PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN
Bab ini dibagi menjadi empat sub bab. Sub bab pertama yang berisi pelaksanaan penelitian. Sub bab kedua berisi analisis data hasil penelitian pembelajaran dan kemampuan literasi matematis siswa yang meliputi data uraian jawaban pretest dan posttest, transkrip video pembelajaran, dan lembar keterlaksanaan pembelajaran. Sub bab ketiga berisi tentang pembahasan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI. Sub bab keempat berisi tentang keterbatasan penelitian.
A. PELAKSANAAN PENELITIAN
Pada bab ini dipaparkan bagaimana langkah-langkah pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dan bagaimana kemampuan literasi matematis siswa sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan PMRI.
Sebelum melakukan pengambilan data, peneliti melakukan observasi terhadap pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, dan validasi instrumen penelitian oleh pakar. Observasi dilakukan pada bulan Februari minggu kedua dan ketiga tahun 2015. Peneliti melakukan observasi awal sebanyak dua kali di kelas VIII F yaitu kelas yang menjadi tempat penelitian.
Observasi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran matematika berlangsung, cara guru mengajar, keaktifan siswa, dan kondisi kelas secara keseluruhan. Selain itu peneliti juga mengamati perangkat pembelajaran yang digunakan guru, meliputi silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Peneliti juga melakukan wawancara kepada guru untuk mengetahui karakterisitik kelas dan kepada siswa sebagai salah satu cara untuk mengetahui kemampuan literasi siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
Tahap selanjutnya adalah peneliti merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Aktivitas Siswa (LAS), soal pretest dan posttest dengan bantuan pertimbangan dari guru dan dosen sebagai orang yang lebih ahli. Selanjutnya peneliti melakukan validasi instrumen pembelajaran dengan menggunakan validasi pakar (expert judgement), instrumen soal pretest dan posttest juga diuji oleh pakar dengan pertimbangan soal-soal yang akan diujikan berstandar PISA dan tidak biasa ditemui oleh anak-anak sehingga memerlukan pertimbangan tersendiri untuk menentukan valid tidaknya soal tersebut. Pertimbangan tersebut antara lain waktu pengerjaan soal, tingkat kesulitan soal, apakah soal mampu untuk menguji kemampuan anak pada level tertentu.
Proses pengambilan data penelitian adalah 4 kali pertemuan, pertemuan pertama sebanyak 3 jam pelajaran, pertemuan kedua 3 jam pelajaran, dan pertemuan ketiga sebanyak 2 jam pelajaran. Pretest diadakan pada satu jam pertama di pertemuan 1 dan posttest diadakan selama 2 jam pelajaran di pertemuan keempat. Secara garis besar, proses tersebut dipaparkan seperti di bawah ini:
1. Pembelajaran Pertemuan Pertama
Pembelajaran pertemuan pertama berlangsung pada hari Kamis, 14 April 2016. Pembelajaran terdiri dari 3 jam pelajaran. Pada pertemuan ini diikuti 36 siswa kelas VIII F. Pertemuan pertama diawali dengan pretest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa sebelum dilakukan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI. Soal-soal pretest terdiri dari 3 soal dimana soal nomor 1 adalah level 2 dan soal nomor 2 dan 3 adalah level 3 (berdasarkan level dalam PISA). Pretest dilakukan selama 80 menit dan dilanjutkan dengan pembelajaran mengenai unsur-unsur kubus dan balok.
Pembelajaran diawali dengan membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) pada masing-masing siswa yang juga sudah terbagi dalam kelompok- kelompok. Guru menggunakan benda-benda konkret yang dikenali dan dapat dibayangkan siswa sebagai konteks awal agar pada akhirnya siswa dapat menyimpuklkan pengertian, persamaan, perbedaan, serta unsur-unsur yang ada pada kubus dan balok. Guru juga menggunakan kerangka kubus dan balok untuk memudahkan pengamatan siswa. Guru mengajak siswa untuk mendiskusikan soal yang tersaji dalam LAS 1 dengan teman kelompoknya. Guru menjadi fasilitator yang merangsang siswa untuk menemukan ide penyelesaian dan mengarahkan siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri. Setelah dilakukan proses diskusi, salah satu kelompok mempresentasikan penyelesaian soal dalam LAS sebagai hasil diskusi kelompok, setelah itu kelompok lain menanggapi. Jika terdapat penyelesaian lain, maka guru mempersilakan kelompok tersebut untuk
mempresentasikannya juga, setelah itu guru memberikan klarifikasi jika terdapat miskonsepsi dan memberikan penguatan apabila penyelesaian yang diberikan sudah tepat. Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa menyimpulkan materi yang sudah dipelajari pada hari ini. Guru juga memberikan penugasan agar kemampuan literasi matematis siswa semakin terasah.
