• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Hidup Menjahit di

pendidikan kecakapan hidup menjahit di SKB Sleman. - Pelaksanaan program - Proses pembelajaran Pengelola Program PKH Menjahit, Warga Belajar Observasi, Wawancara, Dokumentasi

2 Hasil Pendidikan Kecakapan Hidup Menjahit Mencakup - Peningkatan pengetahuan - Hasil produk - Kecakapan personal - Kecakapan sosial - Kecakapan akademik - Kecakapan vokasional Pengelola Program PKH Menjahit, Warga Belajar Observasi, Wawancara, Dokumentasi 3 Dampak Pendidikan

Kecakapan Hidup Menjahit Mencakup - Dampak ekonomi - Dampak sosial Pengelola Program PKH Menjahit, Warga Belajar Observasi, Wawancara, Dokumentasi

4 Faktor Pendidikan Kecakapan Hidup Menjahit Meliputi - Faktor pendukung - Faktor penghambat Pengelola Program PKH Menjahit, Warga Belajar Observasi, Wawancara, Dokumentasi

E. Instrumen Penelitian

Peneliti kualitatif sebagai human instrumen, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya (Sugiyono, 2009: 306). Dalam penelitian kualitatif instrumen utamanya adalah peneliti sendiri, namun selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen peneliti sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara. Peneliti akan terjun ke lapangan sendiri, baik pada grand tour question, tahap focused and selection, melakukan pengumpulan data, analisis dan membuat kesimpulan (Sugiyono, 2009: 307).

Berdasarkan pendapat di atas maka instrumen dalam penelitian ini merupakan pedoman sederhana berupa pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dimana pedoman-pedoman tersebut akan digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data terkait dengan permasalahan yang akan diteliti.

F. Teknik Analisis Data

Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini dilaporkan apa adanya kemudian diinterpretasikan secara kualitatif untuk diambil kesimpulan. Dalam penelitian kualitatif,

data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya penuh (Sugiyono, 2009: 333). Adapun tahap teknis analisis data yang digunakan meliputi :

1. Reduksi data

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu (Sugiyono, 2009: 338). Selain itu disajikan secara sistematik agar mudah dibaca maupun dipahami sehingga mampu memberikan gambaran yang jelas.

Reduksi data didalam penelitian ini dimaksudkan dengan merangkum data, memilih hal-hal pokok, disusun secara sistematik sehingga memberikan gambaran secara jelas terkait dengan hasil pengamatan. Kemudian peneliti membuat ringkasan terhadap data yang telah diperoleh dan dikumpulkan agar peneliti mudah dalam mengendalikan data sesuai dengan kebutuhan penelitian.

2. Display data

Setelah data direduksi maka tahap selanjutnya yaitu mendisplaykan data. Data yang diperoleh dilapangan berupa uraian deskriptif kemudian disajikan secara sederhana untuk memudahkan peneliti memahami hasil penelitian yang telah diperoleh. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk

uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya (Sugiyono, 2009: 341).

Penyajian data dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk memudahkan peneliti memahami hasil penelitian yang telah didapatkan. Sehingga peneliti dapat mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

3. Penarikan kesimpulan

Tahap ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Habermas adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya (Sugiyono, 2009: 345).

Pada tahap ketiga ini merupakan tahapan dimana peneliti harus memaknai data yang terkumpul kemudian dibuat dalam bentuk pernyataan singkat dan mudah dipahami dengan mengacu pada masalah yang diteliti. Data tersebut dibandingkan dan dihubungkan dengan yang lainnya, sehingga mudah ditarik kesimpulan sebagai jawaban dari setiap permasalahan yang ada.

Dari hasil studi tersebut dilakukan pembahasan dari analisis serta evaluasi sesuai dengan kriteria yang ada. Kemudian dilakukan penarikan kesimpulan dan kemudian dianalisis. Berangkat dari

analisis ini kemudian diajukan beberapa rekomendasi yang dipandang penting dan bermanfaat.

G. Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif terdapat uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas, uji validitas eksternal, uji reliabilitas, dan uji obyektivitas. Namun yang utama dilakukan adalah uji kredibilitas. Uji kredibilitas diantaranya ada perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, trianggulasi, diskusi dengan teman, analisis kasus negatif, member check.

Dalam penelitian ini keabsahan data yang digunakan triagulasi dimana pengecekan data melalui ini diperoleh dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu (Sugiyono, 2009: 372). Sehingga terdapat trianggulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.

