• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGADILAN AGAMA JENEPONTO

PENGAWASAN INTERNAL

2. Pelaksanaan Pengawasan

Pengawasan dalam lingkup Pengadilan Agama Jeneponto dilaksanakan untuk dapat mengetahui kenyataan yang ada sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi pimpinan Pengadilan guna menentukan kebijakan dan tindakan yang diperlukan menyangkut pelaksanaan tugas-tugas peradilan, tingkah laku aparat Pengadilan dan pelayanan publik Pengadilan.

Pengawasan di Pengadilan Agama Jeneponto telah dilaksanakan dengan baiksesuai dengan perinsip-perinsip dan pedoman pelaksanaan pengawasan yang meliputi :

1. Pengawasan Langsung yaitu pengawasan dengan cara melakukan pemeriksaan langsung ; dan

2. Pengawasan tidak langsung yaitu pengawasan yang dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan berkas ( cross cheek ) pengujian atau penilaian atas laporan atau isi dokumen.

Pengawas juga telah melaksanakan tugas-tugas pengawasan secara rutin dengan melakukan pemeriksaan secara komprensif dan konstruktif terhadap seluruh aspek penyelenggaraan peradilan yang meliputi :

a) Pelaksanaan tugas pokok di Lingkungan kepaniteraan yang mencakup administrasi perkara dan administrasi persidangan.

190 b) Pelaksanaan tugas pokok dilingkungan kesekretariatan yang mencakup administrasi Kepegawaian,Keuangan, Inventaris dan administrasi umum lainnya.

c) Manajemen Peradilan.

d) Pelayanan publik.

2.1. Bidang Administrasi Perkara

Pada dasarnya prosedur penerimaan perkara, baik perkara tingkat pertama maupun banding, kasasi dan peninjauan kembali telah berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan pedoman dan aturan yang ada, khususnya surat keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor KMA/001/SK/1991 tanggal 24 Januari 1991 dan Nomor KMA/080/SK/VIII/2006 tanggal 24 Agustus 2006.

Buku register terdiri dari :

a) Register Induk Perkara Gugatan;

b) Register Induk Perkara Permohonan;

c) Register Perkara Banding ; d) Register Perkara Kasasi ;

e) Register Perkara Peninjauan Kembali ; f) Register Surat Kuasa Khusus ;

g) Register Penyitaan Barang Tidak Bergerak ; h) Register Penyitaan Barang Bergerak ; i) Register Akta Cerai ;

j) Register Eksekusi, dan k) Register P3HP.

Pada dasarnya telah diisi dengan baik dan benar, meskipun masih perlu disempurnakan lebih lanjut.

Buku keuangan perkara atau buku-buku jurnal yang terdiri dari :

a) Buku Jurnal perkara Tingkat pertama, meliputi : Buku Jurnal perkara gugatan, Permohonan dan Permohonan Somasi ;

b) Buku Jurnal Permohonan Banding ; c) Buku Jurnal Permohonan Kasasi ;

d) Buku Jurnal Permohonan Peninjauan Kembali (PK) ; e) Buku Jurnal Permohonan Eksekusi ;

191 Termasuk Buku Kas Bantu serta Buku Induk Keuangan Perkara dan Buku Keuangan Biaya Eksekusi, pada dasarnya telah dibuat sesuai dengan aturan dan pedoman yang berlaku. Akan tetapi khusus buku jurnal perkara gugatan masih perlu disempurnakan, terutama menyangkut pembukuan biaya panggilan dalam buku jurnal.

Laporan-laporan, baik laporan bulanan maupun laporan empat bulan dan enam bulan masing-masing meliputi :

a) Laporan Bulanan terdiri dari : Laporan keadaan perkara perdata,laporan Keuangan perkara perdata dan laporan jenis perkara ;

b) Laporan Empat Bulanan terdiri dari laporan perkara perdata yang dimohonkan banding, Laporan Perkara perdata yang dimohonkan Kasasi, dan Laporan perakara perdata yang dimohonkan Peninjauan kembali dan Laporan perkara yang dimohonkan Eksekusi ;

c) Laporan Enam Bulanan, yaitu laporan tentang kegiatan hakim.

Pada dasarnya telah dibuat dan diisi dengan baik dan benar.Selanjutnya pemberkasan dan minutasi,pada dasarnya telah dilaksanakan secara baik dan benar sesuai dengan pola bindalmin dan pedoman pelaksanaan pengawasan.

