BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6. Pembahasan
Pada pengetahuan siswa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS namun ada sebanyak 85 orang siswa dan 3 orang yang memiliki pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS hal ini dapat dilihat dari kuesioner yang dijawab oleh responden, mayoritas responden menjawab benar dipertanyaan penderita HIV/AIDS dapat menularkan melalui batuk dan bersin, dan bertukar pakaian dengan penderita HIV/AIDS dapat menyebabkan seseorang tertular.
Faktanya virus HIV tidak dapat menular melaui bersin dan batuk. Virus HIV hanya dapat di tularkan melalui cairan tubuh, seperti darah, semen, cairan kelamin dan dubur serta ASI. Seseorang dapat mengalami infeksi HIV jika melakukan hubungan seksual, baik melalui vagina maupun dubur dengan orang yang terinfeksi HIV. Bertukar pakaian juga tidak dapat menularkan virus tersebut.
Banyak siswa yang masih belum paham tentang penyebaran virus HIV/AIDS.
Siswa banyak beranggapan virus HIV dapat tertular jika berdekatan dan secara tidak sengaja bersentuhan.
Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh dari pendidikan formal saja, tetapi juga dapat diperoleh dari pendidikan non formal. Pengetahuan akan suatu objek mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan aspek negatif. Kedua aspek ini akan menentukan sikap seseorang. Semakin banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap semakin positif terhadap objek tertentu (Notoatmojo, 2014).
Berdasarkan hasil jawaban responden tentang pengetahuan siswa terhadap penyakit HIV/AIDS di dapatkan dari 99 responden yang bersekolah di SMA Negeri 1 Raya didapatkan informasi tentang HIV/AIDS dari buku sebanyak 38 orang, pada umumnya siswa mendapatkan informasi tentang penyakit berdasarkan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
buku pelajaran biologi dan di jelaskan kembali oleh guru biologi, maka dari itu siswa yang bersekolah di SMA Negeri 1 Raya sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 52 orang, dan hampir semua siswa SMA Negeri 1 Raya melakukan tindakan mencegah penyakit HIV/AIDS karena mereka paham akan ganasnya penyakit tersebut, hal ini di karenakan guru yang mengajarkan biologi sangat cukup jelas dan membuat siswa paham tentang bahaya akan penyakit HIV/AIDS tersebut.
Sedangkan siswa yang bersekolah di SMA Swasta GKPS Raya juga sebagian besar mendapatkan informasi tentang Penyakit HIV/AIDS dari buku namun sebanyak 21 siswa mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan hal ini dikarenakan sekolah swasta GKPS memiliki ruangan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan setiap sebulan sekali sekolah melakukan promosi kesehatan baik tentang bahaya merokok, HIV/AIDS dan penyakit lainnya yang kerap menyerang remaja umunya siswa sekolah swasta GKPS juga sangat meghindari penyakit HIV/AIDS maka dari itu siswa selalu melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS. Dan siswa yang bersekolah di SMA swasta GKPS Raya memiliki berpegetahuan baik tentang HIV/AIDS dibandingkan siswa SMA Negeri 1 Raya hasil didapatkan sebanyak 79 siswa memiliki pengetahuan yang baik sedangkan yang memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 32 orang tidak ada siswa swasta GKPS Raya yang memiliki pengetahuan yang kurang.
Tingkat pengetahuan responden sebagian besar adalah tinggi tentang HIV/AIDS tidak selalau berarti bahwa responden bersinggungan dengan HIV/AIDS melainkan bisa juga dipengaruhi informasi tentang HIV/AIDS, bedasarkan dari hasil kuesiner tentang pengetahuan sebagian siswa mendapatkan informasi dari internet, media cetak dan petugas kesehatan. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka aan semakin mudah untuk menerima informasi tentang obyek atau yang berkaitan dengan pengetahuan. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan pengetahuan, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat diperlukan untuk pengembangan diri. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin mudah untuk menerima, serta mengembangkan pengetahuan dan teknologi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
33
HIV dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain hanya dengan cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani (cum), cairan pra-mani (pre-cum), cairan dubur, cairan vagina, dan ASI dari ibu yang terinfeksi. Cairan tersebut hanya dapat mengontaminasi melalui selaput lendir atau jaringan yang rusak atau langsung disuntikkan ke aliran darah (dari jarum atau jarum suntik) agar penularan terjadi. Selaput lendir dapat ditemukan di rektum, vagina, penis, dan mulut (CDC, 2019).
