• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Identitas Responden

5.1.4 Pekerjaan

Pekerjaan merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap orang demi kelangsungan hidupnya atau untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidupnya. Setiap orang malakukan pekerjaan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, karena kebutuhan pokok merupakan kebutuhan

yang harus dipenuhi dan tidak bisa di tunda-tunda. Kebutuhan tersebut misalnya pokok seperti makan, minum, pakaian, pendidikan dan lain-lain.

Untuk mendapat memenuhi berbagai kebutuhannya makan manusia membutuhkan uang, dan umumnya uang di dapatkan dari bekerja, saat ini banyak sekali pekerjaan yang dilakukan manusia untuk menghasilkan uang misalnya bekerja sebagai petani atau sebagai seorang perantau. Berikut disajikan tabel berdasarkan pekerjaan responden di Desa Tamalanrea Kecamatan bontotiro Kabupaten Bulukumba.

Tabel 7. Klasifikasi petani responden berdasarkan pekerjaan petani di Desa Tamalanrea Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba.

No Pekerjaan pertanian

Bulan/Musim

Timur Barat

1 Jagung Februari – Mei September - Desember

2 Kacang tanah Maret – mei Oktober – Desember

3 Jagung marning - -

Sumber :Data primer 2019 1. Jagung

Jagung merupakan salah satu serealia yang stragis dan bernilai ekonomis serta mempunyai peluang untuk di kembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras. Hampir seluruh bagian tanaman jagung dapat di manfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Batang dan daun tanaman yang masih muda dapat digunakan untuk pakan ternak, yang tua atau (setelah panen) dapat digunakan untuk pupuk hijau dan kompos.

Menurut salah satu Responden, penanaman jagung dalam satu tahun sebanyak dua kali dalam dua musim. Penanaman awal dilakukan pada musim timur dimulai sekitar bulan Februari hingga waktu pemanenan tiba pada bulan Mei. Sebelum memulai penanaman, langkah pertama yang diambil oleh responden adalah dengan membajak atau menggemburkan tanah terlebih dahulu. Langkah kedua adalah pemilihan benih dengan cara memilih benih jagung yang sudah berumur tua lalu merendam jagung terlebih dahulu paling cepat selama satu hari satu malam dan paling lama selama dua hari dua malam hingga jagung tersebut terlihat seperti mengembang. Langkah ketiga adalah langkah penanaman dimana jagung ditanam pada lahan tahan yang sudah di bajak atau di gemburkan sekaligus telah dilubangi. langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pemupukan awal dilakukan pada jagung sekitar kurang lebih tiga minggu setelah penanaman jagung dengan memastikan bahwa tanahnya sedikit basah akibat hujan atau penyiraman secara manual.

Pemupukan kedua dilakukan setelah jagung berumur sekitar kurang lebih dua bulan setelah

Penanaman jagung dengan metode yang sama seperti pemupukan awal. Setelah itu langkah terakhir adalah pemanenan. Cara memanen adalah dengan memetik secara langsung jagung tersebut pada batangnya lalu menyimpannya pada karung atau bakul. Penanaman yang kedua dilakukan pada musim barat sekitar bulan september hingga waktu

pamanenan tiba pada bulan desember. Penanaman jagung pada musim barat dilakukan dengan cara dan metode yang sama seperti musim timur.

2. Kacang Tanah

Kacang tanah adalah kacang kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman ini secara umum telah berpotensial dan sudah dibudidayakan dikalangan para petani terkhusus petani di Negara Indonesia. Tanaman ini satu diantara dua jenis tanaman budidaya yang buahnya mengalami pemasakan dibawah permukaan tanah.

Menurut salah satu responden, penanaman kacang tanah dilakukan sebulan setelah penanaman jagung itu berlangsung. Pada musim timur, Penanaman kacang tanah dilakukan pada bulan maret hingga waktu pemanenan pada bulan Mei. langkah awal sebelum melakukan penanaman kacang tanah adalah dengan menggemburkan tanah terlebih dahulu lalu menambahkan dolomid secara merata pada lahan tanah.

Langkah kedua adalah pemilihan benih dengan cara memilih benih yang berusia kurang lebih 100 hari atau sudah tua berwarna kehitaman dan ketika dibuka tidak ada selaput pada bagian cangkangnya. Langkah ketiga adalah penanaman pada lahan tanah yang sudah tersedia.