 Pembundelan berkas perkara telah disusun secara rapih dan benar menurut kelompok atau kronologis demikian pula masing-masing kelompok telah disusun secara kronologis dan dibukukan secara rapih dan benar.

 Keseluruhannya telah disatukan dalam satu bundel dan dijahit serta diberi lak stempel.

 Perkara dapat diselesaikan dalam kurun waktu tidak lebih dari lima bulan, kecuali perkara yang berhubungan dengan persyaratan izin perceraian bagi pegawai negeri yang biasanya membutuhkan penyelesaian perkara lebih dari 5 (lima) bulan .

 Minutasi berkas perkara telah dilakukan tidak lebih dari satu bulan sejak setelahperkara putus. Namun demikian masih ada beberapa perkara yang minutasinya melebihi satu bulan.

2.2. Bidang Administrasi Persidangan 2.2.1. Penetapan Majelis Hakim (PMH)

- Penyerahan berkas perkara dari panitera kepada Ketua Pengadilan telah dilaksanakan dalam waktu tidak melebihi 3 hari kerja dan Ketua

192 Pengadilan dalam waktu 3 hari kerja, sudah menunjuk majelis hakim yang memeriksa perkara yang bersangkutan;

- Susunan majelis hakim telah ditetapkan secara tetap untuk jangka waktu tertentu dan Ketua/Wakil Ketua Pengadilan Jeneponto selalu menjadi Ketua Majelis,sedangkan untuk majelis hakim lain ditetapkan hakim yang senior;

- Penyerahan berkas perkara kepada majelis hakim yang akan memeriksa perkara yang bersangkutan telah dilaksanakan dalam waktu tidak melebihi 7 hari kerja sejak perkara tersebut di daftar di buku register perkara.

2.2.2. Penetapan Hari Sidang (PHS)

- Hari sidang telah ditentukan oleh majelis hakim dalam waktu tidak lebih dari 1(satu) minggu sejak setelah menerima berkas perkara yang bersangkutan dengan memperhatikan jauh dekatnya tempat tinggal para pihak dengan tempat persidangan yaitu paling sedikit tiga hari kerja, tenggang waktu antara pemanggilan para pihak dengan hari sidang (Pasal 146 Rbg).

- Setiap majelis hakim telah mempunyai jadwal persidangan yang tetap.

- Dalam menetapkan hari sidang untuk perkara yang disertai permohonan sita pada surat gugatannya, maka majelis hakim membuat penetapan hari sidang dengan memperhatikan / menyesuaikan adanya permohonan sita tersebut.

2.2.3. Panggilan Para Pihak

Panggilan kepada para pihak untuk menghadiri persidangan telah dilaksanakan secara resmi dan sah, sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku (Hukum Acara Perdata Peradilan Agama).Hanya saja berkaitan dengan ongkos panggilan ,maka pada umumnya hari pelaksanaan panggilan tidak bersamaan dengan hari/tanggal pembukuan ongkos panggilan dalam buku jurnal dan Buku induk Keuangan perkara.

2.2.4. Sidang Pengadilan

Persidangan perkara di Pengadilan Agama Jeneponto telah dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip/asas-asas persidangan serta berdasarkan ketentuan hukum acara yang berlaku.

193 2.2.5. Berita Acara Sidang (BAS)

Pada umumnya Panitera Pengganti yang ikut bersidang telah menyusun BAS dan menandatanganinya sebelum sidang berikutnya. Namun demikian masih ada juga Panitera Pengganti yang belum menyelesaikan berita acaranya tepat waktu.

2.2.6. Minutasi Perkara

Minutasi perkara telah dilaksanakan paling lambat sebulan setelah pembacaan putusan dan pada kulit berkas perkara telah dituliskan tanggal minutasi serta paraf Ketua Majelis.

2.3. Bidang Administrasi Umum.

2.3.1. Kepegawaian

 Buku induk Pegawai /buku register pegawai telah dibuat sesuai dengan ketentuan SK BAKN Nomor 08/SE/1983 lampiran XXI dan Juklak tata usaha kepegawaian tahun 1980.

 File Pegawai, buku kendali kartu tik, telah dibuat sesuai dengan ketentuan juklak tata usaha kepegawaian tahun 1980.

