• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PENYANDANG DISABILITAS I. UMUM

II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1

Cukup jelas.mm Pasal 2

Huruf a

Yang dimaksud dengan “asas kemanusiaan” adalah penyan-dang disabilitas merupakan manusia makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa terlahir dengan harkat dan martabat yang sama dengan manusia lainnya sehingga harus diperla-kukan sebagaimana perlakuan terhadap manusia lainnya.

Huruf b

Yang dimaksud dengan “asas keadilan” adalah pemberian perlakuan yang adil dengan memberikan dan mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas secara adil.

Huruf c

Yang dimaksud dengan “asas kemandirian” adalah kebebasan dan/atau ketidaktergantungan penyandang disabilitas kepada pihak lain dalam menjalankan berbagai aspek kehidupan dan penghidupannya.

Huruf d

Yang dimaksud dengan “asas non diskriminasi” adalah sikap dan perlakuan terhadap penyandang disabilitas dengan tidak melakukan pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekomomi, jenis kelamin, bahasa dan keyakinan politik.

Huruf e

Yang dimaksud dengan “asas kesamaan kesempatan” adalah perlakuan yang menyediakan peluang atau akses yang sama kepada penyandang disabilitas untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan bernegara dan bermasyarakat.

Pasal 3

Cukup jelas. Pasal 4

Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 6 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2)

Yang dimaksud dengan pelayanan khusus sesuai kebutuhan adalah penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan, akan tetapi karena kondisi fisik dan/ atau psikis penyandang disabilitas berbeda dengan warga pada umumnya, maka dalam memperoleh hak tersebut penyandang disabilitas tetap mendapatkan pelayanan atau perlakuan khusus yang disesuaikan dengan jenis dan derajat kedisabilitasannya.

Pasal 7

Ayat (1)

Cukup jelas. Ayat (2)

Derajat kedisabilitasan terbagi ke dalam kategori ringan, sedang dan berat.

a. derajat disabilitas ringan, adalah :

1) disabilitasnya dapat direhabilitasi, baik secara medis maupun sosial;

2) aktivitas kehidupan tidak memerlukan alat bantu adaptif; dan 3) Mampu beraktivitas dan bekerja serta mampu menghidupi

dirinya sendiri.

b. derajat disabilitas sedang, adalah :

1) disabilitasnya dapat direhabilitasi, baik medis maupun sosial; 2) aktivitas kehidupan memerlukan alat bantu adaptif; dan

3) mampu beraktivitas dan bekerja secara terbatas serta mampu menghidupi dirinya sendiri.

c. derajat disabilitas sedang, adalah :

1) disabilitasnya tidak dapat direhabilitasi, baik secara medis maupun sosial;

2) aktivitas kehidupan sangat tergantung pada bantuan orang lain; dan

3) tidak mampu menghidupi dirinya sendiri. Pasal 8

Cukup jelas. Pasal 9

Ayat (1)

Yang dimaksud dengan “satuan pendidikan” adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Yang dimaksud dengan “jenis pendidikan” adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan pada suatu satuan pendidikan, seperti pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan akademik, pendidikan profesi, pendidikan vakasi, pendidikan keagamaan dan pendidikan khusus.

Yang dimaksud dengan “jenjang pendidikan” adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Ayat (2)

Yang dimaksud dengan Pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Yang dimaksud dengan Pendidikan Khusus adalah pendidikan bagi peserta didik berkelainan yang berfungsi memberikan pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan/atau sosial dengan tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal sesuai kemampuannya.

Pasal 10

Cukup jelas. Pasal 11

Ayat (1)

a. pendidikan anak usia dini, yang meliputi : 1) taman penitipan anak;

2) kelompok bermain;

3) taman kanak-kanak atau raudatul athfal; dan 4) satuan pendidikan anak usia dini sejenis. b. sekolah/ madrasah yang meliputi :

1) sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah;

2) sekolah menengah pertama atau madrasah tsanawiyah; dan 3) sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan atau

madrasah aliyah.

