• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Internal audit dalam membantu PT. Telkomsel

BAB IV HASIL PENELITIAN

3. Pelaksanaan Internal audit dalam membantu PT. Telkomsel

Internal Audit dilingkungan PT. Telkomsel dilaksanakan oleh internal auditor yang memiliki kedudukan yang independent.Kedudukan ini memiliki fungsi penilaian dengan tujuan menguji dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan

organisasi sampai seluruh kegiatan bisnis dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Internal Audit PT. Telkomsel sudah dapat dikatakan mempunyai kriteria efektif karena mempunyai landasan kebijakan seperti standar audit proses, kode etik dan charter. Internal Audit Charter merupakan pedoman pelaksanaan pengendalian intern perseroan bagi sub direktorat internal audit PT. Telkomsel. Internal Audit Charter menjelaskan tugas, sasaran, kewajiban, independensi, netral dan obyektif serta hubungan dan tanggung jawab sub direksi internal audit sampai dalam hal pelaporan serta peran sub direktorat internal audit dalam mewujudkan Good Corporate Governance. Di dalam isi Internal Audit Charter mengatakan bahwa internal audit adalah suatu divisi non departemen yang dipimpin oleh General Manager Internal Audit yang bertanggung jawab langsung secara struktural kepada Direktur Utama dan secara fungsional kepada komite audit.

.Untuk melaksanakan audit, terlebih dahulu auditor menyiapkan rencana kegiatan audit yang berisi proses tahapan audit yaitu tujuan, ruang lingkup, lama pelaksanaan serta jumlah personil yang terlebih dahulu dibuatkan surat tugas yang diberikan dan disetujui oleh General Manager. Tujuan perencanaan audit ini adalah sebagai alat pencapaian tujuan audit. Internal auditor PT. Telkomsel telah melaksanakan seluruhnya dengan baik dan sesuai dengan tahapan - tahapan yang ada.

a. Pedoman Internal Audit PT. Telkomsel ( Standar Audit Process )

1 Pendahuluan

a. Latar Belakang

Pelaksanaan audit menurut persyaratan profesional auditor yang didukung sifat - sifat obyektif, netralitas, independent dan aturan - aturan lainnya yang ada didalam Audit Charter. Untuk itu disusun standar audit proses sebagai petunjuk atas pedoman yang merupakan langkah - langkah dalam melaksanakan audit.

b. Maksud dan Tujuan

Agar dapat dijadikan pedoman oleh Internal Auditor PT. Telkomsel dalam melaksanakan tugasnya, sehingga pelaksanaan fungsi auditor dapat terarah atau terfokus.

2 Perencanaan

Setiap kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Internal Auditor harus direncanakan secara memadai agar audit ( financial, manajemen operasional dan teknologi informasi audit ) dapat dilaksanakan secara efisien, efektif serta dapat didokumentasikan, yaitu :

a. Program Kerja Audit Tahunan (PKAT)

Rencana kegiatan audit selama satu tahun yang disusun secara

sistematis berdasarkan prioritas tingkat resiko yang akan berdampak bagi potensial loss dan profitabilitas perusahaan.

Rencana kegiatan audit diluar program kerja audit tahunan dalam rangka meningkatkan kompetisi dan profesionalisme internal auditor.

c. Anggaran

Program kerja disusun, dihitung dan harus dituangkan dalam satuan moneter.

d. Kecukupan Sumber Daya

Rencana kegiatan audit tahunan maupun non audit tahunan harus mempertimbangkan kecukupan sumber daya yang dimiliki dari sisi jumlah personel dan kompetisi sehingga tujuan program kerja dapat tercapai. e. Persetujuan

Program kerja audit tahunan maupun non audit tahunan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen dan Audit Comitee. Perencanaan terhadap spesial audit tidak dilakukan secara detail karena bersifat kaukatis, sehingga proses pelaksanaannya adalah bersifat instruksi dari direksi.

