• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

2. Pelaksanaan Pra Tindakan

Sebelum diadakan sebuah penelitian tindakan kelas, peneliti melakukan pra tindakan (pretest) terhadap minat membaca permulaan pada anak dalam suatu pembelajaran. Hasil skor dari rata-rata pra tindakan ini nantinya akan dibandingkan dengan skor pada siklus I dan siklus II yaitu nilai rata-rata yang diperoleh setelah diadakannya suatu tindakan kelas dengan menggunakan media buku cerita bergambar dalam suatu pembelajaran. Dengan adanya perbandingan antara nilai rata-rata pra tindakan dengan nilai rata-rata siklus I dan siklus II maka diharapkan dapat terlihat lebih jelas suatu peningkatan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Dalam penelitian ini, pra tindakan minat membaca permulaan pada anak dilakukan dengan mengamati aspek-aspek yaitu rasa senang, tertarik, berinisiatif dan perhatian.

Tabel 6. Hasil Pra Tindakan Minat Membaca Permulaan Minat Membaca Permulaan

No Aspek Penilaian Jumlah Anak Persentase

1. Rasa Senang 7 anak 35 %

2. Ketertarikan 5 anak 25 %

3. Berinisiatif 4 anak 20 %

4. Perhatian 6 anak 30 %

70

Dari data observasi minat membaca permulaan melalui buku cerita bergambar sebelum tindakan menunjukkan bahwa minat membaca anak masih rendah. Data tersebut dapat dijelaskan pada aspek rasa senang anak yang mempunyai rasa senang tinggi terdapat 7 anak mendapat skor 35%, 4 anak masih sedang rasa senangnya mendapat skor 45%, 9 anak masih rendah rasa senangnya mendapat skor 20%. Hal ini menunjukkan bahwa ada beberapa anak yang masih belum senang ketika melihat buku cerita bergambar dan belum mempunyai minat untuk membaca buku tersebut. Anak hanya senang ketika mendapat buku cerita tersebut namun untuk minat membaca anak belum muncul. Maka dari itu, untuk tindakan selanjutnya diharapkan minat membaca anak bisa muncul.

Pada aspek tertarik pada buku cerita bergambar tinggi terdapat 5 anak mendapat skor 25%, 7 anak rasa tertariknya masih sedang mendapat skor 40%, 8 anak rasa tertariknya masih rendah mendapat skor 35%. Rasa tertarik anak pada buku cerita bergambar masih belum maksimal jika dihitung perbandingannya tidak jauh dengan aspek rasa senang yang diamati. Rasa tertarik juga berbanding sama dengan rasa senang ketika anak mendapat buku cerita dari guru. Namun minat membaca pada anak belum terlihat hanya tertarik dengan buku cerita saja. Untuk itu, perlu dilakukan tindakan lebih lanjut agar minat membaca anak bisa terlihat.

Pada berinisiatif anak masih rendah untuk aspek ini. Hal ini dikarenakan anak belum bisa mengeluarkan inisiatif sendiri. Karena pada usia ini anak masih perlu dibantu oleh guru dalam semua kegiatan maka inisiatif pada minat membaca ini terdapat 4 anak yang mempunyai inisiatif tinggi dan mendapat skor 20%, 5

71

anak yang mempunyai inisiatif sedang mendapat skor 25%, 11 anak yang mempunyai inisiatif rendah mendapat 55%. Dalam aspek ini anak belum bisa menunjukkan rasa inisiatif sendiri terhadap minat membaca. Maka dari itu perlu diberi tindakan lebih lanjut untuk aspek ini agar minat membaca pada anak bisa muncul.

Pada aspek perhatian anak juga masih rendah. Hal ini dapat dipaparkan jumlah anak dan skor yang terdapat pada aspek ini. Anak yang mempunyai perhatian tinggi hanya 6 anak dan mendapat skor 30%, 7 anak mempunyai perhatian sedang dan mendapat skor 40%, kemudian 8 anak mempunyai perhatian rendah dan mendapat skor 35%. Hal ini dikarenakan perhatian cenderung masih rendah dengan buku cerita bergambar sehingga minat membaca anak belum terlihat atau muncul.

Apabila dijelaskan satu persatu setiap aspek penilaian memiliki garis besar yang merupakan letak kesulitan anak dalam menguasai aspek tersebut. Dari hasil pra tindakan di atas anak terlihat belum memiliki rasa senang dengan media yang telah tersedia. Hal ini dikarenakan media yang terdapat di dalam kelas kurang menarik sehingga anak kurang senang dengan media tersebut. Disamping itu ketika proses pembelajaran belum terbiasa menggunakan media buku cerita bergambar hanya menggunakan media seaadanya. Maka dari itu anak belum memperlihatkan rasa senang dan antusiasnya terhadap media tersebut.

Selanjutnya, melihat hasil pra tindakan untuk aspek ketertarikan. Anak belum memperlihatkan rasa ketertarikannya dengan media yang digunakan. Ketika pembelajaran anak kurang memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru

72

dan anak tidak merasa tertarik dengan media yang dibawa oleh guru. Hal ini dikarenakan pada saat proses pembelajaran anak belum terbiasa menggunakan media buku cerita bergambar jadi anak masih terlihat asing melihat media tersebut. Disamping itu, pada saat proses pembelajaran sebelumnya guru belum pernah menggunakan media buku cerita bergambar menggunakan media seaadanya saja. Jadi ketika diperlihatkan media tersebut anak belum bisa menunjukkan rasa ketertarikannya melalui media tersebut.

Dari hasil pra tindakan di atas, inisiatif dari sebagian anak belum muncul. Anak belum memiliki inisiatif untuk membaca. Aspek inisiatif belum muncul terlihat pada saat istirahat anak lebih senang bermain diluar daripada melihat buku atau membaca buku diperpustakaan kelas. Hal ini dikarenakan buku yang tersedia diperpustakaan kelas terlihat kurang menarik sehingga anak merasa tidak tertarik dan memilih bermain yang lain atau bermain diluar bersama teman-temannya.

Aspek perhatian, sebagian besar anak belum memiliki perhatian terhadap media yang digunakan oleh guru. Anak diminta untuk memperhatikan dan mendengarkan ketika guru membaca buku cerita bergambar didepan kelas namun anak belum memperlihatkan perhatiannya. Ketika salah satu anak diminta untuk membaca didepan anak masih terlihat bingung dan hanya diam saja. Hal ini dikarenakan pada saat pembelajaran membaca anak tidak menggunakan media buku cerita bergambar hanya menggunakan buku cerita yang tidak terdapat gambar yang berwarna warni. Jadi anak merasa tidak terarik karena media yang digunakan tidak bervariasi.

73

Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari hasil pra tindakan tersebut menjelaskan bahwa minat membaca permulaan pada anak dalam aspek rasa senang, tertarik, berinisiatif dan perhatian masih rendah. Oleh karena itu, keadaan tersebut menjadi suatu landasan peneliti untuk melakukan sebuah tindakan untuk meningkatkan minat membaca permulaan anak melalui media buku cerita bergambar. Dengan menggunakan media buku cerita bergambar diharapkan dapat meningkatkan minat membaca anak kelompok B TK Pamardisiwi Madureso Temanggung.