BAB III MEKANISME LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN
C. Mekanisme Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Pada PT Bala
2. Pelaksanaan Lelang Oleh PT Balai Lelang Sukses Mandiri
Dalam kegiatan penyelenggaran lelang eksekusi hak tanggungan, maka Balesman juga membuat syarat-syarat mengikuti lelang:
a. Peserta lelang wajib menyetorkan uang jaminan ke rekening Bendaharawan penerima KPKNL.
77
Situs resmi Balai Lelang Sukses Mandiri,
b. Pemenang lelang diwajibkan membayar pelunasan harga lelang dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah ditunjuk sebagai pemenang lelang.
c. Apabila pemenang lelang tidak melunasi kewajibannya, maka ia dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang akan disetorkan ke Kas Negara sebagai Pendapatan Negara dan ia akan dimasukkan ke dalam daftar hitam lelang.
d. Peserta lelang dianggap telah mengetahui keberadaan dan kondisi objek lelang apa adanya.
Berbagai persyaratan lelang selanjutnya dimuat dalam pengumuman Lelang I dan Pengumuman Lelang II. Hal ini ditujukan agar Peminat Lelang atau calon Pembeli objek lelang bisa mempersiapkan untuk pemenuhan berbagai persayaratan lelang dan sekaligus agar peminat lelang mengetahui benar-benar kondisi objek lelang.
Pelaksanaan lelang adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dan merupakan puncak dari seluruh kegiatan lelang, setelah melewati tahapan pra lelang. Tahapan pelaksanaan lelang terdiri dari:
a. Hari Lelang (Auction Day)
Sebelum lelang dilaksanakan, peserta lelang wajib melakukan:
1) Penyetoran uang jaminan yang telah ditentukan oleh Penjual/Kreditur paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari Nilai Limit dan maksimal sama dengan Nilai Limit terkahir dilakukan 1(satu) hari sebelum pelaksanaan Lelang.
2) Peserta lelang minimal 1 (satu) peserta untuk setiap event pelaksanaan Lelang, termasuk untuk Lelang Ulang.
3) Calon pembeli wajib mengetahui hak dan kewajibannya, termasuk pembayaran biaya/pajak yang dikeluarkan sesuai peraturan yang berlaku. 4) Dipastikan bahwa asset yang akan dibelisudah dilihat (open house) dalam
kondisi sebagaimana adanya untuk menghindari keluhan di kemudian hari, karena penjualan dengan sistem lelang merupakan penjualan apa adanya.
b. Metode Lelang
Metode pelaksanaan lelang untuk asset bergerak maupun asset tidak bergerak akan digunakan lelang lisan/terbuka, yaitu:
1) Dilaksanakan dengan mengundang khalayak ramai dan menghadirkan calon pembeli.
2) Harga minimum (limit) langsung ditawarkan kepada pengunjung lelang dengan sistem lelang naik-naik.-Penawaran harga dipandu oleh pemandu lelang (asflager)
3) Calon pembeli yang setuju akan mengangkat panel bid (Nomor Induk Peserta Lelang) pembeli pada harga yang tertinggi dan dinyatakan sebagai pemenang lelang.
c. Pemenang Lelang
1) Setelah pelaksanaan lelang selesai pemenang lelang akan diberikan Berita Acara pemenang lelang.
2) Selanjutnya pemenang lelang menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai dengan persyaratan lelang.
3) Apabila pemenang lelang telah menyelesaikan seluruh kewajibannya,maka akan diberikan Risalah Lelang
d. Acara inti pelaksanaan lelang adalah:
1) Pembukaan oleh MC
2) Sambutan dari penjual / Balesman
3) Pembacaan risalah lelang (Pejabat Lelang) 4) Lelang dipandu oleh Asflager (Pemandu lelang) 5) Penyebutan harga limit (per obyek)
6) Penawaran terbuka per obyek dengan cara penawaran dilakukan dengan mengangkat NIPL (Nomor Induk Peserta Lelang) sebagai tanda persetujuan harga.
7) Pengikatan pemenang lelang dengan Surat Pengikatan Pemenang Lelang (SPPL) berikut pemberian perincian kewajiban pembayaran yaitu: pelunasan harga lelang, dan Biad.
a. Kedudukan PT. Balai Lelang Sukses Mandiri
Balesmanadalah suatu Balai Lelang Swastayang berdomisili di Medan. Walaupun berkedudukan di Medan, Baleman sebagaimana disebutkan dalam PMK Nomor 176 tahun 2010 dapat beroperasi diseluruh wilayah Indonesia. Sebagai sebuah perseoran terbatas yang khusus memiliki kegiatan usaha jasa lelang, maka hubungan
kerjasama perlu dilakukan oleh Balesman adalah dengan pengguna jasanya, dalam hal ini Bank dan berbagai instansi terkait dalam pelaksanaan lelang yaitu Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Badan Pertanahan Nasional (BPN)/ Instansi Pemerintah Daerah dan lain-lain.
