• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV SAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

2. Partisipasi Masyarakat dalam Bidang Ekonomi

Dalam tiap langkah dalam kaitannya dengan prencanaan dilakukan secara partisipatif sehingga masyarakat mampu membangun rasa kepemilikan dan proses belajar melalui bekerja bersama. Partisipasi dibangun dengan menekankan proses pengambilan keputusan oleh warga. Mulai dari gagasan hingga tertuang dalam bentuk proposal. Partisipasi juga berarti upaya melibatkan segenap komponen masyarakat. Khususnya kelompok masyarakat yang rentan yang selama ini tidak memiliki peluang/akses dalam program kegiatan setempat.

3) Transparansi dan Akuntabiilitas

Dalam proses penyusunan rencana bidang ekonomi, masyarakat desa Langenharjo telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sehigga masyarakat belajar dan melembagakan sikap bertanggung jawab serta tanggung gugat terhadap pilihan keputusan kegiatan yang akan dituangkan dalam bentuk proposal

4) Desentralisasi

Proses pengambilan keputusan penetapan rencana bidang ekonomi, masyarakat desa Langenharjo menitik beratkan pada manfaat terhadap masyarakat lingkungan, sehingga keputusan dalam rencana kegiatan tersebut benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

b. Pelaksanaan Bidang Ekonomi

Pelaksanaan bidang ekonomi P2KP di desa Langenharjo diimplementasikan dalam bentuk pemberian dana bergulir kepada warga melalui BKM, pemberian dana bergulir tersebut terbukti telah mampu membangkitkan perekonomian warga desa Langenharjo dengan munculnya kelompok swadaya masyarakat dalam suatu kelompok usaha seperti penjualan susu segar, hik, pengrajin blangkon, perusahaan karak dll. Dengan pengembalian dana bergulir secara tepat waktu oleh KSM, akan menumbuhkan kepercayaan dari warga lain,

juga BKM terhadap KSM tersebut, sehingga kemungkinan untuk bermitra dengan berbagai pihak menjadi sangat terbuka.

Penggunaan dana bergulir bagi warga masyarakat untuk melakukan kegiatan usaha tersebut memberikan dapat dimaknai bahwa telah terjadi perubahan perilaku dalam masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan di lingkungannya. Masyarakat telah memiliki niat, prakarsa, untuk membangun kepedulian dan komitmen masyarakat itu sendiri. Masyarakat manyadari bahwa keberhasilan dari P2KP sebagian besar justru akan sangat tergantung pada kepedulian, komitmen, motivasi dan ikhtiar masyarakat setempat. Modal bergulir yang diberikan kelompok masyarakat dijadikan sarana bagi proses pembelajaran masyarakat untuk terus melakukan perubahan-perubahan sendiri ke arah yang lebih baik dan efektif. Masyarakat yang tadinya tidak tergerak untuk bekerja dan melakukan usaha, dengan adanya dana bergulir P2KP maka masyarakat mulai memikirkan apa yang harus ia kerjakan, pada sisi lain bagi para pendamping (fasilitator, konsultan, dll), prinsip membangun dari dalam mengandung makna bahwa proses pendampingan tahapan kegiatan tidak diurus dan dilaksanakan sendiri oleh para pendamping, tetapi justru para pendamping seharusnya melakukan proses pendampingan yang menitikberatkan pada proses pembelajaran bagi masyarakat agar mampu melakukan tahapan kegiatannya sendiri, dan menumbuhkembangkan kesadaran kritis masyarakat.

Dalam proses pelaksanaan P2KP khususnya bidang ekonomi di desa Langenharjo telah terbentuk relawan dari masyarakat, relawan yang timbul dari dalam masyarakat itu sendiri memberikan makna masyarakat desa Langenharjo telah menyadari bahwa proses pengembangan masyarakat dengan prinsip membangun masyarakat dari dalam akan membutuhkan pelopor-pelopor penggerak dari masyarakat sendiri yang mengabdi tanpa pamrih, ikhlas, peduli, dan memiliki komitmen kuat pada kemajuan masyarakat di wilayahnya.

Masyarakat menyadari bahwa proses pembangunan ekonomi dari dalam tidak akan terlaksana apabila pelopor-pelopor yang menggerakkan masyarakat tersebut yang merupakan individu atau sekumpulanindividu yang hanya memiliki pamrih pribadi dan hanya mementingkan urusan ataupun kepentingan pribadi serta golongan atau kelompoknya. Dengan kata lain, perubahan perilaku masyarakat akan sangat ditentukan oleh relawan-relawan atau motor penggerak setempat yang memiliki moral yang baik dan diakui kualitas kepribadiannya, bukan hanya sekedar relawan yang pengalaman, pendidikan tinggi dan punya kedudukan yang tinggi.

