• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Penelitian

Pengambilan data penelitian dilakukan selama 2 hari, dimana hari pertama adalah pengambilan data pos tes dan observasi keaktifan siswa dan hari kedua pengambilan data pos tes. Pre tes dilakukan sebelum siswa menjalankan kegiatan belajar, dilakukan selama 30 menit. Kemudian kegiatan pembelajaran dilakukan selama 2x40 menit (2 jam pelajaran). Pos tes dilakukan di pertemuan berikutnya, dengan lama pos tes adalah 1 jam pelajaran (40 menit).

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 dan 10 Januari 2013. Berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan selama penelitian:

Pre tes, observasi siswa : Selasa, 8 Januari 2013

Pos tes : Kamis, 10 Januari 2013

B. Data

1. Data keaktifan siswa selama pembelajaran di kelas

Dari hasil penelitian, berikut adalah skor keaktifan yang diperoleh oleh masing-masing siswa selama proses pembelajaran dengan materi induksi elektromagnetik.

Tabel 4. Skor keaktifan siswa. No Siswa Skor Keaktifan

1 3 2 4 3 4 4 4 5 5 6 6 8 4 9 2 10 3 11 7 12 5 13 5 14 3 15 4 16 5 17 5 18 4 19 4 20 6 21 4 22 3 23 5 24 7 25 5

2. Data Prestasi Belajar Siswa

Data prestasi belajar siswa didapat dari selisih skor data pre tes dan pos tes. Data tersebut disajikan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 5. Skor pre tes dan pos tes siswa

No Siswa Skor Pre Tes Skor Pos tes

1 45 75 2 42 86 3 35 79 4 24 65 5 45 93 6 35 90 8 35 50 9 34 55 10 46 48 11 22 85 12 47 86 13 45 97 14 25 36 15 21 38 16 60 80 17 83 88 18 60 76 19 42 58 20 50 70 21 47 63 22 50 85 23 41 78

24 29 76

25 75 105

C. Pembahasan

Proses pembelajaran berlangsung selama 2 jam pelajaran (80 menit). Pada awal pembelajaran, guru bertanya kepada siswa mengenai apa yang siswa ketahui tentang elektromagnetik. Kemudian ada beberapa siswa mencoba menjawab. Kemudian guru menjelaskan materi induksi elektromagnetik dengan mengunakan laptop viewer. Guru menjelaskan dengan memperlihatkan slide-slide powerpoint yang berisi materi induksi elektromagnetik yang telah dibuat sebelum pembelajaran berlangsung. Dalam memberikan materi, gsesekali guru melakukan tanya jawab dengan siswa, ada siswa yang menjawab pertanyaan dari guru, ada yang mengajukan pertanyaan, ada juga yang bridam diri. Guru selesai menjelaskan semua materi induksi elektromagnetik, kemudian masih ada waktu sekitar 15 menit, gurupun menggunakan waktu tersebut untuk member kesempatan kepada siswa untuk berlatih soal mengenai induksi elektromagnetik. (Gambar kegiatan siswa dalam proses pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 13).

1. Analisis Data Kualitatif

Dari hasil observasi selama pembelajaran, didapat hasil keaktifan siswa selama pembelajaran di kelas adalah sebagai berikut.

a.Setiap siswa membawa dan mempersiapkan buku-buku dan perlengkapan belajar fisika. Tidak ada satu siswa pun yang tidak membawa buku paket dan buku tulis fisika. Meskipun semua siswa membawa buku paket fisika, tetapi tidak semua siswa membaca buku. Hanya ada 9 siswa saja yang membaca buku siswa. Hal ini dikarenakan pada awal proses pembelajaran hingga pertengahan jam pembelajaran (1 jam pelajaran), guru asyik menjelaskan materi Induksi Elektromagnetik kepada siswa. Meskipun demikian, siswa tetap memperhatikan penjelasan guru.

b.Semua siswa memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru. Hal ini di buktikan bahwa pada saat guru menerangkan, tidak ada siswa yang mengobrol sendiri, kecuali pada saat guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan berpikir dengan teman sebangku / teman dekat tempat duduk.

c.Pada saat pembelajaran, guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada para siswa. Dari pertanyaan- pertanyaan yang diajukan guru tersebut, ada siswa yang beramai-ramai menjawab pertanyaan guru, ada juga siswa yang

bergantian/satu persatu menjawabnya. Selain menjawab pertanyaan dari guru, ada siswa yang juga menanggapi jawaban atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa lainnya. d.Dari hasil penelitian peneliti, didapat hanya ada 50% dari

keseluruhan jumlah siswa yang aktif berdiskusi dengan temannya. Sedangkan 50% lainnya ada yang hanya berdiam saja, memperhatikan guru tanpa bertanya, maupun berdiskusi dengan temannya.