3 Persiapan Administrasi

Kegiatan administrasi harus disiapkan sebelum pelaksanaan tugas audit, sebagai berikut :

a. Surat Tugas Audit

Setiap melaksanakan tugas audit, internal auditor dibekali dengan surat tugas audit sebagai dasar hukum pelaksanaan audit. Surat ini tanda tangani oleh General Manager Internal Audit apabila PKAT mendapat persetujuan.

Untuk audit khusus, surat tugas telah ditandatangani oleh GM Internal Audit berdasarkan instruksi dari Direktur Utama.

b. Surat Pemberitahuan Audit

Internal Auditor berkewajiban memberitahukan pelaksanaan audit kepada auditee sebelum audit dilaksanakan. Surat pemberitahuan audit ditandatangani oleh General Manager Internal Audit. Untuk spesial audit harus diadakan pemberitahuan terlebih dahulu.

4 Audit Pendahuluan

Dalam meakukan kegiatan audit, Internal auditor harus mempersiapkan dan melakukan hal - hal berikut :

a. Pertemuan Awal

Dilksanakan untuk menyampaikan maksud, tujuan dan ruang lingkup kepada auditee agar dapat memahami obyek yang periksa dan dapat memberikan bantuan.

b. Pengumpulan Referensi

Pengumpulan bahan materi yang berkaitan dengan ruang lingkup audit. c. Review Proses Bisnis, Identifikasi Poin kritis dan Resiko Proses Bisnis

Pemahaman terhadap proses bisnis obyek audit untuk mengidentifikasikan poin kritis dan resiko yang melekat agar dapat diberikan saran untuk perbaikan.

Penilaian terhadap struktur pengendalian internal yang memadai dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan sifat, waktu dan lingkup pengujian yang dilakukan.

e. Program Audit

Setelah memahami seluruh rangkaian proses kegiatan yang diaudit berikut tingkat resiko yang melekat pada proses bisnis, auditor wajib menyiapkan program audit yang berisi proses tahapan audit yang dilaksanakan oleh internal auditor.

5 Pekerjaan Lapangan

Pelaksanaan audit terhadap obyek audit yang telah direncanakan dan diseujui sebelumnya, sesuai lingkup dan jadwal audit dalam program audit :

a. Pengujian Kepatuhan (Commpliance Test)

Mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti dengan tujuan untuk menentukan apakah kegiatan financial dan operasional tertentu dari suatu entitas sesuai dengan prosedur, aturan - aturan dan regulasi yang telah ditentukan dan atau best practice.

b. Pengujian Substansi (Subtantive Test)

Merupakan pengujian rinci dan prosedur analitis yang dilakukan untuk meyakini :

Menilai tingkat kualitas informasi serta telah diimplementasikannya prinsip - prinsip akuntansi yang diterima umum (PSAK dan US GAAP) dan menerbitkan laporan temuan serta saran.

2). Management Audit

Menilai tingkat efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan untuk merealisasikan tujuan kegiatan dan menerbitkan laporan temuan dan saran.

3). Operasional Audit

Menilai tingkat ketaatan para pelaksana terhadap sistem dan prosedur (aturan) yang telah ditetapkan dan menerbitkan laporan temuan serta saran perbaikan.

4). Informasi dan Teknologi Audit

Meyakini bahwa seluruh end to end process IT terintegrasi dengan baik dan benar serta telah diimplementasikan internal control.

c. Ringkasan hasil audit dan rekomendasi

Setelah melaksanakan kedua pekerjaan lapangan, auditor menyiapkan ringkasan hasil audit. Ringkasan hasil audit pada tahap ini merupakan kesimpulan dan rekomendasi sementara dari hasil pelaksanaan audit sebagai bahan diskusi akhir dengan pihak auditee.

6 Pelaporan

Pelaksanaaan diskusi antara auditor dengan auditee untuk membahas hasil audit dan rekomendasi yang akan digunakan sebagai pengayaan atas laporan finalhasil audit, agar pada laporan final dimaksud menjadi lebih obyektif, netral dan independen.

c. Laporan Final Hasil Audit

Sebagai tanggung jawab profesional, pada akhir pelaksanaan audit, auditor wajib membuat laporan final hasil audit yang berisi temuan, pendapat dan saran.

