a. Peninjauan Perubahan
141
Wawancara dengan KH. Arwani Syaerozi (Mudir Ma’had Aly Al-Hikamus Salafiyah), Cirebon, 3 Mei 2019.
142
https://fahmina.or.id/gus-mus-resmikan-mahad-aly-kebon-jambu/, (diakses pada 9 April 2019).
143 Wawancara dengan KH.Mukhlas Hasyim, MA (A’mid Ma’had Aly Al Hikmah 2), Brebes, pada tanggal 7 Mei 2019.
1) Ma’had Aly Pondok Quran Bandung
Peninjauan perubahan pesantren menjadi Ma’had Aly di Ma’had Aly Pondok Quran dilakukan dengan kontrol dan dibahas di rapat-rapat pimpinan. Peninjauan dan koordinasi cukup kuat di kalangan manajemen, namun belum kuat kontrol di lapangan, terutama di area ikhwan.144
2) Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Cirebon
Perbedaan kondisi sebelum dan sesudah mendepatkan legalitas nampak dari beberapa segi, diantaranya adalah segi kurikulum, sebelum legalitas pembelajaran yang dilaksanakan adalah pengajian murni dengan kitab kuning, peserta pengajian adalah para santri yang sudah menyelesaikan tingkat aliyah. Setelah perubah menjadi Ma’had Aly yang legal, kurikulum menjadi lebih detail dan rinci, pembelajaran dilakukan selama delapan semester, sebagaimana perguruan tinggi lainnya. Namun, teknis pembelajaran tidak semuanya menyamakan dengan sistem pembelajaran yang ada di perguruan tinggi umum, tapi tetap ada kombinasi dengan sistem pembelajaran pesantren seperti mengaji kitab kuning sebagai mata kuliah wajib di a’had Aly. Sebagian mata kuliah disampaikan dalam bentuk makalah dan presentasi, sebagian dalam bentuk pengajian kitab kuning karena ini merupakan ciri khas Ma’had Aly.145
Setelah mendapatkan legalitas pendirian dan status alumni jelas dan dapat setara dengan S-1, antusias untuk mendaftar bertambah, semangat mahasantri dalam belajar juga bertambah, karena setelah lulus mereka berhak mendapatkan gelas Sarjana Agama. Ditambah lagi dengan kekuatan SDM yang mencukupi, baik dari segi pengurus maupun tenaga pendidik. Fasilitas perkuliahan cukup memadai, bahkan telah memiliki gedung Ma’had Aly yang didirikan pada Bulan Agustus Tahun 2007.146
144
Wawancara dengan Halimah (Administrasi Ma’had Aly Pondok Quran) pada 25 April 2019.
145
Wawancara dengan KH. Arwani Syaerozi (Mudir Ma’had Aly Al-Hikamus Salafiyah), Cirebon, 3 Mei 2019.
146
Wawancara dengan Fadhlan (Staff Administrasi Al-Hikamus Salafiyah), Cirebon, 6 April 2019.
Gambar 4.17. Prasasti Gedung Ma’had Aly di Ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon
Peninjauan perubahan pesantren menjadi Ma’had Aly di Ma’had Aly Kebon Jambu dipantau oleh Kemenag dan Majelis Masyayikh yang telah ditunjuk sebagai tim akreditasi. Rencana Akreditasi Ma’had Aly Kebon Jambu dilaksanakan pada Tahun 2019.147
3) Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon
Peninjauan perubahan pesantren menjadi Ma’had Aly di Ma’had Aly Kebon Jambu dipantau oleh Kemenag dan Majelis Masyayikh yang telah ditunjuk sebagai tim akreditasi. Rencana Akreditasi Ma’had Aly Kebon Jambu dilaksanakan pada Tahun 2019.148
4) Ma’had Aly Al Hikmah 2 Brebes
Peninjauan perubahan pesantren menjadi Ma’had Aly di Ma’had Aly Kebon Jambu dipantau oleh Kemenag dan Majelis Masyayikh yang telah ditunjuk
147
Wawancara dengan Fadhlan (Staff Administrasi Al-Hikamus Salafiyah), Cirebon, 6 April 2019.