Kemudian yang terakhir adalah pemanenan dengan cara mencabut dan menumpukkan semuanya pada satu titik lalu memetik buah kacang tersebut lalu menyimpannya pada karung atau bakul. Pada musim barat, penanaman dilakukan pada bulan oktober hingga waktu pemanenan tiba

pada bulan desember dengan cara dan metode yang sama seperti musim timur.

3. Jagung Marning

Jagung marning adalah salah satu cemilan yang sudah secara umum diketahui bahwa jagung marning salah satu cemilan yang gurih.

Menurut salah satu responden, langkah awal yang diambil adalah pemilihan bahan baku jagung marning dengan cara memilih bahan baku yang paling berkualitas adalah jagung putih atau jagung puluk.

Cara mendapatkan bahan baku jagung marning dapat dibeli di pasaran atau mengambil langsung dari hasil paner jagung tersebut. Bahan lain yang dibutuhkan adalah garam, garam kapur sirih, air, dan bahan lain yang dibutuhkan dalam bentuk bumbu adalah bawang merah, bawang putih, jahe, dan merica.

Langkah terakhir adalah pembuatan jagung marning dengan cara cuci bersih jagung tersebut lalu mentiriskan sebentar. kemudian rebus jagung bersama air secukupnya, tambahkan kapur sirih, garam dan aduk sampai rata. Rebus jagung tersebut hingga lunak, mekar dan kulitnya terkelupas lalu angkat dan tiriskan. Setelah itu jemur hingga agak mengering kemudian campur jagung yang sudah mengering dengan bumbu yang telah dihaluskan lalu aduk hingga rata. Setelah itu jemur kembali hingga kering lagi sembari memanaskan minyak. Setelah mengering, goreng sampai mekar dan berwarna kuning. kemudian angkat

dan tiriskan lalu setelah dingin simpan di tempat yang tertutup rapat agar tidak mudah masuk angin.

Tabel 8. Klasifikasi Petani Responden Berdasarkan Pekerjaan Non Pertanian Di Desa Tamalanrea Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba.

No Pekerjaan Non Pertanian Lamanya bekerja

1. Tukang ojek 5 tahun

2. Pertukangan 10 tahun

3. Gembala sapi ± 1 tahun

4. Pengusaha Jagung Marning 7 tahun

5. Perantau Tidak Menentu

Sumber : Data Primer 2019 1. Tukang Ojek

Salah satu pekerjaan sampingan yang di lakukan oleh responden yaitu mengantar penumpang dengan menggunakan motor yaitu sebagai tukang ojek, Badulu (50) adalah salah satu responden bekerja sampingan sebagai tukang ojek motor, sepeda motor yang digunakan responden atas nama Badulu (50) warga Desa Tamalanrea merupakan alat mata pencari nafkah salah satu pekerjaan sampingannya, dengan sepeda motor itu dia dapat menggukan untuk menambah penghasilan keluarganya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya sebagai kepala keluarga dengan itu iya dapat menghidupi istrinya, jumlah tanggungan keluarga responden yaitu satu, responden tidak mempunyai anak, mereka hanya tinggal berdua bersama istrinya, karna responden tidak mempunyai anak. Pekerjaan tukang ojek itu dia lakukan di sela-sela waktunya menjadi petani yang kebetulan mata pencaharian tetapnya sebagai petani.

Menurut responden pekerjaan ojek baginya merupakan pekerjaan yang meskipun dihitung dari penghasilannya tidak begitu besar namun setiap hasil dari ojek bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika pagi hari sehabis dari kebun.

Responden yang menjadi ojek motor sejak 5 Tahun belakangan ini, setelah punya motor yang lebih bagus meskipun dengan cara kredit dia semangat untuk mengojek, selain bisa jalan jalan menggunakan motor juga dapat uang untuk pembeli bensin, sisanya untuk bayar angsuran dan sisanya untuk ditabung.

Setelah banyak pelanggang menurut responden dia jatuh cinta pada pekerjaannya ini. Bahkan setelah bekerja sebagai rumah tangga petani. Menurut responden yang setiap mangkal di Pasar Pertamina Desa Tamalanrea itu.

