• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5

2.4 Pekerjaan Struktur Perkerasan

2.4.3 Pekerjaan Lapis Perkerasan

2.4.3 Pekerjaan Lapis Perkerasan

Pekerjaan lapis permukaan yang merupakan perkerasan kaku ini dikerjakan menggunakan alat bantu Slipform Paver. Spesifikasi material yang digunakan yaitu beton dengan mutu K-450, dan ketebalan lapisan 30 cm. urutan pekerjaan lapis perkerasan kaku ini, yaitu sebagai berikut :

- Persiapan material adukan beton di batching plant

- Material diangkut dari batching plant ke lokasi

pekerjaan menggunakan dump truck

- Penuangan material adukan beton di lokasi

pekerjaan

- Perataan material yang sudah dituang dibantu

dengan tenaga pekerja

- Menyiapkan tulangan dowel dan wire mesh untuk

- Peletakkan tulangan dowel dan wire mesh pada posisi yang sudah ditentukan dilakukan secara manual oleh pekerja

- Alat berat slipform paver akan mencetak beton

sesuai ketentuan yaitu setebal 30 cm

2.4.3.1 Pengecoran Perkerasan Beton K400

2.4.3.1.1 Perhitungan volume

Gambar 2.24 Tebal Lapis Perkerasan Kaku Cara menentukan volume pekerjaan ini dilakukan

dengan menggunakan luas “area” pada program bantu

Autocad. Volume pekerjaan ini dapat diketahui dari cross section yang dihitung setiap stasioning yang berjarak 50 dan 25 meter. Berikut rumus perhitungan volume perkerasan beton per stasioning (25 meter) :

Lebar rata-rata (l) =

Panjang jalan (p) = 25 meter

Tebal lapisan (t) = 0,30 m

Volume = p × l × t

Bahan yang diperlukan untuk material pekerjaan ini dapat ditentukan dari komposisi bahan serta volume total pekerjaan pengecoran. Berikut data kebutuhan bahan per

meter persegi (m2) pekerjaan bekisting kayu yang didapat

dari Analisis HSPK Kementrian Pekerjaan Umum.

Tabel 2.25 Kebutuhan Bahan Per Meter Persegi (m2)

Pekerjaan Pengecoran Beton t = 30cm

Kebutuhan bahan Kode Koefisien

Semen PC 50 kg Pasir Beton Agregat Kasar

Air Baja Wire Mesh

SM PB AK AR WM 492,34 kg 0,5024 m3 0,7440 m3 215 ltr 3,0653 kg

Joint Sealent Cat Anti Karat Expansion Cap Polytene 125 mikron Formwork Plate Paku Additive JS CAK EC PTN FRM PK ADT 0,9783 kg 0,02 kg 0,17 m2 0,4375 kg 0,57 m2 0,35 kg 0,8568 ltr Tabel di atas menjelaskan tentang komposisi bahan, sehingga dapat diperoleh rumus jumlah kebutuhan bahan adalah sebagai berikut :

Jumlah kebutuhan bahan

= koef bahan × volume pekerjaan

2.4.3.1.2 Perhitungan kapasitas produksi

Setelah menghitung volume pekerjaan, maka untuk selanjutnya dapat menghitung kapasitas produksi. Kapasitas produksi dalam setiap pekerjaan ditentukan dari alat serta tenaga kerja yang digunakan. Pada pekerjaan ini alat yang digunakan adalah wheel loader, batching plant, dump truck, excavator, water tank truck, dan concrete paver.

1. Wheel Loader

Spesifikasi alat serta perhitungan kapasitas produksi wheel loader dapat dilihat pada poin 2.4.1.1.2 halaman 33, persamaan 2.52.

2. Batching Plant

Spesifikasi alat serta perhitungan kapasitas produksi wheel loader dapat dilihat pada persamaan 2.53.

3. Dump Truck

Spesifikasi alat serta perhitungan kapasitas produksi wheel loader dapat dilihat pada persamaan 2.17.

4. Excavator

Spesifikasi alat serta perhitungan kapasitas produksi wheel loader dapat dilihat pada persamaan 2.11.

5. Water Tank Truck

Spesifikasi alat serta perhitungan kapasitas produksi wheel loader dapat dilihat pada persamaan 2.41.

6. Concrete Paver

Gambar 2.25 Concrete Paver Tabel 2.26 Spesifikasi Concrete Paver

Uraian Kode Koef

Kapasitas (lebar hamparan) Tebal hamparan

Kecepatan menghampar faktor effesiensi alat

b t v Fa 4,50 m 0,30 m 0,42 m/menit 0,83

Kapasitas produksi Concrete Paver (Qpvr)

= b x t Fa x v x 60 (m3/jam) ... (Pers. 2.62)

2.4.3.1.3 Perhitungan durasi

Apabila sudah diketahui kapasitas produksi dari sumber daya, maka digunakan kapasitas produksi masing-masing sumber daya untuk menentukan durasi pekerjaan. Dengan demikian durasi pekerjaan dapat dihitung dengan rumus :

2.4.3.1.4 Perhitungan biaya

Setelah perhitungan volume, kapasitas produksi, dan durasi, maka selanjutnya adalah menghitung biaya dari pekerjaan tanah. Biaya dari pekerjaan ini dapat diketahui melalui durasi dan kebutuhan sumber daya yang digunakan.

