Pegadaian Syariah memiliki maksud dan tujuan yang relatif sama dengan maksud dan tujuan pegadaian pada umumnya, bedanya adalah sesuai dengan prinsip Syariah. Fatwa DSN MUI nomor 25 yang diterbitkan pada tahun 2002 mengatur tentang praktik pegadaian Syariah. Ketentuannya antara lain:
1) Murtahin (penerima gadai) mempunyai hak untuk menahan marhun (barang jaminan) sampai dengan hutang rahin dilunasi.
2) Barang jaminan (marhun) tidak boleh dimanfaatkan oleh murtahin tanpa seizin rahin.
3) Ongkos dan biaya penyimpanan marhun (barang) ditanggung oleh penggadai (rahin).
4) Biaya penyimpanan sebagaimana dimaksud ayat di atas besarnya tidak boleh didasarkan pada besarnya pinjaman.
5) Apabila jatuh tempo murtahin harus memperingatkan rahin, apabila tidak dapat melunasi hutang, marhun dijual untuk melunasi utang dan biaya. Kelebihan/ kekurangannya menjadi hak/ kewajiban rahin. Fatwa DSN MUI lainnya yang terkait rahn adalah fatwa nomor 26 tentang rahn emas dan nomor 92 tentang pembiayaan yang disertai rahn. Akad yang diterapkan dalam pegadaian Syariah adalah rahn dan ijarah.
135 L. Penutup
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa industri IKNB Syariah telah berkembang menjadi suatu industri yang betul-betul mewujudkan dual financial system di Indonesia secara lengkap dan komprehensif. IKNB Syariah menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan layanan IKNB yang sesuai dengan Syariah dan bebas dari unsur-unsur yang diharamkan. Dengan demikian, manfaat duniawi yang diberikan IKNB Syariah adalah setara dengan layanan yang diberikan oleh IKNB konvensional, namun IKNB Syariah memiliki nilai lebih memberikan ketenangan dalam perspektif ukhrowi.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Ghofur Anshori, Asuransi Syariah di Indonesia, (Yogyakarta: UII Press, 2008)
Ahmad Gozali, Learn from the Expert 70 Solusi Keuangan (Jakarta: Gema Insani Press, 2008)
Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Solo: Kementerian Agama Republik Indonesia, Penerbit Abyan, 2014)
Aly Khorshid, Islamic Insurance, A Modern Approach to Islamic Banking. (London: Routledgecurzon, 2004)
Americana Corporation, The Encyclopaedia Americana, (New York: Americana Corporation, 1958), Vol. 16
Chaudhry Mohamad Sadiq, “Islamic Insurance (Takafol): Concept and Practice” dalam Encyclopaedia of Islamic Banking and Insurance (London: Institute of Islamic Banking and Insurance, 1995)
Chaudhry Mohamad Sadiq, “Islamic Insurance (Takafol): Concept and Practice” dalam Encyclopaedia
E R Hardy Ivamy, General Principles of Insurance Law, ed. 6. (London: Butterworths, 1993) Engku Rabiah Adawiyah Engku Ali, A Mini Guide to Takaful (Islamic Insurance). (Kuala Lumpur: CERT, 2010)
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 53 tentang Akad Tabarru’ Pada Asuransi & Reasuransi Syariah
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 51 tentang Akad Mudharabah Musytarakah Pada Asuransi Syariah.
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 52 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah Pada Asuransi & Reasuransi Syariah
137
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 21 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 51/ DSN-UI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah Pada Asuransi Syariah
Fatwa DSN MUI Nomor 50/DSN-MUI/III/2006 tentang Mudharabah Musytarakah Frank E. Vogel dan Samuel L. Hayes, Islamic Law and Finance (The Hague:
Kluwer Law International, 1998)
George E. Redja, Principles of Risk Management and Insurance (Boston: Addison Wesley, 2005)
Hendon Redzuan, et al., Risiko dan Insurans. (Petaling Jaya: Prentice Hall, 2005) http://aaji.or.id/Berita/aaji-daily-news---6-9-Februari-2016 http://www.detikfinance.com/read/2009/07/01/094110/1156911/5/depkeu-tidak-ada-aset- negara-yang-dijual-untuk-sukuk https://www.finansialku.com/asuransi-jiwa-unitlink-sebenarnya-menguntungkan-nasabah - atau-tidak/ https://www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan, dan https://www.djppr. kemenkeu.go.id/page/load/2429
Ibrahim Anis, et. al., al-Mu‘jam al-Wasit (Kairo: t.p., t.t.)
Ismal, Rifki & Khairunnisa Musari. (2009a). Sukuk Menjawab Resesi. Jurnal Ekonomia- Republika.