148 Wawancara dengan Zaenal Muttaqin (Asisten Direktur Bidang Akademik Ma’had Aly Kebon Jambu), Cirebon, 6 April 2019.
sebagai tim akreditasi. Rencana Akreditasi Ma’had Aly Kebon Jambu dilaksanakan pada Tahun 2019.149
b. Peningkatan Perubahan
1) Ma’had Aly Pondok Quran Bandung
Ma’had Aly Pondok Quran memiliki strategi untuk memenuhi prasyarat tenaga pendidik Ma’had Aly yaitu setidaknya telah melalui jenjang pendidikan S2, untuk itu, Manajemen Ma’had Aly Pondok Quran mengarahkan beberapa guru untuk mengambil dan menyelesaikan pendidikan jenjang S2 yang kedepannya diproyeksikan untuk mengajar di Ma’had Aly. Sehingga memudahkan proses legalias Ma’had Aly Pondok Quran, karena selama ini kendala Ma’had Aly Pondok Quran adalah pada sisi SDM, baik itu tenaga pendidik ataupun struktur manajemen.150Selain itu, direncanakan pula penambahan fasilitas Ma’had Aly yaitu masjid yang juga akan dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar pesantren, karena selama ini masjid Ma’had Aly untuk ikhwan menyatu dengan masjid pesantren dan untuk akhwat lebih sering menjalankan sholat lima waktu di area asrama.151
Ma’had Aly Pondok Quran memiliki strategi untuk penyusunan kurikulum dan akan mengurus legalitas yang belum tergarap.152 Ma’had Aly merencanakan peningkatan setelah perubahan dengan mendirikan asrama dan masjid. Diawali dengan rencana pembebasan asrama dan masjid. Asrama santri akan dibangun diatas lahan perbukitan seluas 2000 m² untuk 3 asrama (2 untuk asrama Ikhwan dan 1 asrama Akhwat) yang berlokasi di Komplek Pondok Quran Boarding School, Bukit Carik, RT 01/05, Ds. Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung. Asrama santri akan dibangun diatas lahan perbukitan seluas 2000 m² untuk 3
149 Wawancara dengan KH.Mukhlas Hasyim, MA (A’mid Ma’had Aly Al Hikmah 2), Brebes, pada tanggal 7 Mei 2019.
150
Dokumentasi notulensi rapat Pimpinan Pondok Quran 2018/2019 dan pengamatan kondisi Ma’had Aly Pondok Quran yang dilakukan pada tanggal 14 Maret 2019.
151
Dokumen Proposal Masjid Aly Tahun 2019 dan Pengamatan kondisi Ma’had Aly Pondok Quran yang dilakukan pada tanggal 14 Maret 2019.
152 Wawancara dengan Solahuddin, Lc. (Mudir Ma’had Aly Pondok Quran generasi pertama), Bandung, tanggal 6 April 2019.
asrama (2 untuk asrama Ikhwan dan 1 asrama Akhwat) yang berlokasi di Komplek Pondok Quran Boarding School, Bukit Carik, RT 01/05, Ds. Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung.153
Gambar 4.18. Rencana Pembebasan Lahan untuk Asrama dan Masjid Ma’had Aly Pondok Quran154
Gambar 4.19. Rancangan Asrama dan Masjid Ma’had Aly Pondok Quran155
153
Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019. 154
Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019. 155 Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019.
Gambar 4.20. Rencana Anggaran Biaya Asrama dan Masjid Ma’had Aly Pondok Quran156
Gambar 4.21. Rancangan Asrama Ma’had Aly Pondok Quran157
Gambar 4.22. Site Plan Asrama Lantai Dasar Ma’had Aly Pondok Quran158
157
Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019. 158 Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019.
Gambar 4.23. Site Plan Asrama dan Masjid Ma’had Aly Pondok Quran159
Gambar 4.24. Site Plan Atap Masjid Ma’had Aly Pondok Quran160
159
Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019. 160 Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019.
Gambar 4.25. Site Plan Masjid Lantai Atas Ma’had Aly Pondok Quran161
2) Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Cirebon
Ma’had Aly Al-Hikamus Salaifyah memiliki target atau rencana ke depan, di antaranya adalah mengadakan wisuda S-1 pertama kali setelah mendapatkan legalitas dan membuka program S-2 di Tahun 2020-2021. Kemenag juga akan menjadikan Ma’had Aly Al-Hikamus Salaifyah sebagai salah satu tujuan mahasiswa dari Malaysia yang berencana untuk mengikuti program Ma’had Aly di Indonesia dengan program takhossus sesuai pilihan masing-masing.162
Ma’had Aly merupakan lembaga pendidikan yang baru, jumlahnya belum mencapai seratus lembaga, target utama Ma’had Aly adalah meningkatkan kemampuan dalam upaya pendalaman agama, karena ini yang membedakan antara Ma’had Aly dengan perguruan tinggi Islam yang lain. SDM yang ada di
161
Dokumentasi Proposal Wakaf Masjid Ma’had Aly Pondok Quran Tahun 2019. 162
Wawancara dengan Fadhlan (Staff Administrasi Ma’had Aly Al-Hikamus Salafiyah), Cirebon, 6 April 2019.
