BAB 4 HASIL PENELITIAN
B. Pelaksanaan Penelitian
Uji coba dilakukan pada instrumen untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari angket minat belajar siswa dan tes hasil belajar siswa. Sebelum diujicobakan kedua instrumen ini telah mendapatkan validasi dari ahli yang dalam hal ini adalah dosen pendidikan matematika. a. Uji Coba Angket Minat Belajar Siswa
Angket minat belajar siswa diujikan pada 23 orang siswa di kelas X-A SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Berikut adalah hasil pengisian angket minat belajar siswa.
Tabel 4.1 Data Uji Coba Angket Minat Belajar Siswa No KODE SISWA Item Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 M.1 5 5 5 4 5 2 5 4 5 5 4 5 5 3 4 5 5 5 5 4 4 4 3 5 5 5 2 M.2 2 3 4 3 5 1 4 3 4 3 4 3 4 5 5 4 3 5 1 4 3 3 5 1 1 5 3 M.3 3 3 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 5 2 3 4 3 3 3 3 4 M.4 3 3 4 1 3 1 5 3 3 3 5 5 3 5 5 3 5 5 4 5 4 4 4 2 3 3 5 M.5 3 2 2 3 3 2 4 2 3 3 4 3 3 5 4 3 3 2 4 4 3 4 4 4 2 2 6 M.6 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 5 5 3 5 4 1 5 2 2 2 2 2 4 4 1 2 7 M.7 4 4 3 3 3 2 3 1 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 2 3 2 3 4 3 2 3 8 M.8 3 3 1 2 3 2 3 3 2 1 3 4 4 5 5 2 1 3 2 5 1 4 4 3 1 2 9 M.9 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 5 5 4 2 4 4 10 M.10 4 3 3 5 3 1 3 3 3 1 5 4 4 4 4 3 2 3 1 3 1 4 5 3 1 4 11 M.11 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 5 4 5 5 3 4 3 3 3 4 4 3 2 4 12 M.12 4 2 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 2 4 13 M.13 4 3 2 3 3 2 4 1 3 1 4 3 3 3 5 3 2 4 2 2 4 4 4 3 2 3 14 M.14 3 4 4 5 3 2 4 3 5 4 3 4 5 4 5 4 5 4 5 5 3 5 5 3 4 5 15 M.15 3 3 2 3 3 1 3 3 3 1 3 3 4 4 5 3 3 4 4 3 1 3 3 3 1 5
16 M.16 4 3 4 4 4 2 4 3 4 5 5 3 3 2 4 4 4 4 4 3 5 4 2 3 3 3 17 M.17 5 5 2 2 5 2 3 3 2 3 2 4 3 4 4 2 2 5 2 4 3 2 3 4 3 2 18 M.18 3 3 4 4 3 2 5 3 4 2 3 3 4 4 4 2 3 3 4 4 3 4 4 3 2 3 19 M.19 4 4 2 3 4 3 4 3 3 3 5 5 5 4 4 4 3 4 3 4 5 3 4 3 2 3 20 M.20 4 3 4 1 4 2 4 3 4 3 4 5 4 4 4 4 3 3 4 4 5 5 3 3 1 4 21 M.21 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 2 4 3 3 2 4 22 M.22 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 5 1 3 4 3 3 3 4 4 4 2 3 23 M.23 4 2 2 5 5 4 4 3 4 4 3 3 5 5 5 3 4 5 2 4 3 4 4 4 2 4
1.1 Analisis Validasi Angket Minat Belajar Hasil Uji Coba Untuk mengetahui validitas angket minat belajar siswa, maka akan digunakan validitas butir item menggunakan rumus korelasi Product-Moment. Setiap item pernyataan yang terdapat pada angket minat belajar siswa akan dihitung koefisien korelasinya dengan menggunakan bantuan ms.excel. Item dikatakan valid jika memenuhi kualifikasi sedang, kuat, atau sangat kuat. Sedangkan koefisien korelasi yang memenuhi kualifikasi rendah, sangat rendah, atau hubungan berkebalikan (jika koefisien korelasi bernilai negatif) maka item dinyatakan tidak valid. Perhitungan lengkap dapat dilihat pada lampiran. Adapun hasil perhitungan terangkum dalam tabel berikut :
Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Product-Moment Angket Minat Belajar
Pernyataan
ke-n Kualifikasi Keterangan
1 0.4055 Sedang Valid
2 0.2592 Rendah Tidak Valid
3 0.7482 Kuat Valid 4 0.3988 Rendah Valid 5 0.6202 Kaut Valid 6 0.4883 Sedang Valid 7 0.7651 Kuat Valid 8 0.6384 Kuat Valid
9 0.8286 Sangat Kuat Valid
11 0.1155 Sangat Rendah Tidak Valid
12 0.3016 Rendah Tidak Valid
13 0.6368 Kuat Valid
14 -0.3117 Hubungan Berkebalikan Tidak Valid 15 0.1028 Sangat Rendah Tidak Valid
16 0.7101 Kuat Valid 17 0.5345 Sedang Valid 18 0.5777 Sedang Valid 19 0.6034 Kuat Valid 20 0.4597 Kuat Valid 21 0.6133 Kuat Valid 22 0.6041 Kuat Valid
23 -0.0480 Hubungan Berkebalikan Tidak Valid 24 0.1122 Sangat Rendah Tidak Valid
25 0.6685 Kuat Valid
26 0.4533 Sedang Valid
Pada tabel di atas terdapat 19 pernyataan yang valid dan 7 pernyataan yang tidak valid. Pernyataan yang valid dapat digunakan tanpa revisi. Pernyataan yang tidak valid yakni pernyataan nomor 2, 7, 11, 12, 14, 15, 23, 24. Untuk pernyataan ke-2 dan ke-11 direvisi dari segi konstruksi kalimat.
