BAB III. METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis
Analisis data pada penelitian kuantitatif adalah aktivitas selesainya data menurut semua responden atau asal data lain terkumpul. Kegiatan pada analisis data merupakan mengelompokkan data dari variabel bersama jenis responden, mentabulasikan data dari variabel menurut semua responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan buat menjawab rumusan perkara (Sugiyono, 2016: 147). Analisis data pada kuantitatif adalah aktivitas selesainya data menurut responden atau asal data lain terkumpul. Hasil analisis berupa uji kualitas data bersama analisis regresi linear sederhana. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan indera statistik yang terdiri menurut:
1. Uji kualitas data (uji validitas dan uji reliabilitas)
Uji kualitas data dilakukan menggunakan memakai uji validitas bersama uji reliabilitas. Uji validitas dipakai buat mengukur absah atau valid tidaknya suatu item pada survey. Suatu survey dikatakan valid apabila pertanyaan dalam survey sanggup buat membicarakan
sesuatu yang akan diukur sang survey tadi. Model pengujian memakai pendekatan hubungan item-total dikoreksi (corrected item-total correlation buat menguji validitas internal setiap item pertanyaan survey yang disusun pada bentuk skala. Untuk memilih apakah sebuah item dinyatakan valid atau tidak, maka para pakar memutuskan patokan besaran koefisien hubungan item total dikoreksi sebanyak 0,25 atau 0,30 menjadi batas minimal valid tidaknya sebuah item. Artinya, sama atau lebih akbar menurut 0,25 atau 0,30 menandakan item mempunyai validitas yang memadai.
Uji reliabilitas merupakan indera yang dipakai buat mengukur konsistensi suatu survei yang adalah indikator menurut variabel atau konstruk. Suatu survey dikatakan reliabel atau handal apabila jawaban seorang terhadap pertanyaan merupakan konsisten atau stabil menurut ketika ke ketika. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel apabila menaruh nilai Cronbach Alpha ≥ 0,60.
2. Analisis regresi linear sederhana
Analisis regresi sederhana berdasarkan dalam interaksi fungsional atau kausal. Menurut Sugiyono (2016: 204) rumus regresi sederhana yaitu:
Y`= a + bX. Prosesi (ketepatan) fungsi regresi sederhana pada menaksirkan nilai aktual bisa diukur menurut nilai goodness of fit-nya.
Secara statistik, setidaknya ini bisa diukur menurut nilai statistik f, nilai statistik t, bersama nilai koefisien determinasi. Uji statistik f dipakai buat menampakan apakah seluruh variabel independen yang dimasukkan pada contoh memiliki impak secara serta-sama terhadap variabel dependen.
Nilai statistik F dianggap signifikan apabila f-hitung < 0> f-tabel.
Uji statistik t dalam dasarnya menampakan seberapa jauh impak satu variabel penjelas/ independen secara individual memperlihatkan variasi variabel dependen. Perhitungan nilai statistik t dianggap signifikan jika nilai uji statistiknya berada pada wilayah kritis (wilayah dimana Ho ditolak), bersama dianggap tidak signifikan jika nilai uji statistiknya berada pada wilayah pada mana Ho diterima. Atau menggunakan membandingkan taraf signifikansi t menggunakan 0.05 (α = 5%) atau membandingkan antara t hitung menggunakan tabel. Jika taraf signifikansi hitung < 0> t-tabel maka hipotesis diterima.
Koefisien determinasi dipakai buat mengukur seberapa jauh kemampuan contoh pada memperlihatkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi antara 0 bersama 1.
42 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang mempunyai tugas primer membantu Bupati pada aplikasi kebijakan wilayah yang bersifat khusus yaitu dibidang keluarga berencana Kabupaten Enrekang. Sejalan menggunakan aplikasi swatantra wilayah bersama implementasi menurut seluruh badan aturan yang terdapat.
Pemerintah Kabupaten Enrekang sudah melaksanakan penataan organisasi perangkat wilayah pada lingkungan pemerintahan Kabupaten Enrekang yaitu menggunakan Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang menjadi galat satu forum perangkat wilayah.