Responden yang mengaku tidak mempunyai anak ini mengatakan pekerjaan ojek baginya merupakan pekerjaan sampingan saja meskipun dihitung dari penghasilannya tidak begitu besar namun setiap harinya bisa digunakan untuk untuk mengcukupi kebutuhan sehari-hari walau dengan kondisi sederhana.

Pada hari-hari pasar responden membawa sepeda motor kesanyangannya itu ke panggkalan ojek pasar untuk menunggu orang yang ingin diantar kemana saja. Jika pagi hari dia kadang tidak mangkal karna pekerjaan dikebun tetapi pada siang hari dia biasa mengantarkan 4-5 orang pelanggannya. Pada sorenya setelah beristirahat sejenak dirumah iapun kembali mangkal ditempat biasa.

Namun kadang kala tidak mengdapatkan pelanggang untuk di ojek selama seharian. Jika pekerjaan sebagai tukang ojek itu biasanya dikerjakan disela-sela waktunya sebagai petani lain halnya jika sehabis panen jagung atau kacang

sembari menunggu waktu tanam tiba kembali responden melalukan pekerjaannya sebagai tukang ojek setiap harinya untuk menambah penghasilannya, hal ini penghasilan dari tukang ojek lebih banyak di karenakan responden lebih fokus cari penumpang untuk di antar, Adapun kutipan dari responden yaitu:

“ka saya jadi tukang ojek ada pi biasa panggil ka ojek ada biasa yang ojek pagi kalau tidak ke kebun ja biasa juga kalau hari-hari pasar keluar a pagi sampai na siang biasa itu pulang bawa uang 50-70 ribu. Saya melakukan pekerjaan ini selama sepuluh tahun.”Bdl (50).

Dijelaskan dalam arti bahasa Indonesia oleh petani responden mengatakan bahwa saya menjadi tukang ojek hanya orang yang memanggil saya saja terkadang ada yang biasa ojek pagi sampai siang dia terkadang membawa pulang uang sebesar 50-70 ribu rupiah. Dia sudah melakukan pekerjaan ini selama 10 tahun lamanya.

2. Pertukangan

Menurut salah satu responden, Pertukangan adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Responden terjun kedalam dunia pertukangan sebagai tukang kayu. Adapun responden yang lakukan sebagai tukang kayu adalah membuat lemari kayu. Mulai dari lemari yang berukuran besar, sedang hingga kecil. Responden melakukan pekerjaan ini disela-sela waktu sembari menunggu musim panen atau responden mendapatkan pesanan khusus dari masyarakat. Terkadang responden juga melakukan pekerjaan ini pada saat musim penanaman jagung belum tiba atau sudah lewat. Responden telah melakukan pekerjaan ini selama sepuluh tahun.

Responden yang tidak mempunyai anak, tetapi jumlah tanggungan keluarga responden yaitu tiga, iya tinggal bersama istri dan dua keponakannya,istrinya hanya seorang ibu rumah tangga sedang keponakannya masih sekolah yang pertmana SMA dan yang ke dua masih duduk dibangku kelas 5 SD, semua biaya- biaya sekolah tanggugang dari responden. Dengan pekerjaan ini responden tidak hanya menambah pengahsilan tapi juga menambah pengalaman karna pekerjaan ini di dapat secara turun temurun, ucap responden.

Salah satu kekurangan dari pekerjaan ini adalah tidak menentu, maksudnya pekerjaan ini dilakukan jika ada yang pesan lemari dan kursi saja.

Selebihnya dia mencari nafkah sebagai petani.

3. Gembala Sapi

Mengembala sapi adalah pekerjaan yang secara umum dilakukan oleh para petani dan juga oleh sebagian orang yang nonpertanian. Menurut salah satu responden, Mengembala sapi adalah pekerjaan yang sedikit sulit tetapi juga membawa keuntungan dan kemudahan untuk para petani dan juga untuk nonpertanian. Kesulitan yang sering kali didapatkan oleh para pengembala sapi terdapat pada bagian makanan untuk sapi-sapi tersebut berhubung makanan sapi yang sangat sulit ditemukan dan didapatkan lagi terlebih-lebih apabila musim kemarau telah tiba.