Untuk pernyataan 12, 14, dan 23 dimaksudkan untuk mengukur minat belajar siswa atas kegiatan diskusi kelompok pada pembelajaran inquiry. Namun sebelumnya siswa yang terlibat dalam uji coba jarang melakukan diskusi kelompok pada pelajaran matematika. Sehingga banyak siswa yang memilih kategori ragu-ragu pada pernyataan ini.. Maka peneliti
memutuskan untuk tidak merevisi ketiga pernyataan ini karena diyakini dapat mengukur minat belajar matematika subyek penelitian terhadap pembelajaran inquiry.
Untuk pernyataan nomor 15 juga tidak mendapatkan revisi, karena dari segi konstruksi kalimat pernyataan ini sudah layak digunakan. Peneliti juga memutuskan untuk tetap menggunakan pernyataan ini karena aktivitas bertanya yang ditekankan pada pernyataan menjadi tolak ukur penting akan perhatian siswa dalam pembelajaran. Sedangkan pernyataan yang tidak valid nomor 24 peneliti memutuskan untuk tidak menggunakan pernyataan ini karena tidak ada cukup alasan untuk digunakan kembali
1.2 Analisis Reliabilitas Angket Minat Belajar Siswa
Selain diuji validitasnya, data hasil uji coba angket minat belajar siswa juga digunakan untuk menguji reliabilitas. Untuk menguji reliabilitas angket minat belajar digunakan rumus Alpha-Cronbach. Perhitungan menggunakan bantuan ms.excel (lampiran) sehingga didapat hasil sebagai berikut:
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Koefisien Reliabilitas Angket Minat Belajar
No No
2 0.6352 15 0.2457 3 1.2439 16 1.1002 4 1.4480 17 1.0813 5 0.8469 18 0.7788 6 0.8885 19 1.6900 7 0.5482 20 0.7675 8 0.5784 21 1.6219 9 0.8544 22 0.6654 10 1.5047 23 0.5180 11 0.6881 24 0.6654 12 0.6654 25 1.1267 13 0.5633 26 0.9452 22.8771 143.5161
Dari tabel di atas didapat nilai koefiesien reabilitas kuesioner minat belajar secara keseluruhan . Maka angket minat belajar dinyatakan reliabel karena termasuk dalam kategori sangat tinggi.
b. Uji Coba Instrumen Test Prestasi Belajar
Uji coba tes prestasi belajar dilaksanakan di kelas X-D SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Uji coba diikuti oleh 25 orang
siswa. Berikut adalah perolehan skor siswa pada tiap soal yang diujicobakan.