1. Tugas pokok dan fungsi
Tugas Pokok Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang menjadi berikut:
a. Tugas pokok
Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang, mempunyai tugas-tugas utama yaitu membina, mengkoordinasikan, bersama mengendalikan kebijakan di bidang keluarga berencana, sejahtera bersama pemberdayaan keluarga, pemindahan rakyat, bersama pengolahan data.
b. Fungsi
Untuk melaksanakan tugas utama sebagaimana yang dimaksud, Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang memiliki fungsi:
1) Penyusunan rumusan kebijakan teknis pengendalian acara agunan pelayanan keluarga berencana.
2) Penyusunan kebijakan aplikasi aktivitas pengendalian keluarga sejahtera bersama pemberdayaan keluarga.
3) Penyusunan rumusan kebijakan teknis bersama fasilitas kerjasama terhadap konvoi bersama kiprah dan rakyat pada acara keluarga berencana.
4) Penyusunan rumusan kebijakan teknis aplikasi bidang pengolahan data acara keluarga berencana.
5) Penyusunan bimbingan bersama pengendalian aplikasi koordinasi antar satuan kerja perangkat wilayah bersama penyusunan program keluarga berencana, kesehatan reproduksi, pemberdayaan keluarga sejahtera.
6) Pelaksanaan perencanaan bersama pengendalian teknis operasional pengelolaan keuangan kepegawaian bersama pengurusan barang milik wilayah yang berada pada penguasaanya.
7) Pelaksana kesekretariatan.
8) Pembina unit pelaksana bersama energi fungsional.
2. Visi dan misi
a. Visi Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang: “Mewujudkan keluarga mini senang bersama sejahtera”.
b. Adapun misi Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang, yaitu:
1) Mengembangankan jejaring pelayanan keluarga berencana yang berorientasi dalam akses pelayanan terjangkau, kepuasan, konsumen secara berkesinambungan.
2) Menyiapkan bersama melaksanakan pelayanan keluarga berencana bersama kesejahteraan reproduksi.
3) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara keluarga berencana.
3. Struktur organisasi
Struktur Organisasi Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang terdiri menurut:
a. Kepala Dinas
Dinas Pengendalian Penduduk bersama Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang memiliki tugas membantu bupati melaksanakan urusan pemerintahan bidang pengendalian penduduk bersama keluarga berencana yang sebagai wewenang Daerah bersama tugas pembantuan yang ditugaskan pada Daerah.
b. Sekretaris
Sekretariat memiliki tugas melaksanakan koordinasi aplikasi Tugas, pelatihan bersama pelayanan administrasi pada seluruh unit organisasi pada lingkungan Dinas.
1) Sub bagian perencanaan dan pelaporan;
Subbagian perencanaan bersama pelaporan memiliki tugas melakukan penyiapan bahan Koordinasi bersama penyusunan planning acara kerja, monitoring bersama penilaian dan pelaporan aplikasi acara bersama aktivitas yang dilaksanakan sang dinas.
2) Sub bagian keuangan;
Subbagian keuangan memiliki tugas melakukan administrasi bersama akuntansi keuangan terkait acara aktivitas yang sudah dilaksanakan.
3) Sub bagian tata usaha;
Subbagian rapikan bisnis memiliki tugas melakukan urusan generik, penatausahaan surat menyurat, urusan tempat tinggal tangga, kehumasan, dokumentasi bersama investasi barang dan administrasi kepegawaian.
c. Bidang pengendalian penduduk
Bidang pengendalian penduduk memiliki tugas melaksanakan kebijakan teknis bidang pengendalian penduduk pada Kabupaten Enrekang.
1) Kasi pemanduan dan sinkronisasi kebijakan kependudukan;
Kasi pemanduan bersama sinkronisasi kebijakan kependudukan memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan bersama aplikasi kebijakan teknis, kebiasaan, baku, mekanisme, bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian pemanduan bersama sinkronisasi kebijakan pengendalian penduduk.