2. Pembelajaran Pertemuan Kedua
Pembelajaran pertemuan kedua berlangsung pada hari Kamis, 21 April 2016 Pembelajaran diikuti oleh 36 siswa kelas VIII F dan terdiri dari 3 jam pelajaran. Pembelajaran dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok- kelompok. Materi yang dipelajari adalah tentang luas permukaan kubus dan balok. Sebelum siswa menentukan luas permukaan kubus, siswa dikenalkan kepada jaring-jaring kubus terlebih dahulu. Guru membagikan 2 kubus untuk tiap-tiap kelompok lalu siswa diminta untuk mengiris kubus tersebut sehingga kubus terbuka dan sisi-sisinya tidak ada yang terputus. Tiap kelompok mengiris kubus dengan cara yang berbeda, dari situ siswa menjadi tahu bahwa sebuah kubus dapat terbentuk dari berbagai macam jaring-jaring kubus. Berdasarkan pengetahuan tersebut, siswa diminta untuk mengidentifikasi jaring-jaring mana yang merupakan jaring-jaring kubus setelah itu siswa menentukan luas permukaan kubus dengan menentukan luas masing-masing sisi kubus. Selanjutnya dengan berbekal pengetahuan siswa tentang jaring- jaring, siswa diminta untuk membuat sebuah balok yang ukurannya sudah ditentukan. Siswa membuat jaring-jaring balok terlebih dahulu. Jaring-jaring
yang dibuat juga bervariasi sehingga siswa tahu bahwa untuk membuat sebuah balok dapat dibentuk dari berbagai macam jaring-jaring balok. Setelah itu siswa menentukan luas permukaan balok dengan menentukan luas masing- masing sisi balok terlebih dahulu. Setelah siswa paham tentang luas permukaan kubus dan balok, siswa berlatih soal-soal yang tersaji dalam LAS 2. Siswa berdiskusi dengan teman sekelompoknya, guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan pengetahuan siswa sehingga siswa menemukan ide penyelesaiannya sendiri. Guru memfasilitasi terjadinya komunikasi antar siswa dan antara guru dengan siswa. Setelah diskusi selesai, satu kelompok mempresentasikan penyelesaian masalah sebagai hasil diskusi kelompok dan kelompok lain menanggapinya. Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa menyimpulkan hal-hal yang telah dipelajari pada hari ini dan guru juga memberikan tugas mandiri agar kemampuan literasi matematis siswa semakin terasah.
3. Pembelajaran Pertemuan Ketiga
Pembelajaran pertemuan ketiga berlangsung pada hari Selasa, 26 April 2016. Pembelajaran dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok- kelompok. Materi yang dipelajari adalah tentang volume kubus dan balok. Di awal pembelajaran, guru mengarahkan siswa untuk memahami konsep volume dengan menggunakan alat peraga kotak berbentuk kubus, kubus satuan, bola satuan, dan tabung satuan. Lalu guru bertanya, bagaimana cara menentukan volume kotak kubus tersebut. Siswa berpendapat satu per satu bahwa mereka dapat menentukan volume kotak tersebut menggunakan kubus
satuan karena kubus satuan dapat memenuhi ruang dalam kotak tersebut, sedangkan bola dan tabung satuan tidak dapat memenuhi ruang kotak tersebut. Setelah percobaan tersebut, siswa menentukan rumus volume kubus dan balok dengan menghitung banyaknya kubus-kubus satuan yang memenuhi kotak yang berbentuk kubus dan balok. Setelah siswa paham dengan volume kubus dan balok, siswa diminta untuk menyelesaikan soal-soal terkait volume kubus dan balok yang tersaji dalam LAS 3. Setelah diskusi selesai, satu kelompok mempresentasikan penyelesaian masalah sebagai hasil diskusi kelompok dan kelompok lain menanggapinya. Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa menyimpulkan hal-hal yang telah dipelajari pada hari ini dan guru juga memberikan tugas mandiri agar kemampuan literasi matematis siswa semakin terasah.