Ma’had Aly senantiasa ditingkatkan, baik dari segi muhadhir atau tenaga pendidik dan pengelola. Ma’had Aly menerima studi banding dari embaga lain dan mengunjungi lembaga lain untuk mengadakan studi banding untuk saling belajar dan mengembangkan diri.163 Ma’had Aly Al-Hikamus Salaifyah memiliki target atau rencana ke depan, diantaranya adalah mengadakan wisuda S-1 pertama kali setelah mendapatkan legalitas dan membuka program S-2 di Tahun 2020-2021. Kemenag juga akan menjadikan Ma’had Aly Al-Hikamus Salaifyah sebagai salah satu tujuan mahasiswa dari Malaysia yang berencana untuk mengikuti program Ma’had Aly di Indonesia dengan program takhossus sesuai pilihan masing-masing.164
3) Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon
Ma’had Aly Kebon Jambu memiliki target atau rencana ke depan, di antaranya adalah membangun ruang kuliah baru, penguatan program unggulan yaitu membuat karya tulis di setiap semester dan pengadaan program ‘ngintili ulama’ atau mengikuti kegiatan ulama yang telah ditentukan untuk penguatan proses kaderisasi, dengan kata lain, mahasantri menjadi asisten ulama dalam jangka waktu satu sampai dua bulan.165 Selain itu, pengembangan tradisi akademik bahtsul masail juga akan digalakan, aktivasi bahasa Arab dan Inggris, membangun asrama untuk Ma’had Aly Kebon Jambu, sehingga aktivitas bahasa Arab dan Inggris dapat dilaksanakan dengan lebih intensif.166
Ma’had Aly Kebon Jambu memiliki tiga hal yang menjadi fokus peningkatan atau pengembangan, yaitu menghidupkan kembali kajian fiqh sebagai khazanah klasik yang dipandang oleh sebagaian orang sebagai ilmu yang mati karena perubahan zaman, kemudian meningkatkan kemampuan
163
Wawancara dengan KH. Arwani Syaerozi (Mudir Ma’had Aly Al-Hikamus Salafiyah), Cirebon, 3 Mei 2019.
164
Wawancara dengan Fadhlan (Staff Administrasi Ma’had Aly Al-Hikamus Salafiyah), Cirebon, 6 April 2019.
165
Wawancara dengan Zaenal Muttaqin (Asisten Direktur Bidang Akademik Ma’had Aly Kebon Jambu), Cirebon, 6 April 2019.
166
Wawancara dengan Drs. Wahid, MA (Mudir Ma’had Aly Kebon Jambu), Jakarta, 9 Mei 2019.
menyelesaikan masalah kemanusiaan dengan pendekatan ilmu ushul fiqh yang dipadukan dengan sains dan teknologi. Terakhir, meningkatkan kemampuan meneladani sikap seperti ulama salaf asshalih. Arah pengembangan Ma’had Aly Kebon Jambu Periode 2018-2022 digambarkan sebagai berikut:167
a) Penampilan, secara fisik kampus Ma’had Aly Kebon Jambu memiliki identitas dalam mengembangkan ilmu dengan paradigm Islam, sehingga menampilkan citra yang berwibawa, sejuk, rapi, dan indah. Indikatornya, kampus Ma’had Aly dapat memberikan kesan-kesan kepada masyarakat sebagai sumber dan tempat pengembangan ilmu fiqh, bersih, rapi, dan indah, terkesan dinampis serta dihuni oleh orang-orang terpilih, penghuninya menggambarkan orang-orang-orang-orang yang dekat dengan Allah SWT, sesama manusia, dan peduli terhadap lingkungannya, sehingga terpercaya dan menumbuhkan keteladanan bagi masyarakat.
b) Kelembagaan, target Ma’had Aly Kebon Jambu memiliki tenaga administrasi yang handal dalam hal ilmiah maupun amaliah, memiliki tradisi yang mendorong lahirnya kewibawaan ma’had, memiliki manajemen yang kokoh sehingga mampu menggerakan seluruh potensi untuk mengembangkan kreativitas ma’had, memiliki kemampiuan antisipatif masa depan dan bersikap proaktif, memiliki pimpinan yang mampu mengakomodasi seluruh potensi yang dimiliki menjadi kekuatan penggerak lembaga secara menyeluruh.
c) Dosen, target Ma’had Aly Kebon Jambu adalah memiliki dosen yang berwawasan keilmuan yang luas serta profesionalisme tinggi, kreatif, dinamis, dan inovatif dalam mengembangkan keilmuan, bersikap jujur dan amanah serta landasan melaksanakan tugas atas niatan ibadah dan perintah agama.