2) Kasi pemetaan perkiraan pengendalian penduduk;
Kasi pemetaan asumsi pengendalian penduduk memiliki Tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan bersama pelaksana kebijakan teknis, kebiasaan baku, mekanisme bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian pemetaan asumsi pengendalian penduduk.
3) Kasi data dan informasi;
Kasi data bersama warta memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan bersama aplikasi kebijakan teknis, kebiasaan, baku, mekanisme, bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian data bersama warta pengendalian penduduk bersama keluarga berencana.
d. Bidang keluarga berencana
Bidang keluarga berencana memiliki tugas melaksanakan kebijakan teknis pada bidang aplikasi keluarga berencana.
1) Kasi pengendalian dan pendistribusian alat kontrasepsi;
Kasi pengendalian bersama pendistribusian alkon memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan bersama aplikasi kebijakan teknis, kebiasaan, baku bersama mekanisme bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian pengendalian bersama pendistribusian indera kontrasepsi.
2) Kasi jaminan pelayanan keluarga berencana
Kasi agunan pelayanan keluarga berencana memiliki tugas
membicarakan bahan pelatihan, pembimbingan bersama aplikasi kebijakan teknis, kebiasaan, baku mekanisme bersama
kriteria dan pemantauan bersama penilaian agunan pelayanan keluarga berencana.
3) Kasi pembinaan dan peningkatan kesetaraan keluarga berencana;
Kasi pelatihan bersama peningkatan kesetaraan keluarga berencana memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan bersama aplikasi kebijakan teknis, baku, mekanisme bersama kriteria dan
pemantauan bersama penilaian pelatihan bersama peningkatan kesertaan ber KB.
e. Bidang ketahanan dan kesejahteraan keluarga
Bidang ketahanan bersama kesejahteraan keluarga yang memiliki tugas melaksanakan kebijakan teknis pada bidang ketahanan bersama kesejahteraan.
1) Kasi pemberdayaan keluarga sejahtera;
Kasi pemberdayaan keluarga sejahtera memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan bersama aplikasi kebijakan teknis, kebiasaan baku mekanisme bersama
kriteria dan pemantauan bersama penilaian pemberdayaan keluarga sejahtera.
2) Kasi bina ketahanan keluarga balita, anak dan lansia;
Kasi bersinar-sinar ketahanan keluarga balita, anak bersama lansia memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan, bersama aplikasi, kebijakan teknis, kebiasaan, baku, mekanisme, bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian pelatihan ketahanan keluarga
balita anak bersama lansia.
3) Kasi bina ketahanan remaja;
Kasi bersinar-sinar ketahanan Remaja memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan, bersama aplikasi kebijakan teknis kebiasaan, baku, mekanisme
bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian pelatihan ketahanan remaja.
f. Bidang penyuluhan dan penggerakan
Bidang penyuluhan bersama penggerakan memiliki tugas melaksanakan kebijakan teknis dibidang penyuluhan bersama penggerakan.
1) Kasi penyuluhan dan KIE;
Kasi penyuluhan bersama KIE memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan bersama aplikasi kebijakan teknis, kebiasaan, baku, mekanisme, bersama kriteria, dan pemantauan bersama penilaian aplikasi penyuluhan KIE.
2) Kasi advokasi dan penggerakan;
Kasi advokasi bersama penggerakan memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan bersama aplikasi kebijakan teknis, kebiasaan, baku, mekanisme bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian aplikasi bersama advokasi bersama penggerakan.
3) Kasi pendayagunaan PKB/PLKB
Kasi eksploitasi PKB/PLKB memiliki tugas menyiapkan bahan pelatihan, pembimbingan, bersama aplikasi, kebijakan teknis, kebiasaan, baku, mekanisme bersama kriteria dan pemantauan bersama penilaian eksploitasi penyuluh keluarga berencana (PKB) Petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) bersama institusi rakyat pedesaan (IMP).
g. Kelompok jabatan fungsional
Kelompok jabatan fungsional memiliki tugas melakukan aktivitas sinkron menggunakan jabatan fungsional masing-masing dari peraturan perundang-undangan yang berlaku.
