• Tidak ada hasil yang ditemukan

IZIN LINGKUNGAN

II. PASAL DEMI PASAL Pas al 1

Aktivitas pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk Us aha dan/atau Kegiatan pada das arnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dengan diterapkannya prins ip berkelanjutan dan berwawas an lingkungan dalam pros es pelaks anaan pembangunan, dampak terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas pembangunan ters ebut dianalis is s ejak awal perencanaannya, s ehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak pos itif dapat dis iapkan s edini mungkin. Perangkat atau ins trumen yang dapat digunakan untuk melakukan hal ters ebut adalah Amdal dan UKL-UPL. Pas al 22 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan bahwa s etiap Us aha dan/atau Kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal. Amdal tidak hanya mencakup kajian terhadap as pek biogeofis ik dan kimia s aja, tetapi juga as pek s os ial ekonomi, s os ial budaya, dan kes ehatan mas yarakat. Sedangkan untuk s etiap Us aha dan/atau Kegiatan yang tidak berdampak penting, s es uai dengan ketentuan Pas al 34 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup diwajibkan untuk memiliki UKL-UPL.

Pelaks anaan Amdal dan UKLUPL harus lebih s ederhana dan bermutu, s erta menuntut profes ionalis me, akuntabilitas , dan integritas s emua pihak terkait, agar ins trumen ini dapat digunakan s ebagai perangkat pengambilan keputus an yang efektif.

Amdal dan UKL-UPL juga merupakan s alah s atu s yarat untuk mendapatkan Izin Lingkungan.

Pada das arnya pros es penilaian Amdal atau pemeriks aan UKL-UPL merupakan s atu kes atuan dengan pros es permohonan dan penerbitkan Izin Lingkungan. Dengan dimas ukkannya Amdal dan UKL-UPL dalam pros es perencanaan Us aha dan/atau Kegiatan, Menteri, gubernur, atau bupati/walikota s es uai dengan kewenangannya mendapatkan informas i yang luas dan mendalam terkait dengan dampak lingkungan yang mungkin terjadi dari s uatu rencana Us aha dan/atau Kegiatan ters ebut dan langkah-langkah pengendaliannya, baik dari as pek teknologi, s os ial, dan kelembagaan. Berdas arkan informas i ters ebut, pengambil keputus an dapat mempertimbangkan dan menetapkan apakah s uatu rencana Us aha dan/atau Kegiatan ters ebut layak, tidak layak, dis etujui, atau ditolak, dan Izin Lingkungannya dapat diterbitkan.

Mas yarakat juga dilibatkan dalam pros es pengambilan keputus an dan penerbitan Izin Lingkungan.

Tujuan diterbitkannya Izin Lingkungan antara lain untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan hidup yang les tari dan berkelanjutan, meningkatkan upaya pengendalian Us aha dan/atau Kegiatan yang berdampak negatif pada lingkungan hidup, memberikan kejelas an pros edur, mekanis me dan koordinas i antar ins tans i dalam penyelenggaraan perizinan untuk Us aha dan/atau Kegiatan, dan memberikan kepas tian hukum dalam Us aha dan/atau Kegiatan.

II. PASAL DEMI PASAL Pas al 1

Cukup jelas .

Pas al 2 pencemaran dan kerus akan lingkungan hidup yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas pembangunan. Mengingat fungs inya s ebagai s alah s atu ins trumen dalam perencanaan Us aha dan/atau Kegiatan, penyus unan Amdal tidak dilakukan s etelah Us aha dan/atau Kegiatan dilaks anakan. Penyus unan Amdal yang dimaks ud dalam ayat ini dilakukan pada tahap s tudi kelayakan atau des ain detil rekayas a.

Pengecualian ini dikarenakan rencana detil tata ruang kabupaten/kota telah dis us un melalui kajian ilmiah yang komprehens if dan rinci berdas arkan antara lain kajian terhadap daya dukung, daya tampung lingkungan, dan kajian lingkungan hidup s trategis . Arahan pemanfaatan ruang dalam rencana detil tata ruang s udah memperhitungkan atau

mengkaji dampak s uatu kegiatan terhadap lingkungan hidup, termas uk proyeks i, prediks i, dan pengendalian dampak s ecara detil.

Huruf c

UKL-UPL merupakan ins trumen untuk merencanakan tindakan preventif terhadap pencemaran dan kerus akan lingkungan hidup yang mungkin ditimbulkan oleh aktivitas pembangunan. Mengingat fungs inya s ebagai s alah s atu ins trumen dalam perencanaan Us aha dan/atau Kegiatan, UKL-UPL tidak dilakukan s etelah Us aha dan/atau Kegiatan dilaks anakan. UKL-UPL yang dimaks ud dalam ayat ini dilakukan pada tahap s tudi kelayakan atau des ain detail rekayas a.

Penyus unan dalam 1 (s atu) UKL-UPL dimaks udkan agar terwujud efis iens i dan efektivitas dalam pemeriks aan UKL-UPL dan dampak kumulatif yang mungkin timbul akibat keterkaitan antar Us aha dan/atau Kegiatan yang direncanakan dapat diidentifikas i dengan jelas .

Pas al 19

Cukup jelas . Pas al 20

Ayat (1)

Kerangka Acuan merupakan has il pelingkupan dan beris i metodologi yang menjadi das ar penyus unan Andal dan RKL-RPL.

