• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG BAHAN-BAHAN

Dalam dokumen METODE PELAKSANAAN METODE KERJA INDONESIA (Halaman 31-37)

CAT MINYAK MENGKILAT

G. PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG BAHAN-BAHAN

a. Air

- Air harus bersih yang dapat diminum serta bebas dari segala macam campuran/larutan minyak, asam, basa, garam dan bahan-bahan organis lainnya.

- Semua biaya untuk mendapatkan air bersih dan biaya lainnya adalah menjadi tanggungan Kontraktor.

b. Semen Portland Cement (selanjutnya di singkat : PC)

- Sedapat mungkin harus dipergunakan P.C dengan satu merek dan harus disetujui dahulu oleh Pengawas dan harus bermutu baik/tinggi.

- P.C dalam kantong-kantong yang rusak jahitannya dan robek-robek, tidak diperkenankan dipergunakan, kecuali untuk pekerjaan yang bukan beton.

- P.C yang sebagian sudah membantu dalam kantong sama sekali tidak diperkenankan untuk dipergunakan.

- Selanjutnya standar P.C yang dapat dipergunakan adalah semen andalas atau yang setara.

c. Pasir dan Kerikil

- Pasir dan Kerikil harus bersih dan bebas dari segala macam kotoran baik bahan organis maupun lumpur, tanah, kerang, garam dan sebagainya.

- Kekerasan dan gradasinya harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana yang disebutkan dalam P.B.I. tahun 1971.

d. Besi beton dan Kawat Pengikat

- Besi beton yang dipergunakan adalah berkwalitas baik.

- Besi beton yang dipergunakan tidak boleh mempunyai cacat seperti serpih, retak, gelombang, lipatan atau bagian-bagian yang tidak sempurna. Kalau bengkok tidak boleh retak atau pecah.

- Kawat pengikat harus berkwalitas besi lunak.

- Selanjutnya harus memenuhi syarat-syarat dalam P.B.I 1971 (NI – 2).

- Besi beton yang dipergunakan adalah yang berbentuk penampang bulat dan berupa batang polos atau ulir.

- Besi beton harus bersih dari kotoran, lemak dan karat yang lepas.

- Apabila dianggap perlu Pengawas berhak meminta kepda Kontraktor supaya besi beton diperiksa kekuatannya dilaboratorium yang ditentukan kemudian.

MUTU BETON YANG DIKEHENDAKI

a. Mutu beton yang dilaksanakan harus berkwalitas baik dengan tegangan karakteristik 225

b. Jika dianggap perlu Pengawas berhak meminta pemeriksaan dilaboratorium untuk mutu beton yang dikehendaki. Kontraktor berkewajiban memeriksa mutu beton bila mana dianggap perlu oleh Pengawas.

PEKERJAAN KAYU ACUAN ( BEKESTING )

a. Kayu acuan (bekesting) harus kayu yang bermutu baik sehingga dapat dipasang setepat-tepatnya, sesuai dengan sifat pekerjaannya dan tidak boleh

kehilatan bergetar atau lentur selama melaksanakan pekerjaan serta harus mudah dibongkar tanpa merusak kontruksi.

b. Kayu yang dipergunakan untuk steger harus terdiri dari kayu yang bermutu baik sehingga dapat memberi jaminan kekuatan, antara lain kayu Klas II.

PEKERJAAN BESI BETON

a. Tulangan harus betul-betul bebas dari acuan/bekesting dengan menepati potongan-potongan kecil yang terbuat dari beton rapat air dan di letakkan antara tulang dengan acuan/bekesting.

b. Antara tulang-tulang yang lebih dari satu lapis harus di pisahkan satu sama lain dengan potongan-potongan besi beton sebagai ganjal.

SUSUNAN ADUKAN BETON

b. Untuk beton biasa dipergunakan susunan campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr.

c. Untuk lantai kluis dinding dan slof dipakai beton bertulang 2 (dua) lapis pertulangan nya dengan campuran beton 1 Pc : 1,5 Ps : 2,5 Kr.

d. Banyak air yang dipergunakan untuk tiap susunan campuran beton tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhannya seperti diuraikan dalam P.B.I 1971, sehingga didapatkan kontruksi beton yang cocok dengan fungsinya.

e. Dalam pembuatan campuran beton tidak diizinkan memakai additive yang bersifat accoleratos (misal : Repidard), untuk plat-plat beton, atap serta dinding-dinding beton untuk pengecoran balok-balok dan kolom serta pondasi pemakaian accolerator diperbolehkan maximum 1% dari jumlah cement yang digunakan.

