• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Kelengkapan Administrasi a. Sinopsis

5.2.2 Pelaksanaan Penyuluhan

Dalam pelaksanaan penyuluhan mengacu pada Lembar Persiapan Menyuluh (LPM) yang telah ditentukan. Pelaksanaannya harus dijalankan sesuai dengan yang ada di dalam LPM yang telah dibentuk. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyuluhan, diantaranya yaitu:

1. Waktu dan Lokasi Penyuluhan

Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada bulan April 2022, dan dilaksanakan di rumah ketua kelompok wanita tani Dewi Anjani yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

2. Peserta Penyuluhan

Dalam pelaksanaan penyuluhan, peserta yang hadir dalam penyuluhan adalah ketua dan anggota kelompok wanita tani Dewi Anjani dengan jumlah keseluruhan yang hadir sebanyak 25 orang. Penyuluhan dilakukan selama kurang lebih 120 menit, yaitu pada pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB.

5.2.3 Hasil Evaluasi Penyuluhan 1. Karakteristik Responden

Karakteristik responden didapatkan dalam pelaksanaan evaluasi penyuluhan. Berikut merupakan data karakteristik responden yang mengikuti evaluasi penyuluhan.

a. Umur

Umur responden dalam evaluasi penyuluhan sangat beragam, mulai dari rentang umur dewasa awal hingga pada rentang umur lansia awal. Pada Tabel 5.3 disajikan data karakteristik responden evaluasi penyuluhan berdasarkan umur.

Tabel 5.3 Karakteristik Responden Evaluasi Berdasarkan Umur Karakteristik

Responden

Kategori Jumlah

n : 25

Presentase (%) Umur (tahun) Dewasa awal (28-40)

Dewasa akhir (41-52) Lansia awal (53-64)

3 15 7

12%

60%

28%

Sumber: Data primer diolah peneliti, 2022

Berdasarkan Tabel 5.3 dapat diketahui bahwa 60% didominasi oleh kategori usia dewasa akhir, yaitu rentang usia 41-52 tahun. Hal tersebut termasuk ke dalam batasan umur produktif (15-64 tahun), dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa responden evaluasi penyuluhan merupakan pelaku usaha tanaman hias yang berada dalam rentang umur produktif, sehingga ini merupakan sebuah peluang untuk dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha tanaman hias di masa pandemi covid-19.

b. Pendidikan Terakhir

Pendidikan terakhir responden dalam evaluasi penyuluhan ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan, diantaranya yaitu mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga pada jenjang Perguruan Tinggi. Pada Tabel 5.4 disajikan data karakteristik responden evaluasi penyuluhan berdasarkan pendidikan terakhir yang ditempuh.

Tabel 5.4 Karakteristik Responden Evaluasi Berdasarkan Pendidikan Terakhir Karakteristik

Responden

Kategori Jumlah

n : 25

Presentase (%) Pendidikan

Terakhir

SD (1-6) SMP (7-9) SMA (10-12) PT (13-16)

1 2 20 2

4%

8%

80%

8%

Sumber: Data primer diolah peneliti, 2022

Berdasarkan Tabel 5.4 dapat diketahui bahwa 80% dari responden penyuluhan berpendidikan terakhir SMA, kemudian SMP dan perguruan tinggi masing-masing sebanyak 8%, dan berpendidikan SD sebanyak 4%. Dapat ditarik

kesimpulan bahwa keseluruhan responden telah mengenyam bangku pendidikan.

Oleh karena itu akan lebih mudah untuk diberikan edukasi melalui penyuluhan. Hal ini menjadi peluang yang besar untuk dapat mengembangkan bisnis us aha tanaman hias yang tidak pernah surut diminati oleh konsumen dari masa ke masa.

c. Pengalaman Berusaha Tani

Pengalaman berusaha tani tanaman hias oleh responden dalam evaluasi penyuluhan terbagi dalam berbagai kategori, yaitu mulai dari kategori rendah hingga tinggi. Pada Tabel 5.5 disajikan data karakteristik responden evaluasi penyuluhan berdasarkan pangelaman berusaha tani.

