• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Strategi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam

Guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki strategi dalalam membina akhlak siswa di SMA Negeri 2 Selayar. Adapun strategi dalam membina akhlak siswa adalah sebagai berikut :

1. Dialog

Berusaha menghubungkan pemikiran seseorang dengan orang lain, serta memiliki manfaat bagi pelaku dan pendengarnya.

2. Teladan

Keteladanan adalah salah satu cara dalam membina akhlak siswa dengan cara memberikan contoh yang baik kepada siswanya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Pembiasan

Islam menggunakan pembiaasan sebagai cara membina akhlak, kemudian Islam mengubah setiap jenis kebaikan pembiasaan yang dilakukan dengan mudah tanpa bersusah payah. Pembiasaan masuk tanpa susah payah tetapi cukup dengan terus menerus. Oleh karena itu, merupakan hal yang sangat penting untuk membiasakan akhlak terpuji hingga menjadi adat kebiasaan seorang muslim dengan mudah.

58

4. Nasehat

Nasehat adalah salah satu langkah dalam membina siswa di SMA Negeri 2 Selayar bila siswa terlihat ada kelakuannya yang kurang baik, maka guru akan segera menasehati siswa tersebut.66

5. Perhatian

Siswa selalu mendapatkan perhatian, memberikan perhatian pada anak merupakan salah satu tindakan untuk mencegah dan menghentikan perilaku buruk anak.

6. Hukuman

Adapaun metode yang dilakukan islam kepada anak adalah lemah-lembut dan kasih sayang adalah dasar pembentukan anak, menjaga tabiat anak yang salah dalam menggunakan hukuman sebagai upaya dalam pembenahan, hendaknya dilakukan secara bertahap dari yang paling ringan hingga yang paling berat.

Guru bimbingan dan konseling (BK) dalam membina akhlak siswa memiliki beberapa langkah-langkah. Berdasarkan wawancara peneliti dengan Ibu Hasriati, S.Pd tentang strategi guru bimbingan dan konseling (BK) dalam membina akhlak siswa beliau mengatakan bahwa :

Strategi dalam hal membina akhlak siswa di sekolah menyiapkan mushollah atau masjid setiap jam sholat siswa di giring untuk melaksanakan sholat berjamaah tidak hanya guru bimbingan dan konseling (BK) tetapi semua guru disini kemudian memberikan arahan kepada siswa bersikap kepada guru, dengan teman, dan siswa dengan teman sebaya karena sekarang pendidikan karakter yang menjadi penilaian.67

66 Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, Maal. Muallimin. (Jakarta: Darul Haq, 2002). h. 27

67 Hasriati S.Pd Guru Bimbingan dan Konseling (wawancara 13 Juli 2020)

Wawancara peneliti dengan Ibu Andi Jumiati Dion, S.sos tentang strategi guru bimbingan dan konseling (BK) dalam membina akhlak siswa, beliau mengatakan bahwa :

Strategi dalam membina akhlak siswa adalah mengadakan kerja sama dengan orang tua siswa untuk membina akhlak siswa kemudian di adakan pendekatan kepada siswa yang memiliki masalah seperti suka bolos, malas kesekolah, malas belajar, merokok harus di pahami bagaimana keadaan siswa dan apa yang melatar belakangi siswa seperti itu kemudian mencarikan solusi agar siswa menjadi lebih baik.68

Lanjut wawancara peneliti dengan siswa Agus Hardianto kelas XI mengenai strategi guru bimbingan dan konseling (BK) dalam membina akhlak siswa sebagai berikut :

Strategi guru dalam membina akhlak siswa dengan dengan cara lembut, dalam memberi nasehat ia sangat pandai karena membuat kita sadar dengan nasehatnya dan tidak melakukan pelanggaran lagi.69

Berdasarkan wawancara peneliti dapat disimpulkan bahwa startegi guru dalam membina akhlak siswa adalah dengan cara menyiapkan mushollah sebagai sarana untuk berjamaah, kerja sama antara orang tua dan guru melalui pendekatan untuk mengubah tingkah laku siswa serta memberikan nasehat serta solusi kepada setiap siswa.

68 Andi Jumiati Dion S.Sos Guru Bimbingan dan Konseling ( wawancara 13 Juli 2020)

69 Agus Hardianto kelas XI ( wawancara 16 Juli 2020)

60 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pada bab sebelumnya, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Pelaksanaan bimbingan dan konseling (BK) yakni dengan cara memberikan nasehat kepada siswa oleh wali kelas, apabila tidak dapat di tangani, maka diserahkan kepada guru bimbingan dan konseling.

