• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

E. PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN 2014

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp. 5.959.069.100,- dan realisasi keuangan mencapai Rp 5.610.100.115,- dengan realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan 94,14% yang diarahkan untuk Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor dengan hasil capaian meningkatnya kelengkapan sarana dan prasarana kantor dinas dan UPTD selama 1 tahun, tercapainya pelayanan jasa operasional kantor sebanyak 8 jenis pelayanan yaitu 1) pelayanan pengadaan barang dan jasa, 2) pelayanan pengelolaan barang daerah, 3) pelayanan penyediaan barang habis pakai, 4) pelayanan jasa kantor, 5) pelayanan jasa perawatan kendaraan bermotor, 6) pelayanan administrasi persuratan, 7) pelayanan pemeliharaan gedung kantor, 8) pelayanan makan minum rapat. Selain itu juga diarahkan pada Penyediaan jasa administrasi keuangan dinas dengan hasil capaian terlaksananya pengelolaan administrasi keuangan dinas sebesar 20%; dan terkelolanya PAD (Retribusi jasa umum, Retribusi Jasa Usaha, Retribusi penjualan produksi usaha daerah, Retribusi penyelenggaraan perizinan dalam lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Selatan) dengan jumlah PAD yang telah disetor sebesar Rp.2.988.000.000,- (Terealisasi 88.11% dari targetkan PAD).

2. Program Peningkatan Disiplin Aparatur untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 490.000.000,- dan realisasi keuangan mencapai Rp. 480.752.300 dengan realisasi fisik 100% dan

PP No. 46 Th 2011 yang diikuti 60 Orang , analisis beban kerja yang diikuti 67 Orang dan pelayanan administrasi kepegawaian sebanyak 211 Orang selama setahun.

3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja

dan Keuangan untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan

anggaran sebesar Rp. 894.500.000,- dan realisasi keuangan mencapai Rp 893.533.200 dengan realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan

99,89 % yang diarahkan untuk Koordinasi perencanaan dan pelaporan

capaian kinerja SKPD dengan hasil capaian tersusunnya dokumen perencanaan sebanyak 5 dokumen; Terlaksananya pertemuan Forum SKPD Dinas Kelautan dan Perikanan yang dihadiri oleh 80 orang peserta; terlaksananya pertemuan valiasi data teknis DAK yang terdiri dari 130 orang: terlaksananya monav terpadu yang diikuti 70 orang dan Penyusunan laporan tahunan dan data statistik kelautan dan perikanan dengan capaian tersusunnya laporan tahunan dan laporan statistik kelautan dan perikanan Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 50 laporan.

4. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 2.712.725.000 dan realisasi keuangan mencapai Rp 2.505.805.380 dengan realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan 92.37 % yang diarahkan untuk Pengembangan kawasan konservasi, pesisir dan pulau – pulau kecil dengan hasil yang dicapai adalah meningkatnya jumlah kabupaten/ kota yang terbina dan terevaluasi kawasan konservai laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di 6 Kab/Kota, Terlaksananya sosialisasi renstra pengelolaan laut dan P3K Sulawesi Selatan sebanyak 50 Orang; Terlaksananya Bimtek pencegahan dan penanggulangan degradasi lingkungan laut dan P3K sebanyak 30 orang, Terlaksananya Jumlah Kab/Kota yang terinisasi dan terfiasilitasi dalam pembentukan KKPD di 2 Kabupaten/Kota, Penambahan Jumlah luasan Kawasan konservasi laut dan P3K sebanyak 20 % di dua Pulau Tersedianya data potensi kelautan, pesisir

dan pulau-pulau kecil di 6 Kab/Kota dan partisipasi dalam penanggulangan degradasi lingkungan laut dan P3K seabanyak 120 orang, dan pembuatan terumbu karang di kabupaten Jeneponto, Selain itu program ini juga diarahkan untuk Pengembangan unit usaha ekonomi masyarakat pesisir dan peningkatan kehidupan nelayan dengan capaian telaksananya pertemuan pengembangan unit usaha dan ekonomi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil; Pertemuan teknik pengembangan teknologi usaha garam serta pengadaan sarana penangkapan ikan untuk masyarakat pesisir di kabupaten Pinrang dan Kabupaten Selayar

5. Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan Dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan untuk mewujudkan pelaksanaan

program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 980.400.00.- dan realisasi keuangan mencapai Rp 963.973.300 dengan realisasi fisik 98.41% dan realisasi keuangan 98.32 % yang diarahkan untuk Pengembangan dan peningkatan SDM pengawas, PPNS dan masyarakat pengawas dengan hasil yang dicapaian adalah meningkatnya pembinaan dan peningkatan kapasitas pokwasmas sebanyak 100 orang; meningkatnya kapasitas pengawas perikanan/ PPNS yang diikuti oleh 30 orang; meningkatnya data desa berbasis pengawasan dan meningkatnya kapasitas pokwasmas sebanyak 50 orang; dan jumlah Pokmaswas yang memiliki kinerja 6 Kelompok, meningkatnya operasional pengawasan dan sarana prasarana pengawasan serta meningkatnya data pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan sebanyak 18 data dan data peta rawan lingkungan 18 data; meningkatnya pelayanan pengawasan di bandara dan pelabuhan laut selama 1 tahun; meningkatnya pengelolaan informasi statistik dengan melakukan Bimtek Statistik pengawasan di kabupaten/kota sebanyak 50 orang, tersedianya buku data pengawasan sumberdaya kelautan 10 eksamplar; terlaksananya patrol pengawasan dan pengendalian illegal fishing dan kegiatan yang merusak

Sumberdaya kelautan dan perikanan; dan terlaksananya sosialisasi Peraturan perundang-undangan dibidang Kelautan dan Perikanan di 5 Kab/Kota.

6. Program Pengembangan Budidaya Perikanan untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 33.227.261.600 dan realisasi keuangan mencapai Rp 31.614.036.000 dengan realisasi fisik 95,14% dan realisasi keuangan 99.66 % yang diarahkan untuk Pengembangan teknologi sistem perbenihan air tawar (UPTD PPBAT) dengan hasil capaian meningkatnya keterampilan dan pengetahuan bagi pengelola BBI lokal dan UPR dalam pembenihan air tawar sebanyak 30 orang; Pembudidayaan Induk ikan unggul air tawar sebanyak 2 juta ekor; terlatihnya petani ikan yang mengikuti pelatihan perbenihan dan budidaya

ikan air tawar 5 angkatan sebanyak 150 orang; kemudian untuk

Pengembangan teknologi sistem perbenihan air payau dan laut (UPTD PPBAP) dengan hasil capaian adalah meningkatnya jumlah induk udang yang menghasilkan benur yang berkualitas serta pengadaan nener, pakan dan sarana rumput laut yang diserahkan kemasyarakat di 7 Kabupaten (Kab. Luwu, Luwuk Timur, Palopo, Maros, Gowa, Jeneponto dan Bulukumba) dan terlaksananya temu koordinasi pembenihan udang dan penggelondongan/petani yang diikuti sebanyak 40 orang; Pengembangan Laboratorium Kesehatan Ikan Pangkep (UPTD PPSKI) dengan hasil capaian meningkatnya keterampilan pembudidaya terhadap pengendalian penyakit ikan/ udang serta teridentifikasinya hama penyakit dan residu yang diikuti oleh 120 orang, kondisi kualitas lingkungan budidaya di 20 lokasi peraian dan jenis peredaran OIKB di 24 Kab/kota; Pengembangan kualitas dan kuantitas komoditas unggulan perikanan (udang dan bandeng) dengan hasil capaian adalah Terealisasinya sarana produksi budidaya udang dan bandeng di 19 kabupaten/ kota (Selayar, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pinrang, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Luwu, Wajo, Bone, Gowa, Pare-Pare) sebanyak 15.500 paket,