7 Tindak Lanjut

Internal auditor berkewajiban melakukan monitoring atas tindak lanjut yang telah dilakukan oleh auditee berdasarkan saran yang telah diberikan. Menurut penulis dengan adanya urutan pelaksanaan audit yang telah dibuat oleh Internal auditor PT. Telkomsel, dapat mempermudah pelaksanaan Internal audit dan urutan pelaksanaan tersebut sudah baik.

2. Audit Program atas Penjualan KartuHALO

Audit program disusun setelah internal auditor mengetahui prosedur kegiatan yang telah diperiksa dan hasil penilaian resiko ( risk scoring ) yang dilakukan oleh internal audit PT. Telkomsel. Audit program terdiri dari tujuan pemeriksaan ( audit obyektif ) dan prosedur pemeriksaan. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan penjualan PT. Telkomsel yang terdiri dari penjualan kartuHALO ( postpaid) juga SimPATI dan AS ( prepaid). Sesuai dengan tema yang diangkat, disini penulis hanya membahas mengenai penjualan kartuHALO.

Program Kerja Audit

Prosedur Pemeriksaan KertuHALO

Area : Siklus Pendapatan untuk Produk KartuHALO Sub Proses : Penjualan Pasang Baru (PSB)

Informasi atau dokumen yang diperlukan : Kantor Pusat :

1. Dokumentasi bisnis proses atau kebijakan yang terkait dengan penjualan pasang baru (PSB)

2. Hasil Review GL Reconsiliation Report & Bank Statement Report

3. Internal memo atau nota dinas atau laporan lain yang berkaitan dengan pemberitahuan Kantor Pusat kepada Regional mengenai perbedaan hasil rekonsiliasi dan tindak lanjut yang harus dilakukan oleh Regional

4. Internal memo atau nota dinas atau laporan lain yang berkaitan dengan tindak lanjut perbedaan rekonsiliasi yang dilakukan oleh Regional

5. GL Reconciliation Report 6. Bank Statement Report Kantor Regional :

1. Laporan Rekonsiliasi kartuHALO GraPARI 2. Laporan Rekonsiliasi kartuHALO Regional Office 3. Rekening Koran

4. Bank Statement Report 5. GL Reconciliation Report

6. Surat Konfirmasi/Verifikasi ke Bank 7. Journal voucher untuk reconciling items GraPARI :

1. Prosedur aktivasi kartuHALO untuk pelanggan baru 2. Prosedur penerimaan kas

3. Prosedur customer care module aplikasi Geneva 4. Prosedur pencatatan penerimaan penjualan ke Paradise

5. Formulir berlangganan kartuHALO dan dokumen pendukung ( KTP ) 6. Dokumen Survey

7. Invoice

8. Dokumen Aktivasi

9. Data pelanggan dari aplikasi Geneva

10.Dokumen hasil rekonsiliasi antara jumlah pelanggan baru kartuHALO yang disetujui dengan jumlah yang diaktivasi

12.Formulir pembayaran /Invoice yang dicetak dari Geneva 13.Laporan pendapatan PSB

14.Bukti setoran ke rekening Bank Regional

15.Laporan rekonsiliasi penjualan harian dengan penerimaan kas 16.Dokumen rekonsiliasi penjualan harian dengan penerimaan kas

17.Dokumen rekonsiliasi antara penerimaan PSB dengan setoran rekening Bank Regional

18.Interface Report yang dihasilkan oleh sistem secara otomatis ( journal entry penjualan dan cost of card di interface secara langsung dari Paradise ke GL Oracle melalui Integration Application)

19.Laporan penjualan harian yang dihasilkan dari sistem Paradise dan dokumen pendukung