Sebanyak 184 responden menyatakan melakukan pencegahan HIV/AIDS, hal ini berdasarkan jawaban kuesioner siswa telah melakukan pencegahan terhadap virus HIV dengan cara tidak melakukan tato, tidak melakukan hubungan seksual, tidak menggunakan narkoba suntik, dan lain sebagainya. Namun sebanyak 26 orang tidak mau melakukan pencegahan virus HIV/AIDS, hal ini dilihat dari jawaban kuesioner siswa tidak mau menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual, ada beberapa responden yang mengaku tidak melakukan hubungan melalui vagina tetapi dengan oral, tetapi tetap saja ini tidak boleh di lakukan.
Selain itu umumnya dari segi ekonomi rata–rata siswa swasta memiliki ekonomi yang menegah ke atas dibanding siswa yang bersekolah di SMA Negeri, maka dari itu pada umunya siswa yang bersekolah di SMA Negeri dan Swasta lebih paham tentang penecegahan virus HIV/AIDS dibanding dengan siswa yang bersekolah di SMA Negeri karena pada umumnya siswa yang memiliki ekonomi yang tinggi lebih takut dan menghindar agar tidak terjadi penyakit HIV/AIDS.
Perilaku merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan tanggapan (respon). Respondent respons ialah respons yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan tertentu. Operant respons merupakan respon yang timbul dan berkembang diikuti oleh stimulus atau perangsangan tertentu (Notoatmodjo, 2010).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Maria Angela,dkk.
judul penelitian hubungan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV pada
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
siswa SMPN 251 Jakarta yang hasilnya sebagian besar responden mendapatkan nilai positif sebanyak 95% yaitu sebanyak 130 responden (Angela Maria,2019).
Penelitian ini juga sesuai dan sejalan dengan Lalu Fahril, hubungan pengetahuan infeksi HIV terhadap perilaku pencegahan HIV pranikah pada santri SMA sederajat di pondok pesantren Abu Hurairah, hasil didapatkan 51 orang (72,9) yang memiliki prilaku positif. (Fahril, 2019).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arlinda Putri Aditya dengan judul penelitian hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pecegahan HIV/AIDS pada siswa SMA Negeri 1 Wonosari tahun 2015 dari hasil didapatkan tingkat pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS dikategori baik sebanyak 126 orang (90,7%) (Aditya, 2015). Tingkat pengetahuan yang baik diharapkan menimbulkan perilaku yang positif. Dalam penelitian (Aditya, 2015) di SMA N 1 Wonosari, tingginya tingkat pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS (90,7%) sejalan dengan tingginya perilaku upaya pencegahan HIV/AIDS yang baik (96,4%). Hal ini sejalan dengan penelitian (PCN, 2018) bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku remaja dalam pencegahan HIV/AIDS.
Koefisien korelasi yang positif menujukkan bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin baik pula perilaku siswa dalam hal pendidikan kesehatan reproduksi remaja khususnya dalam pencegahan HIV dan AIDS, penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ninda Ayu Prabasari, dengan judul penelitian hubungan pengetahuan dan sikap pencegahan penularan HIV/AIDS dengan perilaku seks bebas pada mahasiwa hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan nilai p value = 0,001. (Ninda,2018).
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
35 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan sebagai berikut :
1. Penelitian ini mendapatkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS.
2. Responden dari SMA Negeri 1 Raya dan SMA Swasta GKPS Raya memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 122 siswa sedangkan yang berpengetahuan cukup sebanyak 85 orang dan berpengetahuan kurang sebanyak 3 orang.