Didasarkan pada keyakinan tersebut di atas, maka masyarakat desa Langenharjo dalam membangun kehidupan ekonomi di wilayahnya berusaha mendorong masyarakat membuka kesempatan seluas mungkin bagi warga-warganya yang ikhlas, jujur, adil, peduli dan memiliki komitmen tinggi untuk menjadi relawan yang membantu

masyarakat dalam melaksanakan seluruh tahapan kegiatan P2KP di desa Langenharjo agar bermanfaat bagi masyarakat miskin serta seluruh masyarakat di wilayah Langenharjo. Proses pendampingan masyarakat tersebut sesuai dengan bentuk dari pelaksanaan Program penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yaitu:

“Memberikan bantuan teknik berupa pendampingan kepada masyarakat dalam rangka membantu pembentukan kelembagaan masyarakat dan melakukan upaya bagi peningkatan kesejahteraan melalui peningkatan ekonomi, perbaikan sarana dan prasarana dasar lingkungan, serta peningkatan kualitass sumber daya manusia, sehingga dapat melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi terhadap berbagai penyebab permasalahan kemiskinan yang dihadapi”

Sebagai akibat dari dana bergulir P2KP yang diberikan kepada masyarakat desa Langenharjo dapat mendorong kesiapan dan kesadaran kritis masyarkat agar mampu menanggulangi kemiskinan di wilayahnya secara mandiri dan berkelanjutan secara alami. Masyarakat desa Langenharjo telah menyadari bahwa tingkat kesiapan dan kesadaran kritis masyarakat memerlukan waktu yang cukup panjang dan juga bukan merupakan proses yang dijalankan secara instan, untuk itu dalam melaksanakan program pembangunan bidang ekonomi P2KP desa Langenharjo masyarakat telah melakukan antisipasi bahwa proses tersebut kemungkinan dapat menimbulkan kejenuhan, kebosanan, ketidak percayaan, ketidak yakinan dll. Maka dalam melaksanakan kegiatan yang berupa dana bergulir UPK P2KP Desa Langenharjo berusaha agar dana yang telah diberikan tidak

macet, vakum, dan atau berhenti sesaat berhubung harus menunggu selesainya aktivitas yang sama pada kelompok lain.

c. Peran Masyarakat dalam Monitoring dan Evaluasi bidang ekonomi UPK dan relawan senantiasa selalu memonitor jalannya dana bergulir yang diberikan kepada kelompok swadaya masyarakat dengan harapan agar dana yang telah diberikan kepada KSM tersebut dapat dimanfaatkan dengan benar sesuai dengan rencana yang mereka ajukan dalam bentuk proposal sebelumnya, usaha UPK dan relawan dalam memonitor dana bergulir tersebut dengan mendatangai kelompok-kelompok usaha dan mengadakan rembug warga setiap bulan sekali guna mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

Relawan dan UPK melakukan berbagai langkah agar tidak terjadi kelambatan angsuran dari KSM, antara lain: mendatangi KSM untuk agar KSM menyadari tujuan P2KP, dan agar KSM arti pentingnya pembelajaran dalam rangka mengangkat warga masyarakat dari kemiskinan. Dari hasil evaluasi BKM Desa Langenharjo, diperoleh beberapa temuan antara lain: KSM ternyata belum mampu menyediakan dana untuk mengembangkan usaha kecil yang layak tanpa adanya bantuan dari luar, sehingga dana bergulir dari P2KP tersebut benar-benar bermanfaat untuk menumbuhkan usaha kecil di lingkungan desa Langenharjo, dengan adanya dana bergulir P2KP secara nyata usaha kecil yang tadinya hampir mati, mulai tergerak secara kontinyu.

Hasil monotiring dan evaluasi oleh UPK diumumkan, pengumuman memuat KSM beserta anggota yang memperoleh pinjaman, Panitia Kemitraan, serta informasi lain, dengan cara: 1) Penempatan melalui papan-papan informasi di tempat-tempat

yang strategis, minimal di 5 lokasi, dengan ukuran dan bentuk yang mudah dilihat dan dibaca oleh semua warga. Baik itu papan informasi kegiatan (proyek), papan informasi BKM dan KSM, papan informasi kegiatan PAKET, papan-papan informasi kegiatan pembangunan, kegiatan sosial, dengan muatan/isi yang bervariasi sesuai perkembangan dll.

2) Pertemuan-pertemuan rutin dengan KSM, panitia dan masyarakat.

3) Pertemuan-pertemuan rutin dengan perangkat kelurahan, lembaga kelurahan formal yang ada dan kelompok peduli setempat, demikian pula pertemuan rutin masyarakat dengan dinas dan kelompok peduli dalam kaitan dengan pelaksanaan PAKET. 4) Penyebarluasan melalui surat kepada KSM-KSM dan

masyarakat.

5) Pembuatan dan penyebarluasan media warga, leaflet atau buletin, dll.

6) Melakukan audit tahunan BKM dan hasilnya disebar luaskan ke masyarakat melalui rapat tahunan pertanggung jawaban BKM- BKM, UP-UP serta pelaku P2KP lain harus bersifat terbuka

memberikan informasi dan data-data yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemeriksaan oleh KMW, perangkat pemerintah, unsur masyarakat dan atau pemantau independen.

d. Outcame bidang ekonomi

1) Tumbuh berkembangnya sektor usaha kecil di desa Langenharjo sebagai dampak dana bergulir yang diberikan kepada 23 KSM 2) Munculnya Pra koperasi di desa Langenharjo

3) Terbukanya lapangan kerja, khususnya bagi warga yang tadinya belum memiliki usaha, setelah adanya dana bergulir tersebut warga memiliki usaha sebagai sumber mata pencaharian.

3. Peran masyarakat dalam bidang Sosial

Dokumen terkait