Penskoran untuk keterampilan gerak push up Sikap awal
Skor baik jika:
sikap tidur terlungkup,
kedua kaki rapat lurus ke belakang, ujung kaki bertumpu pada lantai.
kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dan kedua siku ditekuk
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. Sikap pelaksanaan
Skor baik jika:
angkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, badan dan kaki merupakan garis lurus.
kemudian badan diturunkan kembali dengan jalan membengkokkan kedua siku,
badan dan kedua kaki tetap lurus dan tidak menyentuh lantai. Skor Sedang jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
69 Sikap akhir
Skor baik jika:
sikap tidur terlungkup,
kedua kaki rapat lurus ke belakang, ujung kaki bertumpu pada lantai.
kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dan kedua siku ditekuk
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. Pengolahan skor
Skor maksimum: 9
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/9 X 100
Nilai = x100... Maksimal Skor Didik Peser ta Per olehan Skor
Penskoran untuk keterampilan gerak sit up Sikap awal
Skor Baik jika:
sikap baring terlentang
kedua lutut ditekuk dan dirapatkan
kedua tangan menopang leher bagian belakang
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Sikap pelaksanaan Skor Baik jika:
angkat badan ke atas sampai mencium lutut
kemudian turunkan lagi badan sampai posisi berbaring kedua tangan tetap memegang leher
pandangan mata tetap ke atas
Skor Sedang jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Sikap akhir Skor Baik jika:
posisi badan tidur terlentang dan tetap rileks
kedua tangan tetap memegang leher bagian belakang kedua tungkai diluruskan dan dibuka selebar bahu
70
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Pengolahan skor Skor maksimum: 9
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/9 X 100
Nilai = x100... Maksimal Skor Didik Peser ta Per olehan Skor
Penskoran untuk keterampilan gerak back up Sikap awal
Skor Baik jika:
posisi badan tidur terlungkup kedua kaki rapat dan
kedua tangan berpegangan di belakang kepala
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Sikap pelaksanaan Skor Baik jika:
angkat badan dengan dada tidak menyentuh ke lantai posisi kaki tetap masih menyentuh pada lantai (agar kedua kaki tidak bergerak pergelangan kaki bisa dipegang oleh teman)
pandangan ke arah depan atas
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Sikap akhir Skor Baik jika:
posisi badan tidur terlungkup kedua kaki rapat dan
kedua tangan berpegangan di belakang kepala
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
71
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Pengolahan skor Skor maksimum: 9
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/9 X 100
Nilai = x100... Maksimal Skor Didik Peser ta Per olehan Skor
Penskoran untuk keterampilan gerak naik turun bangku Sikap awal
Skor Baik jika:
Berdiri menghadap ke arah bangku yang akan digunakan untuk turun-naik.
Kedua lengan rileks disamping badan Pandangan ke arah depan
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Sikap pelaksanaan Skor Baik jika:
setelah ada aba-aba peluit, naiklah ke atas bangku kemudian turun kembali.
pada waktu melakukan turun-naik, salah satu kaki harus menempel di atas bangku atau di lantai.
tidak boleh melakukan gerakan melompat ke atas atau ke bawah.
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Sikap akhir Skor Baik jika:
Berdiri menghadap ke arah bangku yang akan digunakan untuk turun-naik.
Kedua lengan rileks disamping badan Pandangan ke arah depan
Skor Sedang jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
72
Skor Kurang jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Pengolahan skor Skor maksimum: 9
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/9 X 100
Nilai = x100... Maksimal Skor Didik Peser ta Per olehan Skor
Nilai keterampilan proses dari ke 4 item ditentukan rata-ratanya, dengan cara: Nilai = ... 4 ) ( ) ( ) ( ) ( b c d a
Penilaian praktik (penilaian hasil)
Lembar pengamatan penilaian hasil keterampilan gerak latihan kekuatan dan daya tahan otot untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
1) Penilaian hasil keterampilan gerak push up a) Tahap pelaksanaan pengukuran
Penilaian hasil keterampilan gerak push up dilakukan peserta didik selama 60 detik dengan cara:
(1) Mula-mula peserta didik tidur terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang, ujung kaki bertumpu pada lantai, kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dan kedua siku ditekuk
(2) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta
didik mulai melakukan latihan push up yang dilakukan selama 60 detik.