3. Responden dari SMA Negeri 1 Raya dan SMA Swasta GKPS Raya memiliki perilaku pencegahan yang baik sebanyak 184 orang, sedangkan yang tidak melakukan pencegahan sebanyak.
4. Faktor Lingkungan dan sumber informasi yang paling banyak digunakan siswa adalah media buku.
5.2. Saran
5.2.1. Bagi Peneliti dan Responden
Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan siswa yang baik, tetapi disarankan kepada siswa untuk lebih cari tahu lagi tentang penyakit dan serta menggali pencegahannya agar angka HIV/AIDS di dunia berkurang.
5.2.2. Bagi Institusi pendidikan dan Tempat Penelitian
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan yang bermanfaat. Pihak sekolah dapat melakukan program pendidikan kesehatan seperti ceramah, dan seminar untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang HIV/AIDS. Terutama bagi pihak sekolah negeri yang masih memiliki siswa dengan pengetahuan kurang.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
5.2.3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi perbandingan bagi peminat masalah yang berkenan dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat menambah cakupan responden yang lebih banyak, serta metode penelitian yang lebih kompleks.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
37
DAFTAR PUSTAKA
Aditya, A. P., & Kartini, F. 2015. Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan hiv & aids pada siswa sma n 1 wonosari tahun 2015 Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta.
Ayu N. A., 2019. Hubungan pengetahuan dan sikap pencegahan penularan HIV/AIDS dengan perilaku seks bebas pada mahasiswa, Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
CDC 2019, ‘Centers for Disease Control and Prevention’HIVbasics/prevention, accessed 25 May 2020 Avaliable at:
https://www.cdc.gov/hiv/basics/prevention.html
Chandra, B.2013. Kontrol penyakit menular pada manusia. EGC, Jakarta Djuanda, A., Suriadiredja, A., Sudharmono A., dan Wiryadi, B. 2016, Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi ke-7, cetakan ketiga, Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. P: 490.
Donsu, J, D, T. 2017.Psikologi Keperawatan, Cetakan I, Pustaka Baru Press.Yogyakarta
Kementerian Kesehatan RI, 2017, Profil Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta
Kementerian Kesehatan RI 2019, Laporan Situasi Perkembangan HIV/ AIDS dan PIMS di Indonesia Triwulan IV Tahun 2019. Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, Jakarta
KPA. (2015). Strategi dan Rencana Aksi Nasional 2015-2019 penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Diakses dari
http://icjr.or.id/data/wpcontent/uploads/Penanggulangan-HIV- dalam-Ancaman-R-KUHP.pdf
Kumar, Vinay, Abdul K. Abbas, & Jon C. Aster. 2015, Buku ajar patologi robbins. Edisi 9, Elsevier Saunders,Singapura
Maartens, G., Celum, C., dan Lewin, SR. 2014, HIV infection: epidemiology, pathogenesis, treatment, dan prevention. Lancer. 384, pp.258-327.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Maria,Angela. 2019, Hubungan antara pengetahuan sikap dan perilaku pencegahan HIV pranikah pada santri SMA sederajat di pondok pesantren abu hurairah Mataram, Universitas Mataram
Merati, Tuti Parwati. 2015, Imunopatogenesis infeksi hiv. Dalam: Setiati, Siti, dkk., penyunting. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid I, Edisi VI. Interna Publishing, Jakarta, hlm. 904-911.
Notoatmodjo, S. 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta Notoatmodjo S.2011, Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Rineka Cipta,Jakarta Notoatmodjo, S. 2014, Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta,Jakarta
Nursalam. 2008, Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian. Salemba Medika, Jakarta indonesia (Analisis Data Riskesdas 2010), 145-154.