Analisis keaktifan siswa selama proses pembelajaran di kelas secara rinci adalah sebagai berikut.

Tabel 6. Rincian keaktifan siswa

No Siswa

Rincian Keaktifan Siswa

1

Siswa ini mendapat skor keaktifan sebanyak 3. Selama kegiatan pembelajaran, siswa mempersiapkan buku-buku dan peralatan fisika. Siswa juga membaca buku pelajaran fisika. Siswa juga mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru.

2

Siswa ini mendapat skor keaktifan sebanyak 4. Selama kegiatan pembelajaran, membawa buku fisika, dan membaca buku fisika. Siswa memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari guru.

Siswa menanggapi pertanyaan dari temannya, yaitu pada saat

temannya bertanya “Dalam contoh sehari – hari, dinamo ada

dimana, Pak?”

Siswa ini menjawab “Ada di ban.”

3

Siswa ini mendapat skor keaktifan 4. Siswa ini

mempersiapkan buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa ini mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru. Siswa ini bertanya kepada guru “Contoh penggunaan

transformator dan dinamo dimana, Pak”. Selain mengajukan pertanyaan, siswa ini juga menanggap pertanyaan dari guru

pada saat guru bertanya “Bagaimana cara menimbulkan

induksi elektromagnet?”

Siswa menjawab “dengan didekatkan, Pak.”

4

Siswa ini mendapat skor 4. Siswa mempersiapkan buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa mendengarkan dan

memperhatikan penjelasan dari guru. Pada saat guru bertanya

“Bagaimana cara menimbulkan induksi elektromagnet?” siswa

menjawab “Dengan mendekatkan itu,Pak”.

Siswa hanya sekali saja berdiskusi dengan temannya.

5

Siswa ini mendapat skor 5. Siswa mempersiapkan buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa mendengarkan dan

memperhatikan penjelasan dari guru. Pada saat guru bertanya

menjawab “Dengan listrik,Pak”. Siswa juga berdiskusi lebih dari sekali dengan temannya.

6

Siswa mendapat skor kektifan 6. Siswa mempersiapan buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa menjawab pertanyaan

yang diajukan oleh guru saat guru bertanya “Ada beberapa

cara membuat magnet, yaitu dengan?”, Siswa menjawab

“Dengan digosok”, beberapa saat kemudian siswa menjawab

“Dengan dilistrik”. Siswa berdiskusi dengan teman lebih dari sekali.

8

Siswa mendapat skor keaktifan 4. Siswa mempersiapkan buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru. Pada saat guru bertanya

“Bagaimana cara menimbulkan induksi elektromagnet?” siswa

menjawab “Menggosok arus listrik, mendekatkan arus lisrik”. Siswa juga berdiskusi dengan temannya.

9

Siswa mendapat skor 2. Siswa hanya mempersiapkan buku dan peralatan belajar fisika dan memperhatikan penjelasan dari guru.

10

Siswa mendapat skor keaktifan 3. Siswa ini mempersiapkan peralatan belajar dan membawa buku fisika. Siswa membaca buku pelajaran fisika yang dibawanya.

11

Siswa ini mendapat skor keaktifan sebanyak 7. Selama kegiatan pembelajaran, siswa mempersiapkan buku-buku dan

peralatan fisika. Siswa juga membaca buku pelajaran fisika. Siswa juga mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru. Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru

saat guru bertanya “Ada beberapa cara membuat magnet, yaitu

dengan?”, siswa menjawab “Dengan digosok - gosok”

,“Dengan didekatkan”. Siswa berdiskusi dengan teman lebih dari sekali.

12

Siswa mendapat skor keaktifan sebanyak 5. Siswa membawa dan mempersiapkan peralatan belajar fisika. Siswa membaca buku fisika. Siswa sekali mengerjakan soal yang didiktekan oleh guru di papan tulis. Siswa berdiskusi dengan temannya.

13

Siswa mendapat skor keaktifan 5. Siswa membawa buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa juga memperhatikan penjelasan dari guru. Siswa juga bertanya, “Contohnya transformator apa, Pak?”