(3) Petugas menghitung ulangan yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
b) Konversi jumlah ulangan dengan skor
Jumlah ulangan yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor
Skor Putra Kategori Skor Putri Nilai
≥ 19 kali Sangat baik ≥ 41 kali 100
14 – 18 kali Baik 22 – 40 kali 90
9 – 13 kali Sedang 10 – 21 kali 80
5 – 8 kali Kurang 3 – 9 kali 70
< 5 kali Sangat kurang < 3 kali 60 2) Penilaian hasil keterampilan gerak sit up
73
Penilaian hasil keterampilan gerak sit up dilakukan peserta didik selama 60 detik dengan cara:
(1) Mula-mula peserta didik baring terlentang, kedua lutut ditekuk dan dirapatkan (pergelangan kaki boleh dipegangi temannya), kedua tangan menopang leher bagian belakang
(2) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta
didik mulai melakukan latihan sit up yang dilakukan selama 60 detik.
(3) Petugas menghitung ulangan yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
b) Konversi jumlah ulangan dengan skor
Jumlah ulangan yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor
Skor Putra Kategori Skor Putri Nilai
≥ 41 kali Sangat baik ≥ 28 kali 100
30 – 40 kali Baik 20 – 28 kali 90 21 – 29 kali Sedang 10 – 19 kali 80 10 – 20 kali Kurang 3 – 9 kali 70 < 10 kali Sangat kurang < 3 kali 60 3) Penilaian hasil keterampilan gerak back up
a) Tahap pelaksanaan pengukuran
Penilaian hasil keterampilan gerak back up dilakukan peserta didik selama 60 detik dengan cara:
(1) Mula-mula peserta didik baring terlungkup, kedua kaki rapat (pergelangan kaki boleh dipegangi temannya) dan kedua tangan berpegangan di belakang kepala
(2) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta
didik mulai melakukan latihan back up yang dilakukan selama 60 detik.
(3) Petugas menghitung ulangan yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
b) Konversi jumlah ulangan dengan skor
Jumlah ulangan yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor
Skor Putra Kategori Skor Putri Nilai
≥ 66 kali Sangat baik ≥ 41 kali 100
53 – 65 kali Baik 31 – 40 kali 90 34 – 52 kali Sedang 21 – 30 kali 80 25 – 33 kali Kurang 13 – 20 kali 70 < 24 kali Sangat kurang < 12 kali 60 4) Penilaian hasil keterampilan gerak naik turun bangku
74
Penilaian hasil keterampilan gerak naik turun bangku dilakukan peserta didik selama 60 detik dengan cara:
(1) Mula-mula peserta didik baring terlungkup, kedua kaki rapat (pergelangan kaki boleh dipegangi temannya) dan kedua tangan berpegangan di belakang kepala
(2) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta
didik mulai melakukan latihan back up yang dilakukan selama 60 detik.
(3) Petugas menghitung ulangan yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
b) Konversi jumlah ulangan dengan skor
Jumlah ulangan yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor
Skor Putra Kategori Skor Putri Nilai
≥ 66 kali Sangat baik ≥ 41 kali 100
53 – 65 kali Baik 31 – 40 kali 90 34 – 52 kali Sedang 21 – 30 kali 80 25 – 33 kali Kurang 13 – 20 kali 70 < 24 kali Sangat kurang < 12 kali 60 Catatan:
Nilai keterampilan hasil dari ke 4 item ditentukan rata-ratanya, dengan cara: Nilai = ... 4 ) 4 ) 3 ) 2 ) 1
Untuk memperoleh skor akhir, perlu diberikan pembobotan sesuai dengan tujuan akhir dari pembelajaran (contoh 70% untuk skor keterampilan proses keterampilan gerak, dan 30% untuk skor keterampilan hasil gerak), maka skor akhir keterampilan gerak adalah :
Skor penilaian proses X 70% = ... + Skor hasil gerak X 30% = ...
b) Perencanaan Penilaian Produk
(1) Langkah-langkah merencanakan penilaian produk
Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai dengan penilaian produk dalam hal ini adalah KD dari KI-4
Menyusun indikator proses dan hasil belajar sesuai kompetensi
Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indicator pada produk yang dihasilkan
Merencanakan apakah tugas produk yang dihasilkan bersifat individu atau kelompok
Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok
75
Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi peserta didik
(2) Penyusunan kisi-kisi
Contoh Kisi-Kisi Penilaian Produk Nama Sekolah : …
Kelas/Semester : VII/Semester I Tahun pelajaran : …
Mata Pelajaran : PJOK
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik
Penilaian 1 4.7 Mempraktikkan
prosedur variasi dan kombinasi gerak berbentuk
rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama Variasi dan kombinasi gerak dalam aktivitas gerak berirama Siswa mampu menyusun rangkaian gerak langkah dan ayunan lengan dalam aktivitas gerak berirama. ... Produk Produk:
Buatlah rangkaian gerak berirama dengan cara memvariasikan dan mengkombinasikan gerak langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) musik.
