BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Siklus I
a. Perencanaan Siklus I
Langkah awal yang dilakukan peneliti bersama guru kelas adalah membuat perencanaan pembelajaran. Adapun perencanaan yang dilakukan pada Siklus I adalah sebagai berikut:
1) Menentukan tema kegiatan. Tema yang dipilih untuk penelitian tindakan kelas siklus I adalah tema lingkungan.
2) Menyusun rencana kegiatan harian sesuai dengan tema yang dipilih. 3) Mempersiapkan alat yang akan digunakan untuk bermain peran. 4) Menyiapkan lembar observasi.
a. Pelaksanaan Siklus I
Pelaksanaan Tindakan Siklus I dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Kegiatan bermain peran pertama dilaksanakan pada hari Senin, 24 Agustus 2015. Pada hari itu anak diminta untuk melaksanakan kegiatan bermain peran tentang keluarga. Terdapat dua keluarga yang sama-sama memiliki anak namun berbeda dalam hal kemandiriannya. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Agustus 2015. Pada hari itu anak-anak melaksanakan kegiatan bermain peran tentang sekolah. Kemandirian di sekolah dengan menggunakan perbandingan anak yang mandiri di sekolah dan yang tidak mandiri, Kegiatan bermain peran ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Agustus 2015. Kegiatan pada hari itu tentang seorang anak yang berada di sekolah menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Proses pelaksanaan tindakan kelas Siklus I adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan 1 Siklus I
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 24 Agustus 2015. Pada hari ini anak-anak melakukan upacara bersama dipimpin oleh kepala sekolah. Masih ada 4 anak yang terlambat datang ke sekolah. Berdoa dipimpin oleh seorang anak yang bertugas pada hari ini, 3 anak tidak berdoa justru bercanda atau melamun. Kepala sekolah menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan anak. Kemudian bernyanyi lagu “Indonesia Raya” terdapat 9 anak yang tidak bernyanyi atau bernyanyi tetapi tidak tuntas. Upacara selesai, anak-anak masuk kelas satu per satu , 3 anak masuk kelas belum tertib. Setelah anak masuk kelas, guru meminta anak-anak untuk menabung, membayar infaq dan membalik presensi terlebih dahulu. Kemudian guru memulai dengan mengucapkan salam, lalu guru meminta anak-anak untuk duduk dikursi masing-masing. Guru akan memeriksa kuku, rambut, gigi satu per satu namun dipanggil berkelompok berbaris ke belakang. Terdapat 7 anak yang kurang sabar menunggu giliran. Setelah semua anak diperiksa, guru melanjutkan apersepsi tentang keluarga, beserta anggota keluarga yang ada. Guru melakukan tanya dengan anak dan menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari ini. Pada hari ini anak-anak akan bermain peran tentang anak yang mandiri dan kurang mandiri. Guru menjelaskan bagaimana bermain peran dan tokoh apa saja yang perlu diperankan, guru dan anak-anak bersama-sama mengatur tempat yang aka digunakan untuk bermain peran. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan namun masih ada 6 anak yang belum bersemangat mengikuti kegiatan yang ada.
Anak-anak mulai bermain peran, anak-anak yang belum mendapatkan peran menjadi penonton. Pada hari ini bermain peran tentang kemandirian anak di dalam keluarga. Dalam cerita tersebut dikisahkan terdapat dua keluarga dengan anak yang berbeda kemandiriannya. Keluarga pertama adalah keluarga Pak Risky dan keluarga kedua adalah keluarga Pak Budi. Tokoh-tokoh yang ada yaitu kakek diperankan oleh Ar, nenek diperankan oleh Sul, Pak Risky diperankan oleh Nak, ibu diperankan oleh Riz, kakak diperankan oleh Van, dan adik diperankan oleh Nas. Keluarga Pak Budi tokoh-tokohnya antara lain kakek diperankan oleh Bar, nenek diperankan Ras, Pak Budi diperankan oleh Yoga, ibu diperankan oleh Sav, kakak diperankan oleh Dis, dan adik diperankan oleh Ip. Beberapa anak masih terlihat malu-malu ketika bermain peran, masih mau bermain dengan teman yang disukai.
Setelah kegiatan bermain peran selesai, anak-anak dipersilahkan istirahat, anak-anak bermain bebas. Setelah istirahat selesai anak-anak masuk kelas lalu cuci tangan, hampir semua anak sudah cuci tangan sendiri namun saling dorong dan berdesak-desakan. Guru meminta anak untuk mengambil snack sendiri-sendiri dan terdapat 9 anak tidak mau mengambil sendiri atau menitip teman untuk mengambilkan. Sebelum makan snack anak-anak berdoa, lalu membuka makanan sendiri-sendiri, masih ada 6 anak yang tidak membuka makanan ringan sendiri. Kegiatan penutup yaitu recalling, guru meminta anak untuk menceritakan pengalamannya bermain peran, lalu guru menyampaikan pesan-pesan supaya anak mandiri, beserta manfaat yang diperoleh anak-anak jika menerapkan kemandirian.
