Apakah subyek terlihat jujur dalam memberikan informasi ? ( ya/kurang/tidak). Bagaimana pendapat subyek tentang perilaku berjilbabnya ? ( baik/kurang/tidak). Apakah subyek merasa nyaman dengan perilaku berjilbabnya ? ( ya/kurang/tidak). Apakah jilbab memberikan dampak positif bagi subyek ? ( ya/kurang/tidak). Apakah ada perubahan sikap orang terhadap subyek setelah berjilbab? (
ada/kurang/tidak).
Apakah ada perubahan subyek dalam berjilbab setelah ada penilaian orang terhadap dirinya?
( ada/kurang/tidak ).
Suatu proses untuk mempermudah peneliti dalam membaca hasil penelitian. Data primer yang berupa wawancara akan ditranskrip terlebih dahulu selanjutnya
dilakukan interpretasi dan klasifikasi sesuai tema-tema yang telah ditentukan sebelumnya.
Sedangkan data sekunder yang berasal dari media baik cetak maupun elektronik akan dipilah dan diklasifikasikan sesuai fokus penelitian ini.
Lampiran 6
PETIKAN WAWANCARA 1 Subyek Penelitian : Yun Nariah Sudomo, S.Pd.
Hari/Tanggal : 1. Hari Selasa, 24 September 2013 2. Hari Kamis, 26 September 2013 Tempat : 1. Ruang guru SMA Budi Utomo Gedung 4
2. Ruang guru SMP Budi Utomo Gedung Utama
Peneliti Assalaamu’alaikum
Subyek Penelitian Wa’alaikum salaam, ada yang bisa saya bantu? Peneliti Begini Bu, saya mahasiswa program pascasarjana Unmuh
Malang, saya mau menanyakan kepada Ibu beberapa hal yang berkaitan dengan model dan makna jilbab bagi Ibu.
Subyek Penelitian Ya, silakan.
Peneliti Bisa sebutkan nama panjang Ibu? Usia berapa dan pekerjaan Ibu sebagai apa?
Subyek Penelitian Nama saya, Yun Nariah Sudomo, S.Pd. saya lahir di Malang, 15 April 1964, usia saya 49 tahun dan pekerjaan saya, sebagai guru sejak tahun 1984 sampai sekarang. Tahun 1984 sampai 1985 pernah mengajar di SMPN I Bandar Lampung, tahun 1985 sampai tahun 1987 mengajar di SMP Swasta di Bali, tahun 1987 sampai sekarang tahun 2013 mengajar di SMP Budi Utomo Gadingmangu Perak Jombang, tahun 1987 sukwan di SMPN 2 Cangkringrandu Perak, tahun 1987 sampai tahun 2008 mengajar di SMA Budi Utomo Gadingmangu Perak Jombang, tahun 2003 sampai tahun 2005 mengajar di SDN Gadingmangu 2, tahun 2003 sampai 2005 pernah mengajar Simpoa di sebelas SD se-Perak.
Peneliti Maaf Ibu, bisa Ibu jelaskan latar belakang keluarga Ibu dan putra Ibu ada berapa dan bisa disebutkan satu persatu?
Subyek Penelitian Bapak saya dulu Angkatan dan sekarang sudah pensiun. Bapak saya namanya Soedomo dan Ibu saya Bu Nariah, makanya nama saya sebagai anak sulung diberi nama gabungan dari nama Bapak dan Ibu. Anak saya banyak sekali, ada 8 orang,yang terdiri dari 3 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Yang pertama, namanya Bramantia Panca Sanjaya, lahir di Lampung, tanggal 9 Juli 1985, bekerja di BNI Pusat Malang, yang kedua, Zenie Noor Hidayanti, Sarjana Bahasa Inggris di Kanjuruhan, lahir di Jombang tanggal 16 Februari 1991 bekerja di SMA Budi Utomo sebagai karyawan, yang ketiga Niche Noor Indriyani Suyanto, lahir di Jombang tanggal 5 mei 1998 kuliah si STKIP Jombang jurusan Olah raga, yang keempat, Angga Kencana Ustadi Romadona, lahir di Jombang tanggal 24 Januari 1998 sekolah di SMA Budi Utomo kelas X, yang kelima, Azha Jaruka Istana Negara, lahir di Jombang,
xxx
tanggal 08 Nopember 1999 sekolah di SMP Budi Utomo kelas IX, yang keenam, Adhiel Amanata Choliqul Akmal, lahir di Jombang, tanggal 01 Mei 2001, sekolah di SMP Budi Utomo kelas 7, yang ketujuh, Al Jazaera Ahmad Al Qatar, lahir di Jombang, tanggal 19 April 2003, sekolah di SDN Gadingmangu 2 kelas IV, dan yang terakhir Aura Rochmatu Maria Putri Madania, lahir di Jombang tanggal 28 Agustus 2005, sekolah di SDN Gadingmangu 2 kelas 2.