 Penilaian Prestasi Kerja PNS bagi setiap pegawai telah dibuat/diisi secara baik dan benar. Dan setiap pegawai telah memiliki laporan kerja harian yang dapat dijadikan pedoman untuk memberikan nilai pada akhir tahun .

 Daftar Urut Kepangkatan (DUK) telah dibuat dengan benar, tepat waktu dan bentuknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya PP Nomor 15 Tahun 1979 jo. SE BAKN Nomor 03/SE/1980.

 Seluruh karyawan/karyawati Pengadilan Agama Jeneponto yang telah menjadi PNS sudah mempunyai Nomor Induk Pegawai (NIP) dan Kartu Pegawai (Karpeg).

 Pengelolaan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala (KGB) telah dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku. Pegawai yang telah memenuhi syarat dan memiliki penilaian baik, telah diberikan hak kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala.

194

 Pendidikan penjenjangan telah diusulkan untuk mengikuti diklat bagi pejabat yang telah menduduki jabatan struktural namun belum pernah mengkuti diklat yang dipersyaratkan, termasuk pendataannya.

2.3.2. Keuangan

Pada dasarnya administrasi keuangan telah dilaksanakan dengan baik dan benar. Seluruh kegiatan keuangan telah dibukukan dengan benar.

Demikian pula, pengelolaan dan pemampaatan anggaran sesuai DIPA dilaksanakan dengan baik, meskipun masih perlu terus disempurnakan dan dioptimalkan.

2.3.3. Surat Menyurat

Pada dasarnya pengelolaan surat menyurat telah dilaksanakan dengan tertib, lancar dan benar berdasarkan system kearsipan dinamis.

2.3.4. Inventaris

Umumnya barang inventaris dalam setiap ruangan kantor telah dicatat dalam inventaris ruangan serta sesuai dengan ketentuan yang ada dalam ruangan.Barang-barang inventaris lainya, seperti Bangunan, kendaraan bermotor, juga telah dilakukan pencatatan melalui kartu inventaris Barang (KIB) dan telah sesuai dengan ketentuan yang ada berdasarkan kode dan nomor pendaftarannya.

Barang-barang inventaris yang ada telah memenuhi standar harga, mutu/kualitas serta pemanpatannyat tepat sasaran.

2.3.5. Perpustakaan

Pada dasarnya perpustakaan belum dikelola dan dimampaatkan secara baik sesuai dengan yang diharapkan karena belum adanya tenaga yang khusus pustakawan sehingga sarana prasarana yang ada belum optimal.

2.4. Bidang Manajemen Peradilan

- Program kerja telah dibuat sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya Inpres No. 7 Tahun 1999 dan program kerja disusun dengan mengikutsertakan Wakil Ketua, para Hakim, Panitera/Sekretaris, Wakil Panitera, Wakil Sekretaris, dan Pejabat struktur lainnya. Demikian pula dalam penjabarannya sesuai DIPA yang ada.

- Telah dilakukan evaluasi pencapaian tingkat dan capaian kinerja dari pelaksanaan program kerja tersebut .

195 - Sudah dibuat struktur organisasi beserta pengisian personil-personilnya dan

ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat.

- Pengawasan dan pembinaan telah dilakukan dan dengan menunjuk Hakim pengawas Bidang dan Wakil Ketua sebagai koordinator pengawasan . 2.5 Pelayanan Publik

Pada dasarnya pelayanan publik telah dikerjakan dengan baik dan terus ditingkatkan, salah satu upaya dalam peningkatan pelayanan publik diantaranya adanya Meja Informasi, dan Petugas Informasi yang melayani keperluan para pencari keadilan, kemudian dalam hal publikasi tersedianya media teknologi informasi yamg terus dikembangkanuntuk menunjang pelayanan public berupa LCD TV yang menampilkan jadwal sidang setiap hari, Touch Screen untuk mengakses informasi perkara, SMS GATEWAY untuk mengakses informasi perkara menggunakan pasilitas SMS yang dapat dilakukan 24 jam kapan pun dan dimana pun dan tersedianya salah satu media online mengenai media informasi transparansi Pengadilan Agama Jenepontoyang dapat diakses melalui internet kapan pun dan dimana pun, oleh masyarakat luas, melalui www.pa-jeneponto.go.id

196 BAB V

Dokumen terkait