• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Prosedur Penelitian

Berdasarkan diagram alur flowchart, teknik perhitungan dan pengolahan dapat dilihat pada Gambar 3.1 berikut:

Mulai

Gambar 3.1 Diagram alir penelitian

1) Rangkai rangkaian percobaan dengan suplai dari jala-jala.

2) Jalankan motor induksi lima phasa dengan menekan tombol START sesuai dengan tegangan nominal motor dalam keadaan tegangan seimbang dengan suplai dari jala-jala.

3) Bebani motor induksi lima phasa dengan dikopel dengan sebuah generator DC, kemudian generator DC tersebut dibebani dengan beban resistif sebesar 0.5 Nm.

4) Ukur nilai tegangan, arus, faktor daya, dan kecepatan putaran motor induksi lima phasa ketika motor dalam keadaan steady state.

5) Catat hasil yang diukur.

6) Lakukan langkah 4 dan 5 untuk setiap perubahan beban 1 Nm, 1.5 Nm, 2 Nm, 2.5 Nm.

7) Tekan tombol STOP hingga motor berhenti berputar

8) Rangkai rangkaian percobaan dengan suplai dari Inverter Variabel Speed Drive (VSD).

9) Jalankan motor induksi lima phasa dengan menekan tombol START sesuai dengan tegangan nominal motor dalam keadaan tegangan seimbang dengan suplai dari Inverter Variabel Speed Drive (VSD).

10) Atur nilai frekuensi pada Inverter Variabel Speed Drive (VSD) sebesar 35 Hz

11) Bebani motor induksi lima phasa dengan dikopel dengan sebuah generator DC, kemudian generator DC tersebut dibebani dengan beban resistif sebesar 0.5 Nm.

12) Ukur nilai tegangan, arus, faktor daya, dan kecepatan putaran motor induksi lima phasa pada frekuensi 35 Hz.

13) Catat hasil yang diukur.

14) Lakukan langkah 10 dan 11 untuk setiap perubahan beban 1 Nm, 1.5 Nm.

15) Lakukan langkah 10 sampai 14 untuk setiap perubahan frekuensi 40 Hz, 45 Hz, 50Hz.

16) Tekan tombol STOP hingga motor berhenti berputar.

17) Percobaan Selesai.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Umum

Untuk dapat melihat pengaruh penurunan frekuensi terhadap kinerja motor induksi lima phasa, maka diperlukan suatu percobaan pembebanan pada motor induksi yang bekerja dalam keadaan frekuensi normal dan juga dalam keadaan penurunan frekuensi, sehingga diperoleh suatu perbandingan yang dapat menyatakan perbedaan diantara setiap keadaan tersebut.

Pada percobaan ini, pengaruh penurunan frekuensi akan dilihat pada motor induksi lima phasa rotor sangkar.

4.2. Percobaan Beban Nol 4.2.1. Rangkaian Percobaan

Gambar 4.1 Rangkaian Percobaan Beban Nol Motor Induksi Lima Phasa

4.2.2. Prosedur Percobaan

1. Rangkai percobaan seperti pada gambar 4.1 2. Tutup saklar S1.

3. Naikkan tegangan autotrafo AC (PTAC) yang akan disuplai motor induksi sampai mencapai 380 volt.

4. Atur nilai torsi beban sebesar 0 N.m.

5. Mencatat arus beban nol (I0), tegangan input (V0), Cosφo, putaran motor (rpm) dan daya input (Pin).

6. Turunkan autotrafo AC (PTAC) hingga motor berhenti.

7. Lepaskan saklar S1 8. Percobaan selesai

4.2.3. Data Hasil Percobaan

Tabel 4.1 Data Hasil Percobaan Uji Beban Nol

V0 (Volt) I0 (Ampere) Cosφo nr (rpm)

250 3,75 0,63 1452

4.2.4. Analisa Data Hasil Percobaan

Dalam menganalisis data percobaan beban nol digunakan persamaan berikut:

Cosφo =

Rm =

Xm =

Maka dapat dihitung

Rm =

; Rm = 104,16Ω

Xm =

; Xm = 86,21Ω

Tabel 4.2 Hasil Analisis Data Percobaan Uji Beban Nol

Vo (Volt) Io (Ampere) Pin (Watt) Rm (Ω) Xm (Ω)

250 3,75 2510,16 104,16 86,21

Perhitungan secara teori tahanan total belitan pada stator (Rs) adalah sebagai berikut:

1 phasa = 6 gulungan 1 gulungan = 90 belitan 1 phasa = 6 x 90 = 540 belitan

Maka, untuk lima (5) phasa = 540 x 5 = 2.700 belitan 1 buah belitan ( L ) = 41,5 cm = 0,415 m

Maka, total panjang belitan ( L total ) = 0,415 x 2700 = 1120,5 m Rumus umum mencari nilai tahanan :

Rs = (ρ.L)/A , Dimana:

ρ = 1,68 x 10-8 Ώ.m d = 0,6 mm

r = 0,3 mm

A = 3,14 x (0,3)2 mm2 A = 0,2826 mm2

Maka :

Rs = (1,68 x 10-8 Ώ.m x 1120,5 m)/ 0,2826.10-6 m2 = 66,61 Ω Jadi, total tahanan belitan pada stator (Rs) adalah 66,61 Ω PoSCL = (I1)2.Rs

=( ) x 66,61 = 926,7Watt

4.3. Percobaan Motor Induksi 5 phasa Disupplai Dari Jala-jala

4.3.1. Rangkaian Percobaan

Gambar 4.2 Rangkaian Percobaan Motor Induksi 5 phasa disupplai dari jala-jala

4.3.2. Prosedur Percobaan

1. Rangkai percobaan seperti pada gambar 2. Tutup saklar S1.

3. Naikkan tegangan autotrafo AC (PTAC) yang akan disuplai ke motor induksi sampai mencapai 380 volt.

4. Atur nilai torsi beban sebesar 0,5 N.m.

5. Mencatat arus (I), tegangan input (V), Cosφo, dan putaran motor (rpm). Langkah ke-4 dilakukan untuk torsi beban sebesar 1 N.m, 1,5 N.m, 2 N.m dan 2,5 N.m.

7. Lepaskan saklar S1.

8. Percobaan selesai.

4.3.3. Data Hasil Percobaan

Tabel 4.3 Data Hasil Percobaan Motor Induksi 5 phasa disupplai dari jala-jala Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0,5 250 4 0,66 1438

1 250 4,1 0.68 1426

1,5 250 4,2 0,68 1414

2 250 4,3 0,7 1397

2,5 250 4,5 0,72 1374

4.3.4. Analisa Data Hasil Percobaan

Pada bab ini, dihitung rugi-rugi serta efisiensi motor induksi pada saat motor disuplai dari jala-jala.Analisa data ini bertujuan untuk mendapatkan nilai perbandingan rugi-rugi dan efesiensi motor saat disuplai dari jala-jala dan disuplai dari inverter variable speed drive. Untuk itu penulis mengambil contoh perhitungan pada beban 0.5 Nm pada frekuensi jala-jala 50 Hz.

Dari percobaan untuk beban 0.5 Nm pada frekuensi Jala-jala 50 Hz, diperoleh data sebagai berikut:

V = 250 volt I = 4 Ampere Cos = 0.66 nr = 1438 Rpm R stator = 66.61 Ω Kutub (p) = 4

1. Kecepatan medan putar stator (ns)

2. Slip

3. Daya masuk pada motor (PIn)

4. Rugi daya inti pada saat tanpa beban (P0)

Pnl = 4.25 V.I. Cosφ = 4.25 2510.16

( ) x 66,61 = 926.7

dimana: Pnl = daya masuk pada saat beban nol

PoSCL = rugi daya pada belitan stator ketika beban nol

5. Rugi daya lilitan stator (PrCu 1)

( ) ( ) 6. Daya keluar stator (PoS) = Daya masuk ke rotor (Pin R)

( )

( )

7. Daya keluar motor (POut)

( ) ( )

8. Rugi yang disebabkan oleh gesekan dan angin

Pt = 2% x Pin = 0,02 x 2805 = 56,1 watt 9. Daya keluaran (bersih)

Pout = PCONV – Pt = 158,93 – 56,1 = 102,83 watt

10. Efisiensi motor induksi (η)

Selanjutnya hasil analisa data dapat dibuat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.4 Hasil Analisis Motor Induksi 5 phasa disupplai dari jala-jala

Untuk mempermudah dalam memahami dan melakukan analisa data hasil perhitungan, maka hasil perhitungan ditampilkan dalam grafik sebagai berikut:

Tload (N.m) V

Gambar 4.3 Grafik beban vs kecepatan motor induksi disuplai dari jala-jala (50 Hz)

Gambar 4.4 Grafik beban vs efisiensi motor induksi disuplai dari jala-jala (50 Hz)

4.4. Percobaan Motor Induksi 5 phasa Disupplai Dari Inverter Variabel Speed Drive (VSD)

4.4.1. Rangkaian Percobaan

Gambar 4.5 Rangkaian Percobaan Motor Induksi 5 phasa disupplai dari inverter variable speed drive

4.4.2. Prosedur Percobaan

1. Rangkai percobaan seperti pada gambar 2. Tutup saklar S1.

3. Naikkan tegangan autotrafo AC (PTAC) yang akan disuplai ke motor induksi sampai mencapai 380 volt.

4. Atur nilai torsi beban sebesar 0,5 N.m.

5. Diatur frekuensi keluaran inverter variable speed drive dengan memutar selector pada Inverter variable speed drive. Dalam percobaan ini frekuensi yang dipilih adalah 35, 40, 45, 50 Hz.

6. Diatur frekuensi inverter variable speed drive pada frekuensi 35 Hz, ditekan tombol RUN pada inverter variable speed drive untuk menjalankan motor. Stopwatch dihidupkan untuk mengetahui waktu operasi motor.

7. Mencatat arus (I), tegangan input (V), Cosφo, dan putaran motor (rpm). Langkah ke-4 dilakukan untuk torsi beban sebesar 1 N.m dan 1,5 N.m. Turunkan autotrafo AC (PTAC) hingga motor berhenti.

8. Lepaskan saklar S1.

9. Dilakukan percobaan kembali untuk nilai frekuensi pada inverter variable speed drive 40, 45 dan 50 Hz.

10. Percobaan selesai.

4.4.3. Data Hasil Percobaan

1. Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 35 Hz

Tabel 4.5. Data hasil pengujian motor induksi disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 35 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 192 2.7 0.58 990

0,5 192 2,9 0,62 970

1,0 192 3 0.63 926

1,5 192 3.1 0,64 865

2. Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 40 Hz

Tabel 4.6. Data hasil pengujian motor induksi disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 40 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 200 2.75 0.6 1106

0,5 200 3 0,63 1076

1,0 200 3,1 0.64 1021

1,5 200 3,2 0,65 994

3. Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 45 Hz

Tabel 4.7. Data hasil pengujian motor induksi disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 45 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 209 2.8 0.61 1245

0,5 209 3,1 0,64 1224

1,0 209 3,2 0.65 1186

1,5 209 3,3 0,66 1135

4. Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 50 Hz

Tabel 4.8. Data hasil pengujian motor induksi disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 50 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 220 2.95 0.62 1395

0,5 220 3,2 0,65 1378

1,0 220 3,25 0.66 1326

1,5 220 3,4 0,67 1210

4.4.4. Analisa Data Hasil Percobaan

1. Frekuensi 35 Hz

Dari percobaan, saat motor disuplai dari inverter variable speed drive dengan frekuensi 35 Hz dan diberi beban sebesar 0.5 Nm, diperoleh data sebagai berikut:

V = 174 volt I = 2.9 Ampere Cos = 0.62 nr = 970 rpm R stator = 66.61 Ω Kutub (p) = 4

1. Kecepatan medan putar stator (ns)

2. Slip

3. Daya masuk pada motor (PIn)

4. Rugi daya inti pada saat tanpa beban (P0)

Pnl = 4.25 V.I. Cosφ = 4.25 1158,05

( ) x 66,61 = 485.58

dimana: Pnl = daya masuk pada saat beban nol

PoSCL = rugi daya pada belitan stator ketika beban nol 5. Rugi daya lilitan stator (PrCu 1)

( ) ( ) 6. Daya keluar stator (PoS) = Daya masuk ke rotor (Pin R)

( )

( )

8. Daya keluar motor (POut)

( ) ( )

9. Rugi yang disebabkan oleh gesekan dan angin Pt = 2% x Pin = 0,02 x = 26,59 watt

10. Daya keluaran (bersih)

Pout = POUT – Pt = 62,73 – 26,59 = 36,14 watt

11. Efisiensi motor induksi (η)

Dengan cara perhitungan yang sama akan diperoleh rugi-rugi total motor dan efisiensi motor untuk beban 1Nm, 1.5 Nm pada frekuensi 35 Hz. Adapun hasil perhitungan yang dilakukan disusun dalam tabel 4.9 sebagai berikut:

Tabel 4.9 Data hasil analisis motor induksi 5 phasa disuplai dari inverter variable speed drive (frekuensi 35 Hz)

Tload

Untuk mempermudah dalam memahami dan melakukan analisa data hasil perhitungan, maka hasil perhitungan ditampilkan dalam grafik sebagai berikut:

Gambar 4.6 Grafik beban vs kecepatan motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive (35 Hz)

990 970

Gambar 4.7 Grafik beban vs efisiensi motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive (35 Hz)

2. Frekuensi 40 Hz

Dari percobaan, saat motor disuplai dari inverter variable speed drive dengan frekuensi 40 Hz dan diberi beban sebesar 0.5 Nm, diperoleh data sebagai berikut:

V = 200 volt I = 3 Ampere Cos = 0.63 nr = 1076 rpm R stator = 66.61 Ω Kutub (p) = 4

1. Kecepatan medan putar stator (ns)

2. Slip

3. Daya masuk pada motor (PIn)

4. Rugi daya inti pada saat tanpa beban (P0)

Pnl = 4.25 V.I. Cosφ = 4.25 1402,5

( ) x 66,61 = 503.73

dimana: Pnl = daya masuk pada saat beban nol

PoSCL = rugi daya pada belitan stator ketika beban nol

5. Rugi daya lilitan stator (PrCu 1)

( ) ( ) 6. Daya keluar stator (PoS) = Daya masuk ke rotor (Pin R)

( )

( )

7. Daya keluar motor (POut)

( ) ( )

8. Rugi yang disebabkan oleh gesekan dan angin Pt = 2% x Pin = 0,02 x = 32,12 watt

9. Daya keluaran (bersih) Pout = POUT – Pt

= 77,71 – 32.12 = 45,59 watt

10. Efisiensi motor induksi (η)

Dengan cara perhitungan yang sama akan diperoleh rugi-rugi total motor dan efisiensi motor untuk beban 1 Nm, 1.5 Nm pada frekuensi 40 Hz. Adapun hasil perhitungan yang dilakukan disusun dalam tabel 4.10 sebagai berikut:

Tabel 4.10 Data hasil analisis motor induksi 5 phasa disuplai dari inverter variable speed drive (frekuensi 40 Hz)

Tload

Untuk mempermudah dalam memahami dan melakukan analisa data hasil perhitungan, maka hasil perhitungan ditampilkan dalam grafik sebagai berikut:

Gambar 4.8 Grafik beban vs kecepatan motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive (40 Hz)

1106

Gambar 4.9 Grafik beban vs efisiensi motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive(40 Hz)

3. Frekuensi 45 Hz

Dari percobaan, saat motor disuplai dari inverter variable speed drive dengan frekuensi 45 Hz dan diberi beban sebesar 0.5 Nm, diperoleh data sebagai berikut:

V = 209 volt I = 3.1 Ampere Cos = 0.64 nr = 1224 rpm R stator = 66.61 Ω Kutub (p) = 4

1. Kecepatan medan putar stator (ns)

2. Slip

3. Daya masuk pada motor (PIn)

4. Rugi daya inti pada saat tanpa beban (P0)

Pnl = 4.25 V.I. Cosφ = 4.25 1517,13

( ) x 66,61 = 522.22

dimana: Pnl = daya masuk pada saat beban nol

PoSCL = rugi daya pada belitan stator ketika beban nol

5. Rugi daya lilitan stator (PrCu 1)

( ) ( ) 6. Daya keluar stator (PoS) = Daya masuk ke rotor (Pin R)

( )

( )

7. Daya keluar motor (POut)

( ) ( )

8. Rugi yang disebabkan oleh gesekan dan angin

Pt = 2% x Pin = 0,02 x 1762,28 = 35,24 watt 9. Daya keluaran (bersih)

Pout = POUT – Pt = 103,83 – 35,24

= 65,29 watt 10. Efisiensi motor induksi (η)

Dengan cara perhitungan yang sama akan diperoleh rugi-rugi total motor dan efisiensi motor untuk beban 1 Nm, 1.5 Nm pada frekuensi 45 Hz. Adapun hasil perhitungan yang dilakukan disusun dalam tabel 4.11 sebagai berikut:

Tabel 4.11 Data hasil analisis motor induksi 5 phasa disuplai dari inverter variable speed drive (frekuensi 45 Hz)

Tload

Untuk mempermudah dalam memahami dan melakukan analisa data hasil perhitungan, maka hasil perhitungan ditampilkan dalam grafik sebagai berikut:

Gambar 4.10 Grafik beban vs kecepatan motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive (45 Hz)

1245 1224

Gambar 4.11 Grafik beban vs efisiensi motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive(45 Hz)

4. Frekuensi 50 Hz

Dari percobaan, saat motor disuplai dari inverter variable speed drive dengan frekuensi 50 Hz dan diberi beban sebesar 0.5 Nm, diperoleh data sebagai berikut:

V = 220 volt I = 3.2 Ampere Cos = 0.65 nr = 1378 rpm R stator = 66.61 Ω Kutub (p) = 4

1. Kecepatan medan putar stator (ns)

2. Slip

3. Daya masuk pada motor (PIn)

4. Rugi daya inti pada saat tanpa beban (P0)

Pnl = 4.25 V.I. Cosφ = 4.25 1710,11

( ) x 66,61 = 579.67

dimana: Pnl = daya masuk pada saat beban nol

PoSCL = rugi daya pada belitan stator ketika beban nol

5. Rugi daya lilitan stator (PrCu 1)

( ) ( ) 6. Daya keluar stator (PoS) = Daya masuk ke rotor (Pin R)

( )

( )

7. Daya keluar motor (POut)

( ) ( )

8. Rugi yang disebabkan oleh gesekan dan angin Pt = 2% x Pin = 0,02 x = 38,89 watt

9. Daya keluaran (bersih) Pout = POUT – Pt

= 121,56 – 38,89 = 82,67 watt

10. Efisiensi motor induksi (η)

Dengan cara perhitungan yang sama akan diperoleh rugi-rugi total motor dan efisiensi motor untuk beban 1 Nm, 1.5 Nm pada frekuensi 50 Hz. Adapun hasil perhitungan yang dilakukan disusun dalam tabel 4.12 sebagai berikut:

Tabel 4.12 Data hasil analisis motor induksi 5 phasa disuplai dari inverter variable speed drive (frekuensi 50 Hz)

Tload

Untuk mempermudah dalam memahami dan melakukan analisa data hasil perhitungan, maka hasil perhitungan ditampilkan dalam grafik sebagai berikut:

Gambar 4.12 Grafik beban vs kecepatan motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive (50 Hz)

1395

Gambar 4.13 Grafik beban vs efisiensi motor induksi disuplai dari inverter variable speed drive (50 Hz)

Gambar 4.14 Grafik beban vs kecepatan motor induksi disuplai dari jala-jala dan inverter variable speed drive

Gambar 4.15 Grafik beban vs efisiensi motor induksi disuplai dari jala-jala dan

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan analisa mengenai pengaruh penurunan frekuensi menggunakan inverter variable speed drive (VSD) terhadap kinerja motor induksi lima phasa, penulis akan menyimpulkan isi dari penelitian untuk memperoleh intisari dan menjawab tujuan dilakukannya penelitian ini. Beberapa kesimpulan yang dapat diambil adalah:

1. Penurunan frekuensi yang dapat ditanggung oleh motor induksi lima phasa dalam kondisi berbeban adalah sampai frekuensi 35 Hz. Hal ini dapat dilihat dari besarnya kecepatan motor dan effisiensi yang paling rendah.

2. Penurunan frekuensi pada motor induksi lima phasa dengan menggunakan inverter variable speed drive pada motor induksi akan mempengaruhi kinerja motor induksi. Arus akan naik ketika frekuensi turun, sedangkan tegangan, factor daya, dan putaran motor akan turun seiring dengan turunnya frekuensi. Selain itu penggunaan inverter variable speed drive itu sendiri mempengaruhi besar beban yang dapat ditanggung oleh motor induksi tersebut. Pada saat motor disuplai dari jala-jala, beban yang dapat ditanggung motor sampai 2,5 Nm, sedangkan saat motor disuplai dari inverter variable speed

drive,beban yang dapat ditanggung hanya sampai 1,5 Nm. Pada beban 1,5 Nm, daya keluaran motor saat disuplai dari jala-jala dengan frekuensi 50 Hz sebesar 208,96 watt dan saat disuplai dengan inverter variable speed drive dengan frekuensi 50 Hz daya keluaran motor sebesar 142,6 watt. Perubahan frekuensi akan berpengaruh terhadap efisiensi motor induksi. Dari hasil perhitungan, pada beban 1.5 Nm, efisiensi motor saat disuplai dari jala-jala (frekuensi 50 Hz) sebesar 6,8 % dan saat motor disuplai dengan inverter variable speed drive (frekuensi 35, 40, 45, 50 Hz) efisiensi motor berturut-turut adalah 4,07%, 5,01%, 6,38%, dan 6,69%.

