a. Pastikan izin isolasi listrik (No.SF-004/2015/B-304/HSSE Pekerjaan Kelistrikan Secara Aman) diisi dan disahkan.
b. Lakukan isolasi dengan cara matikan mesin atau peralatan menggunakan prosedur normal untuk mematikan mesin. Pastikan semua panel control dalam posisi off atau netral. Putus semua aliran energy penggerak sistem,
“off” kan tombol energi utama. Tutup semua katup. Tes untuk memastikan sistem Lock Out sudah efektif. Cek tegangan disemua sirkuit, cek semua kuning. Kartu tag merah dikembalikan kepada penanggung jawab isolasi.
e. Sesuaikan peralatan/mesin/sarfas yang diisolasi menggunakan Formulir Daftar Peralatan yang diisiolasi SF-001/2015/B-302/HSSE.
3. Ahli Teknik dan Safety Inspector melakukan pengecekan apakah pengisian Formulir Daftar Peralatan yang diisolasi sesuai dengan keperluan.
a. Safety inspector melakukan verifikasi dan mengidentifikasi kemungkinan resiko bahaya yang terjadi serta kesesuaian pekerjaan yang memerlukan penerapan sistem LOTO ini.
b. Ahli teknik atau safety inspector melakukan pengecekan di lapangan dan melakukan verifikasi/memastikan tidak ada energi yang mengalir (instegritas isolasi).
Pelepasan lock out-tag out.
Kontraktor atau teknisi. Harus melaporkan penyelesaian pekerjaannya
kepada Ahli Teknik jika pelaksanaan perbaikan atau pemeliharaan telah selesai.
Ahli teknik dan penanggung jawab isolasi. Melakukan pemeriksaan hasil
pekerjaan, apakah benar-benar telah selesai dikerjakan dan memastikan kondisi aman sebelum “tagging” dilepas.
Kontraktor atau operator teknik. Melakukan pelepasan LOTO dengan
disaksikan Ahli Teknik (wakil), safety inspector, dan GSI (wakil).
Ahli teknik bersama-sama dengan GSI (atau wakil GSI). Melakukan tes/uji
peralatan yang telah selesai diperbaiki atau dipelihara serta dituangkan ke dalam berita acara hasil tes/uji peralatan.
Penanggung jawab isolasi. Melakukan pencatatan/hasil verifikasi akhir
pelepasan sistem Lock Out Tag Out pada Formulir peralatan yang diisolasi.
Catatan yang diperlukan dalam proses Lock Out Tag Out adalah :
1. Pencatatan nomor kunci. Setiap kunci harus diberi nomor kunci yang unik untuk diidentifikasi yang jelas.
2. Pencatatan bagian yang diisolasi, dikunci dan, dilebel.
3. Pencatatan dan penandatanganan pelaksaan isolasi dari pekerja yang berwenang dan berkompeten.
4. Pencatatan pemeriksaan isolasi dari yang berwenang.
5. Pencatatan nama pelaksana isolasi pada label (tag)
Sesuai dengan hasil wawancara dengan informan tambahan, yang berisi :
(Informan Tambahan)”… dilakukan dengan alat LOTO yang sesuai, dilakukan pencatatan, diinformasikan kepada pihak terkait gitu…”(29 oktober 2021).
Selain dicatat, alat Lock Out atau penguncian gembok harus terkoordinasi dengan jelas sehinggan pekerja lain tidak bisa menggunakan kunci untuk mengaktifkan energi yang sedang dalam perbaikan atau perawatan dan agar melindungi para pekerja lain yang berada disekitar lokasi kerja. Peralatan kunci untuk isolasi harus disiapkan untuk pekerja yang berwenang (supervisor) di bagian tersebut, karena peralatan tidak bisa digunakan untuk keadaan normal agar tidak menimbulkan kebingungan oleh pekerja lain yang tidak mengetahui prosedur LOTO.
Beberapa ketentuan dalam pelaksaan penguncian dan pelebelan alat isolasi energi adalah:
1. Alat pengunci ( Lock) dan pelebelan (Tag) harus dipasang sedemikian rupa sehingga mampu menahan alat isolasi dalam keadaan aman, sepeti mati (off) atau tertutup (closed). Alat pengunci ini harus terpasang sehingga pekerja lain tidak bisa memaksa mengaktifkan alat isolasi tersebut hanya pekerja yang berwenang dan kompeten yang dapat melakukan penguncian ini.
