• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 Pariwisata Berkelanjutan

3. Pariwisata Galapagos

Siapa yang tidak mengenal Kepulauan Galapagos? Sebagai kawasan yang paling menarik bagi pariwisata bahari, kawasan yang sering disebut sebagai laboratorium alam bagi Charles Darwin menetapkan Teori Evolusinya ini, mengalami juga tekanan pariwisata berlebihan. Memang tata kelola pariwisata Galapogos relatif sudah sangat maju. Tetapi pertumbuhan pariwisata masih mengancam keberlanjutan sumberdaya alam yang dimilikinya. Pengelolaan terus perlu dilakukan dengan lebih baik agar pertumbuhan pariwisata tidak berdampak negatif bagi alam dan masyarakat.

Pariwisata berkembang dengan cepat selama satu dekade terakhir. Namun pertumbuhan ini membawa risiko dan konsekuensi yang tidak diharapkan. Kepulauan Galapagos yang berpenduduk 30.000 orang menerima kunjungan wisatawan sebanyak 200.000 orang per tahun.

Sekitar 20 pesawat jet membawa 200 orang wisatawan setiap minggu ke Galapagos.

Tiket atau biaya masuk ke Galapagos memang menjadi salah satu sumber dana pemerintah untuk mengelola dan melindungi alam Galapogos. Namun konsekuensi atau dampak negatif pertumbuhan pariwisata ini tidak bisa diabaikan. Pada awalnya, kapal-kapal pesiar dengan akomodasi yang lengkap membawa wisatawan ke Galapagos. Dampaknya ekonomi kepada masyarakat memang sangat minim. Pemerintah kemudian menerima aspirasi masyarakat agar pariwisata berbasis rakyat dikembangkan. Saat ini, sekitar 45% pariwisata Galapagos berbasis di daratan dan melibatkan masyarakat. Sekitar 30% wisatawan Galapagos adalah wisatawan domestik dari dataran Ekuador sendiri. Selain itu, Galapagos dikunjungi oleh generasi muda dan wisatawan dengan menggendong ransel.

Seperti dilaporkan oleh Jonathan Tourtellot di National Geographic News, edisi 15 Januari 2015, gejala disneyfication yaitu menjadikan daratan Galapagos yang adalah pulau-pulau kecil itu menjadi pusat rekreasi seperti Disneyland, dalam rangka menarik banyak pengunjung adalah suatu kekeliruan besar. Dia mencatat akibat pengunjung yang berlebihan ini, maka spesies-spesies invasif yang berasal dari luar Galapagos tanpa disadari sudah terbawa masuk ke dalam Galapagos, berkembang dengan cepat dan tentu berdampak bagi eksistensi keanekaragaman hayati yang ada. Beberapa tanaman endemik mengalami laju mortalitas hingga mencapai 95%. Contoh spesies invasif yang masuk ke dalam Galapagos adalah tikus dan semut merah yang ganas.

Sebagai saran untuk memecahkan masalah serius ini, Tourtellot (2015) mengemukakan bahwa industri pariwisata tidak hanya aspek atau masalah hotel, kapal pesiar, pelancong, dollar dan warung suvenir saja. Tempat atau alam kegiatan pariwisata dilakukan adalah aspek yang lebih penting. Pariwisata bagaikan pedang bermata dua, yang bisa membawa keuntungan tetapi berdampak negatif. Industri pariwisata bisa menjadi musuh bagi dirinya sendiri. Sebab itu, perlu ada kerja sama yang sungguh-sungguh antara pelaku bisnis, pemerintah, ahli ekologi, pelancong dan rakyat Galapagos untuk menentukan secara bersama masa depan pariwisata yang tidak merusak salah satu World Heritage ini.

Dampak Negatif dan Positif

Pembangunan pariwisata memang sangat diperlukan. Namun pembangunan itu harus dikelola dengan baik agar semakin besar dampak positifnya dan di saat yang sama semakin kecil dampak negatifnya. Bila dampak negatif bisa ditekan maka pembangunan pariwisata bisa tetap hidup dalam jangka panjang dan memberikan akumulasi dampak positif yang semakin besar. Sebab itu, dampak positif dan negatif itu perlu dipahami oleh setiap pelaku, utamanya pemerintah sebagai manajer yang mengelola pariwisata di setiap kawasan atau daerah.