Tabel 5.5 Karakteristik Responden Evaluasi Berdasarkan Pengalaman Berusaha Tani Karakteristik

Responden

Kategori Jumlah

n : 25

Presentase (%) Pengalaman

Berusaha Tani (tahun)

Rendah (5-9) Sedang (10-13) Tinggi (14-17)

9 10 6

36%

40%

24%

Sumber: Data primer diolah peneliti, 2022

Berdasarkan Tabel 5.5 dapat diketahui bahwa 40% berada pada kategori sedang dengan rentang waktu 10-13 tahun, kemudian 36% berada pada kategori rendah 5-9 tahun dan 24% pada kategori tinggi 14-17 tahun dalam berusaha tani.

Hal ini menjadi peran yang sangat penting bagi masing-masing pelaku usaha tanaman hias dalam berkontribusi memajukan usaha tani yang mereka geluti.

d. Pendapatan Utama

Pendapatan utama responden dalam evaluasi penyuluhan terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu mulai dari kategori rendah hingga tinggi. Pada Tabel 5.6 disajikan data karakteristik responden evaluasi penyuluhan berdasarkan pendapatan utama.

Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Utama Karakteristik

Responden

Kategori Jumlah

n : 25

Presentase (%) Pendapatan

utama

Rendah (1,0-2,2) Sedang (2,3-3,4) Tinggi (3,5-4,6)

14 7 4

56%

28%

16%

Sumber: Data primer diolah peneliti, 2022

Berdasarkan Tabel 5.6 dapat diketahui bahwa 56% berada pada kategori rendah yaitu pada rentang pendapatan Rp. 1.000.000 – Rp. 2.200.000/bulan. Oleh karena itu diharapkan dengan semakin berkembangnya usaha tanaman hias saat masa pandemi ini, dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.

2. Aspek Pengetahuan

Dalam evaluasi penyuluhan dilakukan dengan mengisi kuesioner sebanyak 2 kali, yaitu pre-test dan post-test. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani terhadap strategi pemasaran tanaman hias pada masa pandemi covid-19. Analisis data aspek pengetahuan dilakukan dengan analisis data kuantitatif menggunakan skala guttman. Berikut ini merupakan cara untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden.

Pernyataan menggunakan skala guttman, yaitu:

1. Jika responden menjawab “Ya” maka mendapat skor 1 2. Jika responden menjawab “Tidak” maka mendapat skor 0

Kemudian skor yang telah didapatkan dari responden dijumlahkan dengan rumus sebagai berikut:

1. Skor maksimum: Skor tertinggi x jumlah pernyataan 2. Skor minimum : Skor terendah x jumlah pernyataan

Berdasarkan rumus tersebut dapat dilihat hasil skor maksimum dan minimum yang didapatkan oleh responden. Hal tersebut untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pengetahuan setelah materi penyuluhan disampaikan. Jumlah kuesioner yang diberikan sejumlah 26 butir soal yang berkaitan dengan strategi pemasaran tanaman hias pada masa pandemi covid-19. Berdasarkan hasil jawaban responden, berikut ini merupakan perhitungan hasil pre-test:

Skor Maksimum : 1 x 26 (pernyataan) x 25 (responden) : 650 Skor Minimum : 0 x 26 (pernyataan) x 25 (responden) : 0

Jumlah Skor yang didapatkan : 300

Median : (Nilai Maks – Nilai Min) / 2 + Nilai Min : 325

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui total skor yang diperoleh yaitu 350, maka untuk mengetahui presentase skor dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

Presentase Skor = Total Skor / Total Maks x 100%

Presentase Skor (Pre-test) = 300 / 650 x 100%

Presentase Skor (Pre-test) = 46%

0% 20% 40% 60% 80% 100%

SR R C T ST

Keterangan:

SR : Sangat Rendah ( 0% - 20%)

R : Rendah (21% - 40%)

C : Cukup (41% - 60%)

T : Tinggi (61% - 80%)

ST : Sangat Tinggi (81% - 100%)

Berdasarkan hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa presentase skor pre-test menunjukkan hasil sebesar 46% dan berada pada kategori cukup.