2. Setiap pekerja atau pihak, yang bekerja pada peralatan yang akan diisolasi energinya, harus memasang sendiri kuncinya pada setiap alat yang akan diisolasi.
3. Jika peralatan pengunci yang digunakan adalah kunci atau kunci kombinasi, maka supervisor dari pekerja yang berwenang untuk pengunci harus mengontrol
pemakaian kunci, kunci tambahan, dan kunci kombinasi tersebut. Individu yang memasang kunci harus merawat kuncinya setiap hari.
4. Label bahaya (Danger Tag), jangan dioperasikan (Do Not Operate), atau label peralatan sedang dalam mengunci (Equipment Locked Out), harus terpasang pada setiap peralatan isolasi. Label ini harus mencantumkan nama pekerja yang memasang kunci dan label tersebut, tanggal pemasangannya, dan alasan pemasangannya. Label ini harus tahan cuaca dan tulisan tidak boleh luntur karena hujan atau terkena siraman air.
Indikator dan Ukuran Keberhasilan Penerapan Lock Out-Tag Out
1. Sistem Lock Out Tag Out (LOTO) dapat berjalan dengan baik dan semua pekerja dilokasi tersebut mengerti dan paham akan prosedur dan penggunaan sistem sehingga diperoleh proses kerja yang aman.
2. Pelaksanaan sistem LOTO terdokumentasi dengan baik didalam log book peralatan.
Peralatan Lock Out Tag Out (LOTO)
Peralatan LOTO merupakan aspek penting yang harus ada sebagai elemen penting dalam keberhasilan penerapan LOTO yang digunaka untuk isolasi peralatan.
Peralatan LOTO yang ada di FT Sibolga terdiri dari gembok, label dan alat tambahan LOTO lainnya seperti gate valve lockout, ball valve lockout, safety hasp, dan sebagainya. Dari berbagai macam peralatan LOTO yang digunakan di Fuel Terminal Sibolga peralatan harus sesuai dengan potensi bahaya agar isolasi energi yang
dilakukan berjalan dengan baik sesuai prosedur. Alat – alat penguncian gembok dan pelebelan yang digunakan harus tahan cuaca. Label harus memenuhi OSHA 1910.145 Dari hasil penelitian yang dilakukan terkait penerapan LOTO di PT.
Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga terkait peralatan LOTO sudah tersedia dengan lengkap. Peralatan LOTO yang digunakan FT sibolga disediakan oleh PT.
Pertamina Pusat dan Region dan akan dibagikan dan diambil oleh unit masing-masing diwilayah. Setelah diambil maka peralatan LOTO tersebut telah menjadi tanggung jawab tiap unit itu sendiri. Di Pabrik III PT Petrokimia Gresik tidak semua jenis peralatan LOTO yang dimiliki tersebut digunakan. Saat ini yang paling sering digunakan adalah jenis label dan gembok meskipun penggunaannya tidak dipasang secara bersamaan. Hal ini dikarenakan ada perangkat isolasi energi yang tidak bisa menerima gembok sehingga hanya dipasang label saja.
Jenis peralatan penggembokan tidak banyak digunakan karena peralatan tersebut hanya akan digunakan jika terjadi perbaikan besar yang memakan waktu lama.
Penggunaan label dan gembok sendiri dianggap sudah cukup dalam melakukan upaya pengendalian energi yang ada.
Di Fuel Terminal Sibolga tidak semua jenis peralatan LOTO yang dimiliki digunakan di perusahaan. Saat ini yang paling sering digunakan oleh para pemilik peralatan LOTO adalah jenis peralatan gembok dan label. Ada beberapa peralatan LOTO yang tidak bisa dipasang secara bersamaan dan hanya boleh dipasangkan tanda peringatan saja seperti label/tag. Jenis peralatan gembok hanya digunakan jika ada kegiatan perbaikan atau perawatan dalam jangka waktu lama seperti gate valve
atau tangki bocor dan harus ditutup aliran pipa. Penggunaan peralatan jenis gembok dan label sudah dianggap cukup dalam isolasi energi secara aman. Berikut hasil observasi terkait peralatan LOTO di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga:
Tabel 1.