PEKERJAAN PENGECORAN DAN PEMBONGKARAN ACUAN

a. Sebelum adukan beton dicor kedalam acuan, acuan harus dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti serbuk gergaji, tanah, dan lain-lain.

b. Sebelum dilakukan pengecoran lanjutan, pada perhentian/penunda-penundaan pengecoran, maka diatas permukaan yang akan dilakukan pengecoran tersebut harus diberi plastic atau building paper untuk mencegah pengaliran air semen.

c. Baik didalam beton maupun pada acuan harus dihindarkan terjadinya kantong- kantong gelembung, adukan beton setelah dituang dalam acuan harus digetarkan sehingga beton tidak keropos.

d. Beton selama seminggu sesudah dituang harus senantiasa dibasahi.

e. Selanjutnya harus memenuhi syarat-syarat yang diuraikan dalam P.B.I ( NI – 2 )

1971.

PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN ACCESORIES (SPL)

 Untuk Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Accesories mengacu pada item pekerjaan

 Dimana cara pemasangan pipa yang digunakan sesuai dengan masing masing item accesories serta jenis sambungan dan kelengkapan accessoriesnya.

PINTU PLAT

a. Pintu Main Hole dibuat dengan dimensi 60 x 60 cm dengan ketebalan plat 5 mm dengan lapisan stainless steel.

b. Pegangan dan engsel pintu juga terbuat dari besi stainless steel yang ukurannya disesuaikan dengan besar penampang pintu

c. Untuk kunci pintu dipergunakan yang beredar dipasaran dengan kualitas yang baik dan disetujui oleh Pengawas Direksi.

d. Bahan yang digunakan dengan kondisi baik tanpa cacat dan korosi.

Pasangan Batu 1 : 4

Pasangan batu harus terdiri dari batu yang tidak mudah pecah, tidak tipis atau panjang, keras, padat, awet, homogen, bersih dari campuran besi dan tidak berpori. Permukaan batu harus berbentuk prisma sehingga kalau dipasang bisa saling mengikat. Setiap batu harus berukuran antara 15 cm s/d 20cm, akan tetapi batu yang lebih kecil dapat dipakai atas persetujuan Direksi. Ukuran maksimum batu harus memperhatikan tebal dinding pasangan. Setiap batu harus diberi alas adukan semen, semua sambungan diisi padat dengan adukan pada waktu pekerjaan berlangsung. Tebal adukan tidak lebih dari 50 mm lebarnya serta tidak boleh ada batu berhimpit satu sama lain. Bahan-bahan adukan kecuali air harus dicampur terlebih dahulu di molen selama kurang lebih 2 menit. Adukan harus dicampur sebanyak yang diperlukan untuk dipakai dan adukan yang tidak dipakai selama 30 menit, harus dibuang. Pemakaian kembali dari adukan tidak diperkenankan. Campuran bahan untuk pasangan batu harus dibawa sedemikian rupa

sehingga sampai ditempat penuangan (pekerjaan), masih mempunyai mutu yang ditentukan dan kekentalan yang dibenarkan, tidak dibenarkan menamabah atau mengurangi apapun pada campuran sejak meninggalkan tempat adukan. Pekerjaan pasangan batu tidak boleh dilaksanakan pada hujan deras atau hujan yang cukup lama sehingga mengakibatkan adukan larut. Adukan yang telah dipasang dan larut karena hujan harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan pasangan selanjutnya diteruskan. Pekerja tidak boleh berdiri diatas pasangan batu yang belum kuat.

PLESTERAN

a. Bahan yang harus disediakan untuk plesteran antara lain :

- Semen yang dapat dipergunakan dalam pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan satu dan lain hal sesuai dengan NI-8.Merek semen yang dipergunakan harus sama.

- Pasir yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus halus dengan warna asli.Satu dan lain hal sesuai persyaratan yang ditentukan serta sudah ada persetujuan dari Direksi.

- Air untuk mengaduk kedua bahan tersebut harus memenuhi syarat yang telah ditentukan.

b. Pelaksanaan pekerjaan diantara lain harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Sudut-sudut Plesteran

Semua sudut horozontal, luar maupun dalam serta garis tegaknya dalam pekerjaan plesteran harus dilaksanakan secara sempurna, tegak dan siku. Sudut luar hendaknya dibuat agak bulat.

2. Perbaikan Bidang Plesteran.

Bila terdapat bidang plesteran yang berlubang harus diusahakan memperbaikinya secara keseluruhan. Bagian-bagian yang harus diperbaiki hendaknya dibobok secara teratur (dibuat bobokan yang berbentuk segi empat) dan plesteran baru harus rata dengan plesteran lama sekitarnya.