B. Penyajian Data
Berikut adalah data hasil penelitian pengaruh partisipasi masyarakat terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang:
R15 4 3 4 4 15 R15 4 4 3 4 15
R16 2 2 4 4 12 R16 4 4 2 3 13
R17 3 3 3 3 12 R17 5 5 3 4 17
R18 2 4 4 5 15 R18 4 4 4 4 16
R19 3 3 4 3 13 R19 2 4 3 4 13
R20 3 4 3 5 15 R20 2 3 4 4 13
R21 3 2 2 2 9 R21 3 2 2 2 9
R22 1 3 4 4 12 R22 4 4 3 4 15
R23 4 2 2 2 10 R23 3 3 2 3 11
R24 2 1 3 3 9 R24 2 2 1 4 9
R25 4 3 4 4 15 R25 4 4 3 4 15
R26 3 2 4 4 13 R26 4 4 2 3 13
R27 3 3 3 3 12 R27 1 3 3 3 10
R28 3 4 4 5 16 R28 4 5 4 4 17
R29 1 3 4 3 11 R29 4 3 3 3 13
R30 4 4 3 5 16 R30 3 5 4 4 16
R31 2 2 2 2 8 R31 3 2 2 4 11
R32 3 3 4 4 14 R32 4 5 3 5 17
R33 2 2 2 2 8 R33 4 4 2 5 15
R34 3 1 3 3 10 R34 3 4 1 4 12
R35 3 3 4 4 14 R35 4 4 3 4 15
R36 3 2 4 4 13 R36 4 4 2 3 13
R37 1 3 3 3 10 R37 5 5 3 4 17
R38 4 4 4 5 17 R38 4 4 4 4 16
R39 2 3 4 3 12 R39 2 4 3 4 13
R40 4 4 3 5 16 R40 2 3 4 4 13
R41 2 2 2 2 8 R41 3 2 2 2 9
R42 3 3 4 4 14 R42 4 4 3 4 15
R43 2 2 2 2 8 R43 3 3 2 3 11
R44 3 1 3 3 10 R44 2 2 1 4 9
R45 3 3 4 4 14 R45 4 4 3 4 15
R46 3 2 4 4 13 R46 4 4 2 3 13
R47 1 3 3 3 10 R47 1 3 3 3 10
R48 4 4 4 5 17 R48 4 5 4 4 17
R49 2 3 4 3 12 R49 4 3 3 3 13
R50 4 4 3 5 16 R50 3 5 4 4 16
R51 2 2 2 2 8 R51 3 2 2 4 11
R52 3 3 4 4 14 R52 4 5 3 5 17
R53 2 2 2 2 8 R53 4 4 2 5 15
R54 3 1 3 3 10 R54 3 4 1 4 12
R55 3 3 4 4 14 R55 4 4 3 4 15
R56 3 2 4 4 13 R56 4 4 2 3 13
R57 1 3 3 3 10 R57 5 5 3 4 17
R58 4 4 4 5 17 R58 4 4 4 4 16
R59 2 3 4 3 12 R59 2 4 3 4 13
R60 4 4 3 5 16 R60 2 3 4 4 13
R61 2 2 4 2 10 R61 3 2 2 2 9
R62 3 3 4 4 14 R62 4 4 3 4 15
R63 2 2 4 2 10 R63 3 3 2 3 11
R64 3 1 3 3 10 R64 2 2 1 4 9
R65 3 3 4 4 14 R65 4 4 3 4 15
R66 3 2 3 4 12 R66 4 4 2 3 13
R67 1 3 3 3 10 R67 1 3 3 3 10
R68 4 4 4 5 17 R68 4 5 4 4 17
R69 2 3 3 3 11 R69 4 3 3 3 13
R70 4 4 4 5 17 R70 3 5 4 4 16
R71 2 1 3 3 9 R71 3 2 1 4 10
R72 3 3 4 4 14 R72 4 5 3 5 17
R73 2 2 3 4 11 R73 4 4 2 5 15
R74 3 3 3 3 12 R74 3 4 3 4 14
R75 3 4 4 5 16 R75 4 4 4 4 16
Total 920 Total 1010
1. Uji kualitas data a. Uji validitas
Uji validitas penelitian ini menggunakan ”korelasi item-total dikoreksi ” (corrected item-total correlation) ”untuk menentukan ”apakah sebuah item ”dinyatakan valid ”atau tidak maka ”para ahli ”menetapkan patokan ”besaran koefisien ”korelasi item total ”dikoreksi ”sebesar 0,25 atau 0,30 ”yansg dapat dilihat dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 21.0.
Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Variabel X (Partisipasi Masyarakat)
Item-Total Statistics
Sumber: Olahan Data SPSS 2021.
Berdasarkan tabel hasil olahan uji validitas di atas (item-total statistics), diketahui bahwa 4 item yang digunakan untuk mengukur variabel partisipasi masyarakat (X) dinyatakan valid dengan nilai X1=
0,274; X2= 0,622; X3= 0,467; X4= 0,791> 0,25-0,30.
Tabel 4.2
Hasil Uji Validitas Variabel Y (Kinerja Pegawai)
Item-Total Statistics
Sumber: Olahan Data SPSS 2021.
Berdasarkan tabel hasil olahan uji validitas di atas (item-total statistics), diketahui bahwa 4 item yang digunakan untuk mengukur variabel kinerja pegawai (Y) dinyatakan valid dengan nilai Y1= 0,407;
Y2= 0,780; Y3= 0,386; Y4= 0,3951> 0,25-0,30.
b. Uji reliabilitas
Instrumen yang dilakukan uji reliabilitas adalah instrumen yang dinyatakan valid, sedangkan instrumen yang dinyatakan tidak valid maka tidak bisa dilakukan uji reliabilitas. Pengukuran reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS 21,0.
Suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.
Tabel 4.3
Hasil Uji Reliabilitas Variabel X (Partisipasi Masyarakat)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.732 4
Sumber: Olahan Data SPSS 2021.
Berdasarkan tabel reliability statistics di atas, kuesioner penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel partisipasi masyarakat (X) dikatakan reliabel karena Cronbach Alpha yang diperoleh 0,732 > 0,60.
Tabel 4.4
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y (Kinerja Pegawai)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.696 4
Sumber: Olahan Data SPSS 2021.
Berdasarkan tabel reliability statistics di atas, kuesioner penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel kinerja pegawai (Y) dikatakan reliabel karena Cronbach Alpha yang diperoleh sebesar 0,696 > 0,60.
2. Analisis Regresi Linear Sederhana melalui Olahan SPSS a. Analisa data output
1) Variable entered
Tabel 4.5
Variables Entered/ Removed
Variables Entered/Removed
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Partisipasi Masyarakat (X)a . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)
Tabel di atas menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan atau dibuang dan metode yang digunakan. Dalam hal ini variabel yang dimasukkan adalah variabel nilai partisipasi masyarakat sebagai prediktor dan metode yang digunakan adalah metode enter.
2) Model summary
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Masyarakat (X)
Tabel di atas menjelaskan besarnya nilai persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 0,445 yang disebut dengan koefisien determinasi dan merupakan hasil dari pengkuadratan R. yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (partisipasi masyarakat)
terhadap variabel terikat (kinerja pegawai) adalah sebesar 44,5%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
3) Anova
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Masyarakat (X) b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)
Tabel di atas menjelaskan apakah terdapat pengaruh yang nyata (signifikan) variabel partisipasi masyarakat (X) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang. Dari hasil perhitungan di atas terlihat bahwa F hitung= 58,475 > F tabel= 3,97 dengan tingkat signifikan probabilitas 0,000 < 0,005, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel kinerja pegawai.
4) Coefficients a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)
Tabel di atas menjelaskan tentang nilai thitung= 7,647 yang akan digunakan dalam melakukan Uji t, yaitu pengujian secara parsial pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
b. Persamaan regresi linier sederhana
Berdasarkan tabel Coefficient pada tabel 4.8, maka diperoleh nilai konstanta “a” adalah 5,582 sedangkan coefficient regresi “b” 0,643.