Tabel 4.4 Data Uji Coba Tes Prestasi Belajar Siswa
No Kode Siswa Nomor Soal Skor Total 1 2 3a 3b 4a 4b 5 Skor Maks 3 Skor Maks 3 Skor Maks 15 Skor Maks 17 Skor Maks 17 Skor Maks 17 Skor Maks 28 1 K.1 3 3 10 14 15 5 1 51 2 K.2 3 3 11 3 15 12 10 57 3 K.3 2 3 13 11 11 0 0 40 4 K.4 1 1 2 2 0 0 0 6 5 K.5 3 3 15 14 15 15 25 90 6 K.6 3 3 15 15 15 15 23 89 7 K.7 2 2 4 0 0 0 0 8 8 K.8 1 1 9 7 7 6 6 37 9 K.9 3 2 0 8 0 0 0 13 10 K.10 3 3 5 3 0 0 0 14 11 K.11 2 2 11 9 4 4 0 32 12 K.12 3 3 13 12 15 12 25 83 13 K.13 3 3 8 10 11 1 0 36 14 K.14 2 2 7 2 8 0 0 21 15 K.15 3 3 13 14 13 11 11 68 16 K.16 3 1 1 10 13 10 0 38 17 K.17 2 3 13 6 15 11 7 57 18 K.18 3 3 11 14 15 11 7 64 19 K.19 3 2 10 9 0 0 0 24 20 K.20 3 3 9 14 15 11 2 57 21 K.21 3 3 13 12 15 12 25 83 22 K.22 3 1 2 10 13 9 0 34 23 K.23 2 3 10 1 4 5 0 25 24 K.24 2 2 11 3 10 0 0 28 25 K.25 3 2 0 0 0 0 0 5
1.1 Analisis Validitas Instrumen Tes Prestasi Belajar
Untuk mengetahui validitas tes prestasi belajar, maka akan digunakan validitas butir item menggunakan rumus korelasi Product-Moment. Setiap item pernyataan yang terdapat pada tes prestasi belajar akan dihitung koefisisen variabelnya dengan menggunakan bantuan ms.excel. Perhitungan lengkap dapat dilihat pada bagian lampiran. Adapun hasil perhitungan dirangkum dalam tabel berikut :
Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Product-Moment Tes Prestasi Belajar
Nomor
Soal Kualifikasi Keterangan
1 Sedang Valid
2 Sedang Valid
3a Kuat Valid
3b Kuat Valid
4a Sangat Kuat Valid 4b Sangat Kuat Valid 5 Sangat Kuat Valid
Berdasarkan tabel di atas nilai koefisien korelasi berada pada kualifikasi cukup, tinggi, dan sangat tinggi, maka semua soal pada tes prestasi belajar dikategorikan valid. Peneliti juga melakukan perhitungan terhadap Indeks Kesukaran ( ) tiap soal, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Tes Prestasi Belajar
Nomor soal Indeks Kesukaran
( ) Kualifikasi 1 0.85333 Mudah 2 0.80000 Mudah 3a 0.57600 Sedang 3b 0.47765 Sedang 4a 0.53882 Sedang 4b 0.35294 Sedang 5 0.20286 Sukar
Dari tabel Indeks Kesukaran di atas terdapat 2 soal yang dikategorikan mudah, 4 termasuk dalam kategori sedang, dan 2 soal dengan kategori sukar. Berdasarkan perhitungan indeks kesukaran dan perolehan skor secara keseluruhan, peneliti memutuskan untuk merevisi soal nomor 5. Selain karena tergolong soal yang sukar, setengah dari jumlah siswa yang terlibat dalam uji coba ini tidak dapat menyelesaikan soal ini.
1.2 Analisis Reliabilitas Tes Prestasi Belajar
Untuk menguji reliabilitas dari tes prestasi belajar, maka digunakan rumus Alpa-Cronbach. Untuk mendapatkan koefisien reliabilitas dari data tes prestasi belajar siswa, terlebih dahulu dihitung variansi dari masing-masing soal dengan bantuan ms.excel sehingga didapatkan hasil seperti yang tertera
pada tabel berikut. Untuk perhitungan lengkap dapat dilihat pada bagian lampiran.
Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Koefisien Reliabilitas Item Tes Prestasi Belajar
Dari tabel di atas didapat nilai koefiesien reabilitas tes secara keseluruhan . Maka angket tes prestasi belajar dinyatakan karena nilai termasuk dalam kategori sangat tinggi.
2. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan di kelas X-B SMA BOPKRI 2 Yogyakarta yang terdiri atas 27 orang siswa, dengan 17 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Pada penelitan ini peneliti juga berperan sebagai
No 1 2 3a 3b 4a 4b 5
guru. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa pertemuan yakni tiga kali pertemuan untuk pelaksanaan pembelajaran, dan satu kali pertemuan untuk mengerjakan tes prestasi belajar sekaligus mengisi angket minat belajar siswa. Garis besar pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.8 Pelaksanaan Penelitian Tanggal Pelaksanaan Jenis Kegiatan
Senin, 14 Maret 2016 Uji coba instrumen angket minat belajar siswa di kelas X-A
Kamis, 31 Maret 2016 Pertemuan Pertama Rabu, 13 April 2016 Pertemuan Kedua Kamis 14 April 2016 Pertemuan Ketiga
Senin, 18 April 2016 Uji coba instrumen tes prestasi belajar di kelas X-D
Rabu, 20 April 2016 Pelaksanaan tes prestasi belajar siswa dan pengisian angket minat belajar siswa
Mei 2016 Wawancara Tanggapan Siswa
a. Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada jam ketiga sampai jam keempat dengan materi “Aturan Sinus”
1.1.Pendahuluan
Guru mengawali pembelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran serta menjelaskan langkah-langkah pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran inquiry. Kemudian siswa diajak untuk mengingat kembali materi trigonometri dasar yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini
juga untuk memudahkan siswa dalam proses menemukan aturan sinus
1.2. Kegiatan Inquiry
Mengawali kegiatan inquiry siswa diminta untuk duduk dalam kelompok yang telah ditentukan sebelumnya. Kemudian guru memaparkan masalah. Masalah yang dipaparkan adalah “Jalan k dan jalan l berpotongan di kota A. Dinas tata ruang kota ingin menghubungkan kota B dengan kota C dengan membangun jalan m dan memotong jalan k dan jalan l. Jarak antara kota A dan kota C adalah 5 km, sudut yang dibentuk jalan m dan jalan l adalah dan sudut yang dibentuk jalan k dan jalan m adalah . Tentukanlah jarak kota A dan kota B !
Untuk memudahkan pemahaman siswa, guru menuntun siswa membuat sketsa gambar dari masalah tersebut. Adapun sketsa dari gambar tersebut berbentuk segitiga sembarang dengan diketahui dua buah sudut dan sebuah sisi. Dari sketsa gambar tersebut guru meminta siswa untuk curah pendapat mengenai cara menentukan jarak dari kota A dan kota B (panjang sisi pada segitiga). Penyelesaian yang diutarakan siswa salah satunya adalah dengan menggunakan perbandingan trigonometri. Namun penyelesaian ini belum tepat karena perbandingan trigonometri yang dimaksud oleh siswa tidak berlaku pada segitiga sembarang.
Guru kemudian menanyakan kembali mengenai bagaimana agar perbandingan trigonometri dapat digunakan pada segitiga sembarang. Namun tidak ada siswa yang menjawab, lalu guru menggambarkan garis tinggi pada segitiga. Dari gambar tersebut baru dapat mencari panjang sisi segitiga menggunakan perbandingan trigonometri. Dalam hal ini siswa secara berkelompok mendiskusikan hubungan antara perbandingan trigonometri dan panjng sisi segitiga agar dapat menyelesaikan masalah.
Dalam kelompok siswa berdiskusi dan membaca buku untuk menemukan informasi-informasi untuk memverifikasi dugaan awal. Siswa berdiskusi untuk memilih informasi yang relevan untuk memecahkan masalah dan membuat kesimpulan dari hasil diskusi. Dari diskusi siswa menemukan konsep aturan sinus yang digunakan memecahkan masalah yang telah dikemukan di awal.
1.3. Presentasi
Perwakilan dua kelompok siswa diminta untuk mempresentasikan hasil pekerjaan kelompoknya di depan kelas, sementara kelompok siswa lainnya memperhatikan sambil mencocokan jawaban. Kelompok presentasi menjelaskan langkah-langkah menghubungan garis tinggi pada segitiga dan perbandingan trigonometri sehingga akhirnya
menemukan aturan sinus. Kemudian kelompok juga mempresentasikan penggunaan aturan sinus untuk menyelesaikan masalah yang dikemukakan yakni penentuan jarak antara kota A dan Kota B
1.4. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup tidak dilakukan pada pertemuan pertama karena waktu tidak mencukupi.
b. Pertemuan Kedua
Pertemuan pertama dilaksanakan pada jam ketiga sampai jam keempat dengan materi “Aturan Kosinus”.
1.1. Pendahuluan
Guru mengawali pembelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Kemudian siswa diajak untuk mengingat kembali materi trigonometri dasar dan aturan sinus yang telah dipelajari sebelumnya.