Siswa menjawab saat guru bertanya, “Bagaimana cara

membuat magnet?”, siswa menjawab “Itu pak didekat

dekatkan”.Saat ada teman yang bertanya “Dalam kehidupan

sehari –hari dinamo ada dimana,Pak?”, siswa menjawab “Di

mobil.”.

14

Siswa mendapat skor keaktifan 3. Siswa mempersiapkan perlengkapan dan membawa buku fisika. Siswa juga berdiskusi dengan teman sebangku.

15

Siswa mendapat skor keaktifan 4. Siswa mempersiapkan perlengkapan dan membawa buku fisika. Siswa juga berdiskusi dengan teman sebangku lebih dari sekali.

16

Siswa mendapat skor keaktifan 5. Siswa membawa dan mempersiapkan perlengkapan belajar fisika. Siswa memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari guru. Pada saat guru bertanya “Kenapa berkebalikan antara beda potensial dengan arus listrik?”. Siswa menjawab, “Karena rangkaiannya itu seri dan paralel.”

Siswa juga mengajukan pertanyaan “Dalam contoh sehari – hari, dinamo dimana, Pak?”

17

Siswa mendapat skor keaktifan 5. Siswa membawa buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa mendengarkan dan

memperhatikan penjelasan dari guru.

Siswa bertanya pada guru, “soal termasuk trafo apa,Pak?”. Selain bertanya, siswa juga menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru, saat guru bertanya “Medan magnet

mengalir dari mana kemana?”siswa menjawab “Dari utara ke

selatan.”

18

Siswa mendapat skor kektifan 4. Siswa mempersiapkan buku dan perlengkapan belajar fisika. Siswa juga memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari guru.

berhubungan dengan apa, pak?”

Siswa juga menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru saat guru bertanya “Bagaimana cara menimbulkannya?” siswa menjawab, “Dengan menggosoknya.”

19

Siswa mendapat skor keaktifan 4. Siswa mempersiapkan perlengkapan dan membawa buku fisika. Siswa menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru saat guru bertanya “Bagaimana cara menimbulkannya?” siswa menjawab,

“Dengan digosok.”. Siswa nenanggapi jawaban teman saat

teman menjawab “Dengan dikasih listrik”, siswa menanggapi “Bukan, tapi dialiri listrik”.

20

Siswa mendapat skor keaktifan 6. Siswa mempersiapkan perlengkapan dan membawa buku fisika, dan membaca buku tersebut. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru. Siswa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru di papan tulis. Siswa menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru saap guru bertanya “Bagaimana cara menimbulkan medan magnet?”. Siswa menjawab “Diberi listrik”. Siswa berdiskusi dengan teman sekali.

21

Siswa mendapat skor keaktifan 4. Siswa mempersiapkan dan membawa buku fisika. Siswa memperhatikan dan

mendengarkan penjelasan dari guru. Siswa menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru saat guru bertanya

“Bagaimana cara menimbulkan medan magnet?”. Siswa menjawab “Diberi listrik”. Siswa berdiskusi dengan temannya.

22

Siswa mendapat skor keaktifan sebanyak 3. Siswa

mempersiapkan peralatan dan buku fisika. Siswa membaca buku fisika. Siswa juga memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari guru.

23

Siswa mendapat skor keaktifan 5. Siswa mempersiapkan dan membawa buku fisika. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dipapan tulis. Siswa menanggapi pernyataan yang diajukan oleh temannya dengan menjawab “Bukan, tetapi cara membuat arus listrik.”

Siswa juga berdiskusi dengan teman sebangkunya.

24

Siswa mendapat skor keaktifan 7. Siswa mempersiapkan perlengkapan dan membawa buku fisika, dan membaca buku tersebut. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru. Siswa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru di papan tulis. Siswa menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru saat guru bertanya “Bagaimana caranya?” siswa

menjawab “Diberi tegangan”. Selain itu siswa juga menjawab saat guru bertanya “Kenapa I sekunder lebih kecil dari I

primer?”. Siswa menjawab “Teganngannya.”.

25

Siswa mendapat skor kektifan 5. Siswa mempersiapkan perlengkapan dan membawa buku fisika, dan membaca buku

tersebut. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru. Siswa menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru saat guru bertanya “Bagaimana cara menimbulkan medan

magnet?”. Siswa menjawab “Dengan didekat-dekatkan,Pak.”.