Disini peneliti menggunakan tiga teknik dalam pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diterapkan pada sumber yang berbeda-beda untuk memperoleh informasi. Sehingga keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber karena menggunakan teknik yang sama pada sumber yang berbeda-beda. Triangulasi sumber yaitu untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Berdirinya SKB Sleman

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman adalah gabungan dari dua buah Sanggar Kegiatan Belajar yaitu Sanggar Kegiatan Belajar Berbah dan Sanggar Kegiatan Belajar Sleman. Kedua SKB tersebut lahir bersamaan dengan lahirnya Sanggar Kegiatan Belajar yang lain di seluruh Indonesia yang berjumlah 115 buah. Pada awalnya SKB Sleman adalah Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat (PLPM), sedangkan Sanggar Kegiatan Belajar Berbah berawal dari Panti Kegiatan Belajar (PKB) Kalitirto. Prestasi yang diperoleh ditingkat Kabupaten Sleman maupun tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, maka Panti Kegiatan Belajar (PKB) Kalitirto difungsikan sebagai Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat (PLPM) Kalitirto yang akhirnya berdasarkan Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0206/0/1978 dan Nomor : 043/0/1979 menjadi Sanggar Kegiatan Belajar Berbah Kabupaten Sleman.

Semula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sleman berkantor di Beran Tridadi Sleman, dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Moyudan, Minggir, Godean, Gamping, Sayegan, Mlati, Sleman, Tempel, dan Turi. Sanggar Kegiatan Belajar Berbah berkantor di Kalitirto Berbah, dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Depok,

Ngaglik, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Berbah, dan Prambanan.

Sejalan dengan perubahan dan perkembangan zaman dan lahirnya era otonomi daerah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, berpengaruh terhadap keberadaan lembaga yang ada khususnya dalam bidang pendidikan. Sanggar Kegiatan Belajar yang sebelum era otonomi daerah adalah sebagai Unit Pelaksana Tenik (UPT) Pusat ikut berubah menjadi bagian dari Pemerintah Daerah dan menjadi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada tingkat Kabupaten/Kota.

Berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor: 02 / Kep . KDH / A / 2002, tanggal 28 Januari 2002 tentang pembentukan Sanggar Kegiatan Belajar sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sleman. Di Kabupaten Sleman hanya ada satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yaitu Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Sleman yang berlokasi di Jalan Kalitirto Berbah Sleman. Kemudian dalam Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor : 30 / Kep . KDH / 2003 tanggal 1 Oktober 2003 diatur mengenai Tugas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor : 61 / Kep . KDH / A / 2003 tanggal 23 Oktober 2003 tentang Pembentukan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman sebagai salah satu

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

2. Kedudukan, Visi, Misi, Tugas Pokok dan Fungsi dari SKB Sleman a. Kedudukan

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor: 61/Kep.KDH/A/2003 tentang pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Tugas pokok SKB Kabupaten Sleman adalah melaksanakan sebagian tugas teknis Dinas Pendidikan di bidang fasilitasi Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga.

Pengembangan Program Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga di Kabupaten Sleman sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan program-program tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal kemandirian, berwirausaha, etos kerja maupun dalam memberikan bekal pelajaran dan keterampilan kepada masyarakat untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengungkapkan bahwa pendidikan non formal mempunyai kedudukan yang sama

dan seejajar dengan pendidikan formal. Dukungan pada semua pihak baik Lembaga Pemerintah, LSM maupun masyarakat sangat diharapkan demi kemajuan pengembangan program-program Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga. Penyebaran informasi yang akurat mengenai status kelembagaan maupun hasil program yang dilaksanakan SKB Kabupaten Sleman menjadi bukti nyata bahwa eksistensi SKB sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dukungan secara nyata akan dapat merealisasikan dan mengoptimalkan tujuan program dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan non formal sehingga dapat setara dengan pendidikan formal.

b. Visi

SKB Sleman mempunyai visi yaitu “Terwujudnya warga masyarakat berpendidikan yang berkualitas dan mandiri di Kabupaten Sleman”. Dengan adanya visi tersebut, akan menjadi sebuah motivasi atau semangat bagi semua tutor Dallam memberikan pembelajaran kepada warga belajar. Bukan hanya semangat untuk tutor, malaikan juga menjadi semangat bagi warga belajar untuk melakukan aktivitas belajar. Dengan meningkatkan pendidikan warga belajar, mereka mampu menjadikan diri mereka berkualitas dan mampu mandiri.

c. Misi

SKB Sleman juga memiliki misi antara lain :

1) Memperluas pelayanan kesempatan memperoleh pendidikan bagi warga masyarakat yang tidak ikut belajar di pendidikan formal.

2) Meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan/Pamong Belajar

3) Menerapkan sistem kerja yang berwawasan keunggulan

4) Meningkatkan kualitas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga agar berjiwa wiraswasta berwawasan kebangsaan dan berprestasi

5) Meningkatkan pemberian motivasi dan bimbingan kepada warga masyarakat agar mampu menjadi tutor, fasilitator, pembina, pelatih/instruktur dalam kegiatan Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga

6) Meningkatkan pelayanan informasi Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga

7) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga.

d. Tugas Pokok Sanggar Kegiatan Belajar

Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Sleman mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas teknis Dinas Pendidikan di bidang fasilitasi pendidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga.

e. Fungsi Sanggar Kegiatan Belajar

Sanggar Kegiatan Belajar Sleman mempunyai fungsi : 1) Penyelenggaraan pelatihan fasilitator pendidikan luar sekolah,

pemuda, dan olahraga

2) Pembuatan percontohan program pendidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga

3) Penyelenggaraan Ketatausahaan 3. Struktur Organisasi SKB Sleman

a) Organigram

Gambar 4. Bagan Struktur Organisasi SKB Sleman Kelompok Jabatan Fungsional Warga Belajar Kepala SKB Drs. Yuniadi Kasubag TU Isworo Kesti DA. S.Pd

Staf Gayatri Staf Endang Tri Wahyuni Staf Suharjono Pamong Bealajar Mayang Sutrisno, Spd Pamong Belajar Dwi Lestariningsih, Spd Pamong Belajar Drs. Sukarja Pamong Belajar Dra. Lilik Umiyati

Pamong Belajar Sunaryanto, Spd

Pamong Belajar Dra. Sri Astuti

Pamong Belajar Antonius Sutrisno, Spd Pamong Belajar Ediyanta, Spd Pamong Belajar Ida Sumiartsih, Spd

b) Nomenklatur Jabatan

1) Kepala SKB Kabupaten Sleman

Kepala SKB mempunyai tugas sebagai berikut: a. Menyusun rencana kegiatan tahunan SKB

b. Mengkoordinasir pelaksanaan urusan ketatausahaan dilingkungan SKB

c. Mengawasi pelaksanaan urusan kerumahtanggaan yang meliputi keamanan, perawatan, dan keindahan di lingkungan SKB

d. Mengkoordinir urusan kepegawaian dilingkungan SKB

e. Mengendalikan termasuk membimbing dan mengawasi urusan keuangan dilingkungan SKB f. Membina dan mengawasi urusan perlengkapan di

lingkungan SKB

g. Mempersiapkan pedoman dan petunjuk pelaksanaan kegiatan bagi Pamong Belajar

h. Membina dan mengkoordinir pelaksanaan kegiatan bagi Pamong Belajar

i. Menilai, mengusulkan kenaikan pangkat terhadap pelaksanaan kegiatan Pamong Belajar

j. Mempersiapkan rencana program pengadaan dan pendistribusian sarana kegiatan belajar bagi kelompok belajar

k. Megendalikan termasuk membimbing hubungan kerjasama SKB dengan instansi pemerintah yang terkait dan masyarakat

l. Mengkoordinir pembuat laporan perkegiatan, laporan tengah tahunan, dan laporan tahunan SKB 2) Pamong Belajar

Pamong Belajar sebagai tenaga fungsional mempunyai tugas : a. Menyusun rencana program percontohan pendidikan

luar sekolah, pemuda, dan olahraga

b. Menyusun rencana pendidikan dan pelatihan tenaga kependidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga c. Mempersiapkan materi dan melaksanakan

identifikasi motivasi penyuluhan dan bimbingan kepada warga masyarakat agar mau dan mampu menjadi tutor fasilitator pembina pelatih dan

instruktur dalam rangka kegiatan pendidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga

d. Mempersiapkan materi dan melaksanakan program pembuatan percontohan pendidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga

e. Mempersiapkan materi peyuluhan, melaksanakan penyuluhan dan bimbingan, serta melaksanakan evaluasi dalam pelaksanaan penyuluhan dan bimbingan kepada warga masyarakat tentang program percontohan pendidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga

f. Menyusun dan mempersiapkan materi, melaksanakan kegiatan belajar mengajar muatan lokal serta mengevaluasi dalam pemanfaatan materi belajar muatan lokal program pendidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga

g. Mempersiapkan materi dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan tenaga kepedidikan serta melaksanakan evaluasi dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kependidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga

h. Melaksanakan pengembangan model program pembuatan percontohan pendidikan luar sekolah, pemuda, dan olahraga

i. Membuat laporan kegiatan tahunan tenaga fungsional pamong belajar

4. Program SKB Sleman

SKB Sleman memiliki beberapa program yang dilaksanakan setiap tahunnya. Program tersebut antara lain :

