Bab 3 Metode Penelitian
3.4 Pelaksanaan Penelitian
Kepadatan Jumlah titik Sampling Dupak 56.992 Tinggi 51% 56 Morokrembangan 14.909 Rendah 13% 15 Kemayoran 39.714 Sedang 36% 39 Jumlah 111.615 - 100% 110 3.4. Pelaksanaan Penelitian 3.4.1. Ide Penelitian
Ide penelitian diperoleh dari belum tersedianya data mengenai densitas, timbulan, komposisi, serta potensi reduksi sampah rumah tangga di Kecamatan Krembangan. Kegiatan pengelolaan dan reduksi sampah belum pernah diteliti. Data tersebut menjadi informasi dan acuan bagi penelitian selanjutnya.
3.4.2. Studi Literatur
Studi literatur dilakukan untuk mendapatkan teori/referensi sebagai dasar untuk melaksanakan penelitian sehingga mempermudah dalam mendalami kajian, sumber literatur diperoleh dari :
a. Peraturan pemerintah terkait pengelolaan sampah dan SNI persampahan. b. Jurnal, prosiding, dan buku terkait pengelolaan sampah rumah tangga, dan
reduksi sampah rumah tangga.
c. Artikel dan informasi lainnya yang valid dan dapat diakses melalui internet.
Studi literatur yang dibutuhkan adalah metode sampling mengenai densitas, timbulan dan komposisi sampah, metode pengambilan titik sampling, metode pengukuran timbulan sampah dan potensi reduksi pada sampah rumah tangga. Studi literatur juga bermanfaat untuk membandingkan hasil penelitian dengan penelitian sebelumnya, sehingga dapat memperkecil kesalahan pada penelitian.
3.4.3. Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang langsung diambil di sumber pada saat proses penelitian. Pencarian data sekunder dapat dilakukan sebelum penelitian maupun saat proses penelitian.
Pengumpulan Data Primer
Data primer didapatkan dari pengamatan langsung di lapangan. Data yang diperlukan adalah komposisi sampah, jumlah sampah basah dan sampah kering dari tiap sumber rumah tangga yang akan disampling, jumlah timbulan sampah, jumlah sampah rumah tangga yang masuk ke bank sampah serta jumlah sampah yang masuk ke sektor informal (pemulung di TPS).
a. Pengukuran Timbulan, komposisi, densitas dan reduksi sampah
Data primer mengenai timbulan, densitas, dan komposisi didapatkan dari pengukuran dan analisis dilakukan berdasarkan SNI 19-3964-1994 tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah. berikut adalah metode sampling yang digunakan dalam penelitian.
1. Pengukuran timbulan
Pengukuran timbulan sampah diambil selama 8 hari berturut-turut dengan jumlah sampel yang diambil adalah 110 KK. Pada pengukuran timbulan sampah digunakan berat basah (kg/hari). Setiap rumah yang disampling diberikan kantong 1 plastik sehingga didapatkan 110 data timbulan sampah. Sehingga dari data di atas dapat diketahui timbulan sampah yang dinyatakan dalam kg/KK.hari dan kg/orang.hari.
Berikut ini adalah metode pengukuran sampah rumah tangga.
Membagikan kantong plastik yang sudah diberi kode (nomor rumah) kepada sumber sampah pada satu hari sebelum dikumpulkan.
Mengumpulkan kantong plastik yang sudah terisi sampah.
Mengangkut seluruh kantong plastik ke tempat pengukuran, menimbang dan mencatat berat sampah.
Perhitungan untuk timbulan sampah dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut.
Timbulan (kg/org/hari) = ( ) ...(3.4) Timbulan sampah total (kg/hari) =
Timbulan Sampah . x Jumlah Penduduk (org)...(3.5) 2. Pengukuran Komposisi
Berikut ini adalah metode pengukuran komposisi sampah.
Melakukan pemilahan berdasarkan komponen komposisi sampah
Komposisi sampah yang akan dipilah menurut jenisnya adalah: sampah organik, kertas, plastik (HDPE, LDPE, PET, steroform, PP, dan lain-lain), kaca, logam, kain, kayu dan lain-lain.
Setiap jenis sampah yang telah terpilah ditempatkan dalam kantong plastik besar atau trashbag untuk memudahkan proses penimbangan.