UNAIDS. 2018, UNAIDSGlobalstatistics2018.Availablefrom:
http://www.unaids.org/sites/default/files/media_asset/UNAIDS_FactSheet_
en.pdf
Waymack, J. R., & Sundareshan, V. 2019, ‘In StatPearls’Acquired immune deficiency syndrome (AIDS). [Internet]. StatPearls Publishing.accessed 21
May 2020 Avaliable at:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537293/
WHO [serial on the internet] 2011.Accessed 21 May 2016. Available from URL : http://www.who.int/en/
WHO 2019, Number of people (all ages) living with HIV Estimates by WHO regio, accessed 21 May 2020 Available at:
https://apps.who.int/gho/data/view.main.22100WHO?lang=en
WHO 2019, Prevalence of HIV among adults aged 15 to 49 Estimates by WHO region, accessed 21 May 2020 Available at:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
39
https://apps.who.int/gho/data/view.main.22500WHOREG?lang=en Wulandari, A. 2014, Karakteristik pertumbuhan perkembangan remaja dan
implikasinya terhadap masalah kesehatan dan keperawatannya. Jurnal Keperawatan Anak, 2(1), 39-43.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran A
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Arthur Tuah Damanik
NIM 170100210
Tempat/Tanggal Lahir : Saran Padang, 01 Desember 1999
Agama : Kristen Protestan
Nama Ayah : Pdt. Marlan Damanik, S.Th
Nama Ibu : Dra. Hotmawaty Purba
Alamat : Jalan Sisingamangaraja No. 258 Pematang Siantar
Riwayat Pendidikan :
1. SD Swasta F.Tandean Tebing Tinggi (2005-2006)
SD Negeri 091713 Amborokan Sindar Raya (2006-2010) SD Negeri 091317 P. Raya (2010-2011)
2. SMP Negeri 1 P. Raya (2011-2014)
3. SMA Plus Partuha Maujana Simalungun (2014-2017)
4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2017-sekarang)
Riwayat Pelatihan :
1. Peserta PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) FK USU 2017
2. Peserta Manajemen Mahasiswa Baru (MMB) FK USU 2017
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
41
Riwayat Organisasi :
1. Paskibra SMA Negeri 1 Raya (2014-2015) 2. Pramuka SMA Negeri 1 Raya (2014-2015)
Riwayat Kepanitiaan :
1. Koordinator Humas Perayaan Natal SMA Plus Partuha Maujana Simalungun 2016
2. Anggota Humas Olimpiade A Step Of Future Succes (ASOFS) XV Tingkat SMP se-Sumut 2017
3. Koordinator Peralatan dan Tempat Basic Surgical Skill (BSS) TBM FK USU 2018
4. Anggota Seksi Peralatan dan Tempat Manajemen Mahasiswa Baru (MMB) FK USU 2018
5. Anggota Seksi Peralatan dan Tempat Pengabdian Masyarakat TBM FK USU 2018
6. Koordinator Seksi Peralatan dan Tempat Basic Life Suport (BLS) TBM FK USU 2019
7. Anggota Seksi Peralatan dan Tempat Medis Bakti Sosial KMK FK USU 2019
8. Ketua Pelaksana Perayaan Natal Oikumene USU 2019
Riwayat Prestasi :
1. Juara 2 Vocal Solo Putera Lomba Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran B
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
43
Lampiran C
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
45
Lampiran D
LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN Nama Peneliti : Arthur Tuah Damanik
NIM 170100210
Instansi Pendidikan : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Judul Penelitian : Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku upaya pencegahan HIV/AIDS pada siswa SMA Negeri 1 Raya dan SMA Swasta GKPS Raya.
Peneliti adalah mahasiswa Program S1 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Saudara telah diminta untuk ikut berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini bersifat sukarela dan Saudara berhak untuk menolak berpartisipasi. Penelitian dilakukan melalui wawancara yang dilakukan dalam waktu 15 menit. Segala informasi yang Saudara berikan akan dijaga kerahasiaannya sepenuhnya oleh peneliti dan hanya akan digunakan dalam penelitian ini. Jika ada pernyataan atau pertanyaan pada kuesioner yang belum jelas, Saudara boleh bertanya pada peneliti. Jika Saudara sudah memahami penjelasan ini dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, silahkan menandatangani lembar persetujuan (informed consent) yang akan dilampirkan.
