Dalam pertemuan III siswa diberikan soal evaluasi tentang macam-macam dampak negatif pengelolaan sumber daya alam yang tidak bijaksana, kegiatan manusia yang berdampak negatif dalam pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan manusia yang dapat mengatasi atau mencegah dampak negatif pengelolaan sumber daya alam yang tidak bijaksana. Soal evaluasi berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 butir yang berfungsi untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan video.
4.3.2. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Pertemuan I
Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan II dilakukan pada hari Kamis 16 April 2015. Kegiata awal pembelajaran dibuka dengan mengajak siswa berdoa, memberi salam dan absensi. Tahap pertama Peoblem Based Learning yaitu orientasi permasalahan yang diawali denga apersepsi dengan mengajak siswa untuk melihat video tanah longsor kemudian guru memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa yang mengarahkan siswa pada tujuan pembalajaran. Kemudian siswa diminta membaca teks bacaan tentang berbagai macam dampak negatif pengelolaan sumber daya alam yang tidak bijaksana dilajutkan dengan memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang bacaan yang kurang begitu dipahami. Setelah itu guru bersama siswa mendemonstrasikan terjadinya tanah lonsor. Tahap selanjutnya yaitu mengorganisasikan siswa untuk mandiri, dalam tahap ini siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil dan diberi permasalahan. Siswa bersama kelompoknya masing-masing diminta untuk mencari solusi dari permasalahan yang didapat dengan mencari informasi dari berbagai sumber yang ada.
Tahap ketiga guru membantu siswa ketika sedang berdiskusi dengan cara berkeliling mengamati, memotivasi dan memfasilitasi siswa yang memerlukan bantuan. Tahap keempat adalah siswa mempresentasikan hasil diskusinya dan ditanggapi siswa lain. Tahap terakhir adalah menganalisis dan mengevaluasi hasil diskusi yang disampaikan kemudian memberikan saran perbaikan atas jawaban dan penampilan siswa.
Kegiatan selajutnya adalah siswa bersama guru membuat rangkuman dan kesimpulan tentang berbagai dampak negatif pengelolaan sumber daya alam yang tidak bijaksana misalnya banjir, tanah longsor, kelangkaan BBM, kerusakan terumbu karang, dll. Bencana-bencana tersebut merupakan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab seperti menebang hutan secara liar, mengeksploitasi BBM dan merusak habitat laut dan untuk mencegah bencana tersebut, manusia harus mengelola sumber daya alam dengan baik contohnya tidak melakukan penebangan liar, melakukan reboisasi, dan juga menghemat penggunaan SDA. Kegiatan akhir pembelajaran guru memberikan tindak lanjut dengan memberikan tugas rumah kepada siswa dan meminta siswa untuk belajar tentang materi selanjutnya.
Selama tindakan pembelajaran siklus II pertemuan II berlangsung peneliti bertindak sebagai observer yang bertugas mengamati jalannya pembelajaran dari awal smapai akhir. Observer melakukan pengamatan sambbil mengisi lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kegiataan diskusi siswa dan lembar observasi keberanian bertanya siswa.
Hasil dari pengamatan aktivitas guru siklus II pertemuan I adalah guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik dan runtut sesuai tahap-tahap
Problem Based Learning. Pada awal pembelajaran guru memberikan apersepsi dengan baik dan penyampaian tujuan pembelajaran jelas. Guru semakin sering memberi kesempatan siswa untuk bertanya dan guru melibatkan siswa ketika melakukan demonstrsi. Penyampaian permasalahan kepada siswa menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kegiatan inti berjalan dengan baik, guru berkeliling memantau dan membantu siswa melakukan diskusi kemudian memfasilitasi siswa untuk melakukan presentasi dengan baik. Dalam aspek pemanfaatan media guru
mampu memanfaatkan media video dengan baik. Bahasa yang digunakan mudah dipahami siswa dan sangat menguasai kelas.
