• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian

2. Pelaksanaan dan Pengamatan Hasil Penelitian

Uraian dalam pelaksanaan dan pengamatan hasil penelitian terdiri dari tiga bagian yaitu sebelum penelitian, selama penelitian, dan setelah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memperoleh data-data mengenai hasil observasi hasil belajar dan keaktifan siswa.

a. Sebelum Penelitian

1) Uji Validitas dan Reliabilitas Tes Akhir

Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada siswa kelas XI IPS tahun pelajaran 2011/2012. Soal yang diberikan adalah soal yang akan digunakan untuk tes akhir dalam penelitian.

a) Uji Validitas

Dari tabel dan perhitungan uji validitas (terlampir) dapat dihitung menggunakan rumus validitas dengan rtabel = 0,378 maka diperoleh:

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Soal Tes Akhir No. Soal rhitung Keterangan

1 0,580 Valid 2 0,441 Valid 3 0,460 Valid 4 0,456 Valid 5 0,503 Valid 6 0,403 Valid 7 0,703 Valid 8 0,660 Valid

Jadi, semua soal bernilai valid dan dapat digunakan untuk uji tes akhir pada materi kaidah pencacahan, permutasi, dan kombinasi.

b) Uji Reliabilitas

Dari tabel perhitungan uji reliabilitas (terlampir) dapat dihitung menggunakan rumus reliabilitas sehingga diperoleh perhitungan sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Realibilitas Tiap Soal No. Soal (i) σi2

1 0,2475 2 1,1275 3 1,11 4 0,55 5 1,1275 6 0,55 7 1,275 8 8,475 �2 =769514822520 20 = 7695−7411,25 20 = 283,75 20 = 14,1875

11= 8 8−1��1−(0,2475 +1,1275 +1,11+0,55+1,1275 +0,55+1,275+0,8475 )14,1875

=8 7�(1−14,18756,835 ) =8 7�(1−0,482) =8 7�0,518 = 0,592

Dari tabel reliabilitas maka dapat diperoleh bahwa kriteria reliabilitas soal-soal tersebut cukup yang berarti siswa cukup stabil dan konsisten dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sehingga data yang dihasilkan cukup konsisten sesuai dengan keadaan data itu sendiri.

2) Pretest

Sebelum penelitian dilaksanakan peneliti melakukan 1x pertemuan yakni 2 jam pelajaran. Satu jam pelajaran digunakan untuk melakukan pretest dan satu jam pelajaran dilakukan untuk melihat keaktifan awal siswa di kelas sebelum melaksanakan penelitian yakni pembelajaran dengan menggunakan modul. Pretest dan keaktifan awal sebelum pemberian treatment ini digunakan untuk mengetahui tingkat kehomogenan siswa di dua kelas yakni satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol tersebut. Data tersebut juga untuk membandingkan antara nilai dan keaktifan siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan modul.

a) Perhitungan Nilai Pretest

Nilai pretest setiap kelas direkap dan dituliskan pada tabel nilai pretest (terlampir). Perhitungan pretest menggunakan SPSS. Perhitungan yang diperoleh ialah:

i. Normalitas Data pada Masing-Masing Kelas Tabel 4.3 Uji Normalitas Data Pretest

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

pretestXIIS1 pretestXIIS2 N 28 28 Normal Parameters Mean a,b 30,5057 25,1225 Std. Deviation 13,22734 13,54608 Most Extreme Differences Absolute ,192 ,175 Positive ,123 ,097 Negative -,192 -,175 Kolmogorov-Smirnov Z 1,014 ,926 Asymp. Sig. (2-tailed) ,255 ,358

Dari tabel kolmogorov-smirnov dengan n = 28 dan α=0,05

kita peroleh Dtabel

1. Dari tabel perhitungan SPSS, kita peroleh nilai D = 0,250.

hitung = 0,192 untuk kelas XI IPS 1 (kelas kontrol). Karena Dhitung < Dtabel, maka kita terima H0. Sehingga dapat disimpulkan data nilai pretest pada kelas kontrol berdistribusi normal.