Lalu guru mentup kegiatan pada hari ini dengan berdoa, bernyanyi lagu kebangsaan, salam dan pulang.
2) Pertemuan 2 Siklus I
Pertemuan kedua dilaksanakan hari Selasa, 25 Agustus 2015. Anak-anak datang ke sekolah di antar oleh orang tua, 2 anak masih terlambat datang ke sekolah. Anak-anak berbaris sebelum masuk kelas, lalu bernyanyi lagu Indonesia Raya bersama-sama. Anak-anak masuk kelas satu per satu 6 anak belum tertib ketika masuk kelas, ada yang masih dorong-dorongan dengan teman-temannya. Guru meminta anak-anak untuk menabung, membayar infaqterlebih dahulu lalu membalik presensi. Setelah itu guru mengucapkan salam, dan berdoa dipimpin oleh anak yang bertugas hari ini. Selanjutnya bernyanyi lagu “Anak TK” anak-anak sangat senang ketika bernyanyi, namun masih ada 2 anak yang tidak bernyanyi atau tidak tuntas bernyanyi. Kemudian guru melanjutkan apersepsi tentang sekolah termasuk kemandirian di sekolah. Guru dan anak melakukan tanya jawab tentang kegiatan yang sering dilakukan anak-anak di sekolah. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini. Guru menyampaikan hari ini akan bermain peran tentang sekolah.Kemudian guru mengajak anak untuk menyetting tempat yang akan digunakan untuk bermain peran. Anak-anak berebut untuk bermain peran. Guru akhirnya meminta anak-anak yang kemarin sudah bermain peran bergantian dengan teman yang belum bermain.
Anak-anak mulai bermain peran. Pada hari ini anak-anak bermain peran tentang kemandirian di sekolah. Adapun tokoh yang ada antara lain kepala sekolah
diperankan oleh Dis, guru kelas B diperankan oleh Sha, ibu Andi diperankan oleh Dir, ibu Susi diperankan oleh Riz, bapak Susi diperankan oleh Yog, Andi diperankan oleh Fan, Susi diperankan oleh Sil, dan Sinta diperankan oleh Tes. Anak-anak sangat senang ketika bermain peran, namun hari ini masih ada anak yang malu-malu, dan tidak mau maju ke depan untuk bermain peran. Hingga tiba waktu istirahat anak-anak bermain bebas, satu ada anak yang tidak mau bermain dengan teman atau hanya mau bermain dengan teman yang disukai.
Setelah bel tanda istirahat usai anak-anak masuk ke dalam kelas lalu mencuci tangan, 6 anak masih belum sabar bergantian untuk cuci tangan. Lalu guru meminta anak-anak yang sudah selesai cuci tangan mengambil snack sendiri-sendiri, namun masih ada 5 anak yang tidak mengambil snack sendiri. Salah satu anak memimpin doa lalu makan snak bersama. Pada kegiatan penutup guru melakukanrecalling. Guru memberikan kesempatan kepada anak yang mau bercerita tentang pengalaman satu hari dan bermain peran. Guru menjelaskan pesan-pesan yang ada dalam bermain peran yang dimainkan oleh anak-anak. Anak berdoa sebelum pulang, kemudian anak bernyanyi lagu kebangsaan, kemudian salam dan pulang.
3) Pertemuan 3 Siklus I
Pertemuan ketiga dilakukan pada hari Rabu, 26 Agustus 2015. Pada hari ini seperti biasa anak-anak datang ke sekolah diantar oleh orang tua masih ada 6 anak yang terlambat datang ke sekolah. Sebelum masuk kelas anak-anak berbaris bersama, lalu bernyanyi lagu kebangsaan masih ada 8 anak yang tidak bernyanyi sampai tuntas. Kemudian anak-anak masuk kelas. Guru meminta anak-anak yang akan menabung,
membayar infaq dan membalik presensi melakukannya terlebih dahulu. Setelah itu berdoa dipimpin oleh anak yang betugas pada hari itu. Bernyanyi sesuai permintaan anak. Lalu apersepsi tentang kebersihan lingkungan sekolah oleh guru. Anak-anak mendengarkan dengan tenang, terdapat 8 anak yang masih jalan-jalan, berbicara dengan teman, bertengakar dan lain sebagainya. Guru menjelaskan pentingnya anak-anak menjaga kebersihan lingkungan baik di rumah maupun di sekolah.