Peneliti,
Arthur Tuah Damanik
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran E
LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
Telah mendapat penjelasan lengkap dari mahasiswi Arthur Tuah Damanik mengenai tujuan dan cara kerja penelitian yang berjudul Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Upaya Pencegahan HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri 1 Raya dan SMA Swasta GKPS Raya. Dengan penuh kesadaran serta tanpa paksaan dari pihak manapun, saya menyatakan bersedia untuk ikut serta dalam penelitian ini.
Demikian surat pernyataan ini saya perbuat untuk dapat digunakan seperlunya.
Pematang Raya, 2020
Responden
(……….)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
47
Lampiran F
KUESIONER PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS Identitas Responden:
Nama :
Jenis Kelamin : L/P* (*coret salah satu) Kelas/Jurusan : IPA/IPS* (*coret salah satu)
Informasi mengenai HIV/AIDS didapatkan dari [beri tanda ceklis ( ) pada jawaban yang paling sering digunakan (pilih satu jawaban saja):
No. Sumber Informasi
1 Buku
2 Koran
3 Majalah
4 Leaflet
5 Televisi
6 Internet
7 Guru
8 Tenaga Kesehatan
9 Teman
10 Orang Tua
11 Lainnya...
...
Petunjuk Pengisian:
1. Bacalah pernyataan di bawah ini dengan teliti.
2. Berilah tanda silang (x) pada kolom B jika pernyataan Anda anggap Benar dan pada kolom S jika pada pernyataan Anda anggap Salah.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3. Data ini akan dirahasiakan dan hanya akan dipergunakan untuk keperluan penelitian. Pengisian kuesioner ini tidak akan berpengaruh pada penilaian dari sekolah.
4. Mohon jawab pernyataan sesuai dengan pengetahuan Anda. Jawab dengan sejujur mungkin dan tidak diperbolehkan bertanya kepada teman atau orang lain
No Pertanyaan B S
1.
Penderita HIV/AIDS akan sangat terinfeksi penyakit menular lainnya.
HIV/AIDS dapat ditularkan melalui transfusi darah. HIV/AIDS pada melalui batuk atau bersin.
6
Cara agar tidak tertular HIV/AIDS adalah menghindari berjabatantangandengan penderitaHIV/AIDS.
7
Bertukar pakaian dengan penderita dapatmenyebabkanseseorangtertular HIV/AIDS.
HIV/AIDS
8
HIV/AIDS dapat ditularkan oleh ibu pada anak yang dikandungnya.
49
HIV/AIDS dapat menular bila kita berciuman dibibir.
14
Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dapat menurunkan risiko tertular HIV/AIDS.
15
Benarkah HIV/AIDS dapat menular melalui dudukan toilet?
16
Apakah benar HIV merupakan virus AIDS.
17
Penderita HIV dapat terlihat seperti oran yang sehat.
18
Konsumsi obat antiretroviral (ARV)dapat mencegah penularan HIV/AIDS dari ibu ke
Anak
19
Gejala awal infeksi HIV sama dengan gejala serangan penyakit yang disebabkan oleh virus.
20
Penderita HIV/AIDS dapat menderita diare berkepanjangan lebih dari 1 bulan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KUESIONER PERILAKU TERHADAP PENCEGAHAN HIV/AIDS
Petunjuk Pengisian:
1. Bacalah pernyataan di bawah ini dengan teliti.
2. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan pendapat Anda, pilih jawaban:
SS: Sangat Setuju S: Setuju, RR: Ragu-ragu, TS : Tidak Setuju, STS: S
3. Berilah tanda silang (x) pada salah satu pilihan jawaban yang tertera di samping pernyataan untuk menunjukkan jawaban yang Anda pilih.
4. Data ini akan dirahasiakan dan hanya akan dipergunakan untuk keperluan penelitian. Pengisian kuesioner ini tidak akan berpengaruh pada penilaian dari sekolah.
