BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian Data
2) Pelaksanaan Pembelajaran
Kegiatan pengamatan terfokus 1 pada tahap pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 28 dan 29 Juli 2017. Kegiatan pengamatan terfokus 1 pada tahap pelaksanaan pembelajaran ini dilakukan untuk mengamati aktivitas pendidik dan aktivitas siswa. Dari pengamatan ini diharapkan peneliti dapat mengetahui tentang kelemahan dan kelebihan pembelajaran kaligrafi dengan teknik kolase dari bahan kerang laut, sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi pada pengamatan terfokus 2.
a. Aktivitas Pendidik
Aktivitas Pendidik di Hari Pertama:
Gambar 4.1: Peneliti mengontrol Aktifitas siswa saat berkarya kolase (Sumber: Dokumentasi penulis)
Kegiatan pembelajaran siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dimulai pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan berdoa yang dipimpim oleh ketua kelas atas intruksi pendidik (peneliti). Setelah itu peneliti memeriksa
kehadiran siswa dengan memanggil namanya satu persatu. Pada hari pertama pengamatan terfokus 1, dari 16 siswa kelas X.1 yang hadir hanya 11 siswa.
Selanjutnya peneliti memulai pelajaran dengan memberi pertanyaan kepada siswa tentang pengertian kolase. Peneliti berkata kepada siswa “Apakah kalian pernah mendengar kata kolase? Apa itu kolase?”. Peneliti menyuruh siswa
untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan mengangkat tangan terlebih dahulu. Akan tetapi siswa tidak ada yang berani menjawab karena malu untuk mengemukakan jawaban secara sendiri-sendiri. Kemudian peneliti menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan tadi. Siswa yang ditunjuk tadi menjawab bahwa kolase itu adalah menempel. Selanjutnya peneliti menunjuk siswa lain, dan peneliti mendapatkan jawaban dari siswa itu bahwa kolase adalah seni menempel.
Selanjutnya peneliti menjelaskan bahwa pada pelajaran kali ini siswa diajak untuk membuat kaligrafi dengan teknik kolase. Kemudian peneliti juga menjelaskan sedikit tentang apa yang dimaksud dengan kolase. Peneliti menjelaskan dengan berkata “kolase itu adalah teknik seni menempel berbagai
macam materi selain cat, seperti kertas, kain, kaca, logam dan lain sebagainya kemudian dikombinasi dengan penggunaan cat (minyak) atau teknik lainnya”.
Peneliti kemudian menanyakan apakah semua siswa telah membawa alat-alat yang pada hari sebelumnya telah diminta guru untuk membawa alat berupa gunting, tipleks dan kuas. Dari 16 siswa ada 5 orang siswa yang tidak membawa peralatan. Peneliti kemudian menasehati siswa agar pada pembelajaran selanjutnya siswa tidak lagi lupa ketika diminta membawa alat-alat untuk kegiatan
praktek. Peneliti kemudian melanjutkan pratek dengan 11 orang siswa yang membawa alat.
Selanjutnya peneliti mulai memberikan contoh dengan menempel kerang laut yang ada pada media tripleks. Peneliti kemudian menempel kerang laut pada media tripleks dengan lem.
Peneliti menjelaskan bahwa dalam membuat kaligrafi dengan teknik kolase menggunakan kerang laut harus disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan. Sebelum peneliti menyuruh siswa untuk mulai berkarya, peneliti terlebih dahulu memperlihatkan contoh hasil karya kaligrafi dengan teknik kolase yang telah di persiapkan oleh peneliti terlebih dahulu.. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih paham dan mendapatkan referensi karya yang akan dibuatnya.
Guru dan peneliti berkeliling untuk melihat pekerjaan siswa dan membantu siswa apabila ada kesulitan. Peneliti sesekali memperlihatkan contoh karya yang sudah jadi agar siswa tidak salah dalam membuat kaligrafi dengan teknik kolase. Peneliti juga memperlihatkan karya dari salah seorang siswa yang melakukan pekerjaan dengan benar agar siswa yang lain mengikutinya.