Persamaan regresi linier sederhana, yaitu Y = a + bX menjadi:
Y = 5,582 + 0,643 X
Koefisien “b” dinamakan koefisien arah regresi dan menyatakan perubahan rata-rata variabel Y untuk setiap perubahan variabel X sebesar satu satuan. Perubahan ini merupakan pertambahan bila b bertanda positif dan penurunan bila b bertanda negatif. Sehingga dari persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Konstanta sebesar 5,582 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai partisipasi masyarakat atau nilai X = 0 maka kinerja pegawai menjadi 5,582 atau sama dengan nilai konstanta.
2) Koefisien regresi X sebesar 0,643 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai kinerja pegawai, maka nilai partisipasi masyarakat bertambah sebesar 0,643. Maka nilai kinerja pegawai menjadi lebih baik.
c. Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah partisipasi masyarakat berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang.
Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 5% atau 0,05 dan dalam 2
sisi (two tailed).
1) Pengujian berdasarkan nilai t
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
Merumuskan hipotesis:
Ho: partisipasi masyarakat tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang.
Ha: partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang.
Menentukan t hitung:
Nilai t hitung dapat diperoleh dari output tabel Anova, t = 7,647.
Menentukan t tabel:
Nilai t tabel dapat diperoleh dari tabel statistik, tabel t dengan signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (df) = n-2 atau 75-2 = 73 maka diperoleh untuk nilai t tabel adalah sebesar = 2,644.
Kriteria pengujian:
t hitung <= t tabel , -t hitung >= -t tabel , Ho diterima t hitung > t tabel atau-t hitung < - t tabel , Ho ditolak Membuat kesimpulan:
Hasil olah data spss, menunjukkan t hitung > t tabel atau 7,647 >
2,644 maka HO ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang. Nilai koefisien beta positif, artinya jika partisipasi
masyarakat meningkat maka kinerja pegawai juga akan meningkat.
2) Pengujian berdasarkan signifikansi Merumuskan hipotesis:
Ho: partisipasi masyarakat tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang.
Ha: partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang.
Menentukan nilai signifikansi:
Dari output data coefficients, maka diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0000.
Kriteria pengujian:
Jika signifikansi > 0,05, maka H0 diterima Jika signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak Membuat kesimpulan:
Nilai signifikansi adalah 0,0000 atau < 0,05 maka H0 ditolak. Jadi
dapat disimpulkan bahwa “partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang. Nilai beta positif, artinya jika partisipasi masyarakat meningkat maka kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang juga akan meningkat.
C. Analisis dan Interpretasi
Salah satu aspek utama yang mendukung keberhasilan kinerja yaitu partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat bukan hanya dilihat sebagai proses tetapi juga merupakan hasil akhir, dimana merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi kinerja pegawai. Partisipasi masyarakat bukan lagi merupakan kewajiban, melainkan sudah merupakan hak bagi masyarakat untuk terjun langsung ikut serta dalam setiap program kegiatan. Masyarakat mengetahui potensi dan kendala apa yang dihadapi, mereka yang memiliki kebebasan untuk memutuskan pelaksanaan suatu program kegiatan.
Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi linear sederhana yang menunjukkan bahwa nilai t hitung= 7,647 > t tabel= 2,644 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai korelasi/ hubungan (R) yaitu sebesar 0,667. Yang berarti ada pengaruh yang nyata (signifikan) variabel partisipasi masyarakat (X) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang.
Perhitungan tingkatan hubungan antara variabel partisipasi masyarakat dengan kinerja Aparatur Sipil Negara juga kuat, hal dilihat dari nilai constant (a) sebesar 12,163 sedangkan nilai kinerja Aparatur Sipil Negara adalah 0,540 dengan persamaan Y= a + bX atau 12,163 + 0,540X.
Koefisien b dinamakan koefisien arah regresi dan menyatakan perubahan rata-rata variabel Y untuk setiap perubahan variabel X sebesar satu satuan.
