BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Pelaksanaan Penelitian
4. Pelaksanaan Pembelajaran dengan metode Think Pair Square a.Pembelajaran I
Pembelajaran matematika dengan memanfaatkan metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square ini dilaksanakan pada tanggal 11 September 2013 di kelas X. Pembelajaran ini dilaksanakan pada pukul 07.00-08.30 atau 2 jam pelajaran dan banyak siswa yang mengikuti pembelajaran ada oleh 30 siswa. Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun.
60
Pada awal pembelajaran, peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan sebagai umpan balik terhadap apa yang telah mereka pelajari sebelumnya bersama dengan guru untuk materi sistem persamaan linier dua variabel. Kemudian peneliti mulai menjelaskan aturan main pada pembelajaran menggunakan metode Think Pair Square seerta membagi kelompok Pair (dua siswa dipasangkan) dan kelompok Square (dua pasang siswa digabung menjadi satu).
Kemudian peneliti memberikan soal latihan yang harus dikerjakan siswa secara mandiri, kelompok pasangan dan dan berempat. Akan tetapi ada satu kelompok yang terdiri dari 6 siswa karena banyak siswa berjumlah 30. Peneliti memberi 15 menit pada siswa untuk mengerjakan LKS secara individu, dilanjukan 15 menit kedua untuk berdiskusi dengan pasangan yang telah ditentukan, dan 15 menit ketiga untuk berdiskusi dengan pasangan lain.
Selanjutnya peneliti kembali mengajak siswa untuk terlibat dalam diskusi kelas untuk memahami materi mengenai menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linier dua variabel. Peneliti mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Setelah itu peneliti kembali memberikan beberapa contoh soal kepada siswa dan meminta siswa untuk mengerjakan contoh soal tersebut sebelum membahasnya. Kemudian
peneliti kembali memberikan kesempatan bertanya kepada siswa apabila ada materi yang belum mereka pahami.
Gambar 4.1 Suasana kelas ketika peneliti memberi penjelasan kepada siswa
Setelah proses pembelajaran pada pertemuan pertama selesai, peneliti dan observer berdiskusi dan berefleksi mengenai kegiatan belajar mengajar yang sudah dilaksanakan. Pada pembelajaran yang pertama, sedikit siswa yang antusias dalam mengerjakan LKS dan masih malu atau belum terbiasa dengan presentasi atau menjelaskan hasil diskusinya di depan kelas.
b. Pembelajaran II
Pembelajaran matematika dengan memanfaatkan metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square yang kedua ini dilaksanakan pada tanggal 12 September 2013 di kelas X. Pembelajaran ini dilaksanakan
62
pada pukul 09.15-10.00 atau 1 jam pelajaran dan banyak siswa yang mengikuti pembelajaran ada oleh 30 siswa. Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun.
Pada awal pembelajaran, peneliti langsung memposisikan siswa dalam kelompoknya untuk menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel. Kemudian peneliti meminta siswa langsung mengerjakan LKS. Metode yang digunakan masih sama dengan metode sebelumnya, akan tetapi perbedaannya waktu mengerjakan dan soal yang diberikan pun dikurangi porsinya karena pembelajaran hanya berjalan 1 jam pelajaran. peneliti memberi 10 menit pada siswa untuk mengerjakan LKS secara individu, dilanjukan 10 menit kedua untuk berdiskusi dengan pasangan yang telah ditentukan, dan 10 menit ketiga untuk berdiskusi dengan pasangan lain. Pada pembelajaran kedua ini siswa tampak lebik aktif dan lebih antusias dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan mereka bertanya dan keseriusan mereka menyerjakan soal latihan.
Selanjutnya peneliti kembali mengajak siswa untuk terlibat dalam diskusi kelas untuk memahami materi mengenai menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linier dua variabel. Peneliti mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Setelah itu peneliti kembali memberikan beberapa contoh soal kepada siswa dan meminta siswa untuk
mengerjakan contoh soal tersebut sebelum membahasnya. Kemudian peneliti kembali memberikan kesempatan bertanya kepada siswa apabila ada materi yang belum mereka pahami.
Gambar 4.2 Suasana siswa yang sedang memperhatikan teman lain yang sedang presentasi Setelah proses pembelajaran pada pertemuan kedua selesai, peneliti dan observer kembali berdiskusi dan berefleksi mengenai kegiatan belajar mengajar yang sudah dilaksanakan. Pada pembelajaran yang kedua, siswa sangat antusias dalam mengerjakan LKS. Siswa saling bekerja sama untuk menyelesaikan soal-soal pada LKS. Kemudiaan pada saat presentasi, banyak siswa yang sudah mulai aktif untuk mengajukan diri mempresentasikan hasil diskusi mereka didepan kelas.
c. Pembelajaran III
Pembelajaran matematika dengan memanfaatkan metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square ini dilaksanakan pada tanggal 17
64
September 2013 di kelas X. Pembelajaran ini dilaksanakan pada pukul 07.00-08.30 atau 2 jam pelajaran dan banyak siswa yang mengikuti pembelajaran ada oleh 30 siswa. Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun.
Pada awal pembelajaran, peneliti memberikan pertanyaan mengenai kesulitan apa yang dihadapi siswa selama 2 kali pembelajaran menggunakan metode Think Pair Square. Kemudian peneliti memberikan sedikit penjelasan tentang beberapa kesulitan yang dialami siswa dengan memberikan beberapa contoh soal. Kemudian peneliti kembali menjelaskan aturan main pada pembelajaran menggunakan metode Think Pair Square seerta membagi kelompok Pair (dua siswa dipasangkan) dan kelompok Square (dua pasang siswa digabung menjadi satu).
Kemudian peneliti meminta siswa berkumpul ke kelompoknya masing-masing untuk mempermudah sirkulasi atau perpindahan siswa ke kelompoknya masing-masing kemudian peneliti langsung memberikan LKS yang harus dikerjakan siswa secara individu, berpasangan dan berkelompok. Pada pertemuan kedua ini kelompok yang telah ditentukan masih sama dengan kelompok pada saat pertemuan pertama. Peneliti memberi 15 menit pada siswa untuk mengerjakan LKS secara individu, dilanjukan 15 menit kedua untuk berdiskusi dengan pasangan yang telah ditentukan, dan 15 menit ketiga untuk berdiskusi dengan pasangan lain.
Selanjutnya peneliti kembali mengajak siswa untuk terlibat dalam diskusi kelas untuk memahami materi mengenai menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linier dua variabel. Peneliti mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Pada pertemuan yang ketiga ini, siswa lebih antusias untuk maju mengerjakan soal di depan kelas, akan tetapi beberapa siswa masih belum berani untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Setelah siswa mempresentasikan jawaban dan memberikan pembenaran atas jawaban mereka, peneliti kembali memberikan beberapa contoh soal yang sederhana kepada siswa dan meminta siswa untuk mengerjakan contoh soal tersebut sebelum membahasnya mengingat masih ada sisa waktu. Kemudian peneliti kembali memberikan kesempatan bertanya kepada siswa apabila ada materi yang belum mereka pahami.
66
Setelah proses pembelajaran pada pertemuan ketiga selesai, peneliti dan observer kembali berdiskusi dan berefleksi mengenai kegiatan belajar mengajar yang sudah dilaksanakan. Pada pembelajaran yang ketiga, siswa sangat antusias seperti pada pertemuan kedua dalam mengerjakan LKS yang ketiga. Siswa saling bekerja sama untuk mengerjakan LKS dan menganalisis LKS tersebut dan sudah terbiasa untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka didepan kelas.