Pada hari ini anak-anak akan bermain peran tentang kerja bakti di sekolah. Anak-anak sangat senang jika diajak bermain peran. Guru menjelaskan tentang tokoh-tokoh yang akan diperankan, dan mengajak anak untuk menyiapkan alat dan tempat yang akan digunakan untuk bermain peran. Anak-anak mulai bermain peran. Hari ini anak-anak bermain peran tentang kerja bakti di sekolah. Tokoh-tokoh yang ada antara lain guru diperankan oleh Sil, dua petugas kebersihan diperankan oleh Ar dan Nak, anak-anak Tara oleh Sul, Isti oleh Ip, Nita oleh Far, Seli oleh Sha, Dito oleh Van, Rani dan Reni oleh Riz dan Dir, dan Bima oleh Yog. Anak-anak senang ketika bermain peran di luar kelas, semua ikut memperhatikan teman yang sedang bermain peran.
Setelah bermain peran selesai anak-anak istirahat, masih 12 anak yang tidak bermain bersama-sama, baik sibuk bermain sendiri, atau sedang marah, dan bermain dengan teman yang disukai saja. Bel masuk berbunyi anak-anak berlari-lari masuk kelas untuk cuci tangan. Kemudian mengambil snack sendiri di depan kelas, lalu berdoa dan mulai makan snack. Kegiatan penutup guru mengajak anak untuk bernyanyi, lalu recalling seputar kegiatan satu hari. Anak-anak menceritakan
pengalamannya ketika bermain peran, lalu guru menambahkan pesan-pesan dari bermain peran pada hari ini. Kemudian berdoa, bernyanyi lagu kebangsaan, salam dan pulang.
b. Observasi
Tahap ketiga dari penelitian tindakan kelas ini adalah observasi. Observasi dilakukan dari awal anak datang sampai anak pulang. Indikator yang diamati yaitu percaya diri, pandai bergaul, mau berbagi, mengendalikan emosi, kemampuan fisik, tanggung jawab dan disiplin. Pada pelaksanaan Siklus I, anak-anak sudah dapat bermain peran dengan semangat, namun sebagian besar masih kurang disiplin dan kurang menghayati peran yang dimainkan. Anak-anak masih enggan untuk menggunakan fisik seperti bersalaman, bergandengan dengan teman atau kerjasama masih kurang sehingga bermain peran kurang berjalan maksimal. Masih ada sekitar 2 anak yang tidak mau bermain peran bersama teman-temannya. Observasi juga dilakukan selama satu minggu (6 hari sekolah) pasca Siklus I. Adapun hasil observasi kemandirian anak pasca Siklus I disajikan pada tabel 4 halaman 60. Pada tabel 4 tampak bahwa hasil observasi kemandirian anak pasca Siklus I terdapat 1 anak berada pada kriteria Belum Berkembang (BB), 12 anak berada pada kriteria Mulai Berkembang (MB) dan 5 anak sudah berada pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Dapat dilihat bahwa pada pasca Siklus I kemandirian anak sudah meningkat namun belum mencapai target yang sudah direncanakan.
Tabel 4. Hasil Observasi Kemandirian Anak Pasca Siklus I No Kode
Anak
Kemunculan Indikator Kemandirian
Total Persentase Kriteria Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 1 Nas 8 6 10 12 11 15 62 49,21% MB 2 Nak 10 11 11 16 15 16 79 62,70% BSH 3 Bar 9 5 8 6 i 14 42 40,00% BB 4 Far 10 11 14 S 12 s 47 55,95% MB 5 Sil 11 9 14 I 14 16 64 60,95% BSH 6 Ras 8 5 8 14 15 15 65 51,59% MB 7 Ip 9 9 8 13 13 18 70 55,56% MB 8 Dir 12 9 9 I 14 12 52 49,52% MB 9 Dis 9 9 10 15 15 14 72 57,14% BSH 10 Yog 8 8 6 12 17 14 65 51,59% MB 11 Ris 12 8 8 14 15 12 69 54,76% MB 12 Ar 9 7 8 8 12 12 56 44,44% MB 13 Van 11 7 12 14 15 16 75 59,52% BSH 14 Sav 9 13 10 8 14 14 68 53,97% MB 15 Sha 6 8 8 11 14 11 58 46,03% MB 16 Sul 10 11 10 11 14 15 71 56,35% BSH 17 Tes 8 10 11 7 16 16 68 53,97% MB 18 Fan 5 8 9 8 12 10 52 41,27% MB Keterangan: BB = Belum Berkembang MB =Mulai Berkembang
BSH =Berkembang Sesuai Harapan BSB =Berkembang Sangat Baik
Adapun rekapitulasi kemandirian anak pasca Siklus I disajikan pada tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Observasi Kemandirian Anak Pasca Siklus I
Kelompok Kriteria Pasca Siklus I
Jumlah Anak % B BSB 0 0% BSH 5 27,78% MB 12 66,67% BB 1 5,55% Keterangan:
BSH =Berkembang Sesuai Harapan MB =Mulai Berkembang
BB = Belum Berkembang
Tabel 5 menunjukkan bahwa kemandirian anak meningkat melalui metode bermain peran hal ini dapat dibandingkan pada pasca Siklus I anak yang berada pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) belum ada. Pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 5 anak dengan persentase 27,78%, pada kriteria Mulai Berkembang (MB) terdapat 12 anak dengan persentase 66,67%, sedangkan pada kriteria Belum Berkembang (BB) tinggal 1 anak dengan persentase 5,55%, yang pada kondisi awal terdapat 11 anak.