Hasil aktivitas siswa adalah siswa mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. hal ini terlihat dari kegiatan awal siswa sudah duduk tenang dan mempersiapkan buku pelajaran kemudian siswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan baik. Siswa mengamati video dengan baik dan mampu memahami isi video. Ketika dibentuk kelompok siswa mampu berinteraksi dengan baik dalam kelompok. Selanjutnya ketika presentasi siswa sudah terlihat percaya diri ketika menyampaikan hasil diskusi.
Hasil observasi diskusi siswa adalah siswa sudah mampu berdiskusi dengan baik. hal tersebut terlihat dari siswa sudah berani mengeluarkan pendapat ketika berdiskusi bersama kelompok. Ketika bebicara sudah tidak malu-malu dan jelas serta siswa sudah mampu memahami permasalahan dengan baik. Ketua kelompok mampu memimpin diskusi dan anggota kelompok mau diajak kerjasama dengan baik.
Hasil observasi keberanian bertanya siswa siklus II pertemuan I adalah semakin sering siswa diberi kesempatan bertanya semakin banyak pula siswa yang berani mengajukan pertanyaan. Ketika menyampaikan pertanyaan terlihat bahwa siswa mulai percaya diri, bahasa yang digunakan jelas, pertanyaan mudah dipahami dan sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pertemuan II
Kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan II dilaksanakan hari Jumat 17 April 2015. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa, kemudian mengkondisikan siswa untuk menerima pembelajaran, dan menyiapkan video yang akan ditayangkan. Tahap pertama Problem Based Learning diawali dengan mengulas pembelajaran pertemuan sebelumnya kemudian memberikan apersepsi yaitu mengajak siswa bermain “Do Mi Ka Do” dengan lagu lain kemudian siswa diminta menyebutkan contoh dampak negatif akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab dan contoh kegiatan manusia yang dapat mengatasi dampak negatif tersebut. Dari jawaban siswa guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan II
siklus II. Selanjutnya siswa diminta mengamati video tentang kegiatan manusia yang dapat mengatasi dampak negatif pengelolaan sumber daya alam dan melakukan tanya jawab bersama guru. Tahap selanjutnya adalah mengorganisasikan siswa untuk mandiri dengan cara membentuk siswa ke dalam kelompok kecil dan meminta setiap kelompok untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dbagikan oleh guru. Tahap ketiga guru berkeliling memantau, membantu dan memfasilitasi siswa yang membutuhkan bantuan selama diskusi berlangsung. Tahap keempat yaitu siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya sedangkan siswa lain diminta untuk menanggapi dengan memberi pertanyaan atau saran perbaikan atas penampilan kelompok yang maju presentasi. Setelah presentasi selesai masuk ke tahap kelima yaitu guru menganalisis dan mengevaluasi jawaban siswa kemudian memberikan saran perbaikan atas jawaban dan penampilan siswa. Dalam kegiatan akhir siswa bersama guru mmebut rangkuman serta kesimpulan bahwa manusia dapat mencegah atau mengatasi dampak negatif pengelolaan sumber daya alam contohnya dengan cara reboisasi, pembuatan sengkedan pada tanah miring, melakukan gerakan hemat energi kemudian melakukan konservasi laut, dll. Kemudian guru memberikan pesan moral yang positif kepada siswa dan memberitahu siswa bahwa pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan evaluasi pembelajaran sehingga siswa diminta untuk belajar dan mempersiapkan diri dengan baik.
Selama tindakan pembelajaran siklus II pertemuan II berlangsung, peneliti bertindak sebagai oberver yang bertugas mengamati jalannya pembelajaran dari awal sampai akhir. Observer melakukan pengamatan sambil mengisi lembar observasi akitivitas guru, aktivitas siswa, kegiatan diskusi siswa, dan lembar observasi keberanian bertanya siswa.
