ANGGOTA KOMISI V DPR RI:
F- PDIP (MOCHAMAD HERVIANO): Terima kasih Pimpinan
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang,
Salam sejahtera untuk semuanya.
Bapak Pimpinan Komisi V DPR RI yang saya hormati,
Yang terhormat Bapak Ibu sekalian senior Anggota Komisi V yang saya hormati,
Bapak Menteri PUPR, Pak Basoeki beserta seluruh jajaran Kementerian PUPR yang saya hormati dan saya banggakan.
Alhamdulillaah puji syukur atas ke hadirat Allah SWT, semoga rapat kali ini membawa manfaat dan berkah untuk kita semua.
Pertama-tama, izinkanlah kami menyampaikan apresiasi atas pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK untuk Kementerian PUPR, selamat Pak dan juga apresiasi atas komitmen Bapak Menteri beserta seluruh jajaran dalam merespon tindak lanjut temuan-temuan oleh BPK tersebut. Kita patut apresiasi yang tinggi, semoga ke depannya kita mendorong agar segala tata kelola barang, program terutama anggaran itu bisa lebih baik, bisa lebih rapi, akuntabel dan sesuai dengan standarisasi akuntan pemerintahan maupun prinsip-prinsip dasar tata kelola pemerintahan yang baik efektif dan efisien. Dan juga kami sedikit saran Pak supaya ke depannya, ada program-program yang dianggarkan itu lebih cermat lagi, tidak ada lebih bayar, maupun kontrak-kontrak yang tidak sesuai dengan anggaran. Karena dalam kondisi yang masih berjuang melalui pemulihan ekonomi maupun vaksinasi untuk kita semua masyarakat Indonesia, saya kok agak sedih ya kalau melihat mungkin uang puluhan juta ratusan juta sekian miliar untuk Kementerian PUPR tidak sebanding dibanding jumlah anggarannya. Tapi sekarang ini alangkah baiknya kalau kita lebih menghargai dan lebih berhati-hati dalam kebijakan menetapkan anggaran. Adapun kalau memang anggaran-anggaran itu tersisa, alangkah baiknya bisa dimanfaatkan untuk program-program yang langsung berdampak ke masyarakat, misalnya seperti penambahan untuk padat karya Pak dan lain sebagainya. Demikian dari kami.
Selanjutnya kami juga mengucapkan apresiasi terima kasih atas kerja keras Kementerian PUPR beserta seluruh jajaran atas sigapnya mengantisipasi bencana-bencana alam maupun lainnya yang terjadi dari awal tahun ini, semoga ke depannya bisa tambah baik dan lebih sigap dalam terus membangun negeri ini melalui infrastruktur dan lain sebagainya. Kami titip Pak supaya terutama dalam mitigasi banjir ke depannya di Dapil kami menjadi perhatian juga di Kota Semarang. Karena itu menjadi satu wilayah yang tidak
terpisahkan dari jalur wilayah Pantai Utara dan juga merupakan wilayah strategis manakala tidak teratasi dengan segera dapat berakibat langsung terhadap pergerakkan ekonomi masyarakat, terutama dalam kondisi kita semangat kita untuk pemulihan ekonomi nasional dan juga yang lain-lainnya di luar Jawa gitu. Kami mendukung penuh program-program yang bermanfaat untuk pemulihan ekonomi nasional dan juga pelibatan masyarakat seluas-luasnya.
Demikian yang dapat kami sampaikan Pimpinan. Lebih kurangnya mohon maaf, terima kasih banyak.
Wabillaahittaufik walhidayah,
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Terima kasih.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE / F-PG): Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Pak Herviano.
Yang paling terakhir adalah Pak Andi Iwan. Silakan Pak Andi Iwan, Pak Wakil Ketua.
Silakan Pak.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si./F-P.GERINDRA):
Terima kasih Ketua.
Salam kangen, selama ini sudah satu bulan lebih kayanya tidak melihat Pak Ridwan Bae Kakanda ganteng kita ini.
Yang saya hormati Pimpinan beserta Anggota Komisi V baik yang hadir secara fisik maupun secara virtual,
Bapak Menteri beserta para Eselon I Kementerian PUPR yang hadir yang sangat kami hormati.