2. Dari tabel perhitungan SPSS, kita peroleh nilai Dhitung = 0,175 untuk kelas XI IPS 2 (kelas eksperimen). Karena Dhitung < Dtabel, maka kita terima H0

ii. Homogenitas Data Kedua Kelas

. Sehingga dapat disimpulkan data nilai pretest pada kelas eksperimen berdistribusi normal.

Tabel 4.4 Uji Homogenitas Data Pretest Test of Homogeneity of Variances

Pretest

Levene Statistic df1 df2 Sig. ,019 1 54 ,890

Dari tabel dapat dilihat bahwa data pretest tersebut memiliki df=54. Dari tabel F untuk df=54 dan α=0,05 diperoleh Ftabel

= 3,17, sedangkan Fhitung=0,019. Ftabel > Fhitung, maka kita terima H0. Kita peroleh kesimpulan bahwa data pretest kedua kelas homogen.

Data pretest kedua kelas berdistribusi normal dan homogen, sehingga dalam perhitungan uji beda dua rata-rata digunakan uji parametrik yaitu uji independent t-test.

iii. Uji Perbedaan Dua Rata-Rata Nilai Pretest

Tabel 4.5 Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Pretest Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means F Sig. t df

Pretest

Equal variances assumed ,019 ,890 1,505 54 Equal variances not

assumed 1,505 53,969

Dari tabel perhitungan SPSS kita peroleh bahwa data memiliki df=54 dan thitung = 1,505. Dari tabel t test diperoleh ttabel=1,67 untuk n=28, t=54, dan α=0,05. Karena -1,67 < thitung < 1,67, maka kita terima H0

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa kedua kelas kontrol dan eksperimen tersebut homogen dilihat dari nilai hasil pretest.

.

b) Keaktifan Sebelum Pemberian Treatment i. Di Kelas Kontrol

Tabel 4.6 Keaktifan di Kelas Kontrol Sebelum Pemberian Treatment

No. Jenis keterlibatan Siswa yang Terlibat Jumlah Frekuensi 1. Siswa bertanya kepada guru saat mengalami

kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran 4 4 2.

Siswa bertanya kepada teman saat mengalami kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran

- -

3. Siswa mengemukakan pendapatnya dalam

pembelajaran - -

4. Siswa mendengarkan temannya saat

mengemukakan pendapat - -

5. Siswa merespon pendapat temannya saat

mengemukakan pendapat - -

6. Siswa mengerjakan tugas-tugasnya dengan

baik 25 25

ii. Di Kelas Eksperimen

Tabel 4.7 Keaktifan di Kelas Eksperimen Sebelum Pemberian Treatment

No. Strategi Siswa yang Terlibat

Jumlah Frekuensi 1. Siswa bertanya kepada guru saat mengalami

kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran 5 5 2.

Siswa bertanya kepada teman saat mengalami kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran

- -

3. Siswa mengemukakan pendapatnya dalam

pembelajaran - -

4. Siswa mendengarkan temannya saat

mengemukakan pendapat - -

5. Siswa merespon pendapat temannya saat

mengemukakan pendapat - -

6. Siswa mengerjakan tugas-tugasnya dengan

baik 25 25

7. Siswa antusias mengikuti pembelajaran 25 25 Dari kedua kelas diperoleh:

Tabel 4.8 Presentase Keterlibatan Siswa Sebelum Pemberian Treatment

No. Strategi Siswa yang Terlibat Frekuensi Jumlah %

1 Tidak menggunakan modul 25 100 54

2 Menggunakan modul 25 100 55

Dari tabel keaktifan yang ada maka diperoleh bahwa keaktifan di kedua kelas pada pertemuan sebelum pemberian treatment sangat tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa keaktifan kedua kelas homogen. Namun frekuensi keterlibatan

kelas yang akan menggunakan modul memiliki selisih 1 dengan kelas yang tidak menggunakan modul, ini berarti keaktifan di kelas yang akan menggunakan modul sedikit lebih tinggi daripada kelas yang tidak menggunakan modul dilihat dari frekuensi keterlibatan siswa dalam pertemuan sebelum pemberian treatment.

Keaktifan siswa pada pertemuan sebelum pemberian treatment sangat tinggi dikarenakan siswa terlihat antusias dengan suasana baru di kelas yang baru. Selain itu, siswa juga diberi pertanyaan mengenai materi pembelajaran yang telah mereka kuasai. Siswa terlihat antusias untuk menjawab pertanyaan yang mereka masih kuasai namun masih secara bersama-sama atau kurang teratur.

3) Pengumpulan Data-Data Lain

Dalam penelitian ini untuk peneliti juga mengumpulkan data usia siswa dan nilai rapor matematika terakhir siswa. Data ini digunakan untuk mengetahui tingkat kehomogenan siswa dilihat dari usia dan nilai matematika semester sebelumnya.

a) Data Usia Siswa

Data usia siswa setiap kelas direkap dan dituliskan pada tabel usia siswa (terlampir). Perhitungan data usia siswa menggunakan SPSS. Perhitungan yang diperoleh ialah:

i. Uji Normalitas Data Usia Siswa

Tabel 4.9 Uji Normalitas Data Usia Siswa

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

usiaXIIS1 usiaXIIS2

N 28 28

Normal Parametersa,b Mean 16,39 16,25 Std. Deviation ,916 ,518 Most Extreme Differences

Absolute ,344 ,471 Positive ,344 ,471 Negative -,227 -,315 Kolmogorov-Smirnov Z 1,823 2,492 Asymp. Sig. (2-tailed) ,003 ,000

Dari tabel kolmogorov-smirnov dengan n = 28 dan α=0,05

kita peroleh Dtabel

1. Dari tabel perhitungan SPSS, kita peroleh nilai D = 0,250.

hitung

= 0,344 untuk kelas XI IPS 1 (kelas kontrol). Karena Dhitung > Dtabel, maka kita tolak H0

2. Dari tabel perhitungan SPSS, kita peroleh nilai D . Sehingga dapat disimpulkan data usia pada kelas kontrol tidak berdistribusi normal.

hitung

= 0,471 untuk kelas XI IPS 2 (kelas eksperimen). Karena Dhitung > Dtabel, maka kita tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan data usia pada kelas eksperimen tidak berdistribusi normal.

ii. Uji Homogenitas Data Usia Siswa

Tabel 4.10 Uji Homogenitas Data Usia Siswa Test of Homogeneity of Variances

Usia

Levene Statistic df1 df2 Sig. 9,540 1 54 ,003

Dari tabel dapat dilihat bahwa data pretest tersebut memiliki

df=54. Dari tabel F untuk df=54 dan α=0,05 diperoleh Ftabel

= 3,17, sedangkan Fhitung=9,540. Ftabel < Fhitung, maka kita tolak H0

Data usia siswa di kedua kelas tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, sehingga dalam perhitungan uji beda dua rata-rata digunakan uji nonparametrik yaitu uji Kolmogorov-Smirnov dua sampel.

. Kita peroleh kesimpulan bahwa data usia kedua kelas tidak homogen.

iii. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Usia Siswa

Tabel 4.11 Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Usia Siswa Test Statisticsa

usia

Most Extreme Differences

Absolute ,143 Positive ,107 Negative -,143 Kolmogorov-Smirnov Z ,535 Asymp. Sig. (2-tailed) ,938

Dari tabel dapat dilihat D=0,143. Sedangkan dari tabel D

Dhitung < Dtabel maka kita terima H0.

b) Data Nilai Rapor Matematika Terakhir Siswa

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata usia siswa di kedua kelas tersebut sama/homogen.

i. Uji Normalitas Data Nilai Rapor

Tabel 4.12 Uji Normalitas Data Nilai Rapor One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

raporXIIS1 raporXIIS2

N 28 28

Normal Parametersa,b Mean 72,32 71,93 Std. Deviation 1,964 1,720 Most Extreme Differences