Tabel di atas dapat dibuat grafik hasil observasi pasca Siklus I sebagai berikut:
Gambar 3. Grafik Hasil Observasi Kemandirian Anak Pasca Siklus I
Grafik di atas menunjukkan bahwa kemandirian anak kelompok B mengalami peningkatan, akan tetapi belum ada anak mencapai kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% BB MB BSH BSB 5.55% 66.67% 27.78% 0.00% P er se n tas e
c. Refleksi
Data yang diperoleh dari hasil penelitian oleh peneliti dan kolaborator digunakan sebagai pedoman untuk melakukan refleksi permasalahan yang muncul dan mencari solusi masalah dengan tujuan agar dapat meningkatkan kemandirian anak dan menentukan tindakan selanjutnya.
Berdasarkan pengamatan selama kegiatan bermain peran pada Siklus I, anak-anak masih menyesuaikan diri dengan kegiatan yang baru yaitu bermain peran di dalam pembelajaran. Pada Siklus I peneliti dan guru menekankan pada pesan-pesan kemandirian melalui bermain peran. Memberi kesempatan anak untuk merasakan menjadi tokoh-tokoh dengan ciri tertentu. Selama melakukan observasi pada pasca Siklus I ini peneliti menemukan 7 anak kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan yang ada, masih terdapat 9 anak masih malu-malu dalam bermain peran, dalam pengendalian emosi masih ada anak yang berebut tidak mau bergantian untuk memerankan tokoh tertentu. Ketika ada teman yang bermain peran ada anak yang gaduh atau mengganggu proses bermain peran.
Pada pasca Siklus I telah menunjukkan peningkatan, akan tetapi hasil tersebut belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu >75% dari jumlah anak. Hal ini terlihat dari hasil peningkatan kemandirian anak meskipun kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) belum ada, namun dari kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dari 0 meningkat menjadi 5 anak atau 27,78%, pada kriteria Mulai Berkembang (MB) terdapat 7 anak atau 38,89% menjadi 12 anak atau 66,67%, dan kriteria Belum Berkembang (BB) terdapat 11 anak atau 61,11% menjadi 1 anak atau
5,55%. Dalam pelaksanaan Siklus I terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi kelancaran kegiatan sehingga tingkat ketercapaian kemandirian anak belum maksimal. Beberapa kendala yang perlu ditingkatkan adalah:
1) Anak-anak masih suka berebut peran sehingga kegiatan bermain peran menjadi terhambat.
2) Masih terdapat anak yang malu-malu atau kurang percaya diri ketika memerankan tokoh tertentu.
3) Beberapa anak masih kurang bersemangat ketika kegiatan bermain peran berlangsung khususnya ketika menjadi penonton.
4) Anak-anak masih kurang disiplin ketika ada teman bermain peran masih suka mengganggu.
Berdasarkan hasil refleksi tersebut di atas, maka peneliti perlu melakukan tindakan Siklus II agar dapat memberikan perubahan yang lebih baik. Adapun solusi dari kendala di atas antara lain:
1) Guru memberikan pengertian kepada anak, supaya anak-anak yang sudah bermain peran pada pertemuan sebelumnya dapat bergantian dengan teman yang belum bermain peran.
2) Selanjutnya anak-anak yang kurang percaya diri oleh guru diberi motivasi berupa kata-kata supaya anak percaya diri, dan dipilihkan peran kedua atau ketiga supaya percaya diri anak bertambah dahulu.
3) Untuk anak yang kurang bersemangat khususnya ketika menjadi penonton guru juga akan menambah peran-peran yang ada sehingga semakin sedikit anak yang tidak bermain pada hari tersebut.
4) Anak-anak yang kurang disiplin atau mengganggu akan diberi reward jika mau tertib atau memperhatikan teman yang sedang bermain peran, hal ini supaya anak mau memperhatikan.
Pada Siklus II strategi pemberian kegiatan bermain peran akan lebih divariasi. Guru memberikan media gambar sebagai gambaran dari tema bermain peran yang akan dilakukan, dan reward berupa sticker bintang kepada anak-anak yang sesuai dengan peraturan kelas yang sesuai dengan indikator kemandirian.