Pertama-tama, kami mengapresiasi sebagaimana teman-teman yang lain, capaian WTP dari BPK atas Kementerian PUPR dan kemudian kita melihat dari total temuan yang harus dikembalikan nilainya sangat kecil dan sangat tidak berarti dengan total anggaran yang Bapak kelola itu adalah prestasi yang luar biasa buat kami dan kemungkinan ke depannya hal ini mungkin bisa direduksi ataupun bisa diturunkan dengan bentuk mengharapkan dari pihak Inspektorat Jenderal, selaku apa namanya selaku Eselon I di Kementerian PUPR yang bisa lebih bekerja maksimal ke depannya untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang kecenderungannya hampir semua sama, hampir berulang-ulang. Sehingga ke depan mungkin ini bisa lebih
dimaksimalkan lagi terhadap capaian-capaian terhadap temuan-temuan yang ada dari BPK RI.
Selanjutnya Pak Menteri untuk penanganan infrastruktur pasca bencana Sulbar dan terkait dengan realokasi refocusing, beberapa waktu yang lalu kami juga sempat melakukan kunjungan secara pribadi ke Provinsi Sulbar dan kemudian sempat bertemu dengan Satgas Bapak Ketua Satgas-nya Pak Thomas dari Bina Marga yang luar biasa bekerja tanpa henti-henti selalu berada di lapangan dan melihat semua kondisi di lapangan seperti apa. Kemudian secara lisan beliau menyampaikan ke saya pada saat pertemuan kami di Sulbar bahwa kurang lebih kebutuhan anggaran untuk merevitalisasi atau normalisasi Provinsi Sulbar dalam hal ini Kota Mamuju yang paling utama adalah kurang lebih 800 miliar yang sudah dilaporkan kepada Ibu Dirjen dan mungkin Pak Menteri juga sudah mendapatkan laporan tersebut. Mudah-mudahan pada saat untuk relokasi refocusing ini, tadi saya melihat ada di slide yang Bapak berikan bisa mendapat perhatian bahwa akan lebih maksimal lagi supaya kondisi perekonomian di sana bisa kembali normal.
Kemudian untuk pembangunan food estate untuk di Kalimantan Tengah kita lihat luar biasa...(rekaman suara kurang jelas). Kami berharap bahwa apa yang menjadi target di Kalimantan Tengah itu bisa maksimal, terutama dalam hal tanaman bercocok tanam. Karena kita punya pengalaman yang kurang baik Pak bahwa banyak tanaman-tanaman yang kemudian tidak bisa tumbuh dengan baik di daerah Kalimantan Tengah ini, tapi mudah-mudahan dengan teknologi dari Kementerian Pertanian atau apapun itu sifatnya bisa membuat program di situ bisa berhasil.
Kemudian selain itu juga Sulsel sebagai penyanggah pangan nasional, saya kira juga bisa dimasukkan dalam program food estate tersebut. Ada beberapa kabupaten yang masih tetap membutuhkan irigasi-irigasi yaitu mungkin baik itu sistem bendungan maupun pompanisasi Pak. Nah di Kabupaten Wajo kemarin studinya kami dengar sudah dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan itu adalah direktif Wakil Presiden Pak JK, mantan Wakil Presiden Pak JK. Yaitu pompanisasi Bulu Cepo kalau tidak salah, Bulu Cepo Kabupaten Wajo, siapa tahu itu juga sudah bisa rupanya bisa menjadi prioritas buat Pak Menteri.
Kemudian mungkin pokoknya itu saja Pak Menteri, saya sekarang masih dari Makassar menunggu kehadiran Bapak besok InshaAllah, mudah-mudahan bisa bertemu Bapak dalam rangka peresmian infrastruktur yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.
Demikian Pimpinan, terima kasih atas kesempatannya. Wabillaahittaufik Walhidayah.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE / F-PG): Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Pak Iwan, sehat selalu. Tadi kita bilang sudah terakhir Pak Andi Iwan, tenyata ada yang baru tiba lagi Pak Menteri satu orang lagi.
Kami persilakan Pak An’im Falachuddin silakan dari PKB. F-PKB (H. AN'IM FALACHUDDIN MAHRUS):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Terima kasih Pimpinan Komisi V dan Anggota Komisi V. Yang kami hormati Bapak Menteri PUPR.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Bapak Menteri PUPR yang kami cintai.