Hasil Observasi Peralatan LOTO di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga
Nama alat Tahan Fuel Terminal Sibolga sebagai salah satu prosedur untuk pengisolasian energi secara aman, dan gembok yang digunakan untuk saat ini berwarna merah. Gembok/Lock Out yang berwarna merah biasanya digunakan untuk pekerja kontruksi atau pekerja perbaikan dan pemeliharaan sedang berlangsung. Sesuai dengan hasil penelitian bahwa alat gembok dalam penerapan LOTO sudah sesuai dengan standar yang ada yaitu tahan cuaca.
OSHA 1910.145 menyebutkan bahwa gembok harus memiliki kriteria tahan lama, terstandarisasi baik dari segi bentuk, warna, dan ukuran, substansial, dan dapat diidentifikasi. Berdasarkan standar tersebut gembok yang digunakan
telah memenuhi standar karakteristik, mulai dari warna, tidak mudah berkarat, tulisan mudah dibaca, substansial, dan dapat diidentifikasi. Berisi peralatan lock yang digunakan untuk isolasi peralatan.beberapa contoh peralatan lock, antara lain:
a. Rantai (chain) b. Gembok (padlock) c. HASP (multi lock) d. Cable Lockout
e. Universal valve lockout f. Gate valve lockout g. Ball valve lockout h. Circuit braker lockout
i. Dan lain-lain sesuai kebutuhan pekerja
Gambar 5. Gembok yang ada di fuel terminal Sibolga
Label/tag out. PT. Pertamina (persero) Fuel Terminal Sibolga dalam penerapan LOTO menggunakan label yang berisi informasi dan pengaman. Label informasi adalah label yang berisi peringatan atau himbauan terkait bahaya yang ada dilingkungan kerja misalnya peringatan listrik tegangan tinggi. Label informasi tersebut sering dipasang di panel control atau valve. Label pengaman adalah label yang digunakan sebagai upaya pengendalian energi. Label tersebut dibagi menjadi tiga macam warna, yaitu label berwarna merah, kuning dan hijau, contohnya label merah dan kuning dipasang untuk kelistrikan.
OSHA 1910.145 menyebutkan bahwa gembok harus memiliki kriteria tahan lama, terstandarisasi baik dari segi bentuk, warna, dan ukuran, substansial,
dan dapat diidentifikasi.Hasil penelitian diketahui bahwa label yang digunakan di FT Sibolga sudah tahan akan cuaca. Label pengaman atau label informasi yang digunakan sudah sesuai dengan syarat dan standar yang sudah ditetapkan, Alat – alat penguncian gembok dan pelebelan yang digunakan harus tahan cuaca. Label harus memenuhi OSHA 1910.145. Selain itu label yang sudah dipasang pada alat/mesin yang sedang diberikan label/tag out tidak bisa dibuka, dilepas secara sengaja oleh pihak lain tanpa ada izin atau koordinasi dengan pihak yang terkait dengan sarvas yang di LOTO tersebut. Karena harus sesuai dengan prosedur kerja penerapan LOTO yang sudah di tetapkan oleh perusahaan.
(Informan Tambahan)”…lagi diperbaikan baru nanti kita kasih LOTO dipasang tag sebagai peringatan dan pemberitahuan. Kalau label nya kadang kita tergatung isi informasinya contohnya sedang ada perbaikan mesin, sedang ada perawatan jadi kita beri LOTO…” (29 oktober 2021).