4. Pertemuan Keempat
Pertemuan keempat berlangsung pada hari Kamis, 28 April 2016 dan diikuti oleh 36 siswa kelas VIII F. Pada pertemuan ini, guru mengadakan posttest yang sudah diberitahukan sebelumnya. Soal-soal posttest terdiri dari dua tipe, tipe A dan tipe B dengan pertimbangan untuk mengantisipasi kerjasama antar siswa. Hal ini berdasarkan saran yang diberikan guru mata pelajaran. Soal posttest terdiri dari 4 soal dimana soal nomor 1 dan 2 adalah level 2 dan soal nomor 3 dan 4 adalah level 3 (berdasarkan level soal dalam PISA). Alokasi waktu yang diberikan untuk menyelesaikan soal-soal tersebut adalah 80 menit.
B. ANALISIS DATA
Setelah melakukan penelitian dan pengambilan data yang berlangsung selama 4 kali pertemuan pembelajaran, peneliti telah memperoleh data yang akan dianalisis. Data pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI berupa transkrip video pembelajaran yang akan dianalisis secara kualitatif dan lembar keterlaksanaan pembelajaran akan dianalisis secara kuantitatif sederhana. Kemampuan literasi matematis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran akan dianalisis secara kualitatif.
Data pembelajaran dianalisis melalui beberapa langkah, yaitu dengan membuat transkrip video pembelajaran, menentukan topik-topik data, dan kategorisasi data kemudian dibandingkan dengan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data jawaban soal pretest dan posttest siswa dianalisis dengan mendeskripsikan jawaban, menentukan topik-topik data, kategorisasi data, dan sintesisasi data. Sehingga data jawaban siswa digunakan untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI.
1. Analisis Data Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI a. Deskripsi Data
Pengamatan keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dilakukan oleh 2 observer selama proses pembelajaran di kelas VIII F SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016. Hasil observasi tersaji dalam lembar keterlaksanaan pembelajaran yang tersaji pada lampiran B.2.
b. Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI
Perhitungan keterlaksanaan proses pembelajaran dilakukan dengan
memberikan skor 1 pada pernyataan dengan tanda cek (√) kolom “ya”
untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 pada pernyataan dengan tanda
cek (√) pada kolom “tidak” untuk kegiatan yang tidak terlaksana.
Selanjutnya skor seluruhnya dijumlah dan diperoleh data yang tersaji pada Tabel 4.1.berikut ini:
Tabel 4.1 Data Keterlaksanaan Pembelajaran dengan Pendekatan PMRI
Skor Keterlaksanaan Pembelajaran dengan Pendekatan PMRI Pertemuan ke- 1 2 3 Observer 1 62 74 68 Observer 2 58 72 71 Rata-rata 60 73 69,5 Skor maks 80 80 80 Persentase 75% 91,25% 86,87%
Berdasarkan data rincian keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI yang tersaji pada Tabel 4.1 diperoleh:
Keterlaksanaan keseluruhan =Persentase keterlaksanaan + + = % + , % + , %
Berdasarkan hasil yang diperoleh, persentase keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI adalah sebesar
, % yang berarti angka yang diperoleh lebih dari 80%, artinya pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI telah terlaksana dengan baik di kelas VIII F SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2015/2016.
c. Transkripsi Rekaman Video Pembelajaran
Transkripsi merupakan proses penyajian kembali suatu kejadian ke bentuk narasi tertulis. Pada setiap pembelajaran semua situasi kondisi pembelajaran ditulis sesuai kejadian yang sebenarnya. Hasil transkripsi dari pertemuan pembelajaran satu sampai tiga dapat dilihat pada lampiran C.1.
d. Penentuan Topik-topik Data
Topik data merupakan rangkuman dari transkrip data yang mengandung makna tertentu yang diteliti. Topik data pada penelitian disajikan dalam bentuk tabel dari pertemuan pertama sampai ketiga. Tabel-tabel topik data tersebut yaitu Tabel 4.2, Tabel 4.3, dan Tabel 4.4. Tabel 4.2 Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Pertama
No. Topik Data Bagian Data
1. Subjek guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan ditanggapi oleh siswa.
A : 13-16 2. Subjek guru memperkenalkan diri pada siswa. A : 20-23 3. Subjek guru mengecek kesiapan dan kehadiran
siswa.