Durasi pekerjaan dan jumlah sumber daya dapat menentukan berapa biaya pelaksanaan yang di perlukan. Biaya pelaksanaan dalam pekerjaan ini dibagi menjadi 3, yaitu biaya upah tenaga kerja dan biaya sewa alat. Berikut uraiannya :

1. Biaya upah tenaga kerja

Uraian tenaga kerja yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

- Mandor

- Kepala tukang batu

- Tukang batu

- Pekerja

Rumus untuk menghitung biaya upah tenaga kerja adalah sebagai berikut :

Biaya upah tenaga kerja = Jumlah tenaga kerja × durasi pekerjaan (hari) × harga upah

2. Biaya sewa alat

Rumus untuk menghitung biaya sewa alat adalah sebagai berikut :

Biaya sewa alat = Jumlah alat × durasi pekerjaan (hari)× harga sewa

3. Biaya material

Rumus untuk menghitung biaya kebutuhan material adalah sebagai berikut :

Biaya material = Volume pekerjaan × harga satuan material

Total biaya

= biaya upah tenaga kerja + biaya sewa alat + biaya kebutuhan material

Harga satuan pekerjaan

Setelah total biaya pekerjaan diketahui, maka dapat dihitung harga satuan untuk pekerjaan ini. Harga satuan

dalam pekerjaan tanah ini dihitung tiap satuan “m2”.

2.4.3.2 Pemeliharaan (Curing)

2.4.3.2.1 Perhitungan volume

Volume pekerjaan pemeliharaan beton sama dengan volume pekerjaan beton.

Bahan yang diperlukan untuk material pekerjaan ini dapat ditentukan dari komposisi bahan serta volume total pekerjaan pengecoran. Berikut data kebutuhan bahan

per meter persegi (m2) pekerjaan bekisting kayu yang

didapat dari Analisis HSPK Kementrian Pekerjaan Umum.

Tabel 2.27 Kebutuhan Bahan Per Meter Persegi (m2)

Pekerjaan Pemeliharaan Beton t = 30cm

Kebutuhan bahan Kode Koefisien

Curing Compound CRG 0,6525

Tabel di atas menjelaskan tentang komposisi bahan, sehingga dapat diperoleh rumus jumlah kebutuhan bahan adalah sebagai berikut :

Jumlah kebutuhan bahan

= koef bahan × volume pekerjaan

2.4.3.2.2 Perhitungan kapasitas produksi

Perhitungan durasi tenaga kerja diambil dari buku Ir. Soedrajat untuk pemeliharaan beton cor (hal 117). Diperoleh :

2.4.3.2.3 Perhitungan durasi

Apabila sudah diketahui kapasitas produksi dari sumber daya, maka digunakan kapasitas produksi masing-masing sumber daya untuk menentukan durasi pekerjaan. Dengan demikian durasi pekerjaan dapat dihitung dengan rumus :

2.4.3.2.4 Perhitungan biaya

Setelah perhitungan volume, kapasitas produksi, dan durasi, maka selanjutnya adalah menghitung biaya dari pekerjaan tanah. Biaya dari pekerjaan ini dapat diketahui melalui durasi dan kebutuhan sumber daya yang digunakan.

Durasi pekerjaan dan jumlah sumber daya dapat menentukan berapa biaya pelaksanaan yang di perlukan. Biaya pelaksanaan dalam pekerjaan ini dibagi menjadi 3, yaitu biaya upah tenaga kerja dan biaya sewa alat. Berikut uraiannya :

1. Biaya upah tenaga kerja

Uraian tenaga kerja yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

- Mandor

- Kepala tukang batu

- Tukang batu

- Pekerja

Rumus untuk menghitung biaya upah tenaga kerja adalah sebagai berikut :

Biaya upah tenaga kerja = Jumlah tenaga kerja × durasi pekerjaan (hari) × harga upah

2. Biaya sewa alat

Rumus untuk menghitung biaya sewa alat adalah sebagai berikut :

Biaya sewa alat = Jumlah alat × durasi pekerjaan (hari)× harga sewa

3. Biaya material

Rumus untuk menghitung biaya kebutuhan material adalah sebagai berikut :

Biaya material = Volume pekerjaan × harga satuan material

Total biaya

= biaya upah tenaga kerja + biaya sewa alat + biaya kebutuhan material

Harga satuan pekerjaan

Setelah total biaya pekerjaan diketahui, maka dapat dihitung harga satuan untuk pekerjaan ini. Harga satuan

dalam pekerjaan tanah ini dihitung tiap satuan “m2”.

BAB III

Dokumen terkait