Pekerjaan Tim Survey antara lain meliputi pengambilan data aktual (pengukuran topografi), stake out limit dan arahan , stake out haulroad plan dan pengukuran volume topsoil stockpile. Seluruh pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan alat Total Station Trimble S6 DR 300+ dan GPS Trimble R8 Model 2. Di bawah ini akan dijelaskan masing – masing tentang pekerjaan diatas.
Gambar 5.1 Pengambilan Data Koordinat (Survey GPS)
Metode survey GPS yang digunakan ada 2 yaitu RTK ( Real Time Kinematic) dan PPK (Post-Processing Kinematik ). RTK digunakan jika letak titik yang akan diukur berjarak kurang dari 13km dengan GPS base, dan memiliki hasil akhir berupa koordinat yang telah terkoreksi. Pengukuran menggunakan GPS yang biasa diakukan Tim Survey MS adalah bertujuan untuk memberikan data korrdinat titik base dan backsight untuk pengukuran dengan Total Station
V.1.2 Pengambilan Data Aktual (Pengukuran topografi)
Pengukuran topografi dalam pekerjaan sipil dan rehab Departemen Mining Services adalah untuk pengambilan data pick up cut-clearing area, stripping area, dan juga spreading area. Metode yang digunakan adalah metode tachimetri karena yang diukur berupa sudut, jarak dan elevasi, hanya saja karena menggunakan alat TS Trimble S6 DR 300+ sehingga semua dilakukan secara otomatis. Prinsipnya sama dengan saat menggunakan theodolit, TS didirikan di satu titik (titik kontrol yang telah diketahui koordinatnya dengan menggunakan GPS), pengambilan backsight dan arahkan teropong ke prisma TS yang telah didirikan di titik yang akan di pick-up (crest , toe, spot , limit , dll). Jika menggunakan laser, maka langsung bidikkan teropong ke spot yang akan di pick-up. Untuk titik base dan backsight, koordinat ditentukan dengan GPS menggunakan metode RTK (Real Time Kinematik) lima detik.
Ada kalanya Tim Survey MS menggunakan GPS RTK untuk pick-up data aktual, hal itu dikarenakan pick-up menggunakan Total Station terhalang oleh keadaan alam atau yang lainnya, seperti : area clearing yang belum bersih atau terhalang oleh alat berat.
V.1.3 Stake Out
Stake out di sini adalah penentuan dan pemasangan patok limit atau batas dan juga elevasi yang akan mengarahkan dozer untuk clearing area (membuka lahan) dan pemasangan patok elevasi untuk rencana haulroad. Pekerjaan Stake out ini menggunakan alat GPS Trimble R8. Pada pekerjaan stake out tidak terdapat pengambilan data karena hanya memindahkan koordinat dari peta rencana yang telah di buat sebelumnya. Pada laporan ini hanya di khususkan pada stake out limit dan haulroad plant karena pada dasarnya memiliki dasar pekerjaan yang sama hanya saja berbeda obyek.
Gambar 5.3 Staking Out dan Pemasangan Patok Limit
V.1.4 Pengolahan Volume Loading Point Topsoil Stockpile
Dalam pelaksanaan Kerja Praktek ini topsoil stockpile yang diamati perkembangannya adalah Dumping Nia. Topsoil di Dumping Nia ini sudah tidak diisi lagi, melainkan diambil stok topsoilnya untuk kemudian dispreading di area yang akan di rehabilitasi. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan topsoil di Dumping Nia tiap minggunya menggunakan alat Total
Station dan GPS Trimble. Data yang diambil adalah crest, toe, spot , dan limit agar prosesnya cepat sehingga tidak
Gambar 5.4 Situasi Loading Point di Topsoil Stockpile Nia V.2 Pengolahan Data
V.2.1 Pengolahan Data Aktual V.2.1.1 Input Data
Langkah- langkah yang harus dilakukan adalah :
Download data dari alat survey
Input data survey. Data survey yang akan di input ke Minex adalah data survey yang memiliki format *.prn.
Pastikan primary GM3 data adalah data survey yang benar (misal MS_Jul.GM3).
Survey Import GPS String
- Pilih file data survey menurut tanggal pengambilan data - Isikan kolom Map berdasarkan angka terakhir pada
folder input data manual survey. Misalkan Map untuk data 220211.prn adalah 168, berarti untuk data
230211.prn adalah 169, dan seterusnya. - Pilih file data survey parameter
V.2.1.2 Penyesuaian Data
Dalam memproses data survey, perlu disesuaikan dengan kondisi 31ctual di lapangan, karena dalam proses pengambilan data oleh tim survey tidak dapat dilakukan secara berurutan, jadi perlu dilakukan penyesuaian
dilakukan terhadap data-data string (MS_OBCR, MS_OBTOE, MS_HLRD, MS_DPCR, MS_DPTOE). Data-data tersebut terdapat pada kolom ident pada windows Plot Geometry File.
Penyesuaian data dilakukan dengan mengubah posisi segment pada string yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Cara untuk mengubah posisi segment adalah dengan menggunakan tool Point mode [move]
Drag XY dan pastikan kondisi pada action panel sebagai berikut :
Untuk memunculkan menu tersebut : pilih string yang akan diubah segmentnya, kemudian klik kanan, kemudian pilih Go Point Mode Move.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap data
haulroad (MS_HLRD) apabila perlu dilakukan dengan menggunakan tool [String Mode Disconect Split dan dengan menggunakan tool
String Mode Connect V.2.2 Transfer Data Waypoint
Buka Ms.Excel, lalu open file *.txt atau *.REP yang ingin diproses. Lalu klik open.
