• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMAN 47 Model Jakarta

SMAN 47 Model Jakarta

1. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMAN 47 Model Jakarta

Pendidikan Agama Islam merupakan sesuatu bidang studi yang harus diajarkan pada setiap lembaga pendidikan baik dalam Departeman Pendidikan Agama.

Guru pendidikan agama Islam merupakan salah satu pekerjaan profesional. Pekerjan profesional sebagai pendidik pada dasarnya bertitik tolak dari adanya panggilan jiwa, tanggung jawab moral, tangung jawab sosial, dan tangggung jawab keilmuan.

Kinerja seorang guru pendidikan agama Islam merupakan suatu perilaku atau respon yang memberikan hasil yang mengacu pada apa yang mereka kerjakan ketika menghadapi suatu tugas. Kinerja guru pendidikan agama Islam menyangkut semuan aktivitas atau tingkah laku yang dikerjakan oleh seorang pendidik agama Islam dalam mencapai suatu tujuan atau hasil pembelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini tampak dari perilaku guru dalam proses pembelajaran serta interaksi guru

dengan siswa.

Guru pendidikan agama Islam adalah ujung tombak dalam melaksanakan misi pendidikan agama Islam di lapangan serta merupakan faktor yang sangat penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang bermutu dan efisien. Peran guru pendidikan agama Islam terhadap siswanya sangat besar, aspek-aspek kepribadian yang meliputi sifat-sifat kepribadian, intelegensi, pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, peranan dan lain-lain berpengaruh terhadap keberhasilan guru pendidikan agama Islam sebagai pengembang sumberdaya manusia. Untuk itu guru yang dipandang sebagai orang yang harus digugu dan ditiru, guru agama Islam harus menjadikan dirinya figur yang paripurna dan ideal. Tanggung jawab guru pendidikan agama Islam dalam kehidupan menyangkut berbagai dimensi kehidupan serta menuntut pertanggung jawaban moral

menjalankan tugasnya dengan baik demi tercapainya perkembangan maksimal sesuai dengan nilai-nilai Islam di era globalisasi ini.

Derasnya arus globalisasi yang melanda dunia ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi. Tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. teknologi yang kian pesat bukan hanya membawa pengaruh yang positif melainkan juga membawa dampak yang negatif, terutama bagi generasi muda saat ini. Diperlukan adanya filter yang mampu membuat generasi muda terhindar hal negatif yang dibawa arus globalisasi tersebut. Tentu saja ini merupakan tantangan besar bagi pihak terkait seperti orangtua dan guru. Dengan demikian penguasaan teknologi adalah hal yang mutlak dimiliki oleh pendidik yaitu guru, termasuk guru pendidikan agama Islam.

Membicarakan masalah pedidikan agama Islam, tentu berkaitan dengan amalan ajaran agama islam itu sendiri. Suatu pelajaran tidak hanya dengan teori saja, tetapi perlu pengamalan dari setiap individu, karena pendidikan agama islam sangat penting mempengaruhi prilaku siswa sehari-hari. Pendidikan agama islam mempunyai suatu tuntunan yang harus diamalkan oleh setiap pengikutnya, karena amal perbuatan adalah tujuan yang hakiki dari pada ilmu pengetahuan, apa gunanya pengetahuan bila tidak disertai dengan perbuatan.

Pendidikan agama islam mempunyai suatu tuntunan yang harus diamalkan oleh setiap pengikutnya. Karena amalan perbuatan adalah pendidikan agama islam juga diberikan berupa contoh atau tindakan seorang guru yang mencerminkan nilai-nilai universal agama itu sendiri, karena guru menjadi tauladan bagi murid-murid, maka mereka mencontoh perkataan guru, perbuatan guru dan semua gerak geriknya. Oleh karena itu, guru harus berpegang Teguh pada ajaran agama islam serta mengamalkannya.

Dari penjelasan di atas jelas bahwa suatu ilmu tidak cukup hanya dengan teori saja, tetapi yang terpenting adalah pengamalannya.

guru pendidikan agama islam, dimana setiap gerak-geriknya baik di rumah maupun sekolah sangat menjadi perhatian bagi anak didiknya dan lingkungan masyarakat.

Tidak hanya dituntut untuk berakhlak baik, seorang guru PAI di jaman sekarang yang semua serba instan dan bisa diakses dengan mudahnya. SMAN 47 Model Jakarta Selatan, memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada sebagai sarana dalam proses belajar mengajarnya. Maka dapat dikatakan bahwa seorang guru PAI dituntut untuk mengerti tekonologi, bukan hanya mengerti saja tetapi mampu menjalankannya dan menggunakannya, seperti pemanfaatan internet, laptop, dan infocus. Sebagaimana dikatakan oleh H. Ahnaf Hamzah selaku guru PAI kelas X di SMAN 47 Model Jakarta Selatan,

Guru PAI sekarang berbeda dengan guru PAI di zaman dahulu, begitupun dengan problematika dan kendalanya sangat berbeda. Guru di jaman sekarang dituntut untuk mengerti kemajuan tekonologi dan bisa mengoperasikannya, tentu untuk kepentingan proses belajar mengajar di sekolah. Seperti menggunakan fasilitas yang ada di sekolah, menggunakan infocus dan laptop. Dengan menggunakan kedua benda tersebut, sudah bisa membuat proses belajar mengajar lebih menarik dan tidak membosankan.”4

Begitupun yang dikatakan oleh H. Ibrahim bahwa:

Salah satu bentuk dari pembinaan Agama Islam di SMAN 47 Model Jakarta Selatan, yakni pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, pelajaran pendidikan agama yang menjadi salah satu mata pelajaran pokok yang ada di SMAN 47 Model Jakarta Selatan. proses belajar mengajar di kelas berlangsung dengan lancar, para siswa mengikuti pelajaran dengan antusias, dan hanya ada beberapa anak saja yang memang biasanya kurang antusias baik dalam pelajaran pendidikan agama maupun pelajaran yang lain. Dengan kemajuan tekonologi yang ada kitapun lebih mudah mengemas pembelajaran dengan lebih menarik.5

Dari hasil wawancara dengan seorang guru PAI di SMAN 47 Model Jakarta Selatan, dapat disimpulkan bahwa begitu penting dan

4 Ahnaf Hamzah, Hasil Wawancara dengan Guru PAI. Tanggal 5 Desember 2014.

mendukung proses belajar mengajar di sekolah terutama bagi guru pendidikan agama Islam, karena problematika di jaman sekarang untuk mendidik peserta didik lebih sulit dibandingkan jaman dahulu. Begitupun dengan M. Wildan salah satu murid SMAN 47 Model Jakarta Selatan, mengatakan bahwa “Pembelajaran yang paling tidak membosankan yaitu pembelajaran yang menggunakan teknologi seperti guru yang menggunakan laptop dan infocus untuk menyampaikan materinya, karena penyampaian yang menarik dan didukung dengan perangkat teknologi, membuat kami tidak merasa bosan dan jenuh.”6

Sudah jelas bahwa dampak kemajuan teknologi di era globalisasi ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata, dengan banyaknya dampak positif yang bisa diandalkan oleh umat manusia, terutama bagi kepentingan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Seperti yang dikatakan oleh Drs. H. Syatori bahwa:

Kami akan terus merenovasi dan terus memperbarui teknologi yang ada untuk kepentingan sekolah, yang dibutuhkan oleh guru-guru dan yang diperlukan oleh siswa-siswi untuk menjadikan mereka (siswa) yang berakhlakul karimah dan mengerti cara menggunakan kemajuan teknologi seperti handphone, internet dan

sebagainya”7

Kemudian dari hasil observasi yang dilakukan olen peneliti di kelas menunjukkan, bahwa rata-rata siswa memang mengikuti pelajaran dengan antusias, baik pada saat proses penyampaian materi di dalam kelas maupun ketika praktek di musholla sekolah. Walaupun memang ada beberapa siswa yang ketika praktek sambil bermain-main. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa SMAN 47 Model Jakarta Selatan sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran agama di kelas.

6 M Wildan, Hasil Wawancara dengan Murid SMAN 47 Jakarta. Tgl 5 Desember 2014.

7 Syatori, Hasil Wawancara dengan Wakasek di SMAN 47 Model Jakarta, tgl 5 Desember 2014.

yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Perencanaan mengajar

Setiap perencanaan selalu berkenaan dengan proyeksi atau perkiraan mengenai apa yang akan dilakukan, demikian halnya dalam perencanaan mengajar memperkirakan mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu melaksanakan pengajaran agar tujuantujuan pengajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai semaksimal mungkin.

a. Membuat kalender pendidikan

Membuat kalender pendidikan dimaksudkan untuk mengetahui waktu-waktu yang digunakan dalam melangsungkan proses belajar mengajar dengan memperhatikan pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa dalam waktu satu tahun.

b. Membuat satuan pelajaran

Sebagai konsekuensi logis dari perencanaan di atas maka guru pendidikan agama Islam di SMAN 47 Model Jakarta Selatan sebelum mengajar terlebih dahulu harus membuat satuan pelajaran. Karena dengan satuan pelajaran ini guru mengetahui tugus yang harus dilaksanakan dalam jangka waktu satu tahun, sehingga dapat menentukan materi yang akan disesuaikan dalam tiap-tiap semester. c. Melaksanakan kegiatan mengajar

Tugas ini tidak terlepas dari perencanaan yang telah disusun dan aktifitas terus berkembang hingga menjelang diadakannya ujian semester. Dalam penyampaian materi pendidikan agama Islam tidak harus bersifat teoritis melainkan yang besifat praktis, agar bahan yang telah diajarkan benar-benar dapat dimengerti dan diamalkan.

2. Kurikulum

Kurikulum adalah program belajar atau dokumen yang berisikan hasil belajar yang diamati (diharapkan siswa memilikinya) di bawah tanggung jawab sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Program belajar yang bersifat umum yang memerlukan penjabaran

proses pengajaran seperti biasanya.

3. Metode

Seorang pendidik yang selalu berkecimpung dalam proses belajar mengajar, agar tujuan benar-benar dicapai secara efektif dan efisien, maka hanya dengan penguasaan materi tidaklah mencukupi. Guru harus menguasai berbagai teknik atau metode penyampaian materi yang tepat dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima. Pemilihan teknik atau metode yang tepat kiranya memerlukan keahlian tersendiri. Para pendidik harus pandai memilih dan mempergunakan teknik atau metode yang akan dipergunakan. Menurut bapak H. Ibrahim selaku guru PAI dan kurikulum bahwa: Mengenai metode yang digunakan sangat banyak dan bervariasi,

disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan dan metode belajar ini bisa dilihat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.8

2. Peran Guru PAI di Era Globalisasi Dalam Membina Akhlak