A : 24 4. Subjek guru membuat kontrak belajar dengan
siswa.
A : 25-42
6. Subjek guru memotivasi siswa agar lebih aktif dan semangat selama pembelajaran
A : 68-75 7. Subjek guru menyampaikan tujuan pembelajaran
dan rancangan kegiatan untuk pertemuan pertama.
A : 43, 76 8. Subjek guru menginvestigasi pengetahuan siswa
tentang unsur-unsur kubus dan balok.
A : 76-85 9. Subjek guru menanyakan manfaat yang diperoleh
jika siswa mempelajari kubus dan balok.
A : 86-130 10. Subjek guru membagi siswa dalam kelompok. A : 131-133,
136 11. Subjek guru memberikan arahan tentang tugas
siswa dalam kelompok.
A : 137-138, 254
12. Subjek guru mendorong terjadinya interaksi dan negosiasi antar siswa.
A : 132-135, 169-172, 254-255, 325 13. Subjek guru memberikan konteks dengan
mengajukan permasalahan yang tertuang pada LAS 1.
A : 139
14. Subjek siswa mendapatkan konteks dengan mendiskusikan permasalahan yang tertuang di LAS 1 dengan guru.
A : 139-168
15. Subjek guru meminta siswa untuk menyampaikan ide penyelesaian dari permasalahan yang tertuang di LAS 1.
A : 169, 358- 361
16. Subjek siswa mengungkapkan pendapatnya. Subjek guru menghargai pendapat siswa ketika siswa menyampaikan pendapatnya.
A : 178-179, 189-191, 193-196, 199-201, 344-345 17. Subjek guru mendorong siswa untuk
menggunakan alat peraga kubus dan balok.
A : 169 18. Subjek guru mendorong siswa untuk berpikir
kritis dengan pertanyaan terbimbing. Siswa melakukan identifikasi matematika dalam suatu konteks umum.
A : 179-250, 263-276
19. Subjek guru berkeliling dan mengamati proses diskusi siswa. Siswa aktif bertanya pada guru.
A : 277, 299, 327, 356 20. Subjek guru merangsang siswa untuk menemukan
keterbatasan dari solusi yang diperoleh. Siswa
A : 278-299, 334-348, 350-353
menemukan keterbatasan dari solusi yang diperoleh.
21. Subjek guru mengaitkan materi dengan materi matematika lain. Siswa mengaitkan materi dengan materi matematika lain.
A : 244-246, 300-303 22. Guru merangsang siswa untuk menggunakan
representasi matematis yang berbeda.
A : 304-321 23. Subjek guru mengembangkan kemampuan siswa
untuk melakukan generalisasi. Siswa melakukan generalisasi.
A : 328-355
24. Subjek guru merangsang siswa untuk menerjemahkan kembali solusi matematis ke dalam situasi nyata. Siswa menerjemahkan kembali solusi matematis ke dalam situasi nyata.
A : 364-370
25. Subjek guru mengarahkan siswa untuk menggunakan bahasa matematika dengan tepat.
A : 181 26. Subjek guru menerapkan pembelajaran yang
santun.
A : 145, 149, 175-176 27. Subjek siswa bersama guru menyimpulkan
pembelajaran hari ini.
A : 395-406 28. Subjek guru memberikan tugas untuk mengisi
LAS 1 untuk didiskusikan pada pertemuan berikutnya.
A : 391-393
29. Subjek guru mengingatkan siswa untuk belajar dan menyelesaikan tugasnya.
A : 407 30. Guru mengucapkan salam penutup. Siswa
menjawab salam.
A : 409-410
Tabel 4.2 merupakan topik-topik data dalam pembelajaran pertemuan pertama. Tabel 4.3 merupakan topik-topik data dalam pembelajaran pertemuan kedua. Terdapat perbedaan antara topik data pada pertemuan pertama (tabel 4.2) dan pertemuan kedua (tabel 4.3). Pada pertemuan pertama terdapat topik data dimana guru memperkenalkan diri, membuat kontrak belajar, dan pengadaan pretest, sedangkan pada pertemuan kedua topik tersebut tidak ada. Pada pertemuan kedua terdapat topik data dimana
guru bersama siswa membahas tugas rumah, sedangkan di pertemuan pertama topik tersebut tidak ada.