Siswa berdiskusi dengan temannya.

2. Analisis Data Kuantitatif

a. Analisis Data Keaktifan siswa

Data keaktifan siswa terdapat pada lampiran 12. Data keaktifan tersebut nantinya akan dikorelasikan dengan peningkatan prestasi belajar siswa.

b. Analisis Data Prestasi Belajar

i. Analisis data pre tes

Pre tes dilaksanakan sebelum siswa mengikut pembelajaran di kelas. Pada pre tes ini, sebanyak 24 siswa mengikuti pre tes. Hal ini dikarenakan ada satu siswa yang tidak masuk.

Data skor pre tes siswa dikonversikan dalam persentase sebagai berikut.

Tabel 7. Data konversi nilai pre tes

No Siswa Skor Pre Tes Persentase Skor Pre Tes (%)

1 45 34.6 2 42 32.3 3 35 26.9 4 24 18.5 5 45 34.6 6 35 26.9 8 35 26.9 9 34 26.2 10 46 35.4 11 22 16.9 12 47 36.2 13 45 34.6 14 25 19.2 15 21 16.2 16 60 46.2 17 83 63.8 18 60 46.2 19 42 32.3 20 50 38.5 21 47 36.2 22 50 38.5 23 41 31.5 24 29 22.3 25 75 57.7

Data skor pre tes yang diperoleh oleh masing – masing siswa dapat dilihat pada lampiran 3.

Skor pre tes tertinggi yang di peroleh adalah 75 dengan persentase skor 57,7%. Sedangkan skor terendah adalah 21 dengan skor persentase 16,2%. Hanya ada 2 siswa yang persentase nilainya di atas 50 persen, yaitu siswa dengan nomor siswa 17 dan 25.

ii. Analisis Data Pos tes

Pelaksanaan pos tes dilaksanakan pada pertemuan berikutnya, dimana ada 25 siswa mengikuti pos tes ini. Akan tetapi siswa dengan nomor 7 tidak dimasukkan dalam perhitungan pemahaman siswa, karena siswa ini tidak mengikuti pre tes dan pemberian materi oleh guru yang dilakukan pada pertemuan sebelumnya. Soal pos tes dikerjakan siswa selama satu jam pelajaran (40 menit).

Data hasil pos tes yang diperoleh siswa dapat dilihat pada lampiran 4.

Konversi skor pos tes siswa dalam persentase disajikan pada tabel dibawah ini.

Tabel 8. Konversi skor pos tes

No Siswa Skor Pos tes Persentase Skor Pos tes (%)

1 75 57.7

2 86 66.2

4 65 50.0 5 93 71.5 6 90 69.2 8 50 38.5 9 55 42.3 10 48 36.9 11 85 65.4 12 86 66.2 13 97 74.6 14 36 27.7 15 38 29.2 16 80 61.5 17 88 67.7 18 76 58.5 19 58 44.6 20 70 53.8 21 63 48.5 22 85 65.4 23 78 60.0 24 76 58.5 25 105 80.8

Secara keseluruhan, setiap siswa mendapat peningkatan skor setelah pembelajaran. Skor pos tes tertinggi adalah 105 dengan persentase skor sebesar 80,8%, sedangkan skor terendah adalah 36 dengan persentase skor 27,7%.

c. Analisis peningkatan prestasi belajar siswa

Dari hasil analisis data pre tes dan pos tes, didapat hasil dari prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa dapat dihitung dari selisih nilai pos tes dan pre tes. Berikut adalah selisih dari nilai pes tes dan nilai pre tes yang diperoleh oleh masing – masing siswa.

Tabel 9. Selisih nilai pre tes dan pos tes

No Pre tes Pos tes Selisih pos tes – pre tes

1 34.6 57.7 23.1 2 32.3 66.2 33.8 3 26.9 60.8 33.8 4 18.5 50.0 31.5 5 34.6 71.5 36.9 6 26.9 69.2 42.3 8 26.9 38.5 11.5 9 26.2 42.3 16.2 10 35.4 36.9 1.5 11 16.9 65.4 48.5 12 36.2 66.2 30.0 13 34.6 74.6 40.0 14 19.2 27.7 8.5 15 16.2 29.2 13.1 16 46.2 61.5 15.4 17 63.8 67.7 3.8 18 46.2 58.5 12.3 19 32.3 44.6 12.3 20 38.5 53.8 15.4

21 36.2 48.5 12.3

22 38.5 65.4 26.9

23 31.5 60.0 28.5

24 22.3 58.5 36.2

25 57.7 80.8 23.1

Secara keseluruhan, skor pos tes lebih besar dari pada nilai pre tes. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan skor yang didapat oleh seluruh siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Kenaikan skor tertinggi diproleh oleh nomor siswa 11 dengan selisih pos tes dengan pre tes adalah 48,5%. Sedangkan selisih pre tes dan pos tes terendah diperoleh oleh nomor siswa 10 dengan selisih 1,5%.