Perubahan ini merupakan pertambahan bila b bertanda positif dan penurunan bila b bertanda negatif. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Pengaruh variabel X (partisipasi masyarakat) terhadap variabel Y (kinerja pegawai)
sebesar 44,5%. Hal tersebut menunjukan, bahwa selain partisipasi masyarakat, ada faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai.
Pentingnya partisipasi dapat dilihat dari manfaatnya dalam meningkatkan kinerja pegawai dalam proses pembangunan penduduk yang dibuat karena didasarkan pada kepentingan dan pengetahuan riil yang ada di dalam masyarakat. Partisipasi juga bermanfaat dalam membangun komitmen masyarakat untuk membantu penerapan suatu keputusan yang telah dibuat.
Komitmen ini merupakan modal utama bagi keberhasilan sebuah implementasi kebijakan.
Partisipasi masyarakat pada dasarnya merupakan kegiatan yang mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat terlaksana sesuai rencana atau hasil yang dikehendaki. Partisipasi masyarakat berhubungan erat dengan kinerja. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat harus dilakukan secara optimal pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang agar mendorong pegawai untuk lebih termotivasi dalam bekerja, dapat mengarahkan pegawai untuk berorientasi kepada kualitas kerja, memanfaatkan waktu dan sumber daya semaksimal mungkin yang akhirnya akan melatih pegawai untuk meningkatkan kinerjanya. Partisipasi dijadikan dasar untuk mengevaluasi metode kerja untuk memperoleh kinerja pegawai yang efektif dan efisien.
Sedangkan kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksana kan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2013:67). Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan
pengaruh pada ekonomi. Dengan demikian, kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dan pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya (Armstrong dan Barton dalam Wibowo, 2011:7).
Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu Nur Islamiah (2018) tentang partisipasi masyarakat yang mennunjukkan bahwa skor partisipasi masyarakat di Desa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang tergolong pada kategori sedang yang dibuktikan oleh skor gabungan dalam bidang-bidang partisipasi. Hal ini membuktikan bahwa Desa Sanglepongan tergolong kategori sedang.
Berdasarkan pendapat para ahli dan hasil penelitian terdahulu tersebut, dapat diketahui bahwa baik secara teori maupun secara empiris dapat dibuktikan bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang. Dengan kata lain, partisipasi masyarakat pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang menunjang kinerja pegawai dalam pembangunan penduduk.
63 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung > t tabel atau 7,647 > 2,644, maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang. Hal ini diperkuat dengan nilai signifikansi (0.000 < 0.05), maka ada alasan untuk Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga Jadi dapat diartikan bahwa partisipasi masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh variabel X (partisipasi masyarakat) terhadap variabel Y (kinerja pegawai) sebesar 44,5%. Hal tersebut menunjukan, bahwa selain partisipasi masyarakat, ada faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai.
B. Saran
Dari hasil kesimpulan tersebut di atas, maka penulis memberikan saran bahwa partisipasi masyarakat terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang sudah berpengaruh positif sehingga sebaiknya dipertahankan atau lebih
ditingkatkan agar keseluruhan rangkaian sistem terpadu dapat berjalan efektif dan efisien. Partisipasi masyarakat hendaknya tetap dipertahankan
untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai, semakin baik partisipasi masyarakat maka semakin meningkat kinerja pegawai pada Kantor
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Enrekang.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Jamaluddin. 2015. Metode Penelitian Administrasi Publik Teori dan Aplikasinya. Gava Media. Yogyakarta.
Ardana, I Komang dkk. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Ariyan, R. I. 2016. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Loyalitas Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan di Rumah Sakit Islam Hidayatullah Yogyakarta. Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit. Vol 5.
No 2 : 1-7.
Astuti, W. S. 2018. Pengaruh Reward Dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan Pada BPR Hasamitra Makassar. Jurnal Organisasi Dan Manajemen. Vol. 1 Hal 31-46.
Astuti, W. S. 2018. Pengaruh Reward Dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan Pada BPR Hasamitra Makassar. Jurnal Organisasi Dan Manajemen. Vol. 1 Hal 31-46.