• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN PLUMBING & ELEKTRIKAL

Dalam dokumen RKS Kelas (Halaman 54-59)

A. PLUMBING A.1.UMUM

A.1.1 Persyaratan Pelaksanaan

a. Instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan-peraturan yan berlaku saat ini di Indonesia serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dari Jawatan Keselamatan Kerja.

b. Semua syarat-syarat penerimaan bahan-bahan, peralatan, cara- cara pemasangan, kualitas pekerjaan, dan lain-lain. Untuk sistim instalasi ini harus sesuai dengan standard:

 Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979

 Pedoman Penanggulangan Bahaya Kebakaran 1980 Departemen P.U.

 Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)1978

 Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran  Peraturan Perburuhan Departemen Tenaga Kerja

c. Semua peralatan dan mesin yang dipasang untuk sistim ini selain dari pada persyaratan-persyaratan tersebut di atas, juga tidak boleh menyimpang dari persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.

A.1.2 Pelaksana

a. Kontraktor wajib mempelajari dan memahami semua undang- undang, peraturan-peraturan, persyaratan umum maupun suplementernya, persyaratan standart internasional, persyaratan pabrik pembuat unit-unit peralatan plumbing, buku-buku dokumen pelelangan, bundel gambar-gambar serta segala petunjuk tertulis yang telah dikeluarkan.

b. Kontraktor dapat meminta penjelasan kepada Direksi Teknik, bilamana menurut pendapatnya pada dokumen-dokumen pelelangan, gambar-gambar atau hal-hal lainnya kurang jelas. c. Kontraktor wajib mempelajari dan memeriksa juga pekerjaan

pelaksanaan lain yang dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya. Bilamana sampai terjadi gangguan, maka Kontraktor wajib mengerjakan saran-saran perbaikan. Apabila hal ini tidak dilakukan, Kontraktor tetap bertanggung jawab atas segala kerugian-kerugian yang ditimbulkannya.

A.1.3 Koordinasi dengan pihak lain.

a. Kontraktor wajib berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya demi kelancaran pelaksanaan proyek ini, terutama koordinasi dengan pihak Kontraktor sipil, listrik, dan perlindungan terhadap kebakaran.

b. Kontraktor wajib berkonsultasi dengan pihak-pihak lainnya agar supaya sejauh mungkin dipergunakan peralatan-pperlatan yang

seragam dan merk yang sama untuk seluruh bangunan proyek ini agar mudah pemeliharaannya.

c. Untuk semua peralatan dan mesin yang disediakan, atau diselesaikan oleh pihak lain atau yang dibeli dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi sistim ini, Kontraktor bertangung jawab penuh atas segala peralatan dan pekerjaan ini.

A.1.4. I j i n

i. Semua ijin-ijin dan persyaratan-persyaratan yang mungkin diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor atau tanggungan dan biaya Kontraktor.

j. Semua pemeriksaaan, pengujian dan lain-lain, beserta keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini haruslah dilakukan oleh Kontraktor atau pihak lain yang ditunjuk oleh Direksi Teknik dimana semua biaya adalah beban Kontraktor. k. Kontraktor harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat

yang dipatenkan serta kemungkinan tuntutan ganti rugi dan biaya- biaya yang diperlukan untuk ini. Untuk hal tersebut Kontraktor wajib menyerahkan Surat Pernyataan mengenai hal tersebut diatas.

d. Kontraktor harus menyerahkan semua ijin atau surat keterangan resmi dari pihak yang berwajib, yang diperolehnya mengenai instalasi proyek ini kepada Direksi, Konsultan atau pihak yang ditunjuk untuk itu, sebelum Penyerahan Kedua dilakukan.

A.2. SISTIM SALURAN AIR HUJAN A.2.1 Lingkup Pekerjaan

- Pengadaan dan pemasangan pipa air hujan yang berada di dalam gedung maupun di luar gedung.

- Pengadaan dan pemasangan roof drain dan Pipa Air Hujan dari talang sesuai dengan gambar dokumen.

- Pengadaan tenaga kerja berserta peralatan yang digunakan.

- Pengadaan dan pemasangan bak kontrol sesuai yang tercantum dalam dokumen.

- Pengangkutan bekas galian dan penimbunan kembali. - Pengujian sistim pipa terhadap kebocoran.

A.2.2 Bahan

a. Pipa yang dipakai baik yang di dalam gedung maupun di luar adalah PVC  3” standard AW Medium Class.

b. Accecories

- Untuk PVC class AW, fitting terbuat dari bahan yang sama (PVC) dan dibuat dengan injection molding.