Tabel 4. Program SKB Sleman

No Program Kegiatan

1 Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

a. Kelompok Bermain

2 Program Keaksaraan a. Keaksaraan Fungsional (KF)

3 Program Kesetaraan a. Kejar Paket A Setara SD b. Kejar Paket B Setara SMP c. Kejar Paket C Setara SMA 4 Program Pendidikan

Berkelanjutan

a. Kelompok Belajar Usaha (KBU)

b. Magang c. Kursus-kursus

d. Life Skills

5 Program Keolahragaan a. KBO Tenismeja b. KBO Bolavoli c. KBO Sepakbola d. KBO Senam

6 ProgramPelatihan/Diklat a. Pelatihan Instruktur Senam b. Pelatihan Pengelola KBU c. Pelatihan Pemberdayaan

5. Sarana dan Prasarana SKB Sleman

Sarana yang dimiliki Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Sleman diantaranya adalah sebagai berikut :

Tabel 5. Sarana SKB Sleman

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan 1 Mobil dinas 2 Colt HIS dan Hartop

2 Kursi kerja 29 -

3 Meja kerja 32 -

4 Pesawat telepon 1 -

5 Komputer 2 -

6 Mesin ketik manual 6 -

7 Mesin stensil 4 -

Prasarana penunjang kegiatan program Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Sleman yang berupa gedung/ruang adalah sebagai berikut :

Tabel 6. Prasarana SKB Sleman

No Jenis Bangunan Luas Keterangan 1 Kantor / Ruang Belajar 704 m2 16 kamar 2 Ruang pertemuan 286 m2 4 kamar

B. Data Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Hidup Menjahit di SKB Sleman

a. Pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup menjahit Program Pendidikan Kecakapan Hidup tahun 2014 diselenggarakan berdasarkan pertimbangan pemerataan dan skala prioritas, dan hasil koordinasi antara Sanggar Kegiatan Kabupaten Sleman dengan Badan Keluarga Berencana, serta Pemerintah Kecamatan Pakem. Program pendidikan kecakapan hidupini diselenggarakan dalam rangka untuk pemberdayaan perempuan agar memiliki kemampuan mengambangkan potensi dirinya khususnya dibidang keterampilan menjahit. Pendidikan kecakapan hidup dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 selama 20X pertemuan.

b. Bagaimana pembelajaran pendidikan kecakapan hidup menjahit

Pendidikan kecakapan hidup menjahit yang dilaksanakan oleh SKB Sleman dilaksanakan di Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Materi yang diajarkan bersifat umum dan pokok. Materi yang bersifat umum meliputi teori mengenai pentingnya pendidikan karakter, tupoksi dan program SKB serta dinamika kelompok. Sementara materi yang bersifat pokok yaitu pengenalan garis-garis pokok pola, pengambilan ukuran badan, pola dasar baju wanita, rok span, pola blus sebatas pinggul, blus muslim, baju gamis, dan

kebaya Jawa. Proses pembelajaran dimulai sejak pukul 08.00-16.00 WIB. Proses pembelajaran keterampilan menjahit di Kecamatan Pakem di dampingi oleh dua tutor dari SKB Sleman yaitu ibu “LU’ dan ibu “DL”. Peserta program pendidikan kecakapan hidup menjahit di Kecamatan Pakem sangat senang dengan adanya pelatihan tersebut. Proses pembelajaran yang mudah dan menyenangkan menambah semangat peserta untuk belajar menjahit. Adanya fasilitas yang diberikan oleh SKB Sleman juga menjadi nilai lebih alam pelaksanaan pembelajaran menjahit. Tindak lanjut dari pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup menjahit yaitu peserta dapat melaksanakan kegiatan usaha secara kelompok atau individu, peserta mampu membangun koordinasi yang baik dengan penyelenggara program, peserta didik mampu meningkatkan keterampilan dan inovasi sendiri, dan memonitor sendiri kegiatan yang dilakukannya.

2. Hasil Program Pendidikan Kecakapan Hidup Menjahit di SKB

Dokumen terkait