Audit Objective KartHALO 1. Tujuan Umum

a. Memahami proses penjualan pasang baru (PSB) b. Memahami sistem yang terkait dengan PSB

c. Melakukan follow up terhadap temuan audit sebelumnya 2. Tujuan Spesifik

a.Kantor Pusat

1) Rekonsiliasi di review oleh kantor pusat on timely basis dan terdapat tindak lanjut yang memadai untuk setiap perbedaan b. Kantor Regional :

1) Regional office telah melakukan rekonsiliasi secara regular dan tepat waktu

2) Rekonsiliasi bank telah dilakukan secara akurat, lengkap dan tepat waktu

3) Memastikan terdapat tindak lanjut yang memadai untuk reconcling items yang masih outstanding

4) Jurnal entry penjualan dan cost of card kartuHALO dalam GL Oracle dan journal entry reconciling items telah diverifikasi oleh accounting

b. GraPARI :

1) Memastikan permohonan berlangganan untuk pelanggan baru telah divalidasi dan diimput ke Geneva dengan benar

2) Memastikan aktivasi hanya dilakukan untuk pelanggan baru yang telah disetujui

3) Memastikan pendapatan penjualan telah diterima seluruhnya 4) Jurnal untuk penjualan dan cost of card telah dicatat secara

lengkap dan akurat di Paradise dan GL Oracle 5) Memastikan cash account dilakukan setiap hari

Audit program yang dibuat oleh Internal Audit PT. Telkomsel menggunakan format General Audit Program. Audit program ini menurut penulis sudah baik. Jika Internal auditor PT. Telkomsel ingin membuat programnya lebih spesifik lagi, sebaiknya dipergunakan internal audit questionare atau format detailed audit program. Program ini lebih jelas karena ditampilkan tentang personal yang

melakukannya, seluruh pihak terlibat, serta jadwal kerja dan pelaksanaan dari audit program tersebut.

B. ANALISA HASIL PENELITIAN

1. Analisa terhadap audit penjualan kartuHALO PT. Telkomsel

Setelah melakukan proses bisnis melalui flowchart dan audit prosedur ditemukan beberapa masalah yang ditemukan pada penjualan. Temuan didapati setelah auditor melakukan audit. Kesimpulan pemeriksaan atas laporan dari Internal Auditor PT. Telkomsel atas temuan, analisa temuan, rekomendasi serta pendapat auditor adalah sebagai berikut :

1) Penjualan KartuHALO Regional Sumbagsel a.Temuan :

2) Pencatatan untuk revenue PSB kartuHALO dilakukan secara mingguan berdasarkan laporan penerimaan penjualan kartuHALO. 3) Hasil penjualan yang diterima tunai atau cash tidak diakui sebagai

sebagai kas mengingat tidak digunakannya akun kas yang disediakan, dan jumlah yang tidak dicatat diakun kas tersebut dimunculkan sebagai reconcling item.

Operasional:

a) Pencatatan untuk revenue PSB HALO dilakukan secara mingguan berdasarkan laporan penerimaan penjualan kartuHALO. Namun hasil penjualan yang diterima tunai tidak diakui sebagai kas melainkan dicatat sebagai penambahan akun bank. Hal ini tidak

menunjukkan kondisi yang sebenarnya yang dapat menimbulkan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

b) Penyebab terjadinya kesalahan perhitungan dan pencatatan akun – akun kartuHALO dilaporan harian penjualan dan penerimaan GraPARI Sumbagsel, yaitu:

1) Karena petugas tidak melakukan perhitungan sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku

2) Kurangnya fungsi kontrol dari pejabat yang berwenang mengakibatkan salah pencatatan

3) Kurangnya koordinasi regional dengan kantor pusat

Akibat yang timbul dari hal diatas, yaitu:

a. Laporan keuangan tidak menyajikan kondisi yang sebenarnya b. Informasi yang dihasilkan menjadi bias

b. Analisa Temuan

Account Receivable

1) Keputusan Direksi No. 53 tentang fasilitas sambungan kartuHALO dan telephone (fixed phone) dinas bagi karyawan Telkomsel, namun masih terdapat beberapa pelanggan yang seharusnya tidak mendapatkan fasilitas B0 memperoleh fasilitas tersebut.