- Roof drain dibuat dari stainless steel. A.2.3 Pemasangan Pipa

a. Pipa tegak

Pipa dipasang dengan support U-klem sesuai dengan diameter pipa. Jarak antara support maximal 150 cm, untuk memudahkan pemasangan pipa harus diberi pelindung (sadel) agar jangan sampai pecah karena tekanan pengkleman sesuai dengan cara- cara yang ditunjukkan pada gambar dokumen.

b. Pipa diluar gedung (dibawah tanah)

Pipa dipasang dan ditanam di bawah permukaan tanah/jalan/ pelataran parkir. Dalamnya perletakan pipa sesuai dengan kemiringan 1% mulai dari titik mula pipa sampai ke selokan/parit. Apabila dijumpai perletakan pipa melintasi jalan kenderaan, dan karena dalamnya galian tidak memenuhi syarat 60 cm, maka pipa pada bagian pengurangan teratas harus dilindungi dengan plat beton tidak tertumpu pada pipa, untuk selanjutnya diurug dengan tanah sampai padat. Konstruksi permukaan tanah/jalan bekas galian harus dikembalikan seperti semula.

Pipa air hujan harus dibuang ke dalam bak kontrol. c. Sambungan pipa P.V.C

- Pipa disambung dengan solvent cement. Pipa yang harus disambung dengan solvent cement, harus dibersihkan dahulu sehingga bebas dari kotoran dan lemak.

- Pembersihan tersebut dilakukan terhadap permukaan luar dan dalam daripada yang akan saling melekat.

- Pada waktu pelaksananan penyambungan, bagian dalam dari pipa yang akan disambung, harus bebas dari benda- benda/kotoran yang dapat menggangu kelancaran air di dalam pipa.

d. Pemasangan saringan air hujan (roof drain)

- Saringan terdiri dari badan yang ditanam rata dengan permukaan atas atap.

- Badan harus mempunyai bentuk yang berfungsi sediment bowl. - Tutup mempunyai saringan yang cembung, sehingga air dapat

masuk dalam saringan melalui samping. e. Pemasangan Bak Kontrol

- Bak kontrol dibuat dari beton bertulang, pada tempat yang ditentukan sesuai gambar, dan diberi tutup yang terbuat dari beton tulang dan grill besi untuk daerah llintasan/jalan mudah diangkat.

- Bak kontrol yang diluar gedung harus disesuaikan dengan keadaan setempat dan harus diberi tutup yang mudah diangkat.

f. Pekerjaan Pipa Menembus Beton.

Apabila dalam pelaksanaan ternyata dijumpai ada pekerjaan yang menembus beton. Pada saat pengecoran harus sudah ditanam pipa sparing sesuai dengan dimensi pipa yang dibutuhkan.

Akibat adanya pembobokan/pembogkaran kontraktor harus memperbaiki kembali sampai rapi dan bila dianggap tidak rapi/baik oleh Direksi, maka Direksi dapat meminta diulangi sampai memuaskan.

B. PEKERJAAN ELEKTRIKAL

B.1. LINGKUP PEKERJAAN

Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, kontraktor pekerjaan instalasi listrik harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Pekerjaan instalasi listrik yang dimaksud adalah pengadaan dan

pemasangan instalasi penerangan lampu dan stop kontak didalam bangunan.

B.1.1 Pelaksanaan Pemasangan

Kontraktor harus mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang, apabila ada sesuatu yang diragukan, Kontraktor harus segera menghubungi Direksi Lapangan.Pengambilan ukuran/atau pemilihan kapasitas peralatan yang salah akan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

B.1.2 Testing & Commisioning

Kontraktor instalasi ini harus melakukan semua testing dan pengukuran yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang ada. Semua bahan dan perlengkapannya yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Kontraktor.

B.2 BAHAN-BAHAN DAN PELAKSANAAN INSTALASI LISTRIK. B.2.1 Panel-panel

a. Panel-panel utama harus dibuat dari pelat tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya menggunakan coating Powder. Warna finishing yang dapat dipakai adalah grey. Panel-panel ini harus dapat dilayani dari depan. Pintu dari panel-panel tersebut diatas harus dilengkapi dengan kunci tanam merk Yale atau yang setara. b. Konstruksi dalam panel serta letak dari komponen-komponen dan

sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan-perbaikan, penyambungan-penyambungan pada komponen-komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya.

c. Seluruh elemen-elemen/komponen-komponen untuk semua panel dipakai buatan MERLYN GERIN atau setara . Komponen-komponen pengaman yang dipakai adalah jenis miniatur Circuit Breaker (MCB), High Repturing Capacity Fuses (HRC) sesuai dengan gambar.

d. Tiap-tiap panel harus dibuatkan Busher untuk gorunded, tahanan pentahanan tidak boleh melebihi nilai 5 Ohm diukur setelah minimal tidak hujan selama 2 hari.

e. Alat-alat ukur yang digunakan adalah type persegi dengan kotak tahan getaran dan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan dengan pemasangan rata permukaan.

f. Setiap panel harus disediakan suatu reel pentanahan yang dilengkapi dengan klem-klem penghubung.

g. Konstruksi dalam panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa, sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan-perbaikan, penggantian dan penyambungan-penyambungan pada circuit breaker atau lain

sebagainya dapat dilaksanakan dari bagian depan dengan mudah tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya.