Pemerintah cenderung memiliki hasrat yang tinggi untuk menarik sebanyak-banyaknya wisatawan datang ke daerahnya. Dengan kata lain, pertumbuhan pariwisata menjadi target dan indikator keberhasilan daerah yang memiliki

potensi alam pariwisata. Hal seperti ini bisa merupakan suatu kekeliruan yang sulit untuk diperbaiki atau ditata kembali. Sebab itu dari sejak awal, pemerintah perlu menentukan arah pengembangan pariwisata. Apakah pertumbuhan atau pengembangan pariwisata yang menjadi pilihan? Apakah pariwisata masal (mass tourism) atau pariwisata spesifik (targeted tourism) yang menjadi pilihan?

Tabel 2 memuat kemungkinan dampak negatif dan positif pembangunan pariwisata. Dampak yang dikemukakan ini seharusnya menjadi pegangan bagi pengelola pariwisata dalam menentukan kebijakan yang paling sesuai untuk daerahnya.

Berdasarkan atas variabel atau indikator yang relevan di setiap daerah, pengelola pariwisata perlu menentukan target sebagai rujukan (referensi) dalam pengelolaan pariwisata. Keseimbangan antara target-target yang ingin dicapai perlu ditetapkan sebagai dasar kebijakan yang lebih umum. Misalnya, bila lapangan pekerjaan yang menjadi target, maka pemerintah perlu membangun industri pariwisata yang tinggi intensif

penggunaan tenaga kerjanya, sementara investasi besar yang menggunakan tenaga dan modal asing perlu dibatasi. Bila pemerintah ingin tradisi dan budaya menjadi objek wisatawan maka pembinaan kepada masyarakat perlu dilakukan agar mereka bisa menampilkan tradisi dan budayanya, namun di sisi lain tetap mempertahankannya sebagai identitas dan nilai-nilai kehidupan mereka.

Tabel 2. Dampak Negatif dan Positif Pengembangan Pariwisata

Variabel Dampak Negatif Dampak Positif Lapangan Kerja Lapangan kerja tersedia secara

musiman, upah murah

Lapangan kerja baru tercipta

Aliran Uang melalui wisatawan

Sebagian besar uang masuk ke dalam daerah mengalir lagi ke luar daerah melalui investor dan perusahaan besar.

Semakin banyak uang yang mengalir ke daerah wisata.

Tradisi dan budaya Tradisi dan budaya berubah mengikuti apa yang diperkenalkan oleh Wisatawan

Tradisi dan budaya tetap hidup dan dipraktikkan penduduk lokal karena wisatawan menikmatinya. Konservasi Kehadiran pariwisata merusak

lingkungan dan sumberdaya alam pariwisata

Uang dari wisatawan, misalnya biaya masuk kawasan, dapat digunakan untuk konservasi alam dan budaya

Sarana dan prasarana Kepadatan dan kerusakan sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana yang dibangun pemerintah dapat berguna bagi penduduk lokal Makanan dan suvenir Kenaikan harga di pasar lokal

dan ketidakmampuan penduduk lokal untuk membeli.

Permintaan yang bertambah untuk makanan dan suvenir

Seperti sudah disinggung sebelumnya, seluruh pariwisata selayaknya adalah pariwisata berkelanjutan. Sebab itu, tidak merupakan suatu hal yang sulit dan aneh untuk mencapai dan mempertahankan pariwisata seperti itu. Kampanye dan promosi global tentang perlunya pariwisata berkelanjutan adalah alasan kuat bagi setiap daerah memanfaatkan potensinya untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Pasar untuk pariwisata berkelanjutan tersedia luas dan membawa dampak positif bagi alam, masyarakat dan pemerintah.

Dokumen terkait