• Tidak ada hasil yang ditemukan

Areal pembibitan dipilih di rumah kasa fakultas pertanian USU dengan alasan untuk meminimalisir serangan hama. Plot dibuat dari batu bata yang diletakkan untuk mengalasi polibag agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah..

Persiapan Media Tanam

Tanah yang digunakan dalam penelitian merupakan tanah sub-soil yang diambil dari beberapa tempat dan dicampur merata serta tanah top-soil. Sebelum dicampur dengan kompos TKKS, tanah diayak terlebih dahulu untuk menyeragamkan ukuran. Setelah itu, tanah dicampur dengan kompos TKKS sesuai dengan perbandingan perlakuan yakni, M1: 10% TKKS (0,1 kg) + 90% sub-soil (0,9 kg), M2: 20 % TKKS (0,2 kg) + 80 % Sub-soil (0,8 kg), dan M3: 30% TKKS (0,3 kg) + 80% Sub-soil (0,7 kg) kecuali untuk perlakuan kontrol M4 tanah top-soil 100% tanpa TKKS. Perbandingan yang digunakan adalah perbandingan massa.

Analisis Tanah, TKKS dan LCPKS

Analisis meliputi analisis unsur hara makro seperti N, P, K, Ca, dan Mg serta pH untuk tanah. Untuk TKKS meliputi N, P, K, Ca, dan Mg serta C/N untuk TKKS. Untuk LCPKS meliputi N, P, K, Ca dan Mg serta pH dan BOD untuk limbah.

Pembuatan Naungan

Naungan dibuat dengan menggunakan tiang bambu dan atap dari pelepah daun kelapa sawit. Naungan dibuat agar bibit kelapa sawit tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Naungan dibuat dengan panjang 10 meter, lebar 3 meter dan tinggi 1,8 meter menhadap ke arah utara.

Penanaman Bibit

Bibit yang digunakan adalah bibit yang berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan D x P PPKS 540 (High Mesocarp).

Sebelum penanaman dilakukan, polibek terlebih dahulu disiram dengan menggunakan air.kemudian dibuat lubang tanam dengan menggunakan jari atau kayu. Bibit dipilih yang ukurannya seragam. Penanaman dilakukan dengan posisi plumula menghadap ke atas kemudian ditutup tipis dengan tanah.

Pengambilan LCPKS

Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) diambil dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Kebun Adolina. LCPKS yang diambil adalah limbah yang berada pada kolam Aerob yaitu kolam terakhir (kolam 4) yang limbahnya sudah memiliki kadar BOD cukup rendah.

Limbah diambil dengan menggunakan ember dan ditampung dalam jerigen plastik untuk diangkut, disimpan dan diaplikasikan selama penelitian. Aplikasi LCPKS

Pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dimulai pada 4 MST. Aplikasi dilakukan dengan menyiramkan limbah pada polibag sesuai dengan perlakuan masing-masing dengan dibagi menjadi 20 kali aplikasi yang dimulai pada 4 MST dan berakhir pada 13 MST yakni 1 minggu sebelum penelitian

berakhir. Aplikasi dilakukan setiap minggu sebanyak 2 kali seminggu selama 10 minggu.

Pemeliharaan Tanaman Penyiraman

Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari, kecuali pada hari aplikasi tanaman tidak disiram kecuali menggunakan LCPKS sesuai perlakuan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan mengambil hama dengan menggunakan tangan. Pengendalian ini dilakukan tergantung pada tingkat serangan hama dan penyakit.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput ataupun gulma didalam polibag secara manual dengan menggunakan tangan. Penyiangan dilakukan jika tampak rumput di dalam polibag tanpa memperhitungkan waktu. Parameter Pengamatan

Tinggi tanaman (cm)

Tinggi tanaman mulai diukur ketika tanaman berumur 4 minggu setelah tanam (MST). Tinggi tanaman diukur berdasarkan daun tertinggi dan diukur menggunakan meteran dan diukur setiap dua minggu sekali sampai penelitian selesai (14 MST).

Diameter Batang (mm)

Diameter batang diukur ketika tanaman memasuki umur 4 minggu setelah tanam (MST). Diameter diukur sebanyak dua kali dari sisi yang berbeda

kemudian dirata-ratakan. Diameter batang diukur dengan menggunakan jangka sorong dan diukur setiap dua minggu sekali sampai penelitian selesai (14 MST). Jumlah Daun (helai)

Jumlah daun mulai dihitung ketika tanaman sudah mengeluarkan daun yang terbuka sempurna atau sekitar 6 minggu setelah tanam (MST). Daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka sempurna dan dihitung setiap dua minggu sekali sampai penelitian selesai (14 MST).

Total Luas Daun (cm2)

Pengukuaran total luas daun dilakukan pada akhir penelitian yaitu setelah bibit berumur 14 MST. Pengukuran total luas daun dilakukan dengan menggunakan rumus:

Luas = p x l x k p = panjang daun (cm)

l = lebar daun (cm)

k = konstanta (0,57 untuk daun lanset dan 0,51 untuk daun bifurcate) Daun Lanset = Daun yang belum membuka sempurna

Daun Bifurcate = Daun yang sudah membuka sempurna / menjari (Rasjidin, 1983).

Daun yang diukur adalah semua daun yang terdapat pada bibit yang telah terbuka dengan sempurna. Dilakukan pada seluruh

tanaman yang menjadi tanaman sampel. Volume Akar (cm3)

Pengukuran dilakukan setelah 14 MST pada saat akhir penelitian. Akar yang telah dipisahkan dari tajuk kemudian di masukkan kedalam gelas ukur yang telah berisi air dengan volume tertentu. Perbedaan volume air dalam gelas ukur

sesudah dan sebelum akar dimasukkan sama dengan volume akar yang dimasukkan. Pengukuran dilakukan terhadap semua sampel.

Bobot Basah Tajuk (g)

Pengukuran bobot basah tajuk dilakukan setelah 14 MST. Tajuk dipisahkan dari akar kemudian dibersihkan dengan air dan dikering anginkan. Kemudian ditimbang dengan timbangan analitik. Pengukuran dilakukan terhadap semua sampel.

Bobot basah akar (g)

Pengukuran dilakukan pada 14 MST yaitu pada akhir penelitian. Akar dipisahkan dari tajuk kemudian dicuci dengan air hingga bersih. Setelah itu akar dikeringanginkan dan ditimbang menggunakan timbangan analitik. Pengukuran dilakukan terhadap seluruh sampel.

Berat Kering Tajuk (g)

Pengukuran dilakukan pada akhir penelitian yakni 14 MST. Tajuk yang telah dihitung bobot basahnya kemudian dimasukkan kedalam amplop coklat kemudian diovenkan pada suhu 700C selama 48 jam atau sampai tajuk tidak mengalami penurunan berat lagi. Setelah itu diangin-anginkan dan ditimbang bobot keringnya dengan timbangan analitik. Pengukuran dilakukan terhadap seluruh sampel.

Bobot Kering Akar (g)

Pengukuran dilakukan setelah 14 MST yakni pada akhir penelitian. Akar yang telah dipisahkan dari tajuk dan ditimbang bobot basahnya kemudian dimasukkan kedalam amplop coklat kemudian diovenkan pada suhu 700C selama 48 jam atau sampai akar tidak mengalami penurunan berat lagi. Setelah itu akar

dikeluarkan dari amplop dan diangin-anginkan. Kemudian akar ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik. Pengukuran dilakukan terhadap seluruh sampel.

Dokumen terkait