Yang dimaksud dengan perlakuan khusus adalah pada pendidikan anak usia dini dan satuan pendidikan paling sedikit 1 (satu) sekolah/ madrasah di setiap kecamatan di kabupaten/ kota dengan memprioritaskan untuk menerima peserta didik yang bertempat tinggal berdekatan dengan satuan pendidikan serta paling sedikit mengalokasikan 1 (satu) peserta didik dalam 1 (satu) rombongan belajar.

Yang dimaksud dengan penyandang disabilitas adalah peserta didik yang memiliki kelainan yang terdiri atas :

a. tuna netra; b. tuna rungu; c. tuna wicara; d. tuna grahita; e. tuna daksa; f. tuna laras; g. berkesulitan belajar h. lamban belajar i. autis;

j. memiliki gangguan motorik;

k. menjadi korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang dan zat adiktif lainnya;

l. memiliki kelainan lainnya; dan m. tuna ganda.

Ayat (2)

Pasal 12 Ayat (1)

Cukup jelas. Ayat (2)

Huruf a

Yang dimaksud dengan Huruf Braille adalah sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh Penyandang disabilitas hambatan netra, seiring dengan perkembangan teknologi saat ini sudah ada alat bantu yang dijalankan dengan sistim sentuhan dan suara seperti Pengembangan Soft ware Mitra Netra Braille Converter for Windows, bahkan soft ware aplikasi untuk menjalankan perangkat Hand Phone maupun Komputer.

Huruf b

Yang dimaksud dengan keterampilan orientasi adalah kemampuan untuk memahami hubungan lokasi antara obyek satu dengan lainnya di dalam lingkungannya, keterampilan mobilitas adalah keterampilan untuk mampu bergerak secara leluasa di dalam lingkungannya.

Huruf c

Cukup jelas. Huruf d

Yang dimaksud dengan keterampilan komunikasi adalah keterampilan interaksi antara pembicara/ penulis dan pendengar/ pembaca khususnya bagi penyandang disabi-litas dengan hambatan rungu wicara dalam rangka tukar menukar informasi berupa pikiran, perasaan, gagasan dengan menggunakan bahasa yang diekspresikan secara lisan, tulisan dan isyarat, dengan menggunakan media berbicara, membaca bibir, mendengar dan berisyarat secara terpadu.

Pasal 13

Cukup jelas. Pasal 14

Cukup jelas. Pasal 15

Yang dimaksud dengan menggunakan teknologi tinggi dalam usaha adalah sebagaimana ditetapkan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan. Pasal 16 Cukup jelas. Pasal 17 Cukup jelas. Pasal 18 Cukup jelas. Pasal 19 Cukup jelas. Pasal 20 Cukup jelas. Pasal 21 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2)

Yang dimaksud dengan hak-hak lainnya adalah upah kerja, upah kerja lembur, fasilitas kerja yang aksesibel, waktu istirahat dan cuti, hak melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya, hak perlindungan moral dan kesusilaan, dan hak lain sesuai ketentuan peraturan-perundang-undangan. Pasal 22 Cukup jelas. Pasal 23 Cukup jelas. Pasal 24 Cukup jelas. Pasal 25 Cukup jelas. Pasal 26 Cukup jelas. Pasal 27 Cukup jelas. Pasal 28

Cukup jelas. Pasal 29 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a

Yang dimaksud dengan Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Huruf b

Yang dimaksud dengan Rumah Sakit Umum kelas C adalah rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) pelayanan medik dasar yang terdiri dari : pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah dan obstetri ginekologi, 4 (empat) pelayanan spesialis penunjang medis yang terdiri dari : pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik dan patologi medik.

Huruf c

Yang dimaksud dengan Rumah Sakit Umum kelas A adalah rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat) pelayanan medik dasar terdiri dari : pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah dan obstetri ginekologi, 5 (lima) pelayanan spesialis penunjang medik yang terdiri dari : pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, patologi klinik dan patologi anatomi, 12 (dua belas) pelayanan medik spesialis lain yang terdiri dari : Pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, prosthodonti, pedodonsi, dan penyakit mulut.

paling sedikit 4 (empat) pelayanan medik dasar terdiri dari : pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri ginekologi; 4 (empat) pelayanan spesialis penunjang medik yang terdiri dari : pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, dan patologi klinik; 8 (delapan) dari 13 (tiga belas) pelayanan medik spesialis lainnya yang terdiri dari : Pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan kedokteran forensik; 2 (dua) dari 4 (empat) pelayanan medik subspesialis dasar : Bedah, penyakit dalam, kesehatan anak dan ginekologi.