Peneliti Bisa Ibu jelaskan bagaimana riwayat pendidikan Ibu?
Subyek penelitian Bisa, gak masalah... Saya sekolah SDnya di SDN Sarangan IV Malang, lulus tahun 1977, SMPN Prosernal Kotabumi
Lampung Utara, lulus tahun 1981, SMA Jalawiyata Kotabumi Lampung Utara lulus tahun 1984, D3 Jurusan Matematika di Universitas Bandar Lampung tahun lulus 1986, bersamaan dengan itu saya juga kuliah D2 Jurusan Bahasa Inggris PGSMTP di Bandar Lampung lulus tahun 1986, S1 jurusan Bahasa Inggris di Universitas Kanjuruan Malang lulus tahun 2008.
Peneliti Bagaimana lingkungan sosial Ibu tinggal, apakah mendukung Ibu menggunakan model jilbab seperti yang Ibu sukai? Subyek penelitian Gimana ya..? masyarakat Gadingmangu itu desa tapi
kehidupannya seperti di kota, heterogen sekali. Jadi ya biasa saja, mungkin ada juga yang gimana gitu kalau pas di lingkungan sekolah pesantren, tapi ya gimana lagi sudah terbiasa memakai jilbab yang simpel, jadi ya cuek saja. Peneliti Bagaimana pendapat Ibu tentang pemahaman tentang makna
jilbab berdasarkan syari’at?
Subyek penelitian Kalau menurut saya, wanita yang mengaku orang muslim wajib menutup aurot atau berjilbab.
Peneliti Bagaimana menurut pemahaman Ibu tentang makna jilbab bagi keindahan?
Subyek penelitian Menurut saya, wanita berjilbab itu tambah cantik lho? Apalagi ditunjang model jilbab yang bervariasi membuat wanita
tambah cantik, apalagi kalau dasarnya sudah cantik. Makanya untuk tujuan memperindah atau mempercantik diri, sekarang banyak wanita yang suka membeli dan memakai jilbab. Gak perlu biaya banyak untuk berdandan, cukup memakai jilbab simpel sudah beres, apalagi untuk wanita sibuk seperti saya. Dan aku merasa lebih percaya diri kalau keluar rumah pakai jilbab mbak daripada dulu sebelum aku berjilbab. Teman-temanku pada pangling mbak, lihat perubahan penampilanku. Katanya aku awet muda dan tambah cantik (sambil tersenyum). Setelah sampai di rumah, aku ngaca mbak, ingin membuktikan apa bener kata temenku, aku tambah cantik dan awet muda Peneliti Apakah menurut Ibu, perilaku wanita yang berjilbab di desa
Subyek penelitian Ada yang sesuai ada yang tidak, kalau menurut saya relatif kok mbak. Sebab tingkat kefahaman agama setiap orang tidak sama. Kadang ada yang berjilbab panjang tapi perilakunya gak pas, ada juga yang berjilbab pendek, perilakunya lurus-lurus aja, gak aneh-aneh
Peneliti Kalau boleh tau, motivasi Ibu berjilbab itu apa? Sejak kapan memakai jilbab? Dan bagaimana perilaku Berjilbab masyarakat desa Gadingmangu sesuai dengan pemahamannya masing-masing?