Makanan sapi mudah didapatkan ketika pada saat habis panen berhubung batang-batang jagung dari hasil panen dapat dijadikan makanan untuk sapi tersebut. Disamping itu mengembala sapi juga menguntungkan

meski keuntungannya tidak seberapa. Sapi-sapi tersebut dapat dijual dan dipasarkan dan kadang penjualannya begitu marak apabila musim haji/kurban telah tiba. Kemudahan yang didapatkan dari mengembala sapi adalah sapi-sapi tersebut memudahkan para petani pada saat musim penanamaan jagung karna sapi-sapi itu digunakan untuk membajak atau menggemburkan lahan tanah yang akan ditanami jagung. Pekerjaan mengembala sapi telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun

Sapi yang di pelihara jika sapi itu berumur sekitar 1 tahun lebih, dengan penjualan itu responden dapat menambah penghasilan meski penghasilan yang di dapat dengan jangka yang cukup lama. Penjualan di pasarkan kepada ada pesta seperti acara pernikahan dan pada saat hari qurban.bagi responden pekerjaannya cukup menyenangkan bagi responden selain bekerja dilahan perkebunannya responden terkadang membawa sapi-sapi peliharaanya untuk mencari makan. .(Ng,65).

4. Pengusaha Jagung Marning

Jagung marning adalah suatu cemilan yang gurih dan digemari oleh banyak orang. Melihat fakta-fakta tersebut, tidak heran apabila beberapa orang menjadi pengusaha jagung marning. Dari hasil wawancara terhadap responden, usaha jagung marning telah menjadi pekerjaan tetapnya selama bertahun-tahun.

Responden memilih dan menjadi pengusaha jagung marning berhubung karena pada tempat itu banyak peminat dan pembuat jagung marning. Responden mengumpulkan semua jagung marning pada satu ruangan di dalam rumahnya.

Berdirinya usaha ini tidak lepas dari dari keberadaan bantuan dari keluarga, khusunya ibu dan suami, selama memajukan usaha jagung marning sudah beberapa kali dilanjutkan pengembangan usaha jagung marning dan sampai sekarang usaha ini tetapa diminati sampai saat ini.

Sesuai tujuan didirikannya usaha ini adalah untuk mendapatkan keuntungan atau mengusahakan bagi pemilik untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan untuk meningkatkan tarap hidup dari petani untuk memperoleh tambahan keuntungan dengan mengilahjagung menjadi makanan tambahan untuk dijual.

Alasan responden membuka usaha marning ini karena inigin memberdayakan masyarakat di Desa Tamalanrea dan respoden lebih memilih membuka usaha sendiri.Dalam usaha ini jagung marning responden sampai bisa menjual berton-ton jagung marning dan usaha ini hanya menjual satu jenis saja yaitu jagung marning saja. Yang terbaik adalah makanan ini, semua disajikan secara higenis dan semua pekerjaan dilakukan sendiri

Ketika jagung marning sudah terkumpul banyak lalu siap untuk dikirim dan dipasarkan, responden mengirim jagung marning tersebut sesuai dengan alamat pemesan dan memasarkannya ke kota-kota besar hingga kota kecil termasuk kabupaten selayar dan kota terdekat lainnya.

Responden menjadi pengusaha jagung marning selama tujuh tahun, responden yang juga bekerja Sebagai guru TK tetapi masih bisa berusaha mengembangkan bisnis jagung marningnya si samping pekerjaanya sebagaia guru anak-anak TK, Responden mepunyai dua orang anak pertamanya sudah

bersuami dan anak keduanya masih berkolah, bukan hanya responden yang bekerja sebagai tenaga seorang guru tetapi suaminya juga. Menurut responden dari usaha yang dulu tidak disangka sangka inilah dia bisa dikatakan hidup serba berkecukupan,.(Sumarni S.pd,. M.Si, 60).

5. Perantau

Perantauan adalah salah satu pekerjaan dengan meninggalkan kampung halaman, pekerjaan ini di lakukan jika pekarjaan di desa atau di kampung sudah tidak banyak, salah satu responden keluar atau pergi mencari uang di daerah orang, iya merantau seperti di daerah lain bekerja sebagai buruh perusahaan dengan penghasilan yang cukup lumayan besar, iya memilih merantau di karenakan di kampung halaman pekerjaan tidak ada jika musim panen sudah selesai. Responden kembali ke kampung halamannya jika musim taman sudah mulai. Hasil dari perantauan tersebut di gunakan untuk modal dan biaya dalam proses produksi berlangsung.