Dimana suatu label yang terbuat dari kartu dilapisi plastik yang tahan cuaca digunakan sebagai tanda bahwa mesin/alat yang diberi tanda ini sedang diisolasi terhadap energi berbahaya dan tidak diperbolehkan mengoperasikannya kecuali pihak yang berwenang. Juga digunakan sebagai tanda bahaya, dan tanda lainnya atau informasi. Tag out adalah suatu metode memastikan dengan tanda bahwa perangkat yang diisolasi tersebut tidak dioperasikan oleh orang lain. Berisi tentang jenis tagging yang digunakan untuk isolasi peralatan. Beberapa contoh peralatan tag out, antara lain:
Gambar 6. Label / tag out yang ada di fuel terminal Sibolga
Label harus berisi informasi himbauan bahaya, tanggal pemasangan, nama dan departemen pemasang, serta keterangan umum lainnya. Label harus dipasang dan dilepas oleh pekerja yang berwenang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pemasangan peralatan LOTO terkait penerapannya sudah dipasang oleh pihak yang berwenang yaitu HSSE Fuel Terminal Sibolga.
(Informan Tambahan)” Kalau memasang dan melakukan LOTO itu tetap HSSE yang berwenang.”(29 oktober 2021).
Perlengkapan dan Peralatan Tambahan Lock Out Tag Out
Perlengkapan dan peralatan tambahan LOTO yang ada di FT sibolga ada beberapa alat yang saat ini digunakan yaitu gate valve lockout, cable lockout, cirkuit
braker lockout, ball valve lockout, plug valve lockout, hasp, dan scicors. Jika ada proses perbaikan atau pemeliharan yang menggunakan alat tambahan dalam penerapan LOTO disuatu mesin/alat yang akan dipasang LOTO, maka pihak yang memasang alat tambahan LOTO tersebut wajib menulis nama identitas dari yang memasang dan melepas alat LOTO.
OSHA 1910.145 menyebutkan bahwa gembok harus memiliki kriteria tahan lama, terstandarisasi baik dari segi bentuk, warna, dan ukuran, substansial, dan dapat diidentifikasi. Berdasarkan hasil observasi terhadap perlengkapan dan peralatan tambahan LOTO juga sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga yang ada di dokumen terkait LOTO yaitu dimana Alat – alat penguncian gembok dan pelebelan yang digunakan harus tahan cuaca. Sesuai dengan karakteristik yaitu warna, bentuk ukuran standar, dapat diidentifikasi dengan mudah, serta substansial seperti mudah digunakan.
Bentuk dan Sumber Energi Lock Tag Out (LOTO)
Penerapan Lock Out Tag Out di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga yakni pertama karena ada pekerjaan yang memiliki resiko tinggi, mengamankan pekerja terkait dengan sumber-sumber energi yang ada di lokasi kerja.
Ada beberapa bentuk sumber energi yang ada di FT Sibolga yang digunakan untuk sistem operasional perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara yang dengan para informan penelitian yaitu informan kunci, informan utama, dan informan tambahan ada beberapa macam bentuk dan sumber energi yang digunakan oleh perusahaan untuk sistem operasi seperti pengoperasian pompa produk dan lain-lain. Dan hasil
wawancara mendalam terkait sumber dan bentuk energi yang paling banyak digunakan di FT Sibolga adalah energi listrik dan energi kimia yang dialirkan melalui pipa produk. Karena LOTO banyak digunakan diwilayah operasional seperti penerimaan, penimbunan, dan penyaluran dimana semua sistem operasional banyak menggunakan gate valve sebagai alat kerjanya.
(Informan Kunci)” pekerjaan ya kalau terkait pekerjaan tentunya yang mempunyai energy listrik, energy listrik itu contohnya energy statis atau listrik buatan, energy mekanik/perputaran pergerakan, energy potensial energy panas, chemical, pneumatic dan sebagainya….”(27 oktober 2021)
Diperkuat lagi dengan hasil wawancara dengan informan tambahan, berikut ini hasilnya:
(Informan Tambahan).”..perbaikan gate valve, alat/mesin yang memiliki sumber energi. Baik energi listrik, energi mekanik, energi potensial, energi panas, energi chemical, dan sebagainya…”(29 oktober 2021).
Didukung oleh hasil wawancara dengan informan kunci, berikut ini:
(Informan Kunci).“... untuk mesin, lebih energi kinetic…”(27 Oktober 2021).
Dari berbagai macam sumber energi yang ada di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga, yang paling sering digunakan adalah energi listrik. Karena proses operasional yang ada di FT Sibolga dibantu dengan energi listrik.