Absolute ,364 ,338 Positive ,351 ,269 Negative -,364 -,338 Kolmogorov-Smirnov Z 1,924 1,788 Asymp. Sig. (2-tailed) ,001 ,003

Dari tabel kolmogorov-smirnov dengan n = 28 dan α=0,05

kita peroleh Dtabel

1. Dari tabel perhitungan SPSS, kita peroleh nilai D = 0,250.

hitung

= 0,364 untuk kelas XI IPS 1 (kelas kontrol). Karena Dhitung > Dtabel, maka kita tolak H0

2. Dari tabel perhitungan SPSS, kita peroleh nilai D . Sehingga dapat disimpulkan data nilai rapor siswa pada kelas kontrol tidak berdistribusi normal.

hitung

= 0,338 untuk kelas XI IPS 2 (kelas eksperimen). Karena Dhitung > Dtabel, maka kita tolak H0. Sehingga

dapat disimpulkan data nilai rapor siswa pada kelas eksperimen tidak berdistribusi normal.

ii. Uji Homogenitas Data Nilai Rapor

Tabel 4.13 Uji Homogenitas Data Nilai Rapor Test of Homogeneity of Variances

Rapor

Levene Statistic df1 df2 Sig. ,189 1 54 ,666

Dari tabel dapat dilihat bahwa data pretest tersebut memiliki

df=54. Dari tabel F untuk df=54 dan α=0,05 diperoleh Ftabel

= 3,17, sedangkan Fhitung=0,189. Ftabel > Fhitung, maka kita terima H0. Kita peroleh kesimpulan bahwa data nilai rapor siswa di kedua kelas homogen.

Data nilai rapor kedua kelas tidak berdistribusi normal dan homogen, sehingga dalam perhitungan uji beda dua rata-rata digunakan uji nonparametrik yaitu Uji Kolmogorov-Smirnov dua sampel.

iii. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Nilai Rapor Tabel 4.14 Uji Perbedaan Rata-rata Data Nilai Rapor

Test Statisticsa

rapor

Most Extreme Differences

Absolute ,143 Positive ,036 Negative -,143 Kolmogorov-Smirnov Z ,535 Asymp. Sig. (2-tailed) ,938

Dari tabel dapat dilihat D=0,143. Sedangkan dari tabel D

dengan α=0,05 dan n=56, kita peroleh Dtabel=0,182. Dhitung

< Dtabel maka kita terima H0. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata nilai rapor terakhir siswa di kedua kelas tersebut sama/homogen.

b. Selama Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama 12 jam pelajaran yakni 8 pertemuan di kedua kelas penelitian tersebut. Data yang dikumpulkan selama penelitian yakni data keaktifan. Setelah selesai pembelajaran modul siswa akan diberi tes akhir untuk memperoleh data nilai hasil belajar.

1) Deskripsi Pelaksanaan Penelitian a) Pertemuan Pertama

i. Kelas Eksperimen

Pembelajaran dimulai dengan guru mengabsen siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan modul. Kemudian, guru meminta siswa untuk membaca tujuan pembelajaran yang ada pada modul. Guru meminta siswa untuk mencoba menyelesaikan masalah 1, beberapa siswa diminta maju untuk memberikan pendapat. Kemudian, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan dari masalah yang telah dikerjakan yaitu mengenai kaidah pencacahan. Setelah

masalah 1 selesai dibahas, siswa diminta membahas masalah 2 secara bersama-sama dalam diskusi kelas. Untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi kaidah pencacahan, siswa diminta mengerjakan soal latihan 1 dan soal KB 1 dalam kelompok yang masing-masing beranggota 5 orang. Jawaban siswa dikumpulkan dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

ii. Kelas Kontrol

Pembelajaran dimulai dengan guru mengabsen siswa. Kemudian, guru menjelaskan tujuan dari kaidah pencacahan. Setelah itu, guru memberikan soal mengenai kaidah pencacahan dan siswa menjawab bersama-sama secara lisan. Dari soal yang diberikan, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan. Kemudian guru mendiktekan beberapa soal mengenai kaidah pencacahan untuk dikerjakan oleh siswa, beberapa siswa diminta maju untuk mengerjakan soal di papan tulis. Soal-soal yang belum selesai dikerjakan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

b) Pertemuan Kedua i. Kelas Eksperimen

Pada awal pembelajaran, guru mengabsen siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan modul. Kemudian guru

membimbing siswa untuk membahas soal-soal yang dijadikan tugas kelompok, beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Untuk melihat tingkat penguasaan materi, siswa diminta untuk menghitung persentase penguasaan materi yang ada pada modul. Pada akhir pembelajaran, guru membagikan tugas kelompok yang telah dikumpulkan dan mengumumkan siswa yang harus mengerjakan tugas remidial. Guru memberikan waktu satu hari untuk menyelesaikan tugas remidial.

ii. Kelas Kontrol

Pada awal pembelajaran, guru mengabsen siswa. Setelah itu, guru membimbing siwa untuk membahas soal-soal yang dijadikan tugas rumah, beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Pada akhir pembelajaran guru memberikan lembar soal untuk dikerjakan siswa di rumah dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

c) Pertemuan Ketiga i. Kelas Eksperimen

Pada awal pembelajaran, guru mengabsen siswa dan meminta siswa menyiapkan modul. Kemudian guru meminta siswa untuk membaca tujuan pembelajaran. Siswa diminta untuk mencoba menyelesaikan masalah 3 dan

masalah 4 yang ada pada modul., beberapa siswa diminta maju untuk memberikan pendapatnya. Dari masalah 3 dan 4 yang telah dibahas, guru mengarahkan siswa untuk memperoleh kesimpulan, serta mengaitkannya dengan definisi permutasi. Kemudian guru mengajak siswa menyimak rumus umum permutasi, definisi faktorial, dan contoh penggunaan rumus pada pemecahan soal yang ada pada modul. Untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi maka siswa diminta mengerjakan latihan 2. Beberapa siswa maju untuk memberikan pendapatnya, namun karena keterbatasan waktu maka siswa meneruskan mengerjakan latihan 2 di rumah dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

ii. Kelas Kontrol

Pada awal pembelajaran, guru mengabsen siswa. Kemudian guru berkeliling untuk mengecek jawaban latihan soal beberapa siswa yang diberikan pada pembelajaran sebelumnya. Setelah itu, guru menanyakan kesulitan yang ditemukan siswa dalam mengerjakan soal. Soal-soal yang dianggap sulit kemudian dibahas, sedangkan beberapa soal hanya dicek jawabannya secara bersama-sama. Setelah itu, guru memberikan satu soal untuk dibahas oleh siswa. Salah satu siswa maju untuk memberikan

pendapatnya. Dari soal tersebut, guru mengarahkan siswa tentang definisi permutasi dan rumusnya. Kemudian guru memberikan contoh soal dan penggunaan rumus dalam pemecahan soal. Pada akhir pembelajaran, guru memberikan soal-soal latihan mengenai permutasi kepada siswa untuk dikerjakan di rumah dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

d) Pertemuan Keempat i. Kelas Eksperimen

Pada awal pembelajaran, guru mengabsen siswa. Kemudian guru mengajak siswa membahas beberapa soal dari latihan 2 yang belum selesai dibahas. Setelah itu, guru meminta siswa untuk menyelesikan masalah 5, beberapa murid memberikan ide dalam pemecahan masalah. Dari masalah 5 yang telah dibahas, guru mengarahkan siswa pada rumus permutasi unsur yang sama. Untuk memahami penggunaan rumus dalam pemecahan soal, guru mengajak siswa untuk membahas latihan 3 nomor 1 secara bersama-sama. Kemudian siswa diminta mengerjakan latihan 3 yang lain di rumah dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

ii. Kelas Kontrol

Pembelajaran diawali dengan guru mengabsen siswa. Kemudian guru mengajak siswa membahas soal-soal tentang permutasi yang dikerjakan di rumah. Beberapa siswa diminta maju untuk menuliskan pendapatnya di papan tulis.

e) Pertemuan Kelima i. Kelas Eksperimen

Pembelajaran diawali dengan guru mengabsen siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan modul. Kemudian guru mengajak siswa membahas latihan 3. Beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Setelah itu, guru meminta siswa untuk mencari penyelesaian masalah 6. Salah satu siswa memberikan pendapatnya untuk pemecahan masalah. Dari masalah 6 yang telah dibahas, guru mengarahkan siswa untuk memperoleh rumus permutasi siklis. Untuk mengetahui pemahamana siswa terhadap rumus siswa diminta menyampaikan idenya untuk pemecahan masalah 7. Kemudian siswa diminta melihat masalah 8 dan diarahkan untuk memperoleh rumus permutasi siklis dengan beberapa unsur yang sama. Untuk melihat tingkat pemahaman siswa terhadapa materi maka siswa diminta mengerjakan masalah 9 dan dibahas

bersama-sama. Pada akhir pembelajaran, siswa diminta mengerjakan latihan IV dan menyelesaikannya di rumah untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya.

ii. Kelas Kontrol

Pada awal pembelajaran guru mengabsen siswa. Kemudian guru memberikan soal yang mengarah pada permutasi unsur yang sama untuk dibahas bersama-sama. Setelah itu, guru memberikan rumus permutasi unsur yang sama dan contoh penggunaan rumus dalam penyelesaian soal. Siswa diberi beberapa soal mengenai permutasi unsur yang sama untuk dikerjakan dan beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Setelah itu, guru memberikan permasalahan yang mengarah pada permutasi siklis untuk dibahas bersama-sama. Kemudian guru memberikan rumus permutasi siklis dan contoh penggunaan rumus dalam penyelesaian soal. Siswa diberi beberapa soal mengenai permutasi siklis untuk dikerjakan dan beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Pada akhir pembelajaran, guru memberikan soal-soal untuk dikerjakan di rumah dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

f) Pertemuan Keenam i. Kelas Eksperimen

Pada awal pembelajaran guru mengabsen siswa. Kemudian guru mengajak siswa membahas soal-soal latihan IV yang dikerjakan di rumah. Beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Pada akhir pembelajaran, siswa diminta mengerjakan uji KB 2 di rumah dan diberi waktu dua hari untuk mengumpulkannya. ii. Kelas Kontrol

Guru memulai pembelajaran dengan mengabsen siswa. Kemudian guru mengajak siswa membahas soal-soal mengenai permutasi unsur yang sama dan permutasi siklis yang dikerjakan di rumah.

g) Pertemuan Ketujuh i. Kelas Eksperimen

Pada awal pembelajaran, guru mengabasen siswa. Kemudian guru membahas secara singkat mengenai uji KB 2 dan mengumumkan siswa yang harus mengumpulkan remidi. Guru meminta siswa menyiapkan modul dan membaca tujuan pembelajaran KB 3. Setelah itu, guru membimbing siswa untuk melihat permasalahan yang ada pada modul berhubungan dengan materi yang akan dipelajari yakni kombinasi. Guru mengarahkan siswa pada

definisi kombinasi dan rumusnya. Untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi maka guru meminta siswa mengerjakan masalah 10. Salah satu siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis. Setelah itu, guru mengajak siswa untuk melihat contoh-contoh pemecahan masalah dengan menggunakan rumus kombinasi. Siswa diminta mengerjaan uji KB 3 dan beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis.

ii. Kelas Kontrol

Pembelajaran dimulai dengan guru mengabsen siswa. Kemudian guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran kombinasi. Guru memberikan soal mengenai kombinasi dan membimbing siswa untuk mencari pemecahannya. Dari masalah dibahas guru memberikan rumus kombinasi dan contoh penggunaannya dalam pemecahan soal. Untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi, guru memberikan soal-soal mengenai kombinasi kepada siswa. Beberapa siswa maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis.

h) Pertemuan Kedelapan i. Kelas Eksperimen

Guru memulai pembelajaran dengan mengabsen siswa. Kemudian guru mengulang secara singkat tentang materi kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi. Setelah itu, guru memberikan uji kompetensi untuk dikerjakan siswa secara individu. Siswa diberi waktu satu jam pelajaran untuk mengerjakannya.

Siswa diminta untuk mempersiapkan ulangan yang akan diadakan pada pertemuan selanjutnya.

ii. Kelas Kontrol

Pada awal pembelajaran, guru mengabsen siswa. Kemudian guru mengulang secara singkat tentang materi kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi. Guru memberikan uji kompetensi untuk dikerjakan siswa secara individu. Siswa diberi waktu satu jam pelajaran untuk mengerjakannya.

Siswa diminta untuk mempersiapkan ulangan yang akan diadakan pada pertemuan selanjutnya.

2) Data Keaktifan

a) Pertemuan Pertama i. Kelas kontrol

Tabel 4.15 Keaktifan di Kelas Kontrol Pertemuan Pertama

No. Jenis keterlibatan Siswa yang Terlibat Jumlah Frekuensi 1.

Siswa bertanya kepada guru saat mengalami kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran

6 7

2.

Siswa bertanya kepada teman saat mengalami kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran

3 4

3. Siswa mengemukakan

pendapatnya dalam pembelajaran 3 4 4. Siswa mendengarkan temannya

saat mengemukakan pendapat - - 5.

Siswa merespon pendapat temannya saat mengemukakan pendapat

2 2

6. Siswa mengerjakan

tugas-tugasnya dengan baik - -

7. Siswa antusias mengikuti

pembelajaran 7 7

ii. Kelas Eksperimen

Tabel 4.16 Keaktifan di Kelas Eksperimen Pertemuan Pertama

No. Strategi Siswa yang Terlibat

Jumlah Frekuensi 1.

Siswa bertanya kepada guru saat mengalami kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran

4 5

2. Siswa bertanya kepada teman saat

dalam pelajaran

3. Siswa mengemukakan pendapatnya

dalam pembelajaran 2 3

4. Siswa mendengarkan temannya saat

mengemukakan pendapat - -

5. Siswa merespon pendapat temannya

saat mengemukakan pendapat 3 3

6. Siswa mengerjakan tugas-tugasnya

dengan baik - -

7. Siswa antusias mengikuti

pembelajaran 9 9

Dari kedua kelas diperoleh:

Tabel 4.17 Persentase Keterlibatan Siswa Pertemuan Pertama

No. Strategi Siswa yang Terlibat Frekuensi Jumlah %

1 Tidak menggunakan modul 13 46 24

2 Menggunakan modul 12 42 25

Dari tabel keaktifan yang ada maka diperoleh bahwa keaktifan di kedua kelas pada pertemuan pertama terletak pada rentang yang sama yakni cukup aktif. Namun frekuensi keterlibatan kelas yang menggunakan modul lebih tinggi dibanding kelas yang tidak menggunakan modul, ini berarti keaktifan di kelas yang menggunakan modul lebih tinggi daripada kelas yang tidak menggunakan modul dilihat dari frekuensi keterlibatan siswa.

b) Pertemuan Kedua i. Kelas Kontrol

Tabel 4.18 Keaktifan di Kelas Kontrol Pertemuan Kedua No. Jenis keterlibatan Siswa yang Terlibat

Jumlah Frekuensi 1.

Siswa bertanya kepada guru saat mengalami kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran

1 1

2.

Siswa bertanya kepada teman saat mengalami kesulitan/kurang jelas dalam pelajaran

- -

3. Siswa mengemukakan

pendapatnya dalam pembelajaran 5 5 4. Siswa mendengarkan temannya

saat mengemukakan pendapat - - 5.

Siswa merespon pendapat temannya saat mengemukakan pendapat

- -

6. Siswa mengerjakan

tugas-tugasnya dengan baik 15 15

7. Siswa antusias mengikuti

pembelajaran 4 4

ii. Kelas Eksperimen

Tabel 4.19 Keaktifan di Kelas Eksperimen Pertemuan

Dokumen terkait