Subyek penelitian Motivasiku memakai jilbab karena jelas mengikuti syariat agama islam yang mengharuskan wanita muslimah menutup aurotnya, bisa mengendalikan hawa nafsu dan terjaga dari godaan. Aku memakai model yang kecil sejak aku mengajar di negeri yang mayoritas temen-temenku memakai kecil, simple. Temen-temenku banyak yang dimasukkan, tetapi aku gak ikut-ikutan, itu karena lebih praktis dan simple saja, juga untuk menghindari godaan laki-laki sekaligus untuk tampil lebih rapi. Tapi kalau untuk acara resepsi atau acara lain-lain, model jilbabnya menyesuaikan. Saya memakai jilbab sejak tahun 1987. Aku awalnya pakai jilbab diajak temen juga saudara-saudaraku, mbak. Katanya mbak Yun, pakai jilbab itu wajib bagi wanita yang sudah baligh, mbak. Dosa mbak
memperlihatkan aurot pada laki-laki yang bukan mahromnya. Awalnya berat mbak pakai jilbab, tapi setelah dipikir-pikir akhirnya aku mau juga dan setelah ngajar, kebiasaanku yang tomboy berubah sedikit demi sedikit jadi sedikit feminism (sambil tersenyum). dulu selagi masih remaja aku suka pakai celana pendek, santai dan nyaman. Kalau kuliah pake celana panjang, tapi begitu aku sudah mulai memutuskan untuk berjilbab, aku agak sedikit malu dan agak terpaksa, kenapa harus makai rok ya? Tapi aku coba pake rok, awalnya ribet mbak, tapi lama-lama biasa. Kata temen, eh, kamu tambah anggun lo pake rok ?. tapi begitu aku ketrima sebagai guru negeri, ngliat temen-temen pada pake celana panjang, aku disaranin temen-temen untuk pake celana panjang, ya aku terima aja saran mereka. Aku sempet bingung mbak, kalau pas lagi ngajar di swasta. Gimana ya, temen-temenku di swasta pada pake rok, masaka aku harus pake celana. Awalnya sempet gak enak gitu. Habis ngajar di negri aku pulang ganti rok, lama-lama aku ribet. Akhirnya kuputuskan pake celana aja, masa bodo orang bilang apa! Lama-lama aku terbiasa pake celana panjang, diolokin mereka aku cuek aja mbak.. Bagaimana ya...mungkin iya mbak, semakin dia sering
mengikuti pengajian, apabila diresapi ilmunya, maka dia akan makin paham dan ada juga sebaliknya, yang terbawa arus model jilbab juga banyak dan kadang tidak sesuai dengan
xxx
syari’at. Karena menarik dan enak dipake, ya dipake aja. Peneliti Model jilbab yang Ibu sukai yang seperti apa?
Subyek penelitian Aku awalnya memakai jilbab konvensional yang segiempat, tapi begitu aku ngajar di SMP Negeri, temen-temenku pada pakai jilbab simple, akhirnya aku juga ikut-ikutan pakai simple dan praktis, habis mau gimana lagi, aku akhirnya nyaman pake yang simpel dan kurang nyaman untuk memakai jilbab
segiempat, ribet. Yang penting kan sudah menutup aurat. Tapi kalau untuk acara-acara tertentu saya juga memakai
segiempat. Yang paling saya suka model yang sangat praktis, jilbab ciput atau segitiga diiket di dada ditambah bros kecil atau peniti hias pas diiketannya
Peneliti Maaf Ibu, apa yang ibu rasakan, setelah ibu memutuskan untuk merubah penampilan atau cara berpakaian serta model jilbab ibu? Apa yang mendorong ibu untuk merubah penampilan? Subyek penelitian Jujur mbak, sebenarnya aku gak enak dengan lingkunganku
yang mayoritas pake model konvensional, panjang,
tapi…bagaimana ya mbak, tuntutan atau untuk penyesuaian di lingkungan kerja. Sebenarnya perasaan menyesal pasti ada mbak, tapi gimana lagi sudah terlanjur, gak mungkin kan tiba-tiba aku sekolah pake jilbab yang besar, jadi ya tetep dilanjutin aja. Mbak tau sendiri, kan? Aku orangnya kayak apa, rame, suka bergaul dengan siapa aja. Umumnya orang-orang pake jilbab instan, kalau aku gak ikut mereka, aku takut mereka gak mau bergaul denganku. Jadinya sulit kan kalau bersosialisasi dengan mereka karena canggung sebab jilbabku. Aku gak mau itu terjadi, yaudah, akhirnya aku ngikut apa yang mereka pakai. Yang penting aku kan tetep pakai jilbab?”. Dan aku gak bebas mbak dengan pakaian rok, ruang gerakku seperti
terbatas. Apalagi teman-temanku suka nyindir,
Assalamu’alaikum, bu hajjah…huuh,, Jengkel, aku?!