(Informan Utama)”…tapi untuk pekerjaan energy listrik kita lakukan LOTO dan paling sering kita lakukan di kantor FT Sibolga itu sendiri...” (27 oktober 2021).
Selain dari energi listrik yang sering digunakan untuk melaksanakan penerapan LOTO di pt. pertamina (persero) fuel terminal sibolga, ada energi kimia yang berbentuk cair maupun gas. Energi kimia yang ada di fuel terminal sibolga dialirkan melalui perpipaan. Energi kimia ini dikontrol dengan sistem operasionalnya menggunakan gate valve sebagai pembuka dan penutup aliran perpipaan. Gate valve adalah sebuah perangkat yang mengatur, mengarahkan atau mengontrol aliran dari suatu cairan (gas, cairan, padatan terfluidisasi) dengan membuka, menutup, atau menutup sebagian dari jalan alirannya. Energi kimia yang ada di FT Terminal Sibolga yaitu BBM seperti Solar, Pertamax, Premium dan Pertalite. Gate valve yang digunakan pekerjaan pemindahan produk atau transfer produk dengan menggunakan pipa kemudian pipa tersebut terconnect jadi ketika melakukan transfer minyak bbm seperti pertamax itu valve-velve yang lain diberi LOTO sebagai pengendalian energi untuk menjaga supaya bbm tersebut tidak tercampur. Penerapan LOTO untuk gate valvenya untuk in out nya supaya tidak ada energy-energi atau bbm yang masuk saat melakukan pekerjaan operasional atau perbaikan. Valve diposisikan dalam keaadaan menutup aliran dan dipasangkan alat LOTO yang sesuai dengan valve, dan dipasang gembok diberi kunci dan dikasih label.
(Informan Utama)”…ada pekerjaan pemindahan produk atau transfer produk dengan menggunakan pipa kemudian pipa tersebut terconnect jadi ketika melakukan transfer minyak bbm itu valve kita LOTO untuk menjaga supaya bbm tersebut tidak tercampur, kemudian ketika ada pekerjaan yang maintenance…”(27 oktober 2021).
Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan dokumen terkait standar penerapan LOTO dan prosedur kerja yang ada, setiap pekerja yang melakukan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan energi-energi yang ada di lingkungan FT Sibolga harus dilakukan identifikasi terlebih dahulu agar pada saat melakukan penerapan LOTO terhadap mesin/alat sudah sesuai dengan dokumen atau prosedur kerja yang aman. Prosedur kerja secara aman dilakukan dengan pemasangan LOTO yang sesuai dengan alat yang akan diisolasi.
Keterbatasan Penelitian
Penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dimana hasilnya diperoleh dari hasil wawancara mendalam. Penelitian ini sangat tergantung pada hasil wawancara yang didapat dari para informan, tergantung hasil interpretasi tentang hasil dan informasi yang ada dalam wawancara tersebut. Keterbatasan dalam menentukan waktu wawancara dan ketersediaan informan.
66
Berdasarkan dariiiihasiliiipenelitian yang telah dilakukan mengenai Analisis Penarapan Lock Out Tag Out (LOTO) di FueliiiTerminaliiiSibolga, maka diperoleh kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Gambaran umum dari penerapan LOTO yang ada di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga sebagai salah satu prosedur atau tata kerja secara aman terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ada di Fuel Terminal Sibolga dan untuk memenuhi peraturan terkait K3 sebagai salah satu upaya pengendalian keselamatan bagi pekerja. Penerapan LOTO dilakukan agar menghindari potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh energi yang ditimbulkan jika tidak dilakukan pengendalian dengan benar atau sesuai dengan prosedur yang ada, mengamankan pekerjaan-pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, mengamankan area kerja dan pekerja dari sumber energi luar yang membahayakan.
b. Prosedur kerja LOTO dari penerapan LOTO yang ada di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga sudah sesuai dengan prosedur kerja yang ada di dalam dokumen TKO (tata kerja organisasi) Pengisolasian Energi Secara Aman dengan No.B-302/F00010/2015-S9 bertujuan untuk memahami energi berbahaya yang ada di lokasi kerja, agar mengetahui resiko paparan energi berbahaya dan metode isolasi energi yang digunakan sesuai dengan resiko
paparannya, memahami prosedur isolasi energi berbahaya dan melaksanakan isolasi dengan benar sesuai dengan prosedur yang berlaku, dan mencegah ketidaksengajaan dalam mengaktifkan sumber energi berbahaya dengan cara LOTO ( penguncian dan pelebelan).