Terlaksananya temu teknis budidaya udang dan bandeng yang diikuti sebanyak 50 orang; kemudian Pengembangan kawasan budidaya air tawar dengan hasil capaian adalah terealisasinya benih dan paket sarana produksi pengembangan budidaya air tawar sebanyak 2.000 paket di 21 Kabupaten/Kota (Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Luwu Timur, Enrekang, Luwu, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Maros, Pangkep, Bone, Kota Makassar, Takalar, Palopo, Bantaeng, Bulukumba, Barru, Sinjai, Wajo, dan Gowa) terlaksananya temu teknis dan koordinasi budidaya ikan air tawar yang diikuti oleh 120 orang dan temu lapang pengembangan budidaya air tawar yang diikuti oleh 150 orang; kemudian Pengembangan sarana dan prasarana budidaya dengan capaian terlaksannya temu koordinasi OIKB bagi petugas sarana dan prasarana budidaya perikanan dan workshop prasarana yang diikuti sebanyak 24 orang, terlaksananya Bimtek CBIB di Kab Pinrang sebanyak 2 angkatan, Terealisasinya sarana produksi rumput laut yang diserahkan kemasyarakat sebanyak 175 paket di kabupaten Selayar, Pangkep, Bulukumba, Sinjai, Jeneponto dan takalar, Terealisasinya keramba tancap budidaya lobater di Bantaeng dan Selayar; keramba jaring apung sebanyak 1 paket di kabupaten Selayar yang diserahkan kemasyarakat, tersalurkannya saprodi pertokolan dan HSRT di kecamatan suppa dan lembang Kabupaten Pinrang dan tersalurkannya calon induk ikan mas sebanyak 650 ekor; kemudian Pengembangan kelompok pembudidaya ikan dengan hasil capaian adalah pelatihan teknis budidaya keramba yang diikuti sebanyak 20 Kelompok, Terealisasinya pengadaan benur, nener dan pakan di kabupaten/ kota (kabupaten Jeneponto, Pinrang, Pangkep, Kota Makassar) yang diserahkan ke masyarakat; kemudian Pengembangan pelayanan usaha komoditas unggulan rumput laut dengan hasil capaian adalah penguatan

sarana produksi rumput laut Eucheuma Cottoni di 16 kabupaten/ kota

(Selayar, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Maros, Pangkep, Barru, Pinrang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Luwu Timur ,

Palopo, Luwu, Wajo, dan Bone) sebanyak 2.500 paket, Terlaksananya temu teknis, temu usaha dan temu lapang budidaya rumput yang diikuti sebanyak 1.260 orang; Penyusunan data statistik perikanan budidaya dengan capaian tersedianya data dan informasi statistik budidaya berupa buku saku budidaya sebanyak 80 eksamplar dan buku perkembangan produksi 2008 – 2013 sebanyak 60 eksamplar.

7. Program Pengembangan Perikanan Tangkap, pesisir dan pulau-pulau kecil

untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 10.649.865.800 dan realisasi keuangan mencapai Rp 9.367.572.600

dengan realisasi fisik 99.30 % dan realisasi keuangan 87.96 % yang diarahkan untuk Pembinaan dan pengembangan mekanisasi perikanan tangkap UPTD PPMTP) dengan capaian meningkatnya keterampilan nelayan calon penerima paket kapal perikanan sebanyak 160 orang; penambahan kapal perikanan 30 GT sebanyak 2 unit dan alat tangkap purse seine (DAK); meningkatnya alat penangkapan ikan bagang tancap sebanyak 7 paket di (kabupaten Luwu Timur, Makassar, Maros, Takalar, dan Pangkep); meningkatnya alat tangkap ikan yang memenuhi standar sebanyak Rumpon Laut sebanyak 4 Paket (Bulukumba, Pinrang, dan Makassar); meningkatnya sarana dan prasarana perikanan tangkap dan pengembangan pelabuhan dengan terlaksananya pembangunan pelabuhan Untia dan Pengadaan katinting, pembuatan dan rehab dermaga di kabupaten Barru, jumlah sampan fiber dan mesin yang diserahkan ke Masyarakat sebanyak 10 paket; meningkatnya informasi dan data statistik perikanan tangkap dengan tersedianya data dan informasi statistik perikanan tangkap sebanyak 1 eksamplar dan Buku statistic perikanan tangkap sebanyak 30 eksamplar 8. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produk Perikanan