1. Susunlah rancangan rangkaian gerak yang berisi gerak langkah dan ayunan lengan dengan memperhatikan keluwesan dan keharmonisan.
2. Rekamlah rangkaian gerak tersebut dan dikumpulkan dalam bentuk video (3) Penyusunan Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penilaian produk harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu.
Kriteria Tugas
- Mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar; - Dapat dikerjakan oleh peserta didik;
- Dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri;
76
- Memuat materi yang sesuai dengan cakupan kurikulum;
- Bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi); - Mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.
Kriteria Lembar Penilaian Produk
- Kemampuan pengelolaan, yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih tema, mencari informasi dan menyelesaikan produk
- Relevansi, yaitu kesesuaian dengan mata pelajaran dan tema, dengan mempertimbangkan aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dalam pembelajaran
- Keaslian, yaitu produk yang dihasilkan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi pendidik berupa petunjuk dan dukungan terhadap penyelesaian produk yang dihasilkan peserta didik
- Kelengkapan dan ketepatan aspek yang dinilai dalam produk, yaitu kesesuaian tema, kreasi dan inovasi, kualitas produk, dan tampilan Kriteria Rubrik
- Dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid); - Sesuai dengan indikator;
- Memiliki indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diamati;
- Memiliki indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diukur;
- Dapat memetakan kemampuan peserta didik; dan
- Rubrik menilai aspek-aspek penting pada produk yang dihasilkan. Contoh rubrik penilaian produk
Aspek Penilaian Skor Bobot Nilai (Skor x
Bobot)
1 2 3 4 5
Kesesuaian Tema 10%
Kreasi dan Inovasi 40%
Kualitas Produk 30% Penyajian 10% Pengemasan 10% Jumlah 100% Kriteria penskoran 1 = tidak sesuai (0%) 2 = kurang sesuai (1-25%) 3 = cukup sesuai (26-50%) 4 = sesuai ( 51-75%) 5 = sangat sesuai (76 – 100%)
77 c) Perencanaan Penilaian Projek
(1) Langkah-langkah merencanakan penilaian praktik
Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui projek
Penilaian projek mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan projek
Menyusun indikator proses dan hasil belajar sesuai kompetensi
Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjakan projek
Merencanakan apakah tugas bersifat individu atau kelompok
Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok
Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian
(2) Penyusunan Kisi-kisi Penilaian Projek
Contoh Kisi-Kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : …
Kelas/Semester : VII/Semester I Tahun pelajaran : …
Mata Pelajaran : PJOK
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik
Penilaian 1 4.7 Mempraktikkan
prosedur variasi dan kombinasi gerak berbentuk rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama Variasi dan kombinasi gerak dalam aktivitas gerak berirama Siswa mampu menyusun rangkaian gerak langkah dan ayunan lengan dalam aktivitas gerak berirama. ... Proyek
(3) Penyusunan instrumen proyek Contoh soal projek:
Buatlah rangkaian gerak berirama dengan cara memvariasikan dan mengkombinasikan gerak langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) baik dengan musik atau tanpa musik.
78
2. Susunlah rancangan rangkaian gerak yang berisi gerak langkah dan ayunan lengan dengan memperhatikan keluwesan dan keharmonisan.
3. Cobalah lakukan rangkaian gerak tersebut secara berulang
4. Mintalah pendapat dari temanmu, kemudian lakukan perbaikan sesuai dengan umpan balik dari temanmu
(4) Rubrik penskoran proyek
Contoh Rubrik Penskoran Proyek
No Aspek yang Dinilai Skor
0 1 2 3 4 1 Kemampuan memilih gerak langkah dan ayunan
lengan yang akan divariasi dan dikombinasikan 2 Kemampuan merancang rangkaian gerak langkah
dan ayunan lengan
3 Kemampuan mempresentasikan hasil rancangan gerak langkah dan ayunan lengan
4 Kemampuan melakukan/memperagakan rangkaian gerak langkah dan ayunan lengan
5 Kualitas rangkaian gerak langkah dan ayunan lengan (keindahan/keluwesan) Jumlah 100 20 perolehan kor NilaiS d) Penilaian Portofolio
Portofolio untuk penilaian keterampilan merupakan kumpulan sampel karya terbaik dari KD pada KI-4. Portofolio setiap siswa disimpan dalam suatu folder (map) dan diberi tanggal pengumpulan oleh guru. Portofolio dapat disimpan dalam bentuk cetakan dan/atau elektronik. Pada akhir suatu semester kumpulan sampel karya tersebut digunakan sebagai sebagian bahan untuk mendeskripsikan pencapaian keterampilan secara deskriptif. Portofolio keterampilan tidak diskor lagi dengan angka.