Untuk mengetahui perubahannya, maka dilakukan analisis data hasil post-test setelah dilakukan penyuluhan. Berdasarkan jawaban responden yang telah didapatkan, berikut ini merupakan hasil analisisnya:

Skor maksimum : 1 x 26 (pernyataan) x 25 (responden) : 650 Skor minimum : 0 x 26 (pernyataan) x 25 (responden : 0

Skor yang didapatkan : 600

Median : (Nilai Maks – Nilai Min) / 2 + Nilai Min : 325

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui total skor yang diperoleh yaitu 540, maka untuk mengetahui seberapa besar presentase skor dapat dihitung sebagai berikut:

Presentase Skor = Total Skor / Total Maks x 100%

Presentase Skor (Post-test) = 600 / 650 x 100%

Presentase Skor (Post-test) = 92%

0% 20% 40% 60% 80% 100%

SR R C T ST

Keterangan :

SR : Sangat Rendah ( 0% - 20%)

R : Rendah (21% - 40%)

C : Cukup (41% - 60%)

T : Tinggi (61% - 80%)

ST : Sangat Tinggi (81% - 100%)

Berdasarkan hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa presentase skor post-test menunjukkan hasil sebesar 92% dan berada pada kategori sangat tinggi. Dengan diketahuinya presentase skor pre-test dan post-test, dapat diketahui seberapa besar peningkatan pengetahuan, berikut merupakan besar perubahannya:

Peningkatan pengetahuan = Nilai post-test – Nilai pre-test

= 92% - 46%

= 46%

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan pelaku usaha tanaman hias mengenai strategi pemasaran tanaman hias pada masa pandemi covid-19 yaitu sebesar 46% dan masuk dalam kategori cukup.

96 BAB VI PEMBAHASAN

6.1 Deskripsi Karakteristik Konsumen Tanaman Hias di Desa Sidomulyo Karakteristik konsumen tanaman hias di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.

1. Umur

Konsumen yang memutuskan membeli tanaman hias di Desa Sidomulyo didominasi oleh rentang umur 12-25 tahun, yaitu sebesar 56% total jumlah konsumen keseluruhan. Rentang umur tersebut tergolong kedalam kategori remaja. Kemudian rentang umur 26-45 tahun sebesar 35% dan tergolong kategori dewasa. Dari data yang telah didapatkan, dapat disimpulkan bahwa umur dapat menjadi penentu konsumen dalam memutuskan untuk membeli tanaman hias di Desa Sidomulyo. Umur dapat menjadi peluang yang besar untuk mengenalkan berbagai produk tanaman hias kepada khalayak umum, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui jenis-jenis tanaman hias yang sedang menjadi primadona saat masa pandemi covid-19 sekarang ini.

2. Jenis kelamin

Konsumen yang memutuskan membeli tanaman hias di Desa Sidomulyo didominasi oleh jenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 66 orang dengan nilai presentase sebesar 69%. Sedangkan untuk konsumen dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 30 orang dengan presentase 31%. Dari data yang telah didapatkan, dapat diketahui bahwa dengan banyaknya konsumen berjenis kelamin perempuan lebih banyak, dapat digunakan untuk membentuk strategi pemasaran tanaman hias sesuai dengan sasaran konsumen yang akan dituju.

3. Tingkat Pendidikan

Konsumen yang memutuskan membeli tanaman hias di Desa Sidomulyo mayoritas didominasi oleh tingkat pendidikan SLTA/Sederajat dengan nilai presentase sebesar 63%. Kemudian pada tingkat pendidikan perguruan tinggi sebesar 28%. Sedangkan pada tingkat pendidikan SLTP/Sederajat sebesar 7%

dan SD/Sederajat sebesar 2%. Pada data yang telah diperoleh diketahui bahwa dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maka konsumen dalam mengambil keputusan membeli tanaman hias akan semakin besar.

4. Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan konsumen yang paling dominan yaitu pedagang tanaman hias sebanyak 26 orang, dengan presentase sebesar 35%. Kemudian pelajar/mahasiswa sebanyak 24 orang dengan presentase sebesar 33%. Dari berbagai jenis pekerjaan yang sedang dijalani oleh konsumen, dapat diartikan bahwa jenis pekerjaan yang bervariasi tidak mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian tanaman hias.

6.2 Deskripsi Pengaruh Faktor Sosial Terhadap Keputusan Pembelian