Ketut Sendra, Asuransi Jiwa Unit-Link Proteksi Sekaligus Investasi, (Jakarta: Penerbit PPM, 2004)
Madzlan Mohamad Hussain, “Legal Issues in Takaful” dalam Takaful Islamic Insurance: Concepts and Regulatory Issues. (Singapore: John Wiley & Sons, 2009)
Mohammad Muslehudin, Insurance and Islamic Law, terj. (Lahore: Islamic Publication Limited, 1978), Diterjemahkan oleh Izuddin Hj. Mohamed,
Insuran dan Hukum Islam (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1989)
Mohd Fadzli Yusof, Takaful: Sistem Insurans Islam (Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd, 1996)
Mohd Ma’sum Billah Applied Takaful and Modern Insurance. (Petaling Jaya: Thomson, 2007)
Mohd. Ma’sum Billah, Islamic Insurance (Takaful), (Petaling Jaya: Ilmiah Publishers, 2003) Muhammad Nejatullah Siddiqi, Muslim Economic Thinking, A Survey of Contemporary Literature (Leicester: The Islamic Foundation, 1981)
Nik Norzrul Thani, et al., Law and Practice of Islamic Banking and Finance (Petaling Jaya: Sweet and Maxweel Asia, 2003)
Nurul Huda & Mustafa Edwin Nasution, Investasi Pada Pasar Modal Syariah. (Jakarta: Kencana, 2007)
OJK, Industri Jasa Keuangan Non Bank Syariah,
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Road Map IKNB Syariah 2015-2019 (Jakarta: OJK, 2015)
PT Asuransi Takaful Keluarga, Laporan Tahunan 2015, (Jakarta: PT Asuransi Takaful Keluarga, 2015)
Rifki Ismal & Khairunnisa Musari. (2009b). Menggagas Sukuk sebagai Instrumen Fiskal dan Moneter. Bisnis Indonesia. 1 April.
Saiful Azhar Rosly, Critical Issues on Islamic Banking and Financial Markets (Kuala Lumpur: Dinamas Publishing, 2005) Shorter Oxford English Dictionary, ed. 5, (Oxford: Oxford University Press, 2002)
Simon Archer et.al., (ed.), Takaful Islamic Insurance, Concepts and Regulatory Issues. (Singapore: John Wiley & Sons, 2009)
Steve Weisman, A Guide to Elder Planning: Everything You Need to Know to Protect Yourself
139
Legally and Financially, (New York: Financial Times Prentice Hall Books, 2003) Syed Mohd. Ghazali Wafa Syed Adwam Wafa, et. al., Pengantar Perniagaan
Islam (Petaling Jaya: Prentice Hall Pearson Malaysia Sdn. Bhd., 2005) The New Encyclopaedia Britannica, (Chicago: 1985), Vol. XXI, h. 678;
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27)
Veithzal Rivai, et.al., Bank and Financial Institution Management, Conventional and Syaria System. (Jakarta: Rajawali Press, 2007)
Wahbah al-Zuhaili, al-Mu’amalat al-Maliyyah al-Mu’ashirah, (Dimasyq: Dar al-Fikr, 2002)
Webster’s Encyclopedic Unabriaged Dictionary of The English Language, (New York: Gramercy Books, 1996)
141
ZISWAF: INSTRUMEN KEUANGAN SOSIAL ISLAM YANG
MENSE-JAHTERAKAN DAN MEMBERDAYAKAN
A. Pendahuluan
Instrumen keuangan sosial Islam, terutama jika dikaitkan dengan keuangan publik Islam dengan merujuk pada sisi historis yang berlaku pada masa Rasulullah Muhammad Saw dan masa khulafaur rasyidun jumlahnya banyak. Hal ini harus dilihat dalam struktur bahwa Rasulullah Saw adalah berkedudukan sebagai kepala negara, demikian juga para khulafaur rasyidin juga berposisi sebagai kepala negara. Kedudukan sebagai kepala negara identik dengan kedudukan untuk melayani publik. Pada masa itu, sumber utama penerimaan negara yang utama adalah zakat dan sumber-sumber pener-imaan dari non-zakat antara lain: kharaj, jizyah, fay, khums, usyr, ghanimah, dan tebusan perang. Sedangkan sumber sekunder penerimaan negara adalah uang tebusan untuk para tawanan perang, pinjaman-pinjaman, khumuz, amwal fadhla, wakaf, nawaib, bentuk lain sedekah seperti qurban dan kaffarat. Dalam konteks negara Indonesia yang bukan negara Islam, maka tidak semua instrumen tersebut berlaku, oleh karena itu, dalam bab ini yang utama akan dibahas adalah zakat dan wakaf yang memang sangat familiar dan dominan pelaksanaannya dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Infak dan sedekah dibahas sekilas saja.