2. Akhak siswa di SMA Negeri 2 Selayar, yang berjumlah kurang lebih 500 siswa yang memiliki akhlak yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang keluarga siswa, sebagian dipengaruhi oleh faktor ekonomi keluarga.

3. Strategi guru bimbingan dan konseling (BK) dalam membina akhlak siswa di SMA Negeri 2 Selayar yakni dengan cara mengadakan kerjasama dengan orang tua siswa untuk membina akhlak siswa melalui pendekatan langsung kepada siswa, serta memanfaatkan mushollah sebagai sarana ibadah untuk siswa.

B. Saran

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua pihak, dan demi suksesnya kegiatan belajar mengajar maka peneliti memberikan saran :

1. Untuk kepala sekolah untuk memberikan perhatian kepada siswa dan guru dalam hal membina akhlak siswa di sekolah.

2. Untuk para guru agar bisa memberikan contoh atau teladan bagi siswa untuk mewujudkan cita-cita siswa menjadi pribadi yang berakhlak.

3. Untuk para orang tua untuk mengawasi anaknya di rumah dan lingkungannya.

4. Untuk pemerintah senantiasa memberikan perhatian kepada siswa dalam hal pembinaan akhlak siswa di sekolah.

62

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Al-karim.

Al-Hamd, Muhammad bin Ibrahim, Maal. Muallimin. 2002. Jakarta: Darul Haq Akhyar Saiful, 2007. Konseling Islami Kiyai dan Pesantren. Yogyakarta: Elsaq.

An- Nahlawi Abdurrahan, 1992. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Agama Islam : Dalam Keluarga, di Sekolah dan Masyarakat. Bandung: CV.

Diponegoro.

Ahmadi Abu dan Noor Salimi,1991. Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Bumi Aksara.

Abu Bakar M. Luddin, 2010. Dasar-Dasar Konseling Tinjauan Teori dan Praktik, Bandung: Bumi Aksara.

Asmaran As, 2002. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: PT Raja Grafido Persada.

Amri Syafri Amri Ulil, 2012. Pendidikan Karakter Berbasis Qur’an. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

An-nawawi- Iman, 2015. Riyadhus Salihin, Jakarta Timur: Pusat Al-Kautsar.

Corey Gerald, 2009. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Diterjemahkan Oleh E. Koswara. Bandung: PT Refika Aditama.

Daradzat Dzakiyah, 1993. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah. Jakarta:

CV. Ruhama.

Djatnika Rachmat, 1996. Sistem Ethika Islam. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Emzir, 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Faisal Sanapiah, 1989. Format-Format Penelitian Sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Freire Paulo , 2004. Politik Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giyono, 2010. Bimbingan Konseling. Media Akademi.

Gunawan Heri, 2012. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung:

Alfabeta.

Hikmawati Fenti, 2011. Bimbingan dan Konseling. Jakarta Rajawali Pers.

Helmi Masdar, 1973. Dakwah Dalam Alam Pembangunan I. Semarang: Toha Putra.

Isjoni, Belajar, 2011, Belajar Demi Hidup. Yogyakarta Pustaka Pelajar.

Kementrian Agama RI, 2010. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung: CV Penerbit di Ponegoro.

Ketut Dewa, 2000. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Kartono Kartini, 1985. Bimbingan dan Dasar-Dasar Pelaksanaan, Jakarta: Cv.

Rajawali.

Lubis Lumongga Namora, 2011. Memahami Dasar-dasar Konseling Dalam Teori Dan Praktik. Jakarta: Prenada Media Grub.

Munir Amin Samsul, 2016. Ilmu Akhlak, Jakarta: Amzah’

Minarti Sri, 2011. Manajemen Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz media.

Mahsun,2016. Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah, dikutip 31 Agustus 2016 http//www. mahsun. net/2016/08 Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling 31 html.

Maunah Binti, 2009. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Yogyakarta: Teras.

---, 2009. Landasan Pendidikan. Yogyakarta: Teras.

Mu’awanah Elfi dan Rifa Hidayah, 2009. Bimbingan Konseling Islami di Sekolah Dasar. Jakata: Bumi Aksara.

Mu’awanah Elvi, 2005. Pribadi Sehat Melalui Konseling. Surabaya: Elkaf.

Nata Abuddin, 2012. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Rajawali Press.

Nursalim Mochamad, 2015. Pengembangan Profesi Bimbingan dan Konseling.