c. Peralatan Lock Out Tag Out yang ada di Fuel Terminal Sibolga ada berbagai maca bentuk dan kegunaannya seperti gembok, label, dan alat tambahan peralatan LOTO. Gembok yang digunakan oleh PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga hanya berwarna merah saja. Gembok yang digunakan juga telah memenuhi standar karakteristik, mulai dari warna, tidak mudah berkarat, tulisan mudah dibaca, substansial, dan dapat diidentifikasi. Sedangkan label yang digunakan ada 3 warna yaitu merah, kuning dan hijau sebagai tanda bahwa peralatan yang telah diperbaiki sudah aman digunakan. Label pengaman atau label informasi yang digunakan sudah sesuai dengan syarat dan standar yang sudah ditetapkan, Alat – alat penguncian gembok dan pelebelan yang digunakan harus tahan cuaca memenuhi OSHA 1910.145.
d. Bentuk dan Sumber Energi Lock Out Tag Out yang ada di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga yang sering digunakan Ada beberapa bentuk sumber energi yang digunakan untuk sistem operasional perusahaan yaitu energi listrik dan energi kimia yang dialirkan melalui pipa produk. Karena LOTO banyak digunakan diwilayah operasional seperti penerimaan, penimbunan, dan penyaluran dimana semua sistem operasional banyak menggunakan gate valve sebagai alat kerjanya.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Penerapan Lock Out Tag Out (LOTO) di PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sibolga, maka saran yang bisa penulis berikan adalah sebagai berikut :
1. Perihal penerapan LOTO di Fuel Terminal Sibolga sudah baik dilaksakan sesuai dengan standart yang ditentukan, namun pada penyusunan dokumentasi penerapannya lebih diperhatikan untuk mempermudah monitoring laporan.
2. Kepada setiap pekerja yang terlibat dalam penerapan LOTO dilapangan tetap selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) demi terus meningkatkan budaya HSE ditempat kerja.
69
Frisian Flag Indonesia Ciracas Jakarta Timur. (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
BPJS Ketenagakerjaan 2020 Data Kecelakaan Kerja Tahun (2020). Diakses dari https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/berita/27290/BPJAMSOSTEK-Sudah Tangani-129.305-Kasus-Kecelakaan-Kerja-di-Indonesia.
BPS (Badan Pusat Statistik) Data Kecelakaan Kerja (2017-2019). Diakses dari https://www.bps.go.id/indicator/17/513/1/jumlah-kecelakaan-korban-mati-luka-berat-luka-ringan-dan-kerugian-materi.html
Bulzacchelli., Maria T., & Jon S. Vernick. (2007). Effects of the occupational safety and health administration's control of hazardous energy (lockout/tagout) standard on rates of machinery-related fatal occupational injury.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17916891 (diakses pada tanggal 22 Desember 2021)
Bulzacchelli, Maria T.; Jon S. Vernick. (2008). Circumstances of Fatal Lockout/Tagout-Related Injuries in Manufacturing. Journal of Industrial Medicine, vol. 51, 2008, p. 728-734. Error! Hyperlink reference not valid. (diakses pada tanggal 22 Desember 2021)
Dasril,iiO.,iSary,iA.iN., &iiiPutra, D. (2021). Faktor-faktoriiiyang berhubungan denganiikejadianiiikecelakaaniiikerjaiipadaiiipekerjaiiibahaniibaku Pt. P&P Lembah Karet. In ProsidingiiiiSeminariiiiNasionaliiiii iStikesiiiiSyedza Saintikaii (Vol. 1, No. 1).
Dewi, L. T. (2018). Investigationiof lockout/tagoutiiiprocedureiiifailureiiiiniimachine maintenanceiiiprocess. JurnaliiTeknikiiiIndustri, 20(2), 135-140.