3. Analisis Korelasi Pearson

a. Analisis uji normalitas data

Sebelum mengorelasikan antara keaktifan siswa dengan prestasi belajar siswa, masing – masing datanya di uji normalitas, untuk mengetahui apakah kedua data terdistribusi secara normal atau tidak.

Uji Normalitas bisa dilakukan dengan teknik Kolmogorov-Smirnov. Data yang normal adalah Sig. Kolmogorov-Smirnov hitung > Sig. Penelitian (0,05).

Data yang didapat dari uji normalitas adalah sebagai berikut.

Tabel 10. Hasil uji normalitas.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR0000

1

VAR0000 2

N 24 24

Normal Parametersa Mean 4.4583 23.2042

Std. Deviation 1.25036 12.94609 Most Extreme Differences Absolute .185 .164 Postitive .185 .164 Negative -.149 -.085 Kolmogorov-Smirnov Z .905 .804

Asymp. Sig. (2-tailed) .386 .538

Dari tabel di atas, didapat koefisien kolmogorov-Smirnov Z adalah lebih dari 0,05 maka kedua data, yakni keaktifan dan prestasi belajar terdistribusi secara normal.

b. Koefisien Korelasi Pearson

Data keaktifan siswa (x) dan prestasi belajar (y) disajikan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 11. Analisis data keaktifan dan prestasi belajar. xi xi - (xi - 2 yi yi - (yi - 2 (xi - (yi - 3 -1.45 2.10 23.1 -0.12 0.02 0.18 4 -0.45 0.20 33.8 10.65 113.34 -4.79 4 -0.45 0.20 33.8 10.65 113.34 -4.79 4 -0.45 0.20 31.5 8.34 69.53 -3.75 5 0.55 0.30 36.9 13.72 188.32 7.55 6 1.55 2.40 42.3 19.11 365.10 29.62 4 -0.45 0.20 11.5 -11.66 135.99 5.25 2 -2.45 6.00 16.2 -7.05 49.65 17.26 3 -1.45 2.10 1.5 -21.66 469.22 31.41 7 2.55 6.50 48.5 25.26 638.15 64.42 5 0.55 0.30 30.0 6.80 46.24 3.74 5 0.55 0.30 40.0 16.80 282.24 9.24 3 -1.45 2.10 8.5 -14.74 217.22 21.37 4 -0.45 0.20 13.1 -10.12 102.48 4.56 5 0.55 0.30 15.4 -7.82 61.08 -4.30 5 0.55 0.30 3.8 -19.35 374.57 -10.64 4 -0.45 0.20 12.3 -10.89 118.64 4.90 4 -0.45 0.20 12.3 -10.89 118.64 4.90 6 1.55 2.40 15.4 -7.82 61.08 -12.11 4 -0.45 0.20 12.3 -10.89 118.64 4.90 3 -1.45 2.10 26.9 3.72 13.86 -5.40 5 0.55 0.30 28.5 5.26 27.68 2.89 7 2.55 6.50 36.2 12.95 167.80 33.03 5 0.55 0.30 23.1 -0.12 0.02 -0.07 = 199.36/372.22 =0.536

Tabel 12. SPSS koefisien korelasi Pearson Correlations

keaktifan prestasi Keaktifan Pearson Correlation 1 .536

Sig. (1-tailed) .003

N 24 24

Prestasi Pearson Correlation .536 1 Sig. (1-tailed) .003 N 24 24 Txy : 0.536 Tcrit : 0.381 df : 24 Daerah Rejection: ± 0.381

Kesimpulan: Karena | Txy | = 0.536 lebih besar dari Tcrit

dengan α =0.05, maka data tersebut signifikan. Hal ini

menunjukkan bahwa Ho (hipotesis awal), yaitu ada hubungan

antara keaktifan belajar dan peningkatan prestasi belajar diterima. Berarti ada hubungan antara keaktifan siswa dan prestasi belajar siswa.

BAB V

Dokumen terkait