fungsional yang terdapat di PPI Parigi terdiri dari :
(1) Tempat pelelangan ikan
Gedung TPI PPI Parigi mempunyai luas 216 m2 dan terletak berseberangan dengan gedung kantor KUD Minapari yang bertindak sebagai penyelenggara pelelangan ikan. Kondisi gedung TPI ini masih cukup baik. Aktivitas pelelangan ikan dilakukan setiap hari, kecuali hari Jum’at karena pada hari tersebut nelayan tidak melakukan aktivitas menangkap ikan. Sumber pendapatan yang diperoleh TPI PPI Parigi berasal dari retribusi sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2005 dan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 13 Tahun 2006 tentang retribusi. Besarnya retribusi lelang adalah sebesar 5% dengan rincian 3% dibebankan kapada pedagang ikan (bakul) dan 2% dibebankan kepada nelayan.
(2) Fasilitas air bersih
Sumber air bersih di PPI Parigi berasal dari sumur yang terletak berseberangan dengan gedung TPI. Kondisi air sumur ini cukup bersih. Sumur ini menggunakan pompa listrik dan ditampung dalam tangki (torn) plastik dengan kapasitas 1000 liter yang disambungkan dengan pipa dan kran sehingga memudahkan ketika digunakan untuk berbagai aktivitas di PPI Parigi.
Gambar 26 Fasilitas air bersih di PPI Parigi tahun 2011 (3) Gudang penyimpanan mesin dan alat tangkap
Gudang penyimpanan mesin dan alat tangkap di PPI Parigi terdiri dari 14 ruang penyimpanan dan terletak bersebelahan dengan gedung sekretariat rukun nelayan PPI Parigi. Ruang penyimpanan ini selain digunakan oleh nelayan asli yang tinggal di sekitar PPI Parigi juga sering digunakan oleh nelayan dari luar daerah yang mendaratkan hasil tangkapannya di PPI Parigi.
Gambar 27 Gudang penyimpanan mesin dan alat tangkap di PPI Parigi tahun 2011
3) Fasilitas penunjang
Fasilitas penunjang yang terdapat di PPI Parigi terdiri dari (DKP Kabupaten Ciamis, 2011) :
(1) Gedung kantor pelabuhan
Gedung kantor PPI Parigi terletak bersebelahan dengan gedung kantor KUD Minapari. Pangkalan Pendaratan Ikan Parigi saat ini menjadi UPTD Pangkalan Pendaratan Ikan wilayah Kabupaten Ciamis di bawah pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ciamis. UPTD PPI Parigi ini juga membawahi PPI Batu Karas dan PPI Cimerak.
Gambar 28 Gedung kantor PPI Parigi tahun 2011 (2) KUD Minapari
Koperasi Unit Desa (KUD) Minapari merupakan lembaga yang bertindak sebagai penyelenggara aktivitas pelelangan ikan di PPI Parigi. Dalam pelaksanaannya, KUD Minapari diawasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, koperasi serta instansi terkait di Kabupaten Ciamis. Selain sebagai penyelenggara pelelangan ikan, KUD Minapari juga membantu nelayan dalam pelayanan usaha simpan pinjam.
(3) Syahbandar
Gedung kantor syahbandar PPI Parigi terletak beseberangan dengan gedung TPI PPI Parigi. Syahbandar ini bertugas dalam pendataan jumlah kapal atau perahu yang ada di PPI Parigi.
Gambar 29 Gedung kantor Syahbandar PPI Parigi tahun 2011 (4) Sekretariat rukun nelayan
Sekretariat rukun nelayan merupakan tempat untuk berkumpulnya nelayan untuk melakukan musyawarah dan digunakan untuk menyampaikan informasi maupun penyuluhan yang berkaitan dengan kegiatan nelayan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ciamis maupun petugas PPI Parigi. Gedung ini terletak bersebelahan dengan kantor KUD Minapari dan waserda.
Gambar 30 Gedung kantor KUD Minapari, waserda, dan sekretariat rukun nelayan PPI Parigi tahun 2011
(5) Waserda
Waserda PPI Parigi merupakan salah satu unit usaha perniagaan KUD Minapari yang menyediakan berbagai keperluan melaut seperti bahan bakar minyak (BBM), pelumas, suku cadang mesin, jaring dan kebutuhan melaut lainnya. Waserda ini terletak bersebelahan dengan gedung kantor KUD Minapari.
(6) Perumahan nelayan
Jumlah rumah yang terdapat di kompleks perumahan nelayan PPI Parigi adalah sebanyak 105 unit dan berukuran 5 x 7 m. Perumahan nelayan ini mayoritas dihuni oleh nelayan asli Parigi.
(7) Kios penjualan ikan
Kios penjualan ikan PPI Parigi terletak bersebelahan dengan gedung TPI PPI Parigi. Kios ini menjual berbagai jenis macam ikan segar maupun olahan. Konsumen dapat membeli ikan segar dan meminta ikan tersebut untuk diolah seperti digoreng atau dibakar. Kios ini biasanya ramai terutama pada akhir pekan atau hari libur karena banyak wisatawan yang datang untuk mengkonsumsi ikan segar.
a. Kios ikan segar b. Kios ikan olahan Gambar 31 Kios penjualan ikan di PPI Parigi tahun 2011 (8) MCK
Letak MCK ini berseberangan dengan gedung TPI PPI Parigi. Air yang digunakan berasal dari sumur dengan kondisi air yang cukup baik. Kondisi MCK ini masih cukup baik. MCK ini tidak memiliki lampu sebagai penerangan ketika digunakan pada malam hari.