Kita pernah bertemu waktu peresmian Rusunawa di Pondok Lirboyo yang saat itu bersama dengan Menteri Perhubungan dan Pak Pramono Anung ketika meninjau pembangunan Bandara Kediri.
Yang ingin kami sampaikan Pak ada pesan dari Bupati Blitar Pak bahwa kerusakan jalan di Kabupaten Blitar sangat parah sekali, untuk itu minta perhatian dari Kementerian PUPR.
Yang kedua, setelah dibangunnya bandara, rupanya ada efek negatifnya Pak, jadi banjir di sekitar bandara itu ternyata kemarin sampai menimbulkan korban sekitar 102 Hektar Pak sawah. Maka dari itu ketika kemarin kita ketemu dengan Bupati Kediri yang baru, ingin usul ada bendungan Pak di atas bandara itu dibangun bendungan. Nanti mungkin ada Tim Survei dari PUPR untuk kelayakannya untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi banjir yang berlarut-larut gitu Pak.
Kemudian yang ingin kami sampaikan untuk progress Bandara Kediri InshaAllah tidak ada kendala Pak karena swasta yang melaksanakannya. Nah untuk progress jalan tol antara Kertosono-Kediri, kemudian Kediri-Tulung Agung, saya mengharapkan jalur-jalurnya ini untuk menghindari lahan-lahan yang sensitif Pak, semisal lahan yang mendekati Komplek Pondok Pesantren atau menggusur sedikit Komplek Pondok Pesantren itu diperhatikan.
Saya kira cukup itu saja yang kami sampaikan, terima kasih. Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE / F-PG): Wa'alaikumsalam.
Jadi sudah selesai Pak Menteri dari penanya para Anggota. Saya mungkin tidak berkomentar Pak tentang Hasil Pemeriksaan BPK, karena sudah WTP. Saya hanya ingin mengucapkan selamat Pak, sukses, tentu WTP ini tercapai tidak lepas dari kerja keras Pak Menteri dan seluruh jajarannya. Mudah-mudahan ini semua bisa makin tahun makin dipertahankan dan makin ditingkatkan.
Satu saja saya Pak Menteri yang saya ingin sampaikan persoalan apa itu kerja sama Pemerintah dengan Badan usaha. Saya melihat itu di mana di media sosial ada pengumuman sejumlah jembatan, sejumlah irigasi, bendungan. Itu ditawarkan untuk bekerja sama dengan Badan Usaha. Itu mungkin minta tolong penjelasannya, khususnya Buton Muna, itu juga karena saya lihat masuk juga Pak dalam KPBU itu. Itu mungkin sebagian mekanismenya, karena saya pernah ditemui juga oleh ya salah seorang pengusaha juga untuk menanyakan bagaimana mekanisme tentang itu. Barangkali ini saya nanti bicara sama Pak Dirjen-nya barangkali Pak yang terkait dengan ini nantinya, sebab kalau ada yang minat mungkin kita dorong ke mana? Apa kita dorong ke Pak Menteri langsung atau ke Pak Dirjennya? Hanya itu saja Pak pertanyaan saya.
Terima kasih.
Demikianlah kira-kira apa yang menjadi tanggapan dan saran pendapat Anggota Komisi V DPR RI. Kemudian selanjutnya kami minta tanggapan dari Bapak Menteri PUPR.
Kami persilakan Pak.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Terima kasih Bapak Pimpinan.
Ibu Bapak Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.
Kami klaster saja nanti ada menjawabnya. Pertama, tentang yang banyak ditanyakan tentang perbaikan sekolah. Perbaikan sekolah ini yang ditugaskan kepada Kementerian PUPR adalah yang rusak berat atau yang belum selesai. Jadi misalnya Politeknik Menado yang belum selesai pada saat pemerintahan Pak Jokowi masuk, nah itu yang kemudian karena banyak universitas-universitas yang mempunyai gedung-gedung yang belum selesai. Seperti gedung yang di Samratulangi, Politeknik, ada Politeknik di Jember, Politeknik di Malang, itu kan banyak yang tidak selesai pada kabinet sebelumnya, nah ini diselesaikan oleh Kementerian PU pada sekarang ini. Sekolah-sekolah SLTA, Madrasah, apa yang SLTA itu yang rusak berat. Kalau yang rusak ringan tidak diserahkan ke PU, tapi yang rusak berat diserahkan ke PU dan itu pun tidak kaku apa yang ada di datanya. Karena datanya Kementerian Kemdikbud pun kita verifikasi di daerah karena beda kadang-kadang datanya yang saya lupa namanya data base-nya. Dapodik itu kita bawa lokakarya di tiap daerah kita bikin untuk rechecking di tiap provinsi.