1.2. Kegiatan Inquiry
Proses inquiry diawali dengan pengajuan masalah. Masalah yang diajukan berupa penentuan panjang sisi pada segitiga sembarang yang diketahui besar sebuah sudut dan panjang dua sisi lainnya. Selanjutnya siswa diarahkan untuk curah pendapat untuk menyampaikan penyelesaian bagi permasalahan yang telah dikemukakan. Altenatif penyelesaian yang dikemukakan siswa di antaranya dengan
penggunaan perbandingan trigonometri, penggunaan aturan sinus dan ada pula yang mengemukakan dengan menggunakan garis tinggi seperti pada penemuan aturan sinus.
Dari curah pendapat tersebut disepakati akan digunakan garis tinggi untuk menentukan aturan yang dapat digunakan menentukan panjang sisi pada segitiga. Kelompok siswa kemudian berdiskusi dan membaca buku untuk menemukan informasi-informasi untuk memecahkan masalah. Siswa berdiskusi untuk menggunakan garis tinggi dan mengaitkannya dengan perbandingan trigonometri sehingga dapat menyelesaikan masalah. Dari diskusi tersebut siswa menemukan konsep aturan kosinus yang digunakan untuk memecahkan masalah yang telah dikemukan di awal. 1.3. Presentasi
Pada pertemuan kedua ini, tidak ada cukup waktu untuk melakukan presentasi hasil pekerjaan. Guru hanya melakukan cross check terhadap hasil pekerjaan siswa pada tiap kelompok.
1.4. Penutup
Pada kegiatan penutup, guru mengajak siswa menyimpulkan hasil belajar yaitu berupa aturan kosinus. Guru menunjuk 3 orang siswa untuk menyebutkan aturan
kosinus. Siswa pertama diminta menyebutkan aturan kosinus yang berlaku jika yang ditanyakan adalah panjang sisi . Maka siswa pertama menyebutkan rumus
pada Siswa kedua diminta menyebutkan aturan kosinus yang berlaku jika yang ditanyakan adalah panjang sisi . Maka siswa
menyebutkan rumus .
Untuk siswa yang ketiga, guru meminta untuk menyebutkan aturan kosinus yang berlaku jika ditanyakan panjang sisi Maka siswa menyebutkan rumus
.
Setelah menyimpulkan hasil belajar, guru bersama siswa melaksanakan refleksi singkat, dimana guru menanyakan perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran.
c. Pertemuan Ketiga
Pertemuan pertama dilaksanakan pada jam ketiga sampai jam keempat dengan materi “Penerapan Aturan Sinus dan Kosinus”.
1.1. Pendahuluan
Guru mengawali pembelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran serta menjelaskan langkah - langkah pembelajaran matematika dengan menggunakan model
pembelajaran inquiry. Kemudian siswa diajak untuk mengingat kembali materi matematika yang telah dipelajari sebelumnya yakni aturan sinus dan kosinus. 1.2. Kegiatan Inquiry
Proses inquiry diawali dengan pengajuan masalah yang berupa penentuan besar sudut pada segitiga jika diketahui panjang ketiga sisinya. Selanjutnya siswa diarahkan untuk menentukan dugaan-dugaan awal berupa konsep-konsep matematika akan menuntun siswa untuk memecahkan masalah yang telah dikemukakan. Dari curah pendapat siswa siswa berinisiatif untuk mengemukakan aturan sinus dan kosinus untuk menentukan besar sudut pada segitiga.
Kemudian siswa bekerja dalam kelompok melakukan diskusi dan membaca buku untuk menemukan cara menggunakan aturan sinus dan kosinus agar dapat menyelesaikan msalah yang dikemukakan. Dari pengerjaan tersebut didipat kesimpulan bahwa aturan sinus dan kosinus dapat digunakan untuk menentukan besar sudut pada segitiga.
1.3. Presentasi
Pada pertemuan ketiga presentasi dilakukan dengan meminta siswa untuk menuliskan hasil pekerjaan
kelompok di papan tulis. Siswa menuliskan langkah-langkah menurunkan rumus untuk mencari besar sudut dengan menggunakan aturan kosinus. Selah didapatkan rumus mencari besar sudut, siswa kemudian menghitung besarnya sudut. Setelah menuliskan hasil pekerjaanya perwakilan kelompok diminta menjelaskan hasil pekerjaan tersebut. Siswa lainya diminta bertanya ketika tidak memahami perkerjaan kelompok yang menjelaskan hasil pekerjaan di depan kelas.
1.4. Penutup
Pada kegiatan penutup, guru mengajak siswa menyimpulkan hasil belajar. Secara bersama-sama siswa diminta menyebutkan penggunaan aturan kosinus untuk menentukan besar sudut yakni ,
, dan . Selanjutnya diminta
evaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan dengan menanyakan perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran, kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran, dll.