Tabel 4.3 Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Kedua
No. Topik Data Bagian Data
1. Subjek guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan ditanggapi oleh siswa.
B : 2-3 2. Subjek guru mengecek kesiapan dan kehadiran
siswa. Siswa menjawab dengan antusias.
B : 4-9 3. Subjek guru bertanya tentang tugas yang
diberikan pada pertemuan lalu. Siswa menanggapi.
B : 10-13
4. Subjek guru mendorong siswa untuk mempresentasikan penyelesaian tugasnya. Siswa menuliskan penyelesaian dari kelompoknya di papan tulis.
B : 14-20
5. Subjek guru menginvestigasi pengetahuan siswa dalam menyelesaikan tugasnya.
B : 21-34, 76-101 6. Subjek guru mengklarifikasi penyelesaian tugas
siswa. Siswa menyadari kesalahan pengerjaan tugasnya.
B : 27-34, 56-70
7. Subjek guru mendorong siswa untuk berpikir kritis dengan pertanyaan terbimbing. Siswa melakukan identifikasi matematika dalam suatu konteks umum.
B : 35-45
8. Subjek guru memberikan apersepsi. Siswa melakukan review terhadap pengetahuannya terhadap kubus dan balok.
B : 76-101 336-340 9. Subjek guru mendorong siswa untuk
menggunakan alat peraga bangun kubus dan balok. Siswa menggunakan alat peraga kubus dan balok.
B : 50-51, 54-55, 72-73, 125
10, Subjek guru mendorong terjadinya interaksi dan negosiasi antar siswa.
B : 71-75, 198-199, 252, 256 , 258-259, 317
11. Subjek guru memberikan semangat agar siswa fokus dalam pembelajaran. Siswa tenang dan fokus dalam pembelajaran.
B : 103-105, 106, 226- 227, 332 12. Subjek guru menyampaikan tujuan pembelajaran
dan rancangan kegiatan untuk pertemuan kedua.
B : 107, 119 13. Subjek guru menanyakan manfaat yang diperoleh
jika siswa belajar tentang luas permukaan kubus dan balok.
B : 109-118, 149-151 14. Subjek guru membagi siswa dalam kelompok. B : 119-120,
122-124 15. Subjek guru memberikan arahan tentang tugas
siswa dalam kelompok. Siswa bertanya dan memperhatikan dengan seksama.
B : 125-136, 191
16. Subjek guru memberikan konteks dengan mengajukan permasalahan yang tertuang pada LAS 2.
B : 127-131
17. Subjek siswa mendapatkan konteks dengan mendiskusikan permasalahan yang tertuang di LAS 2 dengan guru.
B : 137-180, 308
18. Subjek guru menginvestigasi pengetahuan siswa tentang jaring-jaring kubus.
B : 181-191 19. Subjek siswa membentuk model untuk
mengonstruksi masalah matematika.
B : 136-146 20. Subjek siswa menggunakan model yang telah
dikonstruksi sebelumnya untuk menyelesaikan permasalahan matematika lain.
B : 195-224, 342-343, 350, 372 21. Subjek guru berkeliling dan mengamati proses
diskusi siswa. Siswa aktif bertanya pada guru.
B : 194, 200- 201, 350 22. Subjek guru mendorong siswa untuk
menyampaikan ide penyelesaian dari permasalahan yang tertuang di LAS 2.
B : 229, 235, 237,
242-245, 301,305, 322 23. Subjek siswa menyampaikan ide penyelesaian.
Siswa lain memperhatikan dan menanggapi presentasi temannya. B : 246-249, 250-251, 306-316, 318-320, 323-327 24. Subjek siswa mengungkapkan ide penyelesaian
lain. Guru mempersilakan siswa untuk
B : 253-255, 257-260
mengungkapkan ide dan menginvestigasi ide tersebut.
25. Subjek guru mengapresiasi pendapat siswa. B : 252, 256, 299-300, 321, 328-329 26. Subjek guru merangsang siswa untuk menemukan
keterbatasan dari solusi yang diperoleh dengan pertanyaan terbimbing. Siswa menemukan keterbatasan dari solusi yang diperoleh.