Setelah waktu dua jam pelajaran hampir selesai, selanjutnya peneliti memberi intruksi kepada siswa dengan berkata “sebelum pelajaran diakhiri harap
sisa pekerjaan kertas dibersihkan dahulu, karyanya juga di simpan dahulu untuk dilanjutkan esok hari!”. Kemudian peneliti memberikan sedikit evaluasi tentang
pembelajaran yang telah berlangsung. Selanjutnya peneliti mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.
Aktivitas Pendidik di Hari Kedua:
Pada hari kedua pelajaran dimulai pada pukul 07.00 WIB. Peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam. Kemudian peneliti memeriksa kehadiran siswa dengan menyebut namanya satu per satu. Setelah selesai memeriksa kehadiran siswa peneliti menginstruksikan kepada siswa untuk mengeluarkan pekerjaanya yang kemarin.
Selanjutnya peneliti segera menginstruksikan siswa untuk mulai melanjukan pekerjaan yang telah dibuat pada hari sebelumnya. Sambil berkeliling mengamati pekerjaan siswa peneliti juga memberi masukan pada pekerjaan siswa. Peneliti juga memberikan contoh menempel dengan baik pada siswa yang kesulitan dalam menempel pada tripleks.
Pada tahapan menempel ini siswa cukup cekatan sehingga memudahkan peneliti dalam mengajar. Peneliti terus berkeliling melihat pekerjaan siswa untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. Sesekali peneliti duduk di depan untuk mengetahui reaksi siswa ketika pengajar barada di depan. Apakah siswa tetap berkarya atau malah ramai sendiri.
Setelah waktu pelajaran hampir habis peneliti mengintruksikan agar siswa segera mengumpulkan hasil pekerjaannya. Peneliti menerima karya siswa satu per satu yang mulai dikumpulkan. Sementara untuk siswa yang belum mengumpulkan, peneliti memberi waktu lima menit bagi siswa untuk menyelesaikan karyanya. Setelah pekerjaan siswa terkumpul semua, peneliti melihat satu persatu pekerjaan siswa secara sekilas dan memberi apresiasi terhadap pekerjaan siswa yang dianggap baik. Peneliti juga memperlihatkan
sebagian dari karya siswa agar siswa dapat mengapresiasinya. Setelah selesai selanjutnya guru menutup pelajaran dengan mengucapkan terimakasih dan mengucapkan salam.
b. Aktivitas Siswa
Aktivitas Siswa Hari Pertama:
Gambar 4.2: Aktivitas siswa menempel kerang laut (Sumber: Dokumentasi penulis)
Pada pengamatan terfokus 1 yang dilakukan pada jam pertama peneliti juga mengamati aktivitas siswa dari awal sebelum mulai pelajaran sampai pelajaran usai.
Sebelum bel jam pelajaran pertama berbunyi, siswa kelas X.1 SMA Negeri 2 Soromandi sudah hadir seluruhnya. Sebagian besar siswa bermain di luar ruangan. Sementara sebagian siswa yang mendapat giliran piket nampak membersihkan ruangan kelas. Namun sebagian besar siswa yang piket adalah siswa putri. Dari hasil wawancara dengan salah seorang siswa, dalam kegiatan piket selalu dilakukan oleh siswa putri untuk yang putra sangat jarang.
Setelah bel pelajaran masuk, seluruh siswa segera masuk kelas. Sembari menunggu pelajaran, peneliti bersama guru datang siswa nampak tenang dan kelas menjadi kondusif. Siswa mengawali kegiatan pembelajaran dengan menjawab salam dari peneliti dan membaca doa bersama-sama. Kegiatan berdoa berlangsung selama kurang lebih sepuluh menit. Siswa sangat bersemangat ketika membaca doa sebelum belajar secara bersama-sama. Setelah kegiatan berdoa selesai, siswa mengambil buku pelajaran.
Selanjutnya siswa memperhatikan peneliti dalam memberikan demonstrasi tentang cara-cara membuat kaligrafi dengan teknik kolase. Semua siswa terlihat serius dalam memperhatikan demonstrasi.
Setelah mendapat intruksi untuk mulai membuat kaligrafi dengan teknik kolase dari peneliti, selanjutnya siswa segera mengeluarkan alat dan bahan yang mereka bawa. Ada 5 orang siswa yang tidak membawa peralatan.
Setelah mengeluarkan alat dan bahan selanjutnya siswa mulai memperhatikan gambar kaligrafi sesuai dengan tema. Siswa nampak semangat dalam memperhatikan gambar kaligrafi.