d) Profil Tenaga Administratif, target Ma’had Aly Kebon Jambu memiliki tenaga administratif yang berwawasan keilmuan yang luas serta
167
profesionalisme yang tinggi, kreatif, dinamis, dan inovatif dalam mengembangkan keilmuan, bersikap jujur dan amanah serta landasan melaksanakan tugas atas niatan ibadah dan perintah agama.
e) Profil Mahasantri, target Ma’had Aly Kebon Jambu memiliki mahasantri yang mampu membaca dan menjelaskan kitab klasik setingkat Fathul Mu’i>n, memiliki hafalan ayat-ayat dan hadits-hadits ahkan, memiliki keberanian, kejujuran, keterbukaan, kreatif, dan inovatif, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon menyusun matrik road map untuk memaksimalkan kekuatan yang dimiliki dan setiap peluang serta potensi untuk menguatkan kelemahan dan tantangan yang ada. Capaian utama Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon dalam 10 tahun dibagi dalam 2 tahap utama, setiap tahap berdurasi 5 tahun. Tahap pertama difokuskan pada penguatan internal kelembagaan dengan rintisan penguatan jaringan eksternal. Tahap kedua diorientasikan pada penyiapan daya saing Ma’had Aly di tingkat nasional kemudian di tingkat global pada tahap selanjutnya. Berikut ini penjelasan tahapan di atas.
a) Tahap Capacity Building (2018-2023)
Pada akhir tahun 2023, diharapkan proses capacity building telah tuntas dilakukan. Ma’had Aly Kebon Jambu telah memenuhi syarat ideal sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi di pesantren. Kondisi ini tergambar pada keseluruhan situasi Ma’had Aly pada tujuah komponen analisis situasi internal, yaitu kebijakan dasar dan tata kelola Ma’had Aly, kurikulum dan strategi pembelajaran, sumber daya manusia, sarana prasarana, lembaga riset, pengmas dan kegiatan mahasiswa, pendanaan dan pengelolaan keuangan, dan teknologi informasi dan komunikasi. b) Tahap Islamic Research University (2023-2028)
Tahap lima tahun berikutnya, Ma’had Aly Kebon Jmabu diharapkan dapat menjadi perguruan tinggi pesantren yang memiliki keunggulan di bidang penelitian dan kajian Islam dengan perspektif keadilan dan
kesetaraan. Capaian dalam mencetak ulama perempuan telah mulai terlihat nyata dalam berbagai kajian akademik dan kerja nyata. Capaian ini tercermin dari kualitas dosen dan tenaga kependidikan, karya akademik yang dihasilkan dosen dan mahasantri dalam berbagai media.168
4) Ma’had Aly Al Hikmah 2 Brebes
Ma’had Aly Al Hikmah 2 Brebes memiliki target atau rencana ke depan, di antaranya adalah membangun gedung baru setinggi 3 lantai untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas di Ma’had Aly Al Hikmah 2 Brebes.169 Melaksa nakan pembelajaran akademik secara professional agar Ma’had Aly Al Hikmah menjadi alternatif pengkaderan ulama dan da’i yang diharapkan umat.170
B. Pembahasan
Sebelum pembahasan, perlu dijelaskan di sini bahwa pembahasan pada bab ini merujuk pada kerangka berpikir yang berkaitan dengan manajemen perubahan pesantren menjadi Ma’had Aly. Point yang dibahas terdiri dari empat tahapan, yaitu: Tahapan pertama, proses analisis dan identifikasi perubahan yang mana di dalamnya membahas tentang penetapan urgensi dan pembuatan tim koalisi. Tahapan kedua, konsep dan desain perubahan, meliputi proses perencanaan visi dan strategi, sosialisasi tujuan perubahan atau komunikasi visi. Tahap ketiga, implementasi atau pelaksanaan perubahan yang terdiri dari pemberdayaan manusia dan data-data, pengelolaan resistensi dan monitoring anggaran biaya, kemudian perayaan kemenangan jangka pendek. Tahap keempat, kondisi setelah impelentasi perubahan, yang meliputi peninjauan atau kontrol
168 Draft Rencana Induk Pengembangan dan Road Map Ma’had Aly Kebon Jambu 2018-2028, 34.
169
Wawancara dengan Ujang (Staff Perpustakaan Ma’had Aly Al Hikmah 2 Brebes) dan dengan KH. Mukhlas Hasyim, MA. (A’mid Ma’had Aly Al Hikmah 2 Brebes), Cirebon, 6 April 2019.
170
setelah perubahan dan upaya peningkatan setelah perubahan. Secara terperinci keempat tahapan dibahas dalam pembahasan berikut ini.