Karimi, B.,iiChinniah, Y.,iiBurlet-Vienney, D., &iiAucourt, B. (2018).iiQualitative studyiioniitheiicontroliiofiiihazardousiienergyiiiioniiiimachineryiiiusingiiiilo ckoutiiiiand alternativeiiimethods. SafetyiiiScience, 107, 22-34.
Larkin, T.J; Larkin, S. (2021). Larkin Safety Illstrated Lockout/ Tagout.
http://larkin.bi z/data/Lockout-Tagout.pdf (di akses tanggal 20 desember 2021)
Maliga, I. (2021). upayaiiipenerapaniiikesehataniiidaniiikeselamataniiikerja (k3)iipada sektor informaliidi Kabupaten Sumbawa. Abdimas Singkerru, 1(2), 141-147.
Martha, E., & Kresno, S. (2016). Metodologiiipenelitianiikualitatif. Jakarta:iiRajawali Press.
Morison. (2019). Riset kualitatif. Jakarta: Prenada Media Group
OccupationaliiSafetyiiandiiHealthiiAdministration. (2002). Factsheetiilockout/tagout.
Wahsington: U.S. DepartementiiOfiiLabor.
PeraturaniiPemerintahiiRepublikiiIndonesiaiiNomor 50 Tahun 2012iitentangiiSistem ManajemeniiKeselamataniidaniiKesehataniiKerja.
Poisson, P., &iiChinniah, Y. (2016). Managingiirisksiilinkediiito machineryiiiin sawmills byiiicontrolling hazardous energies: Theoryi andiiiiiiiipractice in eight sawmills. Safetyiiscience, 84, 117-130.
ProfileiiPT. Pertaminaii (Persero ) http://e-journal.uajy.ac.id/3461/3/2iKOM01923 .pdf
OSHA. (2007). OSHAii29iiCodeiiofiiifederaliiiregulation. U.S. Departement ofiiiLabor.
Rahayu, I. D., AliiiiMusadieq, M., & Prasetya, A. (2017). Pengaruhiiigaya kepemimpinaniiidaniiiprogramiiiikeselamataniiidaniiikesehataniikerjaiiiiterh adap motivasi kerja (StudiiiPada KaryawaniiiiTetapiiiiMaintenance Department PT BadakiiLngiiBontang). JurnaliiiAdministrasiiiBisnis, 43(1), 1-9.
Setyobudi, D. (2015). Analisis penerepaniiilockout/ tagout (LOTO)iisebagaiiiiupaya pengendalianiiienergiiidiiipabrikIII PT.Petrokimia Gresik (Berdasarkan OSHAii29 CFR 1910.147 dan OSHA 3120). [Skripsi]. UniversitasiiJember, Jember.
Sugiyono. (2017). Metodeiipenelitani pendidikaniipendekataniiikuantitatif,iikualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta.
Suma’mur, P.K. (1992). Higineiiperusahaaniiidaniiikeselamataniikerja. Jakarta: Haji MasiiAgung.
Undang-UndangiiRepublikiiIndonesiaiiiNomor 1 Tahun 1970 tentangiiiKeselamatan daniiKesehataniiKerja.
Undang-UndangiiNomor 13 Tahun 2003 tentangiiKetenagakerjaan.
Undang – UndangiiNomor 36 Tahun 2009 tentangiiKesehatan.
Yamin,iiS.C., Parker,iD.L., Xi, M., & Stanley, R. (2017). Self-auditiiof lockout/tagoutiiiniiiimanufacturingiiiworkplace: Aiiipilotiiistudy. Americanii Journal ofiiiIndustrialiiMedicine, 60(5), 504-509.
Yuliandi, C. D., & Ahman, E. (2019). Penerapaniikeselamatan daniikesehataniiikerja (k3) diiiiiiiiilingkungan kerjaiiiiiiiBalaiiiiiiiiiiiiInseminasi Buatan (BIB) Lembang. Manajerial: JurnaliiiManajemeniiidaniiiiSistem Informasi, 18(2), 98-109.
72 Sibolga
A. Gembok / Lock Out
No. Karakteristik Ya Tidak
1. Tahan lama
a. Terbuat dari bahan yang tahan kondisi
a. Terbuat dari bahan yang tahan kondisi