Pada tahap selanjutnya siswa menggambar kaligrafi terlebih dahulu pada tripleks yang sudah di cat. Pada tahap ini tidak banyak kesulitan yang dialami siswa. Setelah gambar kaligrafi pada tripleks, siswa kemuadian melekatkan lem fox pada pola kaligrafi yang telah di gambar terlebih dahulu, siswa melanjutkan berkarya pada tahap selanjutnya yakni membuat menempel kerang laut. Tahapan ini merupakan tahapan yang paling sulit dialami siswa. Mereka berhenti sejenak dan berfikir bagian mana terlebih dahulu yang harus
ditempel. Banyak siswa yang bertanya pada peneliti bagaimana cara menempel agar terlihat rapi. Selanjutnya peneliti menjelaskan bahwa kalian harus menempel pada bagian pinggir terlebih dahulu agar tidak keluar dari pola kaligrafi.
Setelah waktu hampir selesai siswa mendapat intruksi dari peneliti untuk membereskan alat dan bahan. Siswa diminta untuk melanjutkan gambar pada hari berikutnya. Setelah itu siswa memasukkan alat-alatnya kedalam tas sementara sisa-sisa bahan kembali dirapikan oleh siswa. Sebelum pelajaran diakhiri siswa mendengarkan sedikit evaluasi dari peneliti. Siswa diminta untuk kemudian pelajaran diakhiri dengan menjawab salam dari peneliti.
Aktivitas Siswa di Hari Kedua:
Pada hari kedua pelajaran seni budaya dimulai pukul 07.00 WIB. Siswa duduk dengan tenang sambil mengeluarkan karya yang telah dibuat kemarin sambil menunggu pelajaran dimulai. setelah peneliti mengucapkan salam siswa menjawab salam dengan serempak dan semangat.
Kemudian pelajaran diawali dengan penjelasan peneliti secara singkat tentang cara menempel kerang laut pada tripleks. Siswa mendengarkan penjelasan peneliti dengan serius. Setelah diminta bertanya oleh peneliti siswa tidak ada yang bertanya. Karena tidak ada yang bertanya selanjutnya siswa segera memulai melanjukan karya yang telah dibuat pada hari sebelumnya. Siswa segera mengambil kerang laut kemudian menempelnya pada gambar kaligrafi di atas tripleks dengan penuh hati-hati. Awalnya siswa nampak ragu dalam menempel kerang laut. Akan tetapi setelah mendapat saran dari peneliti, siswa mulai lancar dalam menempel kerang laut pada media tripleks.
Pada saat proses menempel banyak siswa yang berdiri untuk melihat karya punya temannya. Bahkan ada yang berkeliling untuk melihat karya temannya satu persatu. Namun siswa mendapat teguran dari peneliti untuk segera mengerjakan karyanya sendiri karena hal itu dapat memicu temannya untuk melakukan hal yang sama. Setelah itu siswa nampak serius dalam menyelesaikan karyanya. Tidak terlalu lama bagi sejumlah siswa untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sementara itu siswa lainnya tampak sedikit kesulitan dalam menempel kerang laut. Hal ini ditunjukkan dari sejumlah siswa yang meminta saran pada teman dan pada peneliti tentang cara menempel kerang laut dengan benar.
Setelah waktu hampir selesai siswa diminta untuk segera menyelesaikan karyanya. Ada beberapa siswa yang sudah selesai dan langsung mengumpulkannya di depan. Melihat teman yang sudah selesai nampak membuat siswa lain terpacu untuk segera menyelesaikan karyanya. Namun masih ada beberapa siswa yang masih serius dalam menempel. Mereka tampak mempercepat kerjanya agar selesai tepat waktu. Peneliti kemudian memberi waktu lima menit pada siswa yang belum selesai. Siswa tampak semakin mempercepat proses menempelnya. Setelah waktu selesai siswa semuanya tampak telah menyelesaikan karyanya dan segera mengumpulkan karyanya di depan meja guru.
Di akhir pelajaran peneliti memberikan sedikit evaluasi tentang pelajaran yang telah berlangsung. Siswa tampak memperhatikan dengan serius. Peneliti juga memperlihatkan sebagian karya-karya siswa.
3) Evaluasi dan Rekomendasi