5. Mohon jawab dengan sejujur mungkin dan tidak diperbolehkan bertanya kepada teman atau orang lain
No Pernyataan SS S RR TS STS
1 Saya melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS.
2 Saya menggunakkan kondom saat melakukan hubungan seks karena membantu mencegah HIV/AIDS
3 Saya tidak melakukan tato karena berisiko tinggi untuk tertular HIV/AIDS
4 Saya tidak pernah memakai narkoba dalam bentuk apapun.
5 Pendidikan seksual sangat penting bagi saya agar tidak terjerumus pada perilaku berisiko tertular HIV/AIDS
6 Saya tidak menjauhi orang yang positif HIV/AIDS dan tidak berfikiran negatif kepada mereka
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
51
7 Saya pernah melakukan hubungan seksual 8 Saya menolak, saat teman atau kekasih
saya mengajak untuk berhubungan seksual.
9 Ketika teman saya mengajak untuk mencoba memakai narkoba suntik, saya ikut mencobanya karena mencoba sekali saja tidak akan tertular HIV/AIDS.
10 Ketika saya melakukan hubungan seksual, saya tidak menggunakan kondom karena pasangan saya tampak sehat, bersih, dan tidak tampak menderita HIV/AIDS.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran G
Pertanyaan Correct Item Total Correlation
Taraf significant(r tabel)
Keterangan
Pertanyaan 1 0,444 0,482 Valid
Pertanyaan 2 0,444 0,713 Valid
Pertanyaan 3 0,444 0,535 Valid
Pertanyaan 4 0,444 0,692 Valid
Pertanyaan 5 0,444 0,683 Valid
Pertanyaan 6 0,444 0,692 Valid
Pertanyaan 7 0,444 0,713 Valid
Pertanyaan 8 0,444 0,448 Valid
Pertanyaan 9 0,444 0,713 Valid
Pertanyaan 10 0,444 0,864 Valid
Pertanyaan 11 0,444 0,713 Valid
Pertanyaan 12 0,444 0,780 Valid
Pertanyaan 13 0,444 0,559 Valid
Pertanyaan 14 0,444 0,662 Valid
Pertanyaan 15 0,444 0,391 Valid
Pertanyaan 16 0,444 0,739 Valid
Pertanyaan 17 0,444 0,780 Valid
Pertanyaan 18 0,444 0,739 Valid
Pertanyaan 19 0,444 0,713 Valid
Pertanyaan 20 0,444 0,713 Valid
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
53
Pertanyaan Correct Item Total Correlation
Reliability
Case Processing Summary
N %
Valid 37 100.0
Cases Excludeda 0 0
Total 37 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
55
Lampiran H
JK
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
laki - laki 55 26.2 26.2 26.2
Valid perempuan 155 73.8 73.8 100.0
Total 210 100.0 100.0
SMA
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Negeri 99 47.1 47.1 47.1
Valid swasta 111 52.9 52.9 100.0
Total 210 100.0 100.0
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Informasi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
kurang 3 1.4 1.4 1.4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
kurang 3 1.4 1.4 1.4
57
kat_perilaku
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
tidak melakukan 26 12.4 12.4 12.4
% within kat_pengetahuan 66.7% 33.3% 100.0%
kurang
% within kat_perilaku 7.7% 0.5% 1.4%
% of Total 1.0% 0.5% 1.4%
Count 5 80 85
% within kat_pengetahuan 5.9% 94.1% 100.0%
kat_pengetahuan cukup
% within kat_perilaku 19.2% 43.5% 40.5%
% of Total 2.4% 38.1% 40.5%
Count 19 103 122
% within kat_pengetahuan 15.6% 84.4% 100.0%
baik
% within kat_perilaku 73.1% 56.0% 58.1%
% of Total 9.0% 49.0% 58.1%
Count 26 184 210
% within kat_pengetahuan 12.4% 87.6% 100.0%
Total
% within kat_perilaku 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 12.4% 87.6% 100.0%
Linear-by-Linear Association 819 1 .366
N of Valid Cases 210
a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .37.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA