SUSUNAN PANITIA PESONA BALEKAMBANG
2. Pelaksanaan Event “Pesona Balekambang 2011”
Event “Pesona Balekambang 2011” dilaksanakan 5 hari dimulai dari hari Kamis tanggal 21 April 2011 sampai dengan hari Senin tanggal 25 April 2011. Sesuai dengan agenda acara. Mulai dari pameran flora fauna yang memamerkan beragam jenis tanaman dan hewan. Pasar kreatif yang terdiri industri kreatif beragam kerajinan tangan, pertanian ,kuliner nusantara, garment dengan tema lingkungan hidup. Festival Anak memberi pelatihan dan edukasi mengenai flora dan fauna. Selain itu juga dimeriahkan dengan berbagai lomba yaitu lomba tari, lomba fashion, lomba kreasi barang bekas, lomba mewarnai dan juga disajikan hiburan musik mulai dari musik kontemporer, musik etnic, Elfa Music, dan juga menampilkan band-band dari siswa SMA. Berikut ini adalah susunan acara pelaksanaan Event ”Pesona Balekambang 2011” :
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta mempunyai visi “Mewujudkan Kota Surakarta sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Jawa serta daerah tujuan wisata”. Hal ini merepresentasikan suatu kebulatan tekad bersama untuk mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih maju di masa yang akan datang, khususnya di bidang budaya dan pariwisata. Agar pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan maka diperlukan upaya dan strategi serta suatu perencanaan yang matang dan terstruktur dalam setiap program kegiatan yang akan dilaksanakan. Salah satu upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta untuk lebih memajukan wisata Kota Solo adalah dengan mengadakan event.
Event “Pesona Balekambang 2011” diadakan dengan tujuan menumbuhkan kepedulian dan kecintaan pada lingkungan hidup. Pada acara ini digelar berbagai kegiatan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap tanaman dan hewan, diantaranya workshop penanaman bibit sayuran, workshop pembuatan jajanan berbahan lokal, pameran makanan lokal Solo, pameran berbagai jenis tanaman langka, tanaman hias dan berbagai jenis binatang reptil, burung dan masih banyak lagi. Selain itu juga diramaikan dengan festival ”green dress”, pentas seni flora fauna, musik tradisional, dan lain-lain. Berikut ini upaya dan strategi yang dilakukan Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta dengan suatu perencanaan yang matang demi berhasilnya event ”Pesona Balekambang 2011” :
1. Pengenalan situasi
Hal ini dilakukan dengan mencari informasi dan data agar organisasi mengerti akan citra Balekambang di mata publik/masyarakat. Dengan adanya informasi dan data maka akan mampu mengenali situasi dengan baik lalu dapat mengenali masalah yang ada serta mencari cara untuk memecahkannya. Setelah itu harus mampu menciptakan pemahaman bagi publik perihal tujuan dan konsep event yang akan diadakan.
2. Penetapan tujuan, visi, dan misi
Tujuan utama dari event ini adalah menumbuhkan kepedulian dan kecintaan pada lingkungan hidup, khususnya bagi generasi muda. Dengan adanya event ini diharapakan para generasi muda semakin sadar dan peduli terhadap kelestarian ligkungan hidup. Memberikan contoh positif agar dapat mengembangkan potensi dan kreatifitas anak bangsa khususnya remaja Kota Surakarta dalam berkarya untuk kelestarian alam dan lingkungan.
3. Penetapan khalayak
Penetapan khalayak bertujuan untuk mengidentifikasikan segmen khalayak atau kelompok yang paling tepat untuk dijadikan sasaran. Dalam event ini khalayak sasarannya antara lain, pelajar Sekolah TK dan SD di Surakarta, pencinta dan penghobi flora dan fauna, pelaku usaha dan UKM di Surakarta, dan masyarakat
4. Pemilihan media publikasi
Media publikasi dalam event ini antara lain : press releasse, brosur, poster, pamflet, baliho, dan spanduk. Publikasi ini bertujuan agar masyarakat mengetahui informasi mengenai event ini sehingga tertarik untuk mengunjungi.
5. Perencanaan anggaran
Anggaran disusun untuk mengetahui seberapa banyak dana yang diperlukan dalam rangka membiayai event yang akan dilaksanakan. Anggaran dalam event ini mencakup: kesekretariatan, perlengkapan, publikasi, dokumentasi, transportasi, konsumsi, perijinan, security, acara, insentif, dan biaya tak terduga.
6. Membuat agenda acara
Agenda acara dalam event ini adalah pameran flora fauna, pasar kreatif, festival anak, berbagai lomba, dan hiburan yang semuanya disesuaikan dengan tema lingkungan.
7. Mempersiapkan SDM
SDM yang dipersiapkan dalam event ini adalah panitia yang terdiri dari para staff UPTD Taman Balekambang yang bekerjasama dengan Event Organizer Senthir dan juga anggota keamanan.
8. Evaluasi
Evaluasi yang dilakukan panitia dalam event ini adalah evaluasi harian dan evaluasi akhir. Evaluasi harian yaitu evaluasi yang rutin dilakukan setiap hari saat event berlangsung, biasanya dilakukan setelah event selesai pada jam, dalam evaluasi
dilaksanakan, serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi panitia dalam mengelola acara tersebut. Selain itu juga membahas tentang tanggapan serta opini publik atas acara- acara dalam event ini. Jika ada kritik ataupun saran akan digunakan untuk memperbaiki program yang akan diadakan nanti. Evaluasi Akhir yaitu evaluasi yang dilakukan setelah event selesai, evaluasi ini meliputi evaluasi anggaran, kesuksesan acara, dan kekurangan-kekurangan yang ada saat acara dilangsungkan.
Semua upaya terbaik telah ditempuh panitia dalam mensukseskan event ini. Walaupun ada kekurangan dalam pelaksanaanya namun diharapkan tujuan dari event ini dapat tercapai yaitu kesadaran masyarakat khususnya Kota Solo dalam melestarikan lingkungan hidup. Kekurangan yang ada akan menjadi acuan bagi Dinas Pariwisata Kota Surakarta untuk membuat event yang lebih baik lagi kedepannya.
B. Saran
a. Saran kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta
Dalam rangka mencapai visi dan misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, penulis mempunyai saran sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas pelayanan khususnya kepada wisatawan yang
berkunjung ke Kota Solo dengan diadakannya pos-pos informasi wisata yang dapat memberikan infomasi tempat-tempat maupun event-event budaya dan wisata di Kota Solo.
2. Mempublikasikan event-event besar seperti Solo Batik Carnival tidak hanya di media lokal saja tetapi juga di media nasional agar jangkauan publiknya lebih luas sehingga wisatawan dari luar kota mengetahui adanya event tahunan tersebut, selain itu juga akan efektif sebagai sarana pembentukan image Kota Solo menjadi “Kota Budaya”.
b. Saran kepada Program Studi Public Relation
1. Lebih memperbaiki jalinan kerjasama dengan instansi atau perusahaan, baik dinas pemerintah maupun swasta guna mempermudah perijinan pelaksanaan Kuliah Kerja Media.
2. Melengkapi materi terbaru di bidang Public Relation sehingga mahasiswa lebih mampu dan berkompetensi ketika sudah berada di dunia kerja dan menghadapi persaingan dalam era globalisasi seperti saat ini.