KESEHATAN OLAHRAGA
A. Pedoman Kesehatan Olahraga
33
BAB IV
34
berbagai penyakit non infeksi.3. Sebagai Kuratif (pengobatan) olahraga dapat dijadikan alat untuk ,memngobatai penyakit antara lain; kelemahan, diabetes, osteoporosis, asma dsb. 4. Rehabilitasi (pemulihan) olahraga dapat juga dipakai untuk pemulihan setelah cidera atau penyakit tertentu. Sekarang ini yang menjadi leading sector pengembangan kesehatan olahraga adalah Kementrian Kesehatan RI lalu ditingkat provinsi BKOM (Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat) dan pada tingkat kecamatan yaitu Puskesmasy.
2. Visi dan Misi
Visi yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat bugar, berkualitas dan produktif. Sementara Misinya yaitu a.
Membudayakan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan baik dan benar, teratur dan terukur. b.
mempertahankan dan meningkatkan pelayanan keshatan olahraga yang merata dan bermutu. c. Menciptakan suasana yang kondusif dan menjalain kemitraan untuk mengembangkan kesehatan olahraga.
3. Tujuan dan Sasaran
Tujuan yang hendak dicapai dari aktivitas olahraga kesehatan adalah: 1) Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat untuk melakukan kegiatan aktivitas fisik menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat. 2.) Meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan olahraga. 3) Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor.
Adapun sasaran yang hendak dituju dari aktivitas olahraga kesehatan tersebut dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
a. Primer atau langsung adalah mereka yang mempunyai masalah atau yang perlu diubah perilakunya yang meliputi;
1) Masyarakat umum yaitu kelompok usia balita, usia sekolah, remaja, usia produktif dan usia lanjut.
35 2) Masyarakat khusus seperti atlet, kelompok ibu hamil kelompok masyarakat yang beresiko penyakit tertentu seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hypertensi, asma, rematik.
b. Sekunder adalah mereka yang dapat mempengaruhi sasaran primer baik langsung maupun tidak langsung yang terdiri dari ; 1) Mitra kerja seperti lintas program, lintas sector, organisasi
profesi, dunia usaha.
2) Pelaku iptek kesehatan olahraga yang akan mempengaruhi peralatan dan metode
3) Tokoh masyarakat.
c. Tersier adalah mereka yang dapat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan program baik dalam hal kebijakan , fasilitas, dan dana .yang meliputi; Ketua dan anggota legislatif di pusat dan di daerah, Pemerintah provinsi, Kabupaten/kota dan Penyandang dana.
4. Faktor-faktorYang Mempengaruhi Kebugaran
Selain aktivitas fisik banyak faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani menurut versi Kemenkes RI(2012) yaitu antara lain ;
a. Umur
Mulai anak-anak akan meningkat terus sampai sampai mencapai puncaknya pada usia 25- 30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh sel tubuh.
kira-kira sebesar (0,8-1%) pertahun tapi bila kita rajin berolahraga penurunan ini dapat dikurangi sampai separohnya.
b. Jenis Kelamin
Sampai pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki dan wanita hampir sama, akan tetapi setelah pubertas anak laki-laki lebih tinggi kebugarannya dari wanita.
36
c. Keturunan
Keturunan berpengaruh terhadap kapasitas jantung, postur tubuh, obesitas, hemoglobin dan serabut otot. Budaya kerja fisik tiap orang juga dipengaruhi keturunan misalnya prajurid Gurka ( orang Nepal) itu sangat disegani karena keberaniannya waktu perang. Jadi jangan heran Inggris mempunyai tentara elit sewaan kesatuan tempur khusus Gurka yang terkenal, karakter prajurid Gurka diperolehnya secara turun temurun sampai sekarang.