B.2.2 Panel Penerangan

a. Panel-panel distribusi dapat dipergunakan besi pelat tebal 2 mm, konstruksi, finishing dan sebagainya seperti diuraikan diatas.

b. Untuk panel penerangan dan stop kontak biasa, kabel yang dapat dipergunakan adalah type NYA penampang kabel minimum yang dapat dipakai adalah 2,5 mm. Kabel-kabel ini harus dipasang didalam pipa PVC  20mm ” , atau disesuaikan dengan kabel yang dipakai.

c. Kabel-kabel yang turun dari plafond ke stop kontrak dan saklar melalui dinding bata dimasukan kedalam pipa PVC  20mm ” (sesuai dengan ukuran kabel) harus ditanam didalam dinding dan diplester dengan baik dan rata.

d. Untuk Penyambungan kabel-kabel harus menggunakan terminal box (dura doos, te doos) dan PVC. Terminal box tersebut tutupnya harus dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah, dengan memakai skrup.

e. Pemasangan pipa untuk kabel-kabel diatas plafond harus disusun, diklem/diikat .

f. Pemasangan kabel-kabel pada ruang terbuka dimulai dari panel penerangan sampai kedinding dipasang tertanam, begitu juga untuk stop kontak / saklar pada kolom dipasang tertanam dalam pipa yang telah dipasang saat pengecoran. Sedangkan pada plat lantai dipasang tergantung dibawah lantai dengan menggunakan plat gantungan berupa besi strip # 30.3 dan diikat dengan paku skrup.

g. Kabel-kabel yang terpasang didalam beton, kolom beton, dinding beton harus menggunakan pipa PVC giflex (Gliflex). Pemasangan pipa metal pada daerah-daerah tersebut harus disertai dengan kawat pancingan.

h. Penyambungan kabel-kabel penerangan dan stop kontak didalam doos harus memakai selootif listrik.

i. Semua instalasi pengabelan harus dipasang didalam conduit, baik yang dipasang diatas rak kabel(tranking) maupun yang menuju ke titik-titik lampu dan stop kontak.

7.2.3. Stop Kontak dan Saklar

Prinsip stop kontak dan saklar yang dapat dipergunakan adalah merk CLIPSAL atau yang setara type Midi warnah putih, (frame putih button putih). Stop kontak dan saklar yang akan dipasang adalah type pemasangan masuk (flush mounting) dan flush box (inbow doos) untuk tempat saklar.

7.2.4. Lampu dan Accesories

Lampu dan Accesories yang digunakan adalah :  Lampu RM 2X36W

 Lampu RM 1X36W  Saklar tunggal E31/1/2A  Saklar ganda E32/1/2A

 Saklar Triple E33/1/2A

 Outlet daya 200 w 1 ph 10 A E426/16S

Perletakan setiap jenis lampu harus disesuaikan dengan gambar

Kesemua lampu dan accesories tersebut diatas buatan Philips atau yang setara.

7.2.5. Grounding.

Semua panel lighting fixtures, stop kontak, kabel tranking, kabel ladder dan bagian-bagian metal lainnya yang berhubungan dengan instalasi listrik harus digrounding. Kawat grounding dapat dipergunakan kawat telanjang (BBC = Bare Cooper Conductor). Besarnya kawat grounding yang dapat digunakan minimal berpenampang sama dengan kabel masuk (incoming feeder).

Nilai tahanan grounding sistim untuk panel-panel harus lebih kecil dari 5 Ohm, diukur setelah tidak hujan selama 2 hari. Elektroda pentanahan untuk grounding digunakan pipa galvanis minimum berdiameter 0,75”, diujung pipa tersebut diberi/dipasang cooper rod sepanjang 0,5 m. Elektroda pentanahan yang ditanam dalam tanah minimal sepanjang 6 m atau sampai mencapai permukaan air tanah.

BAB – VII

Dalam dokumen RKS Kelas (Halaman 54-59)

Dokumen terkait