Balesman didirikan dengan Akta Pendirian PerusahaanNomor: 53 tanggal 29 Mei 2009, dengan :78
1. Surat Izin Pendirian Balai LelangKeputusan Menteri Keuangan tentang Pemberian Izin Operasional Balai Lelang PT. Balai Lelang Sukses Mandiri Nomor: 175/KM.6/2009 tanggal 3 November 2009
2. Keputusan Menteri Hukum & HAM RI tentang Pengesahan Badan Hukum Perseroan Nomor: AHU-33803.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 17 Juli 2009 Disamping izin diatas, maka terdapat izin kelengkapan lainnya yang dimiliki oleh
Balesman sebagai berikut : 79
1. Izin Tempat Usaha (Domisili), Nomor: 1301/SB-I/2009 tanggal 25 Juni 2009 2. Surat Izin Gangguan Tempat Usaha Bukan Perusahaan IndustriNomor:
503/3661/BI/WAS/VII/2009 tanggal 13 Juli 2009
3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)Nomor 21.104.251.0-113.000 tanggal 29 Juni 2009
4. Tanda Daftar Perusahaan Perseroan TerbatasNomor TDP. 02.12.1.93.12248
78
Ibid
79
5. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena PajakNomor: PEM- 535/BD/WPJ.01/KP.0503/2009
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, kedudukan Balai Lelang Swasta dalam pelaksanaan lelang eksekusi hak tanggungan adalah sebagai pihak yang menjadi partner dari Kreditur dalam melakukan berbagai persiapan pelaksanaan lelang. Demikian juga halnya dengan Balesman, perusahaan jasa lelang ini melakukan pengurusan terhadap berbagai kebutuhan pelaksanaan lelang dengan bersifat perantara antara hubungan kreditur (penjual) dengan pihak KPKNL selaku pihak yang berwenang untuk melaksanakan lelang eksekusi hak tanggungan.Berdasarkan hal tersebut, maka kedudukan Balesman hanya pada tahap pra lelang, dan pasca Lelang, dan khusus untuk lelang eksekusi hak tanggungan hanya bersifat membantu KPKNL dalam melaksanakan acara lelang.
b. Kedudukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
Berdasarkan Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.02/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, tugas pokok KPKNL adalah melaksanakan pelayanan di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara dan lelang.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, KPKNL menyelenggarakan fungsi:
1) Inventarisasi, pengadministrasian, pendayagunaan, pengamanan kekayaan negara.
2) Retribusi, verifikasi dan analisa pertimbangan permohonan pengalihan serta penghapusan kekayaan negara.
3) Registrasi penerimaan berkas, penetapan, penagihan, pengelolaan barang jaminan, eksekusi, pemeriksaan harta kekayaan milik penanggung hutang/ penjamin hutang.
4) Penyiapan bahan pertimbangan atas permohonan keringanan jangka waktu dan/atau jumlah hutang, usul pencegahan dan penyanderaan penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, serta penyiapan data usul penghapusan piutang negara;
5) Pelaksanaan pelayanan penilaian 6) Pelaksanaan pelayanan lelang
7) Penyajian informasi di bidang kekayaan negara, penilaian, piuang negara dan lelang
8) Pelaksanaan penetapan dan penagihan piutang negara serta pemeriksaan kemampuan penanggung hutang atau penjamin hutang dan eksekusi barang jaminan
9) Pelaksanaan pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang atau penjamin hutang serta harta kekayaan lain
10)Pelaksanaan bimbingan kepada pejabat lelang
11)Inventarisasi, pengamanan, dan pendayagunaan barang jaminan
12)Pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum pengurusan piutang negara dan lelang
13)Verifikasi dan pembukuan penerimaan pembayaran piutang negara dan hasil lelang
14)Pelaksanaan administrasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Sebagai lembaga negara yang berkewenangan melaksanakan lelang, KPKNL sebenarnya bisa langsung melaksanakan lelang ketika terdapat permohonan pihak Kreditor/ Bank tanpa melalui perantara Balai Lelang Swasta. Namun disebabkan Bank yang sering menggunakan jasa Balai Lelang Swasta, maka tugas-tugas tahap pra lelang dan pasca lelang secara praktik ditangani oleh Balai Lelang Swasta. Begitupun terhadap, penentuan Jadwal Lelang, Juru Lelang, Pembuatan Risalah lelang, pemegangan setoran uang jaminan lelang tetap ditangani oleh KPKNL.
Secara umum partner utama Balesman di Propinsi Sumatera Utara adalah KPKNL Medan, walau ada beberapa objek Lelang dibawah KPKNL Kisaran. KPKNL Medan adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang bertanggung jawab langsung kepada Kantor Wilayah II DJKN Medan.
Kedudukan KPKNL berdasarkan Peraturan Direktur KekayaanNegara Nomor PER-03/KN/2010 tentang petunjuk teknis pelaksanaan lelang memiliki kewenangan dalam menetukan pelaksanaan leleng eksekusi. Termasuk menentukan apakah dokumen lelang tidak lengkap atau tidak memenuhi legalitas formal, sehingga pelaksanaan lelang bisa ditolak oleh Kepala KPKNL.