d. Makanan
Untuk mendapatkan daya tahan yang tinggi diperlukan diet tinggi karbohidrat yaitu 60 -70 % , untuk mengisi cadangan glikogen yang ada di otot. Diet tinggi protein diperlukan untuk memperbesar otot.seperti atlet binaraga . Asupan gizi masyarakat kita juga berhubungan dengan kebudayaan dan kebiasaan yang telah diterima dari pendahulunya. Cara makan dan memasak masyarakat kita yang mengutamakan rasa enak, menyebabkan zat gizi yang terkandung di dalam apa yang dimasak menjadi kurang kalau tidak disebut hilang. Kita kadang kala masih mendengar ungkapan masyarakat tentang pernyataan yang berbunyi “ hidup untuk makan atau makan untuk hidup.
e. Rokok
Kadar CO yang terhisap akan mngurangi nilai VO2max. yang berpengaruh terhadap daya tahan, selain itu asap rokok mengandung zat yang merugikan kesehatan secara menyeluruh. Banyak penyakit yang timbul akibat merokok termasuk perokok pasif, namun sebagian masyarakat masih kurang peduli.
g. Narkoba dan Miras
Penyalahan gunaan obat dan minuman keras akan menganggu kesehatan secara menyeluruh dan sekaligus akan menurunkan
37 kemampuan tubuh dalam berbagai kegiatan fisik, sehingga dengan demikian kebugaran akan juga akan mengalami penuruan pula. Tidak sedikit korban berjatuhan tiap hari akibat narkoba dan minuman keras. Hampir tiap hari BNN menangkap mulai dari orang biasa, napi, selebritis, politikus, makin banyak yang dihukum mati, semakin banyak pula penggantinya.
5. Aktifitas Fisik dan Kebugaran Jasmani
Jika kita lihat dewasa ini masyarakat sudah mulai menyadari betapa pentingnya olahraga atau aktivitas fisik dalam menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuhnya, hal ini terlihat menjamurnya pertumbuhan klub-klub keburagan, olahraga, senam aerobic mulai di kota –kota basar sampai ke daerah. Tapi disayangkan kesadaran akan berolahraga itu tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya melakukan kegiatan olahraga tersebut sesuai dengan tujuan yang melakukan. Maksudnya pengetahuan tentang bagaimana menetukan intensitas latihan, durasi latihan dan frekuensi latihan yang mesti dilakukan.
Kemudian juga yang perlu diketahui yaitu tentang jenis/macam latihan olahraga yang akan dilakukan untuk olahraga aerobik yaitu; 1.
Senam aerobik, jalan kaki, renang, bersepeda, jogging. Sementara di luar yang disebut di atas itu olahraganya tergolong anaerobik. Tapi alangkah baiknya bagi orang yang berusia di atas 30 tahun dilakukan tes kebugaran untuk menentukan intensitas yang aman dan cocok dan lakukan pemeriksaan kesehatan.
6. Pemeriksaan Kebugaran Jasmani
Menjelang seseorang melakukan kegiatan olahraga sebaiknya dilakukan pemeriksaan /tes kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan, yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari yang bertujuan untuk mengukur; komposisi tubuh,
38
fleksibitas, kekuatan otot, daya tahan jantung paru dan daya tahan otot.
a. Tujuan pemeriksaan kebugaran jasmani
b. Atlet untuk evaluasi latihan fisik yang dilakukan.
c. Para pelajar yang ingin berprestasi maksimal.
d. Masyarakat umum termasuk lansia untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani saat itu.
e. Orang yang berpenyakit tertentu, misalnya hypertensi. DM, asma,
f. Para pekerja terutama untuk keperluan perekrutan mengetahui seberapa besar daya tahan tubuh seseorang .
g. Pasien-pasien obesitas yang ingin control dalam mengukur kadar lemak tubuhnya.
h. Orang-orang yang melakukan perjalanan jauh misalnya calon jemaah haji dan orang akan bekerja di luar negeri. Makanya jangan heran jika ada tes untuk magang ke Jepang dimana tingkat kebugaran merupakan pertimbangan yang dominan untuk meluluskannya.