Menimbang dan mencatat berat sampah setiap jenis.
Perhitungan untuk komposisi sampah dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut.
% komposisi sampah = ( )
( ) x 100%... (3.6)
3. Pengukuran densitas
Pengukuran densitas dilakukan yang diukur adalah densitas sampah total. Langkah-langkah untuk mengetahui densitas total adalah sebagai berikut.
Sampah yang telah ditimbang pada pengukuran timbulan ditempatkan ke dalam kotak densitas 500 L tanpa ada kompaksi/penekanan dilakukan pengukuran tinggi sampah dalam kotak (H1).
Kemudian kotak diangkat setinggi 20 cm dan dijatuhkan ke tanah. Hal tersebut dilakukan 3 kali kemudian diukur lagi tinggi sampah dalam kotak (H2).
Dihitung volume sampah setelah dihentakkan dengan menggunakan rumus: Volume = 100 x 100 x H’ (cm3).
Diukur densitas sampah dengan cara berat dibagi volume yang didapatkan.
Perhitungan densitas sampah dapat dilihat pada persamaan :
Densitas sampah (kg/m3) = ( )
( ) ...(3.7)
4. Reduksi sampah rumah tangga dengan survey lapangan
Reduksi yang diteliti adalah reduksi yang dilakukan oleh sumber sampah maupun pihak lain yang memanfaatkan kembali sampah rumah tangga. Pengambilan informasi pada sumber sampah dilakukan dengan metode wawancara dan penyebaran kuisioner. Informasi yang diambil meliputi aspek teknis, peran serta masyarakat dan kelembagaan.
Reduksi di sumber sampah
Sasaran kuisioner dan wawancara untuk reduksi di sumber adalah warga yang terkena sampling untuk timbulan sampah dll. Kuisioner dibagikan sebelum sampling dimulai. Isi dari kuisioner meliputi pertanyaan umum mengenai pengelolaan sampah eksisting (pengelolaan sampah sehari-hari, frekuensi pengambilan sampah oleh gerobak sampah, pelayanan bank sampah), pengetahuan, sikap dan perilaku, masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
Bank Sampah
Metode pengumpulan data di bank sampah dengan wawancara dan survei langsung. Wawancara pada bank sampah diberikan kepada pengelola bank sampah. Pertanyaan yang diajukan pada saat wawancara meliputi jumlah dan identitas nasabah bank sampah, area pelayanan, jenis sampah yang dikumpulkan, jumlah sampah yang masuk per hari.
Sektor informal (Pemulung sampah di TPS)
Metode pengumpulan data di Pemulung sampah di TPSdengan wawancara dan survei langsung. Pertanyaan yang diberikan meliputi jenis sampah yang dikumpulkan, jumlah petugas gerobak yang memilah dan jumlah pemulung di setiap TPS. Dilakukan pengukuran terhadap potensi reduksi dengan melakukan penimbangan pada sampah yang telah direduksi di TPS.
b. Partisipasi masyarakat dalam mereduksi sampah
Data peran serta masyarakat dalam melakukan reduksi sampah didapatkan dengan pemberian kuisioner terkait pengetahuan, perilaku dan sikap masyarakat
dalam melakukan reduksi sampah. Jumlah responden pada kuisioner ini adalah 110 dimana disesuaikan dengan sampel pengukuran timbulan sampah.
c. Kelembagaan dalam Pengelolaan sampah
Data untuk kelembagaan didapatkan dengan wawancara terhadap RT, RW, bank sampah, dan TPS 3R. Wawancara dilakukan untuk mengetahui struktur kelembagaan. Selain itu, dapat diketahui kendala-kendala yang dihadapi saat melakukan reduksi sampah.
Pengumpulan Data Sekunder
Berikut adalah data sekunder yang harus diambil pada proses penelitian. 1. Data Kependudukan Kecamatan Krembangan Kota Surabaya.
2. Jumlah, Lokasi TPS, kapasitas.
3. Data jumlah sampah yang masuk ke Bank sampah dan jumlah nasabah. 4. Potensi reduksi TPS 3R di kecamatan lain.
Data-data tersebut dapat diambil dari BPS Kota Surabaya, Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota Surabaya, Bank Sampah di Kecamatan Krembangan Kota Surabaya.