Rapat persiapan pelaksanaan kontrak/PCM adalah rapat yang dilakukan oleh semua unsur yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, yang pada umumnya terdiri dari Ka.Satker/PPK sebagai unsur pengendali, Konsultan Supervisi sebagai pengawas dan Kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan.
Tujuan PCM sebagai ajang menyamakan persepsi terhadap pasal – pasal yang tertera dalam dokumen kontrak / penyatuan pengertian terhadap hal- hal penting yang belum tertera dalam dokumen kontrak maupun antisipasi terhadap kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Hal lainnya yang juga dibahas dalam PCM adalah:
a) Kesepakatan tentang tata cara dan prosedur administrasi
b) Kesepakatan tentang tata cara dan Prosedur teknis pekerjaan utama (Major item)
[email protected] atau [email protected]
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
1) Pengajuan pekerjaan 2) Shop drawing
3) Cara pengukuran dan pembayaran 4) Tagihan pembayaran/Monthly
Certificate (MC) dan eskalasi
5) Serah terima pertama (PHO) dan Serah Terima Kedua (FHO)
6) Review Design 7) Addendum
Hal lainnya yang juga dibahas dalam PCM adalah:
c) Kemungkinan adanya komposisi/Jumlah peralatan atau urutan kegiatan pekerjaan yang telah dituangkan ke dalam program mobilisasi dalam jadwal pelaksanaan pekerjaan
d) Sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja
e) Laporan Pelaksanaan
Hasil rapat PCM dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh pengguna, penyedia dan pengawas/direksi teknis
Pihak – pihak yang terlibat dalam PCM
[email protected] atau [email protected]
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
Pasal 22. Program Mutu
1. Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK.
2. Program mutu disusun paling sedikit berisi:
a. informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan; b. organisasi kerja penyedia;
c. jadwal pelaksanaan pekerjaan; d. prosedur pelaksanaan pekerjaan; e. prosedur instruksi kerja; dan
f. pelaksana kerja
3. Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan.
4. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi.
5. Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan, termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan. Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan persetujuan PPK.
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
Pasal 22. Program Mutu – lanjutan
6. Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia
Permen PU No. 04/PRT/M/2009 Tentang Sistem Manajemen Mutu (bab. IV pasal 13). Penyedia Barang/Jasa wajib:
a. membuat RMK sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan yang dibahas pada rapat pra-pelaksanaan kegiatan
(pre-construction meeting) untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK);
b. menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya.
c. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ ketentuan/organisasi, agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan; dan
d. mengajukan usulan pengesahan ulang jika terjadi perubahan RMK
[email protected] atau [email protected]
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
1) Informasi Kegiatan 2) Sasaran Mutu
3) Struktur Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK)
4) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa
5) Tugas, tanggung jawab dan wewenang 6) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan
7) Jadual Pelaksanaan Kegiatan 8) Jadual Peralatan
9) Jadual Material 10) Jadual Personil 11) Jadual Arus Kas
12) Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya
13) Daftar Kriteria Penerimaan 14) Daftar Induk Dokumen
15) Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja
ISI RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) : ISI RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) :
Pasal 22. Program Mutu - lanjutan
Permen PU No. 04/PRT/M/2009 Tentang Sistem Manajemen Mutu (bab. IV pasal 13)
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
Pasal 23.
Program
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi1. Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program K3 pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK
2. Program K3 disusun paling sedikit berisi: a. Kebijakan K3 Proyek;
b. Organisasi K3; c. Perencanaan K3;
d. Pengendalian dan Program K3;
e. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3; f. Tinjauan Ulang Kinerja K3.
3. Program K3 dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan.
4. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan Program K3 jika terjadi addendum kontrak dan peristiwa kompensasi.
5. Pemutakhiran program K3 harus mendapatkan persetujuan PPK.
6. Persetujuan PPK terhadap program K3 tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia.
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
Pasal 61. Personil inti dan/atau peralatan
1. Personil inti dan/atau peralatan yang ditempatkan harus sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Penawaran
2. Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis PPK.
3. Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada PPK dengan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil inti yang diusulkan beserta alasan penggantian
4. PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan.
5. Jika PPK menilai bahwa personil inti :
a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik; b. berkelakuan tidak baik; atau
c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya,
maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak diminta oleh PPK.
[email protected] atau [email protected]
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
Pasal 61. Personil inti dan/atau peralatan – lanjutan
6. Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan, maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun
7. Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya. Jika diperlukan oleh PPK, Personil inti dapat sewaktu-waktu disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah.
Pasal 66. Hari Kerja
1. Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masing-masing pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK
2. Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani
3. Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan [email protected] atau
PELAKSANAAN KONTRAK
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
Pasal 45. Hak dan Kewajiban Para Pihak
1. Hak dan kewajiban PPK:
a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; b. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan
yang dilakukan oleh penyedia;
c. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; dan
d. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.
2. Hak dan kewajiban Penyedia:
a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak;
b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
d. melaporkan pelaksanaan penggunaan produksi dalam negeri/TKDN secara periodik kepada PPK;
[email protected] atau [email protected]