untuk mewujudkan pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar

Rp 4.803.025.000 dan realisasi keuangan mencapai Rp 3.767.695.100

untuk Pembinaan mutu dan pemasaran hasil perikanan dengan capaian terlaksananya meningkatnya mutu dan daya saing produk hasil perikanan melalui upaya pelatihan pembinaan berupa sosialisasi system jaminan mutu di pasar ikan tradisional dan temu teknis pembinaan mutu yang diikuti oleh 30 orang; Terlaksananya sosialisasi kelayakan dasar yang diikuti oleh unit pengolahan sebanyak 30 Orang; pelatihan pembinaan mutu di TPI/PPI, pasar ikan tradisional, unit pengolah, supplier dan UKM yang diikuti oleh 30 orang; terlaksananya sosialisasi penerapan system rantai dingin yang diikuti oleh pengolah sebanyak 30 Unit; Pengembangan laboratorium pembinaan dan pengujian mutu hasil perikanan (UPTD PPMHP) dengan capaian terlaksananya pelayanan sarana dan prasarana laboratorium mutu hasil perikanan selama 1 tahun dengan hasil capaian adalah optimalisasi pelayanan sertifikasi dan pengujian sesuai standar internasional melalui upaya sertifikasi dan pengujian sesuai dengan standar nasional UPI (Unit Pengolahan Ikan) sebanyak 6.800 unit; terlaksananya sosialisasi penanganan SNI; pelatihan pengujian logam berat (bahan kimia) berbahaya; pelatihan system jaminan mutu hasil perikanan; pelatihan pengujian bakteri pathogen; pelatihan dasar HACCP dan Pengujian Formalin yang diikuti sebanyak 50 orang; penerapan sistem aplikasi Health Certificate online PPMHP sebanyak 1 paket; kemudian dilakukan Pembinaan produksi bernilai tambah dengan hasil capaian adalah berkembangya diversifikasi produk olahan hasil perikanan melalui upaya pelatihan pengolahan ikan yang diikuti 30 orang; bimtek pengemasan dan pelabelan produk perikanan yang diikuti oleh 30 orang, Terealisasinya pengadaan alat pengolahan sebanyak 20 Paket yang diserahakan ke masyarakat di Kabupaten Bone, Bimtek produk nilai tambah hasil perikanan yang diikuti oleh 80 orang; kemudian dilakukan penyusunan data statistik pengolahan hasil-hasil perikanan dengan hasil capaian adalah maningkatnya data dan informasi statistik pengolahan hasil – hasil perikanan sebanyak 50 eksamplar; workshop perhitungan angka

konsumsi ikan yang diikuti oleh 30 orang; serta tersusunnya kajian komsumsi ikan di Sulsel sebanyak 1 eksamplar kemudian Pengembangan dan promosi produk hasil perikanan dengan hasil capaian adalah meningkatnya pemahaman terhadap wawasan nusantara dan maritime serta perkembangan informasi produksi hasil kelautan dan perikanan melalui upaya pameran dan promosi produk perikanan sebanyak 7 jenis, dan penyelenggara perayaan Hari Nusantara tingkat daerah; Kemudian Kegiata Pengembangan dan Pembinaan kelembagaan nelayan petani ikan adalah bertujuan untuk meningkatkan system kelebagaan perikanan dengan telaksananya pertemuan pembinaan kelembagaan penyuluh perikanan yang diikuti 40 orang; koordinasi penyuluh perikanan yang diikuti 40 orang penyuluh yang ada di Prov Sul-Sel dan pertemuan peningkatan kapasitas kelembagaan yang diikuti oleh 40 orang; kemudian Pembinaan dan pengembangan sistem usaha perikanan dan Koperasi dengan hasil capaian adalah bertambahnya kegiatan usaha perikanan dan kelautan yang memiliki legalitas usaha serta terjaminnya kepastian hukum dalam berusaha di sektor kelautan dan perikanan melalui upaya pertemuan perizinan perikanan, Workshop UMKM dan fasilitasi data investasi yang dihadiri sebanyak 90 orang peserta.

Dokumen terkait