Akhirnya aku merubah penampilanku baik pakaian maupun model jilbabku, gak langsung mbak, tapi pelan-pelan. Kadang pakai rok, kadang pake celana, demikian pula model jilbabku, yang awalnya panjang, segi empatnya saya modifikasi agak kecil, lama-lama terbiasa. Melihat perubahanku, temen-temenku, suamiku bahkan anak-anakku pada protes, kenapa mama berubah, sih? Tapi aku cuekin aja, yang penting, aku nyaman
Peneliti Apakah sama, model jilbab yang Ibu pakai pada saat mengajar atau untuk keperluan yang lain?
Subyek penelitian Jelas tidak sama. Ke sekolah, pesta, belanja, pengajian,
rekreasi maupun santai jelas berbeda jilbabnya, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Peneliti Terima kasih Bu informasinya Subyek penelitian Sama-sama.
Lampiran 3
PETIKAN WAWANCARA 2 Subyek Penelitian : Hj. Lilik Zumiati
Hari/Tanggal : 1. Hari Senin, 30 September 2013 2. Hari Selasa, 01 Oktober 2013 Tempat : 1. Depan toko busana Lilik
2. Depan toko busana Lilik
Peneliti Assalaamu’alaikum
Subyek Penelitian Wa’alaikum salaam, ada apa ya? Peneliti Begini Bu, saya mahasiswa program pascasarjana Unmuh
Malang, saya mau menanyakan kepada Ibu beberapa hal yang berkaitan dengan jilbab dan makna jilbab bagi Ibu.
Subyek Penelitian Oo, gitu. Ayo, di depan saja, biar enak ngobrolnya. Peneliti Maaf bu, bisa sebutkan nama panjang Ibu? Usia berapa dan
pekerjaan Ibu sebagai apa?
Subyek Penelitian Lilik Zumiati, usia 47 tahun. Saya di rumah saja bu, gunting-gunting kain yang penting bisa menghasilkan (sambil
tersenyum). Ini hasil gunting-gunting, Alhamdulillah bisa membantu keluarga lain kerja di toko saya, ada yang bagian motong ada 2 karyawan, yang menjait banyak mbak, dan modelnya saya yang nentukan.
Peneliti Maaf Ibu, bisa Ibu jelaskan latar belakang keluarga Ibu dan putra Ibu ada berapa dan bisa disebutkan satu persatu? Subyek Penelitian Bapak saya Pak Sunaryo dan Ibu Sumiasih. Suami saya H.
Abdurrohman. Anak ada 5, yang pertama Veri virdiyanto sudah kerja, kedua, David Sudarmanto, itu di depan buka aneka jus dan warung makan, ketiga, Oong Satrio Budi Utomo, buka konter HP di Jombang, yang keempat, Aan Dofi Sutisna jadi polisi tugas di Surabaya dan yang bungsu perempuan Bilqis Dinar Oktalirakarin masih sekolah di SDN Gadingmangu 1 Perak.
xxx
Subyek penelitian Saya Cuma tamatan SMP kok mbak. SD dan SMP di Lamongan Peneliti Bagaimana lingkungan sosial Ibu tinggal, apakah mendukung
Ibu menggunakan model jilbab seperti yang Ibu sukai?
Subyek penelitian Waah .. mendukung sekali bu. Di Gading ni orangnya macam-macam bu dan tidak suka usil, demokratis banget. Apalagi saya adalah seseorang yang mudah sekali menyesuaikan diri.
Mengingat kehidupan saya di antara warga gadingmangu sangat penting, saya harus menyesuaikan diri mengenakan jilbab yang sesuai, dengan tidak meninggalkan jati diri saya dan apa yang membuat saya nyaman untuk dikenakan. Begitu pula saat saya sedang acara di luar, saya akan menyesuaikan dengan apa yang menurut saya pantas dikenakan, termasuk ya dengan memakai jilbab gaul.
Peneliti Bagaimana pendapat Ibu tentang pemahaman tentang makna
jilbab berdasarkan syari’at?
Subyek penelitian Jilbab itu sudah jadi kebutuhan untuk saya, selain untuk kebutuhan bergaya juga untuk kebutuhan bisnis. Disamping itu kan saya seorang muslim, tentunya saya juga harus menjaga aurat. Wanita seperti saya yang sering keluar untuk kulakan sendirian dengan berjilbab lebih terjaga dari godaan. Saya berjilbab lebih percaya diri”.