a) Pemberian fasilitas B0 untuk dinas pegawai dan test selalu merujuk pada Nota Dinas dari SEKPER/HRD kantor pusat.

b) Untuk pelanggan corporate , merujuk pada service level agreement antara PT. Telkomsel dengan pelanggan corporate dan Nota Dinas corporate

2) Semua pelanggan dinas patner yang ada di Ganeva saat ini berasal dari migrasi BIANCA ( regional tidak melakukan aktivasi baru untuk grup Dinas Patner )

Resiko yang timbul dari hal diatas yaitu :

1) Kondisi tersebut akan berpengaruh pada pengurangan pendapatan perusahaan

2) Adanya pelanggan yang mempunyai tunggakan tiga bulan berturut – turut dan tidak pernah melakukan pembayaran sebanyak 48 pelanggan, hal ini disebabkan oleh :

a) Pemblokiran massal yang dilakukan oleh regional Sumbagsel mengacu pada KD.37 /KD-KD/ 2005 yaitu pelanggan yang diblokir dipastikan tidak termasuk kategori pelanggan Corporate, Auto debet, Nomor Dinas, HU, test apabila pembayaran belum masuk atau belum terkumpul di TOP.

b) Khusus pelanggan HALOkeluarga tidak bisa dilakukan deaktivasi secara masal tetapi harus dilakukan secara manual oleh GraPARI yang selanjutnya akan mengakibatkan

terlambatnya proses deaktivasi terhadap pelanggan HALOkeluarga.

3) Penyimpanan atas dokumen – dokumen penerimaan harian seperti kuitansi dan print out harian di GraPARI telah difiling dengan baik. Kondisi ini harus dipertahankan, jadi apabila pelanggan melakukan complain mudah untuk menelusuri data dan dokumen pembayaran.

c. Pendapat Auditor

1) Sistem pengendalian intern yang diterapkan ternyata masih lemah, yaitu :

Account Receivable

a) Pemberian fasilitas B0 belum dikelola dengan baik

b) Perlu dilakukan evaluasi untuk pelanggan corporate berdasarkan service level agreement dengan PT. Telkomsel mengenai periode jatuh tempo pembayaran dan pemblokiran.

c) Pemberian fee abonemen temporer untuk pelanggan regular normal user belum dikelola dengan baik.

d) Tidak dilakukannya control atas jurifikasi open blokir.

e) Maintenance tunggakan pelanggan belum dikelola dengan baik.

2) Revenue PSB kartuHALO

a) Pencatatan pendapatan telah sesuai dengan prinsip Akuntansi yang berlaku umum, namun pencatatan kas belum dilakukan.

b) Internal control masih lemah, baik di GraPARI maupun diregional, khususnya dalam perhitungan kartuHALO dalam laporan harian penjualan dan penerimaan GraPARI – GraPARI Sumbagsel.

d. Rekomendasi : Account Receivable

1) Identifikasi pelanggan mengenakan abonemen bagi pelanggan yang tidak seharusnya mendapatkan fasilitas B0

2) Untuk selanjutnya dibuatkan form untuk justifikasi pemberian fasilitas B0 dengan ditandatangani oleh pejabat yang mempunyai wewenang untuk pemberian fasilitas B0.

3) Dilakukan rekonsiliasi antara data open blokir dengan data pembayaran.