5.2 Saran

Saran penulis untuk pengembangan penelitian lebih lanjut untuk kedepannya adalah:

1. Dalam penelitian selanjutnya disarankan menganalisis perbandingan umur isolasi motor yang menggunakan inverter variable speed drive dengan motor yang menggunakan suplai jala-jala.

2. Dalam melakukan percobaan perlu diperhatikan sistem pendingin motor, hal ini penting untuk menjaga suhu motor tidak meningkat secara

signifikan. Hal ini juga perlu untuk meminimalisir terjadinya kerusakan isolasi pada

DAFTAR PUSTAKA

[1] Zuhal, “Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya”, Penerbit ITB, Bandung, 1988

[2] Daut, I., “Parameters Calculation of 5 HP AC Induction Motor”, Malaysia, 2009

[3] NEMA Standard Publications No. MGI-1993. Motors and Generators, Published by National Electrical Manufactures Ascociation. Washington (1993), Part 21 PP. 9-10 and Part 30 PP.

1-2

[4] Rao, K.P. Prasad, “Five-Leg Inverter for Five –Phase Supply”, India, 2012

[5] IEEE Guides: Test Procedures for Synchronus Machines, IEEE Std 115-1995 (R2002)

[6] Theraja, B.L. & Theraja, A.K., “A Text Book of Electrical Technology”, New Delhi, S.Chand and Company Ltd., 2001

[7] Chapman Stephen J, “Electric Machinery Fundamentals”,Third Edition Mc Graw Hill Companies, New York, 1999

[8] Wijaya Mochtar,”Dasar-dasar Mesin Listrik”, Penerbit Djambatan, Jakarta , 2001 [9] Khan, Rizwan M, ”Multi-Phase Alternative Current Machine Winding Design”,

International Journal of Engineering, Science and Technology, India, 2010

[10] N, Monika, “Modeling and Simlation of Three-Phase to Five-Phase Transformation Using A Special Transformer Connection”, India, 2013

LAMPIRAN

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (P4TK) BIDANG BANGUN

DAN LISTRIK

LABORATORIUM MOTOR LISTRIK

TABEL DATA HASIL PENGUJIAN

“Analisis Pengaruh Penurunan Frekuensi Terhadap Kinerja Pada Motor Induksi Lima Phasa”

Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari jala-jala (frekuensi 50 Hz) Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 250 3.75 0.63 1452

0,5 250 4 0,66 1438

1 250 4,1 0.68 1426

1,5 250 4,2 0,68 1414

2 250 4,3 0,7 1397

2,5 250 4,5 0,72 1374

Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 35 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 174 2.7 0.58 990

0,5 174 2,9 0,62 970

1,0 174 3 0.63 926

1,5 174 3.1 0,64 865

Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 40 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 200 2.75 0.6 1106

0,5 200 3 0,63 1076

1,0 200 3,1 0.64 1021

1,5 200 3,2 0,65 994

Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 45 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 209 2.8 0.61 1245

0,5 209 3,1 0,64 1224

1,0 209 3,2 0.65 1186

1,5 209 3,3 0,66 1135

Data hasil pengujian motor induksi 5 phasa disuplai dari Inverter Variable Speed Drive (VSD) untuk frekuensi 50 Hz

Tload (N.m) V (volt) I (ampere) Cosφ nr (rpm)

0 220 2.95 0.62 1395

0,5 220 3,2 0,65 1378

1,0 220 3,25 0.66 1326

1,5 220 3,4 0,67 1210

Dokumentasi Kegiatan Pengambilan Data Tugas Akhir

“ANALISIS PENGARUH PENURUNAN FREKUENSI

TERHADAP KINERJA PADA MOTOR INDUKSI LIMA PHASA”

di

Laboratorium Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan

Tenaga Kependidikan (P4TK) Medan

Dokumen terkait