Jakarta: Erlangga.

Prayitno dan Amti Erman, 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:

Rineka Cipta.

Pasaribu Simanjuntak,B.,I.L, 1990. Membina dan Mengembangkan Generasi Muda, Bandung: Tarsito.

Poerbakawatja Soegarda, 1976. Ensiklopedi Pendidikan. Gunung Agung, Jakarta.

64

Rohmah Noer, 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras.

Sudjana Djudju, 2006. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syaltut, Mahmud, 1985. Akidah dan Syari’ah Islam. Jakarta: Bina Aksara.

Syukur Suparman, 2004. Etika Religius. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Samsul L.N Yusuf, 2012. Bimbingan dan Konseling Perkembangan. Refika Aditama: Refika.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:

Badai Pustaka, 2001)

Tafsir Ahmad, et.al., 2004. Cakrawala Pemikirian Pendidikan Islam. Bandung:

Mimbar Pustaka, Media Transfasi Pengetahuan.

Tanzeh Ahmad, 2009. Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: Teras.

Tohirin, 2007. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: PT.

Raja Grafindo Persada.

Umar, Bukhari. Hadist Tarbawi Pendidikan Dalam Perspektif Hadist, Jakarta : Amzah, 2018

Usman Huseni, dkk. 2006 Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta, PT: Bumi Aksara.

Ya’qub Hamzah, 1993 Etika Islam, Bandung : CV Ponegoro.

Yunahar Ilyas, 2006. Kuliah Akhlak, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset

PEDOMAN WAWANCARA

1. bagaimana sejarah singkat di SMA Ngeri 2 Selayar kabupaten kepulauan Selayar ?

2. bagaimana Visi, misi dan Tujuan di SMA Negeri 2 Selayar di kabupaten kepulauan selayar ?

3. bagaimana keadaan guru dan siswa di SMA Negeri 2 Selayar kabupate kepulauan selayar ?

4. Bagaimana pendapat bapak/ibu mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling (bk) di SMA Negeri 2 Selayar Kabupaten Kepulauan Selayar?

5. Bagaimana pendapat bapak/ibu mengenai akhlak siswa di SMA Negeri 2 Selayar Kabupaten Kepulauan Selayar?

6. Bagaimana pendapat bapak/ibu mengenai strategi guru BK dalam membina akhlak siswa di SMA Negeri 2 Selayar Kabupaten Kepulauan Selayar?

7. Bagaimana pendapat siswa mengenai pelaksanaan guru bimbingan dan konseling SMA Negeri 2 Selayar Kabupaten Kepulauan Selayar?

8. Bagaimana pendapat siswa mengenai akhlak terhadap sesama teman di SMA Negeri 2 Selayar Kabupaten Kepulauan Selayar?

9. Bagaimana pendapat bapak/ ibu mengenai Akhlak siswa kepada Gurunya di SMA Negeri 2 Selayar kabupaten kepulauan Selayar ?

10. Bagaimana pendapat siswa tentang strategi yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 2 Selayar Kabupaten Kepulauan Selayar?

11. bagaimana pendapat siswa mengenai akhlak kepada guru didalam kelas ?

LAMPIRAN

LAMPIRAN

1. Wawancara dengan bapak Andi Ompo S.Pd selaku wakil kepala sekolah

2. Wawancara dengan ibu Jumiati Dion, S.Sos selaku guru bimbingan dan konseling

3. Wawancara dengan ibu ibu Hasriati S.Pd selaku guru bimbingan dan konseling

4. Wawancara Juliana dengan siswa kelas XI

5. Wawancara dengan Agus Hardianto siswa kelas XI

6. Wawancara dengan Mira Fauziyah siswa kelas XI

7. Profil Sekolah SMA Negeri 2 Selayar

8. Kelas I,II, III

RIWAYAT HIDUP

Muhammad Amran, Lahir di Jene’kikki, 28 September 1995, Putra pertama dari pasangan Abdul Rahman dengan Amriati S.Pd.,.Pendidikan Peneliti memulai pendidikan pada tahun 2002 di SDN Inpres Bonelohe dan selesai pada tahun 2008.

Pada tahun yang sama mendaftar sebagai siswa di SMP Negeri 3 Parangia dan selesai pada tahun 2011. Pada tahun yang sama melanjutkan ke SMA Nurkarya Tidung Makassar dan selesai pada tahun 2014.

Kemudian pada tahun 2016 melanjutkan pendidikan jenjang Strata 1 (S1) pada program pendidikan agama Islam di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dokumen terkait