Pilih Delimeted pada text import- step 1. Lalu klik next.
Pastikan pilihan Tab,Space, Comma tercentang. Lalu klik next, kemudian Finish.
Edit menjadi seperti gambar di awah ini.
Klik File > Save As. Kemudian pilih direktori dimana file akan disimpan. Ubah ekstensi file menjadi
Buka Software GPS PathFinder Office. Klik New untuk membuat job baru. Kemudian klik OK.
Klik menu bar options > units. Set parameternya seperti gambar dibawah ini. Untuk confidence, pilih
Klik menu bar options > coordinate system. parameternya seperti gambar dibawah ini.
Pilih Menu bar File > waypoints > ASCII Import muncul window. Lalu klik browse pada input file.
Pilih File *.csv yang sudah siap diproses tadi. Klik open.
Klik browse pada output file. Lalu ketik nama output yang diinginkan. Lalu klik OK.
Setting format file sesuai dengan file *.csv. lalu klik OK.
Pilih utilities > data transfer untuk proses transfer data ke GPS.
Pilih send, kemudian add > waypoint.
Pilih file *.wpt yang akan ditransfer ke GPS. Lalu klik Open.
Klik transfer all. Tunggu loading. Jika sudah muncul window Transfer complete berarti data waypoint sudah
V.2.3 Pengolahan Data Volume Topsoil
Hidupkan layer yang akan ditriangulasi (compute triangle), dan matikan layer yang tidak perlu
Buat boundary untuk daerah yang akan dihitung volumenya
Akan muncul tampilan window string-create, isi nama group, map, dan ident-nya sesuai kebutuhan
Setelah boundary terbentuk lakukan perhitungan triangulasi (triangle compute)
Pick boundary pilih boundary yang sudah dibuat sebelumnya OK maka akan muncul jendela save triangle as beri nama file save
Lakukan hal yang sama pada week/job/layer/surface berikutnya yang digunakan sebagai pembanding/top/base nya
Untuk langkah berikutnya klik icon triangle volume pada menu bar tri to tri inputkan surface pada bar OK
V.3 Hasil Pengolahan Data
Data pengukuran lapangan dibutuhkan untuk menghitung volume pada software minex 6.1.2. Hasil pengolahanpengukuran volume stockpile topsoil NIA PT. Kaltim Prima Coal dilakukan pada periode bulan july dari minggu27 – minggu 30
menggunakan data survey topografi pada daerah dumping NIA menggunakan GPS Trimble R8 dan TS Trimble S6 adalah sbb :
Upper Triangles : D:\Minex_Data\BHP-SU03-1330_Data\Data_ Minex\Adit_Data\waka30.tr5
Lower Triangles : D:\Minex_Data\BHP-SU03-1330_Data\Data_ Minex\Adit_Data\week27.tr5
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh hasilyaitu besarnya volume (dalam cm3), luas area, luas permukaan, dan ketebalan topsoil. Volume yang diperoleh dari data survey lapangan sebesar 100090 terletak pada kolom negative.
Karena permukaan topsoil sebuah Loading Point selalu
berkurang tiap minggu, maka kolom “negative” sebagai cut . Sedangkan pada hasil laporan mingguan Mine Rehab section untuk Loading Point NIA berdasarkan operasional unit backhoe adalah :
Tabel 5.1 Laporan Volume Loading Point per Minggu Minggu Unit Volume (bcm)
27 B609 33696 28 B609 22960 29 B609-B610 30592 30 B610 23360 Total 110608
Keterangan : pada bulan juli minggu terhitung pada kalender kerja adalah minggu 27-30
Data laporan mingguan diatas diperoleh dari operasional backhoe B609 dan B610. Pada minggu 29 backhoe B609 terjadi kerusakan (breaking down) pada tanggal 18 July 2012 yang kemudian digantikan oleh backhoe B610 sampai akhir bulan. Setelah mendapatkan data perhitungan volume menggunakan Minex dan weekly report Mine Rehab di bulan juli maka :
Tabel 5.2 Hasil Perhitungan Volume
Periode By Unit (backhoe)/bcm By Survey/bcm ΔV
BAB VI
PENUTUP
VI.1 KesimpulanKesimpulan yang dapat diambil dari hasil Kerja Praktik (KP) ini, antara lain :
a. Perhitungan volume topsoil periode bulan Juli dari data survey menggunakan software Minex adalah sebesar 100090 m3, laporan volume topsoil di
loading point yang diangkut oleh backhoe perbulan sebesar 110608 m3
b. Kami menggunakan hasil volume yang negative karena proses loadingpoint topsoil merupakan aktifitas pengambilan topsoil (cut) pada Topsoil Stockpile.
c. Terjadi selisih atau perbedaan antara volume unit dan tim survey sebesar 10518 m3. Hal ini
dikarenakan kapasitas dump truck yang mengangkut topsoil disamaratakan dengan kapasitas topsoil yang dikeruk dan diletakkan pada bak dumptruck oleh backhoe yang jelas berbeda. Dimana perhitungan volume kerja backhoe di hitung dari jumlah unit dumptruck dikalikan kapasitas unit tersebut.
d. Data koordinat dengan ekstensi *.REP harus diubah dahulu menjadi ekstensi *.csv (Comma Delimited) atau *.txt (Tab Delimited) agar bias di ekspor
menjadi data waypoint.
e. Dikarenakan PT. KPC menggunakan koordinat lokal, maka sistem koordinat pada Software GPS Pathfinder Office harus di ubah menjadi sistem koordinat KPC_SANGGATA sebelum melakukan transfer data waypoint.