Berikut adalah contoh ketentuan dalam penilaian keterampilan dengan portofolio:
1) Karya asli siswa;
2) Karya yang dimasukkan dalam portofolio disepakati oleh siswa dan guru;
3) Guru menjaga kerahasiaan portofolio;
4) Guru dan siswa mempunyai rasa memiliki terhadap dokumen portofolio;
5) Karya yang dikumpulkan sesuai dengan KD. Setiap pembelajaran KD dari KI-4 berakhir, karya terbaik dari KD tersebut (bila ada) dimasukkan ke dalam portofolio.
79 6. Pelaksanaan Penilaian
Pelaksanaan penilaian adalah eksekusi dari perencanaan penilaian yang telah dilakukan. Adapun teknis pelaksanaan penilaian praktik, produk, dan projek meliputi:
a) pemberian tugas secara rinci;
b) penjelasan aspek dan rubrik penilaian;
c) pelaksanaan penilaian sebelum, selama, dan setelah peserta didik melakukan pembelajaran; dan
d) pendokumentasian hasil penilain.
Pada penilaian portofolio, penilaian dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan mendeskripsikan capaian keterampilan dalam satu semester. Beberapa langkah dalam melaksanakan penilaian portofolio:
a) mendokumentasikan sampel karya terbaik dari setiap KD pada KI-4 baik hasil dari kerja individu maupun kelompok (hasil kerja kelompok dapat dikopi/diduplikasi/difoto untuk masing-masing anggota kelompok);
b) mendeskripsikan capaian keterampilan peserta didik berdasarkan portofolio secara keseluruhan;
c) memberikan umpan balik kepada peserta didik untuk peningkatan capaian kompetensi.
Catatan: Deskripsi capaian keterampilan pada rapor pada dasarnya dirumuskan berdasarkan portofolio. Namun demikian, apabila KD tertentu tidak memiliki sampel karya dalam portofolio karena teknik penilaian yang dipakai hanya menghasilkan nilai dalam bentuk angka, nilai angka KD tersebut dicatat dalam portofolio. Nilai (angka) tersebut digunakan sebagai data dalam mendeskripsikan capaian keterampilan pada akhir semester pada KD tersebut.
7. Pemanfaatan dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian a. Remedial
Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KBM/KKM, sementara pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui KBM/KKM. Pembelajaran remedial dapat dilakukan dengan cara:
1) pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, menyesuaikan dengan gaya belajar peserta didik;
2) pemberian bimbingan secara perorangan;
3) pemberian instrumen-instrumen atau latihan secara khusus, dimulai dengan instrumen-instrumen atau latihan sesuai dengan kemampuannya;
80
4) pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KBM/KKM.
Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PH, PTS, atau PAS. Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KBM/KKM dengan waktu hingga batas akhir semester. Apabila hingga akhir semester pembelajaran remedial belum bisa membantu peserta didik mencapai KBM/KKM, pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut dapat dihentikan. Nilai KD yang dimasukkan ke dalam pengolahan penilaian akhir semester adalah penilaian setinggi-tingginya sama dengan KBM/KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran tersebut. Apabila belum/tidak mencapai KBM/KKM, nilai yang dimasukkan adalah nilai tertinggi yang dicapai setelah mengikuti pembelajaran remedial. Pendidik tidak dianjurkan untuk memaksakan untuk memberi nilai tuntas kepada peserta didik yang belum mencapai KBM/KKM.
b. Pengayaan
Pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:
1) Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik diberi instrumen pengayaan untuk dikerjakan bersama pada dan/atau di luar jam pelajaran; 2) Belajar mandiri, yaitu peserta didik diberi instrumen pengayaan untuk
dikerjakan sendiri/individual;
3) Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan beberapa konten pada tema tertentu sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PH. Mereka yang telah mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PTS dan PAS umumnya tidak diberi pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulang-kali sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian.
C. Tahapan dan Kegiatan Sesi Bimbingan teknis
Sesi terdiri atas 3 (tiga) tahapan yaitu Pendahuluan, Inti, dan Penutup. 1. Pendahuluan (5 menit)
Instruktur memberi salam, menyampaikan tujuan sesi, cakupan materi, dan aktivitas bimbingan teknis, produk yang diharapkan, dan teknik penilaian.