Yang dimaks ud dengan “lengkap s ecara adminis tras i” adalah kepemilikan bukti antara lain berupa:

a. bukti formal bahwa renc ana lokasi Usaha dan/atau Kegiatan telah sesuai dengan renc ana tata ruang;

b. bukti formal yang menyatakan bahwa jenis renc ana Usaha dan/atau Kegiatan sec ara prinsip dapat dilakukan; dan

c . tanda bukti registrasi kompetensi bagi lembaga penyedia jasa penyusunan dokumen Amdal dan sertifikasi kompetensi penyusun Amdal.

Ayat (2)

Cukup jelas .

Ayat (3)

a. sekretariat Komisi Penilai Amdal untuk menyampaikan dokumen Kerangka Ac uan kepada Komisi Penilai Amdal;

b. Komisi Penilai Amdal menugaskan tim teknis untuk melakukan penilaian;

c . tim teknis untuk melakukan penilaian dan menyampaikan hasil penilaian kepada Komisi Penilai Amdal; dan

Dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun terdapat kemungkinan telah terjadi perubahan rona lingkungan hidup, karena cepatnya perkembangan pembangunan, s ehingga rona lingkungan hidup yang s emula dipakai s ebagai das ar penyus unan Amdal tidak s es uai lagi digunakan untuk memprakirakan dampak lingkungan hidup Us aha dan/atau Kegiatan yang direncanakan.

e. kelayakan desain, teknologi, dan/atau proses produksi yang digunakan dari aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; dan

f. kelayakan ekologis, sosial, dan kesehatan.

Ayat (5)

Cukup jelas .

Pas al 29 pemrakars a untuk menanggulangi dampak negatif tetapi juga dilihat dari kemampuan pihak terkait, s eperti pemerintah dan mas yarakat.

Yang dimaks ud dengan “pendekatan teknologi” adalah cara atau teknologi yang digunakan untuk mengelola dampak penting.

Yang dimaks ud dengan “pendekatan s os ial” adalah langkah penanggulangan dampak penting yang dilakukan melalui tindakan yang berlandas kan pada interaks i s os ial.

Yang dimaks ud dengan “pendekatan kelembagaan” adalah

penanggulangan dampak penting melalui mekanis me kelembagaan dalam bentuk koordinas i dan kerja s ama dengan berbagai pihak terkait.

c . Tim Teknis untuk melakukan penilaian dan menyampaikan hasil penilaian kepada Komisi Penilai Amdal;

Yang dimaks ud dengan “pihak terkait yang bertanggung jawab” antara lain kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian, s atuan kerja pemerintah provins i, s atuan kerja pemerintah kabupaten/kota,

dan/atau mas yarakat.

Yang dimaks ud dengan “kelengkapan adminis tras i formulir UKLUPL” antara lain:

a. kesesuaian dengan tata ruang;

b. deskripsi rinc i renc ana Usaha dan/atau Kegiatan;

c . dampak lingkungan yang akan terjadi;

Dokumen pendirian Us aha dan/atau Kegiatan dapat berupa akta pendirian perus ahaan untuk Us aha dan/atau kegiatan yang s ifatnya s was ta, s edangkan untuk pemerintah antara lain berupa das ar hukum pembentukan lembaga pemerintah.

Pas al 45

Izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup antara lain izin pembuangan limbah cair, izin pemanfaatan air limbah untuk aplikas i ke tanah, izin penyimpanan s ementara limbah bahan berbahaya dan beracun, izin pengumpulan limbah bahan berbahaya dan beracun, izin pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun, izin pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun, izin pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun, izin penimbunan limbah bahan berbahaya dan beracun, izin pembuangan air limbah ke laut, izin dumping, izin reinjeks i ke dalam formas i, dan/atau izin venting.

Us aha dan/atau Kegiatan bers ifat s trategis antara lain pembangkit lis trik tenaga nuklir, pembangkit lis trik tenaga air, pembangkit lis trik tenaga uap atau panas bumi, eks ploitas i minyak dan gas , kilang minyak, pertambangan uranium, indus tri petrokimia, indus tri pes awat terbang, indus tri kapal, indus tri s enjata, indus tri bahan peledak, indus tri baja, indus tri alat-alat berat, indus tri telekomunikas i, pembangunan bendungan, bandar udara, pelabuhan, dan Us aha dan/atau Kegiatan lainnya yang menurut ins tans i yang membidangi Us aha dan/atau Kegiatan dianggap s trategis .

Pas al 55

Cukup jelas . Pas al 56

Cukup jelas . Pas al 57

Cukup jelas . Pas al 58

Cukup jelas . Pas al 59

Cukup jelas . Pas al 60

Cukup jelas . Pas al 61

Cukup jelas . Pas al 62

Cukup jelas . Pas al 63

Cukup jelas . Pas al 64

Cukup jelas . Pas al 65

Cukup jelas . Pas al 66

Cukup jelas . Pas al 67

Cukup jelas . Pas al 68

Cukup jelas . Pas al 69

Cukup jelas . Pas al 70

Cukup jelas . Pas al 71

Cukup jelas . Pas al 72

Cukup jelas . Pas al 73

Cukup jelas . Pas al 74

Cukup jelas . Pas al 75

Cukup jelas .

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5285

Dokumen terkait