Peneliti Bagaimana menurut pemahaman Ibu tentang makna jilbab bagi keindahan?
Subyek penelitian Tambah cantik dan anggun jika wanita pake jilbab. Aku suka berdandan. Aku sering make jilbab sesukaku. Dan kalo aku lihat wanita cantik jilbabnya jadi inspirasi untuk membuat kreasi baru. Aku seneng bu ngeliati orang pake jilbab hasil kreasiku tambah cantik.
Peneliti Apakah menurut Ibu, perilaku wanita yang berjilbab di desa
Gadingmangu sudah sesuai dengan syari’at agama Islam?
Subyek penelitian Saya pikir, gak selalu ya, orang yang pake jilbab konvensional panjang terus perilakunya mencerminkan apa yang dipakainya. Itu karena situasi lingkungan yang membentuknya. Kalau lingkungannya pake panjang, ya ikut panjang, jadi ya kadang-kadang hanya ikut-ikutan gak memahami makna memakai jilbab yang sesungguhnya. Tapi kalau yang konsisten memakainya dan ada juga yang benar-benar hanya untuk ibadah, untuk menjaga kesucian dan kehormatan, saya juga percaya, ada juga di desa Gadingmangu ini
Peneliti Kalau boleh tau, motivasi Ibu berjilbab itu apa? Sejak kapan memakai jilbab? Dan bagaimana perilaku Berjilbab masyarakat desa Gadingmangu sesuai dengan pemahamannya masing-masing?
Subyek penelitian menutup aurot, untuk menjaga diri dari godaan.dan untuk kelancaran bisnis saya. Orang sering lo bu dengan lihat jilbab yang saya pake akhirnya tertarik untuk membeli. Saya
memakai jilbab sejak remaja, saya lupa tahun berapa. Orang tuaku itu demokratis mbak, aku belajar banyak dari mereka dan mereka selalu mendukung keputusan yang diambil oleh anak-anaknya. Begitu juga dengan keputusanku untuk memakai jilbab, walaupun memakai jilbabnya hanya pada saat tertentu saja, mereka tetap mendukung. awalnya memang agak risih sih, kepanasan. Tapi lama-lama saya malah menemukan sendiri gimana model pakaian yang cocok dan nyaman dipaki untuk saya sendiri dan orang lain Makanya ya saya memutuskan untuk berjilbab secara kontinyu saat saya benar-benar siap, seperti sekarang. Ada yang sudah, ada yang belum. Kefahaman orang kan tidak sama, mbak.
Peneliti Model jilbab yang Ibu sukai yang seperti apa?
Subyek penelitian aku suka model jilbab segiempat paris, lembut, enak dipake, kadang juga pashmina. Kadang kalau ada acara di luar dengan teman-teman bisnis saya juga pake pakaian dan model jilbab gaul yang diberi kerutan atau bros, warna disesuaikan dengan pakaian. Untuk kenyamanan aja, mbak, supaya gampang dan lancar aja segala urusan. Tetapi kalau di rumah, aku selalu pakai jilbab
Peneliti Apakah sama, model jilbab yang Ibu pakai pada saat mengajar atau untuk keperluan yang lain?
Subyek penelitian Gak sama, kalau ke pengajian aku pakai konvensional jenis panjang langsung pakai, untuk bisnis saya kadang pake paris warna kadang polos, ganti-ganti, yang jelas segiempat, ke resepsi ya kadang-kadang pake turban, kadang di modifikasi dan untuk keseharian pake konvensional jenis langsung pake. Peneliti Terima kasih Bu
Subyek penelitian Sama-sama.
Lampiran 4
PETIKAN WAWANCARA 3 Subyek Penelitian : Indarwati
Hari/Tanggal :1. Hari Selasa, 24 September 2013 2. Hari Kamis, 26 September 2013
1. Tempat : 1. Depan Minimarket Qovind milik Bu Indarwati 2. Di rumah Bu Indarwati ruang tengah
Peneliti Assalaamu’alaikum
Subyek Penelitian Wa’alaikum salaam, mencari saya? Peneliti Ya, mbak , saya mahasiswa program pascasarjana Unmuh
Malang, saya mau menanyakan kepada mbak In beberapa hal yang berkaitan dengan jilbab dan makna jilbab bagi mbak In. Subyek Penelitian Nggeh, terus saya harus bagaimana nih!.
xxx
pekerjaan mbak sebagai apa?