2. Inti (150 menit)
81
a. Tugas 1: Menentukan Teknik Penilaian Hasil Belajar menggunakan LK 2.1.d (1) (20 menit).
b. Tugas 2: Menulis Jurnal Penilaian Sikap menggunakan LK 2.1.d (2) (10 menit). c. Tugas 3: Menyusun Instrumen Penilaian Pengetahuan menggunakan LK 2.1.d (3)
(40 menit).
d. Tugas 4: Menyusun Instrumen Penilaian Keterampilan menggunakan LK 2.1.d (4) (20 menit)
Selama sesi berlangsung, instruktur melakukan penilaian proses. 3. Penutup (25 menit)
a. Instruktur memberi konfirmasi dan para peserta menyerahkan produknya kepada instruktur.
b. Instruktur merekomendasikan kegiatan belajar lanjutan. c. Instruktur menutup sesi dengan memberi salam.
D. Penilaian dan Rubrik
Selama mengikuti bimbingan teknis, peserta bimbingan teknis dinilai kinerjanya. Kinerja yang dimaksud mencakup aspek proses dan produk. Dalam aspek proses, penilaian meliputi kedisiplinan, partisipasi, gagasan, dan kerjasama. Sementara itu, dalam hal produk, penilaian meliputi pengetahuan yang dikuasai oleh peserta pada akhir bimbingan teknis dan/atau kualitas dokumen-dokumen yang dihasilkan selama bimbingan teknis.
Penilaian proses dilakukan dengan teknik observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar Penilaian (lihat Lampiran). Instruktur mengamati dan menilai kinerja setiap peserta selama sesi-sesi bimbingan teknis berlangsung. Selain itu juga digunakan teknik kinerja.
Instruktur merata-rata hasil penilaian proses dan produk dan memberi nilai kepada setiap peserta bimbingan teknis dengan ketentuan:
Nilai 86 – 100 : Sangat Baik Nilai 71 – 85 : Baik
Nilai 56 – 70 : Cukup Nilai < 56 : Kurang
Penilaian peserta bimbingan teknis dengan menggunakan Observasi Penilaian Proses dan hasil pekerjaan mengerjakan tugas-tugas.
E. Sumber-sumber Bahan dan Bahan Bacaan
1. Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
82
3. Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran SMP Pada Kurikulum 2013.
4. Silabus mata pelajaran SMP Tahun 2016.
83 Lampiran 1
Lembar Kerja 2.1.d (1)
MERANCANG PENILAIAN HASIL BELAJAR (20 menit)
A. Tujuan
Peserta dapat memilih teknik penilaian hasil belajar sesuai dengan kompetensi dasar dalam pembelajaran.
B. Petunjuk
1. Bentuk kelompok dengan anggota 3 – 4 orang (dapat dalam kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya).
2. Pilih KD dari KI-1 dan KI-2 (bila ada) dan KD dari KI-3 dan KI-4 (masing-masing satu) dan tentukan teknik penilaian hasil belajar yang sesuai dengan mengisi format yang disediakan (20 menit).
3. Sajikan rancangan penilaian dalam diskusi kelas. Format Isian Mata Pelajaran : ... Kelas/Semester : ... Tahun Pelajaran : ... No Kompetensi Dasar Teknik Penilaian Ket. Pengetahuan Keterampilan Sikap
1 (Tuliskan bila ada) 2 (Tuliskan bila ada) 3 (Tuliskan)
4 (Tuliskan)
84 Lampiran 2
Lembar Kerja 2.1.d (2)
MENULIS JURNAL PERKEMBANGAN SIKAP (20 menit)
A. Tujuan
Peserta dapat menuliskan jurnal perkembangan sikap peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
B. Petunjuk
1. Bentuk kelompok dengan anggota 3 – 4 orang (dapat dalam kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya).
2. Tuliskan jurnal sikap (spiritual dan sosial) dalam format jurnal dalam LK ini. 3. Kategorikan catatan ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial.
4. Tuliskan tindak lanjut untuk memfasilitasi perkembangan sikap peserta didik. 5. Sajikan contoh isian jurnal dalam diskusi kelas.
Jurnal Perkembangan Sikap Nama Sekolah : SMP ... Kelas/Semester : ... Tahun pelajaran : ...
Guru : ...
Contoh Jurnal Perkembangan Sikap