Bapak-bapak Komisi V sangat open bisa mengusulkan itu seperti halnya dengan Pesantren jadi sama Pesantren kalau di datanya Kemenag itu kan hanya klarifikasi. Mungkin ada saya tidak tahu kriterianya tapi ada yang mungkin yang Ponpes radikal seperti contohnya mungkin seperti itu Bu. Nah kami kan tidak tahu itu karakternya Ponpes-ponpes yang gitu. Jadi kami dapat dari situ. Nah tapi juga sama saja Komisi V DPR RI sesuai laporannya Bu Dirjen sangat open untuk mengusulkannya. Itu yang tentang perbaikan sekolah dan pesantren yang tadi banyak ditanyakan oleh Pak Aras, Pak Irwan dan lain-lainnya.
Kemudian untuk tol yang rusak. INTERUPSI F-PAN (H. SUNGKONO):
Pak, interupsi sebentar Pak.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Ya.
F-PAN (H. SUNGKONO):
Untuk pembangunan pesantren kan swasta Pak biasanya Pak pesantren.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Apa Pak?
F-PAN (H. SUNGKONO):
Sekolah pesantren itu kan swasta Pak.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Iya, ya semua hampir semua swasta. F-PAN (H. SUNGKONO):
Swasta bisa ya?
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
F-PAN (H. SUNGKONO):
Oh bukan gedung sekolah seperti pembangunan yang dengan Kementerian Pendidikan itu Pak bukan?
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Itu negeri.
F-PAN (H. SUNGKONO): Oke, terima kasih Pak.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Itu negeri dan tidak hanya Islam, tapi juga lembaga pendidikan agama lainnya dan kami mencari itu juga yang dari Flores, dari Merauke, kita bangun. INTERUPSI F-P.GERINDRA (SUDEWO, S.T.,M.T.):
Pimpinan, sebentar Pak Menteri. Mohon maaf.
Jadi rehab ringan sekolah ini sebenarnya ada di Komisi V ada di Kementerian PUPR atau di Kementerian Pendidikan Kebudayaan ya? Karena satu minggu yang lalu Pak, saya ketemu dengan kawan-kawan Komisi X juga tidak tahu soal itu tidak mengusulkan dia punya persepsi bahwa ini di Komisi V itu, katanya anggaran itu ada di Kementerian PUPR gitu. Maka saya juga membenarkan apa yang disampaikan Pak Sudjadi itu, tapi saya yakin dan percaya atas apa penjelasan Pak Menteri saja gitu.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE / F-PG):
Saya tambahkan Pak Menteri. Begini, mungkin perlu dipertegas supaya lebih jelas. Sebenarnya kalau fisik itu kan memang sudah turun ke PUPR sekarang fisiknya, cuma proses pengusulan apakah kita mengusul di PUPR atau mengusul ke Dinkas kalau itu misalnya sekolah. Kemudian Diknas yang menentukan tempat sekolahnya, kemudian dibangun oleh PUPR, barangkali itu pertanyaannya Pak Menteri.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Oke, kalau Komisi V saya akan kalau saya, saya akan menerima hanya dari Komisi V.