Hasil dari merantau inilah yang digunakan responden untuk menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anaknya dan dari hasil merantau inilah para responden bisa membeli lahan untuk dijadikan lahan jagung dan kacang tanah. Setelah kembali ke kampung halamannya nanti, karna bagi responden tidak selamanya berada di kampung orang

Pada masa perantauan terkadang responden jika ingin membeli lahan responden hanya mengirimkan uang untuk membelinya dia hanya menitipkan atau menyewakan lahanya kepada keluarganya atau orang yang dikenalnya untuk digarapnya untuk penghasilannya bagi hasil yang sewa dengan yang

punya lahan supaya bisa menambah penghasilanya, karna pada sewaktu waktu jika sudah tua dan sudah tidak bisa lagi bekrja keras responden sudah bisa kembali ke kampung halamanya itu kembali jadi petani.Responden merantau ke Malaysia, Kalimantan, dan kendari

Responden merantau hanya itu bisa menghidupi keluarga dan bisa membeli aset untuknya pada saat sudah tidak bisa lagi bekerja. Bukan hanya lahan saja tetapi sebagian dari penghasilannya juga digunakan untuk membangun rumah dan biaya sekolah para anak-anaknya.

Tabel 9. Klarifikasi Petani Responden Berdasarkan pekerjaan di Desa Tamalanrea Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba.

Pekerjaan

No Tetap Jumlah

(Orang)

Persentase (%)

1 IRT 1 5

2 Perantau 9 45

3 Petani 7 35

4 PNS 3 15

Jumlah 20 100

Sumber: Data Primer 2019

Pekerjaan

No Sampingan Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Petani 8 40

2 Tidak ada 8 40

3 Pengusaha 1 5

4 Pertukangan 1 5

5 Gembala sapi 1 5

6 Tukang ojek 1 5

Jumlah 20 100 Sumber :Data primer 2019

Tabel 9. Diatas menunjukkan bahwa jumlah responden banyak yang memiliki pekerjaan tetap yaitu perantau sebanyak 45% orang, responden banyak merantau karna mungkin dengan merantau pendapatan responden lebih banyak untuk kebutuhan hidupnya. Menurut hasil wawancara dari salah satu responden bahwa lebih bagus merantau walaupun keluar Negeri atau keluar kota. Adapun kutipan informasi sebagai berikut.

“Saya nak merantau karena ituji pekerjaan ku ka kita ini kasian baru sampai sd ji sekolah, mau ki jadi petani tidak terlalu bagaimana penghasilan na ada anak sekolah jadi baguskangngi merantau dikampung na orang”(Upa’, 40 tahun).

Dijelaskan dalam arti bahasa Indonesia oleh petani responden mengatakan bahwa, saya merantau karna memang hanya itulah pekerjaan yang bisa dia lakukan karna dia sekolah hanya sampai SD saja. Dia mau bertani tetapi penghasilannya tidak terlalu mengcukupi karna mempunyai anak yang sekolah jadi bagi dia lebih baik merantau dikampungnya orang.

Pekerjaan tetap responden ada juga sebagai seorang petani sebanyak 7 orang, karna memang kebanyakan responden yang mempunyai pekerjaan tetap itu sebagai seorang petani meskipun lebih banyak responden yang merantau.

Sebagian dari itu ada seorang responden sebagai IRT 1 orang dan pegawai PNS sebanyak 3 orang responden.

Sumber penghasilan sebagian responden untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka mempunyai pekerjaan sampingan. Responden yang

mempunyai pekerjaan sampingan sebagai petani ada sebanyak 8 orang responden Menurut hasil wawancara dari salah satu responden mengenai pekerjaan sampingannya. Adapun kutipan informasi sebagai berikut.

“Biar ada pekerjaan tetap kalau biasa jaki kerja-kerja sampingan buat kebetuhan sehari-hari, ka jari petani nda tiap hari jaki ke kebun injo pole anu tak sebentar jaki dikebun baru sekali kali jaki jug aka tidak ada juga yang kerja kebun jadi saya tong mo kerjai”(sanneng,60 tahun).

Responden yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan sebanyak 8 orang, pengusaha, tukang ojek, pertukangan dan gembala sapi masing-masing 1 orang responden

Sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang sangat penting untuk kepentingan hidup. Sumber penghasilan itu sendiri berasal sari beberapa sumber baik dari pertanian ataupun diluar pertanian.

Dokumen terkait