3. Adukan Plesteran Biasa (1 semen : 4 Pasir)

Semua plesteran harus diaduk sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Hanyasemen yang masih baik diperbolehkan dipakai.

5. Untuk mencapai tebal yang rata dari suatu plesteran, sebaiknya diadakan pemeriksaan secara silang. Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh yang mengerjakan sendir, dengan menggunakan garisan panjang yang digerakan secara vertikal (silang).Biasanya tebal plesteran akan mencapai antara 12 mm s/d 18 mm tergantung dari abtu bata yang dipergunakan,yang juga menentukan ratanya permukaan dinding yang belum di plester. Kemudian lapisan kedua ditempelkan untuk mencapai bidang yang lebih rata dengan mengerjakan yang lebih teliti dan kemudian baru dilakukan pengacian.Akhirnya akan didapat plesteran yang tebalnya sudah mencukupi.

6. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah pemasangan instalasi pipa, listrik dan plumbing untuk area tersebut telah selesai dan tidak ada pembobokan setelah pekerjaan plesteran. Kedalaman permukaan instalasi pipa listrik dan plumbing harus dibiuat sedemikian rupa sehingga mempunyai diameter 75 mm atau lebih harus dibungkus dengan kawat ayam agar plesterandapat melekat dengan baik dan tidak pecah/retak.

7. Kelembaban pesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajartidak terlalu tiba-tiba,dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering, selama 14 (empat belas) hari terus menerus dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan- bahanpenutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat dan tumbuhnya lumut.

8. Jika terjadi keretakan yang bukan retak rambut sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh pengawas, dengan biaya atas tanggungan kontraktor.Setelah acian selesai,acian harus dibasahi terus menerus sekurang- kurangnya 7(tujuh) hari.

9 Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih dari 14(empat belas) hari.

Pekerjaan Saringan

Pekerjaan saringan terdiri dari Batu Mangga, Kerikil dan Pasir. Pemasangannya dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis. Pemasangan dilakukan dengan menggunakan tenaga manual.

Pekerjaan Pengecatan CAT DINDING TEMBOK

a. Lingkup pekerjaan

- Penyediaan bahan cat warna, mempersiapkan bidang/tempat yang akan dicat, melaksanakan pekerjaan pengecatan pada bidang-bidang

yang harus dicat sesuai dengan yang tertera digambar. b. Bahan

- Semua bahan cat yang dipakai dalam pekerjaan ini harus cat sekualitas mutu cat sekualitas Property.

- Semua bahan cat harus dipergunakan sesuai dengan petunjuk pabrik, tidak dicampur dan/atau ditambah bahan lain kecuali terdapat peraturankhusus dari pabriknya.

- Pemakaian cat dasar, plamur sampai pada cat penutupnya harus disesuaikan dengan petunjuk dari pabriknya, sehingga hasilnya memuaskan.Pelaksana pekerjan harus mengajukan dulu contoh-contoh cat yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan pengawas.

- Warna yang dipakai harus mengikut petunjuk/daftar warna yang diberikan oleh Direksi/Pengawas.

c. Pelaksanaan Pengecatan Dinding Tembok

 Hanya pada bidang-bidang yang selesai dilaksanakan pengecatannya, dan bilamana ada penyimpangan maka pengawas berhak untuk memerintahkan pengecatan ulang atas biaya pelaksana pekerjaan.

 Bersihkan semua pkerjaan dan semua bidang yang akan dicat dengan dengan bahan yang menghilangkan minyak, gemuk atau lapisan

organisme yang lain atau amplas.

 Pekerjaan pengecatan baru dapat dimulai bilamana semua bidang sudah benar-benar bersih dan kering sehingga memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.Semua lubang, retak dan lain kerusakan pada bidang yang dicat, harus diperbaiki terlebih

dahulu(diratakan dengan plamur).

 Untuk bidang didalam bangunan (interior)

 Dibersihkan.

- Satu kali dicat dengan “Primer”. - Didempul, diplamur dan di amplas. - Satu lapis cat dasar.

 Dihaluskan.

 Dicat lagi sampai rata, sama tebal dan warnanya.

 Untuk bidang luar tidak boleh menggunakan plamur, dindingnya sendiri sudah harus benar rata dan halus.

 Setiap lapisan cat harus dilaksanakan dengan baik dan rata.Penyelesainya harus rata dan tidak boleh keilhatan goresan kuas.Jangka waktu antara pelaksanaan lapis pertama dan lapis selanjutnya harus cukup lama dan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

CAT MINYAK MENGKILAT

Dalam dokumen METODE PELAKSANAAN METODE KERJA INDONESIA (Halaman 31-37)

Dokumen terkait