B : 261-299
27. Subjek guru mengaitkan materi dengan materi matematika lain. Siswa mengaitkan materi dengan materi matematika lain.
B : 21, 36-44, 115, 377-378 28. Guru merangsang siswa untuk menggunakan
representasi matematis yang berbeda.
B : 36-41 29. Subjek guru merangsang siswa untuk
menerjemahkan kembali solusi matematis ke dalam situasi nyata. Siswa menerjemahkan kembali solusi matematis ke dalam situasi nyata.
B : 36-41, 316, 318-320
30. Subjek guru mengarahkan siswa untuk menggunakan bahasa matematika dengan tepat.
B : 281-282 31. Subjek guru menerapkan pembelajaran yang
santun dan bermakna.
B : 32-33, 270, 276 32. Subjek siswa bersama guru menyimpulkan
pembelajaran hari ini.
B : 380-391 33. Subjek guru memberikan tugas untuk mengisi
LAS 2 dan tugas mandiri untuk didiskusikan pada pertemuan berikutnya.
B : 356, 392- 395
34. Subjek guru mengingatkan siswa untuk belajar dan menyelesaikan tugasnya.
B : 396 35. Guru mengucapkan salam penutup. Siswa
menjawab salam penutup.
B : 398-400
Tabel 4.4 merupakan topik-topik data pada pembelajaran pertemuan ketiga. Topik-topik data pada pertemuan ketiga lebih sedikit daripada pertemuan pertama dan kedua. Hal ini dikarenakan jam pelajaran pada
pertemuan ketiga hanya 2 jam pelajaran, sedangkan pertemuan pertama dan kedua terdiri dari 3 jam pelajaran.
Tabel 4.4 Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Ketiga
No. Topik Data Bagian Data
1. Subjek guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan ditanggapi oleh siswa.
C : 1-4 2. Subjek guru mempersilakan siswa untuk
memimpin doa.
C : 5-10 3. Subjek guru menyampaikan tujuan pembelajaran
dan rancangan kegiatan untuk pertemuan ketiga.
C : 11, 21 4. Subjek guru bersama siswa melakukan review
tentang unsur-unsur kubus dan balok.
C : 11-18 5. Subjek guru membagi siswa dalam kelompok. C : 21-22 6. Subjek guru memberikan arahan tentang tugas
siswa dalam kelompok.
C : 55, 57, 60 7. Subjek guru mendorong terjadinya interaksi dan
negosiasi antar siswa.
C : 56, 110, 137, 155, 204, 211 8. Subjek guru mendorong terjadinya interaksi dan
negosiasi antara guru-siswa.
C : 160, 224 9. Subjek guru memberikan konteks dengan
mengajukan permasalahan yang tertuang pada LAS 1. Subjek siswa mendapatkan konteks dengan mendiskusikan permasalahan yang tertuang di LAS 1 dengan guru.
C : 25-54
10. Subjek guru meminta siswa untuk menyampaikan ide penyelesaian dari permasalahan yang tertuang di LAS 1.
C : 164, 172
11. Subjek siswa mengungkapkan pendapatnya. Subjek guru menghargai pendapat siswa ketika siswa menyampaikan pendapatnya.
C : 25-27, 74-77, 100- 103, 200-202 12. Subjek guru mendorong siswa untuk
menggunakan alat peraga kubus satuan.
C : 56, 66, 68 13. Subjek guru mendorong siswa untuk berpikir
kritis dengan pertanyaan terbimbing. Siswa
C : 106-126, 135-147, 182-222
melakukan identifikasi matematika dalam suatu konteks umum.
14. Subjek guru berkeliling dan mengamati proses diskusi siswa. Siswa aktif bertanya pada guru.
C : 160 15. Subjek guru merangsang siswa untuk menemukan
keterbatasan dari solusi yang diperoleh. Siswa menemukan keterbatasan dari solusi yang diperoleh.
C : 122-126
16. Subjek guru mengaitkan materi dengan materi matematika lain. Siswa mengaitkan materi dengan materi matematika lain.
C : 131-132, 135-136 17. Guru merangsang siswa untuk menggunakan
representasi matematis yang berbeda.