4) Dilakukan control terhadap open blokir. Revenue PSB kartuHALO

a) Pencatatan revenue untuk SP SimPATI, Voucher dan PSB kartuHALO agar selalu mengikuti kebijakan akuntansi yang diatur oleh perusahaan. b) Melakukan koreksi jurnal terhadap akun – akun yang bersangkutan c) Petugas yang terkait harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan

ketentuan yang berlaku, sehingga laporan yang dibuat menjadi valid dan akurat.

d) Pejabat yang berwenang harus selalu mereview yang dilakukan staffnya sehingga kontrol dapat dijalankan dan resiko kesalahan dapat diminimalkan.

e) Regional harus melaksanakan monitoring terhadap laporan harian penjualan dan penerimaan serta petugas regional harus melakukan review terhadap laporan yang dikirim GraPARI.

f) Agar tetap konsisten dalam menyusun laporan rekonsiliasi bank pada penerimaan PSB kartuHALO perperiode.

g) Agar dilakukan pengawasan terhadap transfer otomatis dari bank dan kantor pusat, juga melakukan monitoring terhadap transfer otomatis tersebut.

2). Penjualan kartuHALORegional Sumbagut a. Temuan

Account Receivable

1) Ditemukan adanya ketidaksesuaian data antara penerimaan TOP dengan catatan yang dimaintain oleh unit Billing Collection

2) Berdasarkan data BBS bulan February 2005, ditemukan adanya pelanggan bebas abonemen sebanyak 3248 pelanggan dengan justifikasi kurang jelas.

3) Berdasarkan report collection smiling force dari GraPARI Medan, ditemukan pengelolaan penerimaan piutang ( yang berumur 60 hari dan lebih dari 90 hari) yang tidak dikelola dengan baik.

Revenue PSB kartuHALO

a) Pencatatan revenue PSB kartuHALO dan unearned revenue tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya

b Pendapat Auditor

Account Receivable & Collection

1) Account Receivable belum dikelola dan belum dikontrol dengan baik

2) Collection belum dikelola dan belum dikontrol dengan baik 3) Pemberian fasilitas B0 belum dikelola dengan baik.

Revenue PSB kartuHALO

a) Pengelolaan pencatatan revenue, belum dilaksanakan dengan baik sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum.

b) Internal kontrol masih lemah, baik di GraPARI maupun di Regional, dalam pengelolaan pencatatan revenue.

c Rekomendasi Account receivable

1) Agar secara rutin berkoordinasi dengan Divisi Customer Service kantor pusat mengenai jumlah collection sebenarnya.

2) Menggunakan TOP sebagai satu – satunya sistem untuk mengendalikan/mengontrol piutang, jumlah collection dan sebagai pencatatan ke GL.

3) Mendesain form untuk justifikasi pending blokir dengan ditandatangani oleh pejabat yang yang mempunyai kewenangan yang memberikan pending blokir.

4) Indifikasi kembali pelanggan yang saat ini mendapatkan fasilitas B0 dan mengenakan abonemen bagi yang seharusnya tidak mendapatkan fasilitas B0.

Revenue PSB kartuHALO

a) GraPARI harus mencatat secara teliti semua transaksi penjualan /penerimaan

b) Regional harus mengenakan source dokumen yang diterima dari GraPARI sebagai dasar pencatatan.

c) Harus melakukan supervise yang rutin terhadap GraPARI dan mereview laporan yang dikirim GraPARI

d) Pelaksanaan penyerahan kartu kepada Dealer sebaiknya dilakukan setelah diterimanya pembayaran dari Dealer.

Langkah – langkah yang dilakukan oleh internal audit PT. Telkomsel dalam melakukan audit sudah sesuai dengan teori yang berlaku. Perencanaan audit yang disusun sudah sesuai dengan ketentuan dan setiap langkah yang diambil sudah sesuai dengan pedoman Internal audit PT. Telkomsel yang telah dibuat.

2. Analisa atas hasil audit pada penjualan kartuHALO PT. Telkomsel a. Pelaporan Pemeriksaan Intern

Laporan pemeriksaan intern disusun setelah seluruh rencana audit sudah dilaksanakan. Laporan ini adalah tahap dimana internal auditor memaparkan hasil temuan selama pemeriksaan penjualan dilaksanakan dan rekomendasi serta saran yang diberikan kepada pihak manajemen. Di dalam laporan ini juga terdapat

komentar atau pendapat dari pihak manajemen atas temuan serta rekomendasi yang disampaikan oleh Internal Auditor.

Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah mereview atau mengawasi rekomendasi yang diberikan Internal Auditor apakah yang telah disetujui oleh pihak manajemen telah dilaksanakan demi tercapainya efektivitas dan efisiensi pengendalian intern dalam perusahaan. Hasil audit yang didapat melalui masing – masing regional terdapat beberapa persamaan temuan dan rekomendasi yang menjadi kesatuan atas pengendalian intern PT. Telkomsel secara keseluruhan. Temuan dan rekomendasi ini akan dimuat didalam Hasil Laporan Audit.

Hasil Laporan Audit PT. Telkomsel

1. Latar Belakang

Dasar pelaksanaan Pemeriksaan Rutin ( Reguler Audit ) yaitu Program Kerja Divisi Internal Audit tahun 2005 , Surat Tugas No. 010/IA-04/IA.01/VI/2005, Langkah Pemeriksaan ( Audit Program )

Berdasarkan program kerja Divisi Internal Audit tahun 2005 diatas, maka Divisi Internal Audit kantor pusat melakukan aktivitas pemeriksaan secara periodic dan berkala untuk melakukan pemeriksaan rutin diseluruh regional dan GraPARI Telkomsel yang meliputi bidang Financial Audit dan Operational Audit agar Divisi Internal Audit mempunyai data yang akurat terhadap performasi masing – masing Regional dan GraPARI sehingga dapat menjadi bahan referensi

bagi manajemen Telkomsel pada umumnya dan Board of Directors (BOD) pada khususnya

2. Tujuan Pemeriksaan .

a. Menilai kehandalan sistem pengendalian internal terhadap seluruh aktivitas operasional perusahaan, melalui :

1) Menilai ada tidaknya sistem dan prosedur

2) Menilai memadai tidaknya sistem dan prosedur yang ada 3) Menilai dipatuhi tidaknya sistem yang ada

b. Hasil pemeriksaan juga diharapkan dapat :

1) Memberikan rekomendasi perbaikan sistem dan prosedur, jika sistem dan prosedur yang sudah tidak memadai lagi sebagai landasan kerja dan pengendalian internal

2) Memberikan rekomendasi agar dipatuhinya sistem dan prosedur yang ada jika sistem dan prosedur dimaksud masih memadai sebagai dasar landasan kerja pengendalian internal.

c. Hasil pemeriksaan juga diharapkan digunakan sebagai dasar untuk pedalaman pemeriksaan dalam bentuk special audit. Hal ini dimaksudkan jika dari hasil pemeriksaan ini ditemukan hal – hal yang dipandang signifikan pengaruhnya baik terhadap potensial loss bagi perusahaan maupun maupun tindakan – tindakan human error yang bertentangan dengan peraturaa perseroan.

Laporan ini merupakan ringkasan hasil pemeriksaan rutin masing – masing regional sales yang telah dilakukan pada bulan juni 2006 sebagai tindak lanjut dari Program kerja audit semester I tahun 2006.

Dari hasil pengumpulan informasi, data dan dokumen dari manajemen regional sales, tim audit menyatakan bahwa :

1. Laporan hasil audit regional Sumbagut

a. Sistem pengedalian intern yang diterapkan terhadap aktivitas yang dijadikan obyek audit ternyata masih lemah.

b. Beberapa sistem dan prosedur yang ada ternyata belum ditaati sepenuhnya.

c. Beberapa aktivitas yang dilaksanakan belum dituangkan kedalam suatu sistem dan prosedur yang standar yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatannya

2. Laporan hasil audit regional Sumbagsel

Ditemukan adanya beberapa aktivitas , sistem, prosedur serta ketaatan/keputusan Direksi yang ada ternyata belum ditaati dan dilaksanakan sepenuhnya. oleh manajemen regional yaitu : terjadinya kesalahan perhitungan dan pencatatan akun – akun kartuHALO, terjadi kesalahan perhitungan dan pencatatan akun – akun Stater Pack dan Voucher diperkirakan adanya pengendapan dana.

Dokumen terkait