Pasal 30

Cukup jelas. Pasal 31

Cukup jelas. Pasal 32

Yang dimaksud dengan jaminan kesehatan adalah program jaminan kesehatan bagi Masyarakat tidak mampu secara sosial dan ekonomi baik yang bersumber dari Pemerintah, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. Pasal 33 Cukup jelas. Pasal 34 Cukup jelas. Pasal 35 Cukup jelas. Pasal 36 Cukup jelas. Pasal 37 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Cukup Jelas Huruf b

Yang dimaksud dengan advokasi sosial adalah bentuk kerjasama secara kolaboratif untuk melindungi dan membela seseorang, keluarga, kelompok dan/ atau masyarakat yang dilanggar haknya, diberikan dalam bentuk penyadaran hak dan kewajiban, pembelaan dan pemenuhan hak maupun pelayanan sosial dasar. Advokasi dilakukan dengan stakeholders misalnya : di sekolah, teman-teman dan keluarganya, tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan penyadaran terhadap lingkungan sosial, aparat penegak hukum guna melakukan proses diversi melalui pengembangan sistem referal kepada lembaga-lembaga sosial dengan prinsip restorative justice.

Ayat (3) Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas. Pasal 39 Cukup jelas. Pasal 40 Cukup jelas. Pasal 41 Cukup jelas. Pasal 42 Cukup jelas. Pasal 43 Cukup jelas. Pasal 44 Cukup jelas. Pasal 45 Cukup jelas. Pasal 46 Cukup jelas. Pasal 47 Cukup jelas. Pasal 48

Pasal 49 Cukup jelas. Pasal 50 Cukup jelas. Pasal 51 Cukup jelas. Pasal 52 Cukup jelas. Pasal 53 Cukup jelas. Pasal 54 Cukup jelas. Pasal 55 Cukup jelas. Pasal 56 Ayat (1)

Yang dimaksud badan usaha adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara (BUMN) atau daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, yayasan, persekutuan, perkumpulan, organlsasi organisasi sosial politik, atau organisasi yang sejenis, bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 57 Cukup jelas. Pasal 58 Ayat (1)

Yang dimaksud Pelayanan untuk memperoleh informasi adalah dapat diberikan melalui antara lain suara, bunyi, atau tulisan yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 59 Cukup jelas. Pasal 60 Cukup jelas. Pasal 61 Cukup jelas. Pasal 62 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2)

Yang dimaksud SKPD terkait adalah SKPD yang mempunyai tugas dan fungsi bidang urusan: pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, hukum, keolahragaan, kesenian, kebudayaan, penanggulangan bencana, serta aksesibilitas (pekerjaan umum/ bangunan dan lingkungan, perhubungan, dan pariwisata).

Pasal 63 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2)

Yang dimaksud dengan peran serta masyarakat adalah peran serta dari :

a) perseorangan; b) keluarga;

c) organisasi keagamaan;

d) organisasi sosial kemasyarakatan; e) lembaga swadaya masyarakat; f) organisasi profesi; dan

g) Lembaga Kesejahteran Sosial. Huruf a

Yang dimaksud dengan berperan serta dalam pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas adalah berupa kegiatan, pemikiran, prakarsa, keahlian, dukungan, tenaga, dana, barang, jasa dan/ atau fasilitas.

Pasal 64 Cukup jelas. Pasal 65 Cukup jelas. Pasal 66 Cukup jelas. Pasal 67 Cukup jelas. Pasal 68 Cukup jelas. Pasal 69 Cukup jelas. Pasal 70 Cukup jelas. Pasal 71 Cukup jelas. Pasal 72 Cukup jelas. Pasal 73 Cukup jelas.

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 NOMOR 109

Dokumen terkait