C : 25-47 18. Subjek guru mengembangkan kemampuan siswa
untuk melakukan generalisasi. Siswa melakukan generalisasi.
C : 164-169
19. Subjek guru merangsang siswa untuk menerjemahkan kembali solusi matematis ke dalam situasi nyata. Siswa menerjemahkan kembali solusi matematis ke dalam situasi nyata.
C : 218-222
20. Subjek guru mengarahkan siswa untuk menggunakan bahasa matematika dengan tepat.
C : 149-152 21. Subjek guru menerapkan pembelajaran yang
santun.
C : 108-111 22. Subjek siswa bersama guru menyimpulkan
pembelajaran hari ini.
C : 233-240 23. Subjek guru memotivasi dan mengingatkan siswa
untuk belajar dan menyelesaikan tugasnya.
C : 241, 247- 249
24. Guru mengucapkan salam penutup. C : 251
Keterangan :
A : 1 – n : Transkrip pertemuan I nomor 1 sampai n B : 1 – n : Transkrip pertemuan II nomor 1 sampai n C : 1 – n : Transkrip pertemuan III nomor 1 sampai n
Kategorisasi data merupakan proses membandingkan topik-topik data yang mewakili makna tertentu yang terkandung dalam sekelompok data. Proses membandingkan topik-topik data yang satu dengan yang lain dapat menghasilkan kategori-kategori data. Penentuan kategori data dalam hal ini adalah menentukan gagasan yang mewakili hal yang sama dalam sekelompok topik data. Kategori data langkah-langkah pembelajaran disajikan dalam tabel-tabel. Hasil kategorisasi data ini berdasarkan topik- topik data dalam tabel Hasil kategorisasi data ini tersaji dalam Tabel 4.5 sampai Tabel 4.7.
Tabel 4.5 Kategorisasi Data Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan I
No. Kategorisasi dan subkategorisasi Bagian topik data
1. Kegiatan awal pembelajaran TDLP I : 1, 2, 3, 4, 6,
7 2. Kegiatan inti :
a. Penggunaan konteks
TDLP I : 5, 8, 9, 13, 14
b. Penggunaan model (model of dan model for)
TDLP I : 17, 18, 20, 22, 23, 24, 25
c. Penggunaan kontribusi siswa TDLP I : 15,16 d. Penggunaan format interaktif
(Interaktivitas)
TDLP I : 10,11,12, 19, 26
e. Keterkaitan (Intertwinning) TDLP I : 21
3. Kegiatan akhir pembelajaran TDLP I : 27, 28, 29,
30
Tabel 4.6 Kategorisasi Data Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 2
No. Kategorisasi dan subkategorisasi Bagian topik data
1. Kegiatan awal pembelajaran TDLP II : 1, 2, 12
2. Kegiatan inti :
a. Penggunaan konteks
TDLP II : 3, 4, 5, 6, 8, 13, 15, 16, 17, 31 b. Penggunaan model (model of dan model
for)
TDLP II : 7, 9, 18, 19, 20, 26, 28, 29, 30
c. Penggunaan kontribusi siswa TDLP II : 22, 23, 24 d. Penggunaan format interaktif
(Interaktivitas)
TDLP II : 10, 11, 14, 21, 25
e. Keterkaitan (Intertwinning) TDLP II : 27
3. Kegiatan akhir pembelajaran TDLP II : 32, 33,
34, 35
Tabel 4.7 Kategorisasi Data Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 3
No. Kategorisasi dan subkategorisasi Bagian topik data
1. Kegiatan awal pembelajaran TDLP III : 1,2,3,5
2. Kegiatan inti :
a. Penggunaan konteks
TDLP III : 4, 6, 9 b. Penggunaan model (model of dan model
for)
TDLP III : 12, 13, 15, 17, 18, 19, 20 c. Penggunaan kontribusi siswa TDLP III : 10, 11, d. Penggunaan format interaktif
(Interaktivitas)
TDLP III : 7, 8, 14, 21
e. Keterkaitan (Intertwinning) TDLP III : 16
3. Kegiatan akhir pembelajaran TDLP III : 22, 23,
24 Keterangan :
TDLP I : Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I TDLP I : Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan II TDLP I : Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan III
2. Analisis Data Kemampuan Literasi Matematis Siswa a. Deskripsi Data