Subyek Penelitian Nama saya Indarwati. Usia 27 tahun. Saya buka minimarket ini sudah setahun yang lalu. Karyawan saya ada 6 orang, jadi operasional mereka yang mengerjakan sedangkan keuangan saya yang mengelola. Semuanya bekerja sesuai dengan dapukannya. Saya sendirian bu berjuang buka minimarket ini, tap Alhamdulillah gak ada hambatan. Mungkin karena saya orangnya cerewet dan gak bisa diam, jadi hampir semua warga desa saya itu mengenal saya bu dan mereka byak menolong saya. Teman saya banyak, dari teman-teman, saya dapat pengalaman banyak. Yang awalnya saya gak ngerti apa-apa, berkat dukungan suami dan teman-teman. Saya juga ngajar di pondok pesantren putri.
Peneliti Maaf mbak, bisa mbak In jelaskan latar belakang keluarga mbak In dan putra mbak In berapa?
Subyek Penelitian Bapak saya Pak Hirto Admaja sudah almarhum dan Bu Ngatinem. Suami saya H. Khoyun Fatah, kerja di Arab Saudi sebagai cheff. Saya anak bungsu dari empat bersaudara. Saya menikah sudah hamper 5 tahun tapi belum dikarunia anak. Peneliti Bisa mbak jelaskan bagaimana riwayat pendidikan mbak In? Subyek penelitian Saya SD di Klaten dan Tsanawiyah di Klaten juga. Setelah itu
saya mondok sampai usia 17 tahun
Peneliti Bagaimana lingkungan sosial mbak In tinggal, apakah mendukung mbak menggunakan model jilbab seperti yang mbak sukai?
Subyek penelitian La ini, enaknya di Gading, mayoritas wanitanya memakai jilbab, jadi gak ada masalah dan sudah biasa orang pake model jilbab seperti apapun. Apalagi model jilbab konvensional yang seperti saya pakai ini, sudah umum banget, apalagi saya guru pondok, jadi ya harus jadi contohlah, bagi masyarakat. Peneliti Bagaimana pendapat mbak tentang pemahaman tentang makna
jilbab berdasarkan syari’at?
Subyek penelitian Jilbab adalah pakaian wajib bagi muslimah, jadi saya dengan senang hati memakainya terus menerus. saya seneng dan bahagia bu telah bisa menjalankan syariat agama dengan benar terutama dalam berpakaian. Apalagi saya seorang guru ngaji harus bisa jadi contoh dan suri tauladan bagi murid-murid saya.
Peneliti Bagaimana menurut pemahaman Ibu tentang makna jilbab bagi keindahan?
Subyek penelitian Berjilbab menjadikan seorang wanita tambah cantik, anggun dan terhormat, disamping untuk menjaga diri dari fitnah. Peneliti Apakah menurut mbak, perilaku wanita yang berjilbab di desa
Gadingmangu sudah sesuai dengan syari’at agama Islam? Subyek penelitian Relatif sih bu! Yang jelas yang sudah dengan yang belum
model jilbab yang dijual di toko-toko dan dipasaran banyak yang kurang memenuhi syarat sehingga sedikit banyak mempengaruhi tingkat kefahaman seseorang dengan model berjilbabnya.
Peneliti Kalau boleh tau, motivasi mbak berjilbab itu apa? Sejak kapan memakai jilbab? Dan bagaimana perilaku Berjilbab masyarakat desa Gadingmangu sesuai dengan pemahamannya masing-masing?
Subyek penelitian Dulu waktu SMP, sikap saya masih tomboy, makanya kakak saya menyarankan untuk berkerudung agar tomboynya bisa berkurang. Lalu setelah saya mondok, saya merasa nyaman sendiri untuk memakai jilbab yang konvensional tapi sesuai syariat. Tapi yang utama, karena mentaati perintah Alloh, dimana wanita muslimah wajib menutup aurotnya. saya pake jilbab sejak masuk SMP, tapi hanya saat sekolah saja. saya orangnya ngga bisa cuek kalo masalah kerudung,mungkin karena kebiasaan orang-orang di sekitar saya seperti itu juga ya. Makanya saya jadi ikut-ikut dan terbiasa seperti itu. Peneliti Model jilbab yang mbak In sukai yang seperti apa?