Anu Pak, izin Pimpinan. Jadi mungkin informasi dasar yang perlu disampaikan oleh Pak Menteri adalah supaya nanti kita tahu yang akan mengusulkan Komisi V atau Komisi X informasi dasar adalah anggaran rehab sekolah ringan itu ada di PU atau ada di Kementerian Pendidikan. Kalau memang itu ada di PU berarti Komisi V yang mengusulkan gitu.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Sesuai yang apa yang kita lakukan kami lakukan saat ini hanya yang rusak berat, yang mau runtuh, yang sudah runtuh. Itu saja yang kami karena itu kami yang ditugasi untuk membangun kembali, termasuk yang belum selesai tadi yang di universitas, politeknik dan sebagainya.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE / F-PG):
Saya ingin perlu luruskan kembali karena belum ketemu ini Pak Menteri. Soal lokasi sekolah Pak, katakan saya mendapatkan di lapangan atau di Dapil saya sekolah rusak. Sekolah rusak itu saya melapor ke Menteri PUPR melaui Cipta Karyakah atau kita harus melapor dulu ke Dikbud? Dari Dikbud dulu nanti memasukkan datanya sekolah yang rusak dan diperlukan lalu kemudian dikirim ke DPR itu pertanyaan Pak.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Kalau saya kira lebih baik ke PU nanti kami yang verifikasi ke Diknas. WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE / F-PG):
Oh ya baik, itu luar biasa, terima kasih. Jelas semua.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Baik ya kan begitu kan Pak Irwan ya oke. Kemudian yang tol rusak akan kami tindaklanjuti Bapak, tadi dari Pak Sungkono, rekan saya yang terdekat ini Bu Novita, kemudian Pak Sukamto dan Bu Sri Wahyuni, mungkin ada yang lain untuk tol-tol yang rusak akan kami tindaklanjuti dengan tindakan yang akan saya lakukan sekarang Pak.
Kemudian Ibu Bapak sekalian, yang satu per satu misalnya yang Pak Suryadi tentang pembangunan pasca bencana, pasca gempa di NTB, saya akan perhatikan Pak. Karena ini selama setelah setahun yang lalu kan sudah diambil alih oleh Pemda, walaupun kami sebetulnya punya kewajiban untuk supervisi. Nanti kami tindaklanjuti Pak.
Kemudian yang by pass Bandara Mandalika, sesuai monitoring kami hanya satu paket 1 yang masih bermasalah, ada minus 3% progress-nya
karena masalah timbunan, jadi minus 3% tapi target penyelesaian akan kami tetap kejar.
Kemudian untuk Pak Bakri, kemudian nanti kenapa kok PKT ini apa Program Padat Karya Tunai ini oleh Cipta Karya kecil? Nanti Bu Dirjen yang karena kami kemarin persis saya bahas di Rapim kami sendiri dalam data kami Cipta Karya paling kecil, ada jawabannya tapi nanti biar beliau yang menjawab sendiri biar ada komunikasi dengan Pak Bakri. Jadi jangan saya terus gituloh.
Kemudian kalau untuk yang Pak Hamka, ini saya kira perlu Pak, karena ada tambahan PEN 2,5 triliun tadi, beliau kan mengusulkan perlu pendalaman penggunaannya. Saya kira harus Bapak bisa cek apa yang akan dilakukan dengan 2,5 triliun itu untuk PEN. Walaupun tadi kami sampaikan untuk tanggul dan sebagainya tapi mungkin Bapak harus perlu.
Kemudian untuk Pak Herson, irigasi Kosinggolan dan Talaud ini saya kira saya akan tindak lanjuti khusus Pak. Karena ini dulu saya merencanakan waktu saya Kepala Seksi ini, jadi saya ingat betul, Kosinggolan saya ingat. Walaupun sekarang laporannya kita tangani dengan OP biasa tapi saya kira ini akan harus karena jumlahnya 10.000 Hektar. Jadi saya kira susah sekali sekarang mencari lahan yang sekian luasnya dalam satu hamparan. Jadi kalau ini sudah ada ini saya kira kita akan tangani untuk sumber daya airnya.
Kemudian untuk Pak Bambang Hermanto walaupun beliau mungkin...(rekaman suara kurang jelas). Jadi banjir di Cipunagara Bapak, sungainya Cipunagara, tapi kami sedang pelaksanaan Bendungan Sadawarna sekarang on going. Jadi mudah-mudahan 2023 nanti akan selesai Pak, sungainya Cipunagara, tapi bendungannya namanya Bendungan Sadawarna yang sekarang sedang kita bangun. Ini nanti juga termasuk untuk air baku di Pelabuhan Patimban.
INTERUPSI F-PG (BAMBANG HERMANTO, S.E.):