Hasil dari pengamatan aktivitas guru ketika proses pembelajaran berlangsung adalah guru sudah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara runtut dan sesuai tahap-tahap Problem Based Learning. Pada kegiatan awal guru membuka pembelajaran dengan baik, media disiapkan dengan baik, dan kegiatan apresepsi dilaksanakan dengan sangat baik pula dilanjutkan penyampaian tujuan
pembelajaran dengan sangat jelas. Guru memfasilitasi siswa untuk mengamati video dengan sangat baik dan memberi penjelasan kepada siswa tentang isi video. kemudian guru sering memberi kesempatan siswa untuk bertanya setelah mengamati video. Penyampaian permasalahan jelas, membimbing siswa dengan sangat baik ketika diskusi dan memfasilitasi siswa melakukan presentasi dengan sangat baik. Guru mampu memanfaatkan video dengan baik dan efisien serta memberikan pesan moral yang posotif kepada siswa. Guru menggunakan bahasa yang sangat baik dan mudah dipahami siswa serta sangat menguasai kelas dari awal hingga akhir.
Hasil observasi aktivitas siswa adalah siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model Probelm Based Learning berbantuan video dengan sangat baik. Siswa mampu menangkap pernasalahan yang disajikan guru dengan baik dan mampu berinteraksi dengan siswa lain. Siswa mampu mengkritisi video dengan baik dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait video yang sedang diamati dan mampu memahami isi video dengan baik hal ini terlihat ketika siswa diberi pertanyaan oleh guru tentang video siswa mampu menjawab dengan benar. Ketika maju presentasi siswa terlihat sangat percaya diri dan mampu menjawab pertanyaan siswa lain dengan baik. Bahasa yang digunakan siswa semakin baik, jelas dan mudah dimengerti.
Hasil observasi kegiatan diskusi siswa adalah siswa sangat percaya diri untuk menyampaikan pendapatnya ketika sedang berdiskusi. Ucapan siswa sangat jelas dan mudah dipahami serta sangat memahami permasalahan yang sedang dibahas. Secara keseluruhan diskusi berjalan sangat lancar. Ketua kelompok mampu memimpin diskusi serta didukung peran anggota kelompok yang bekerjasama dengan sangat baik.
Hasil observasi keberanian bertanya siswa adalah semakin sering siswa diberi kesempatan untuk bertanya semakin banyak pula siswa yang berani mengajukan pertanyaan dengan percaya diri. Pertanyaan yang diajukan sesuai dengan materi serta mudah dipahami oleh siswa lain. Secara keseluruhan sebagian besar siswa berani bertanya dengan percaya diri.
Pertemuan III
Pertemuan III dari siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu 18 April 2015. Pertemuan ketiga ini digunakan untuk melakukan evaluasi dengan waktu 1 jam pelajaran (35 menit) dan mengerjakan soal pilihan ganda sebanyak 20 butir. Setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi guru memberikan refleksi dan motivasi kepada siswa kemudian mengakhiri kegitan pembelajaran.
Ketika proses evaluasi berlangsung, siswa mengerjakan soal dengan tenang dan percaya diri serta siswa mampu menyelesaikan soal evaluasi tepat waktu
4.3.3. Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus II, selanjutnya diadakan refleksi dengan berdiskusi bersama guru untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran IPA melalui model Problem Based Learning berbantuan video bagi guru, siswa dan observer. Dari diskusi didapatkan bahwa ketika guru menggunakan model Probelm Based Learning berbantuan video siswa menjadi lebih aktif dan lebih kritis. Guru ketika memberi apersepsi dan menyampaikan tujuan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapat serta berani bertanya dengan percaya diri. Namun meskipun sudah mengalami peningkatan masih tetap diperlukan perbaikan secara berkesinambungan agar hasil belajar yang sudah meningkat dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.
Berdasarkan kegiatan siklus II kemudian diambil data secara kuantitatif melalui penilaian proses dan hasil belajar. Hasil dari penilaian proses yaitu pengamatan aktivitas guru, aktivitas siswa, proses diskusi siswa dan keberanian bertanya siswa, serta hasil belajar yaitu hasil evaluasi dari siklus II. Hasil dari pengamatan aktivitas guru dan siswa siklus II pertemuan I dan II dapat dilihat pada uraian berikut ini.
Tabel 23
Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan I
No Aspek Penilaian Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4 1 Pelaksanaan Problem Based
Learning Berbantuan Video
- Kegiatan awal
- Kegiatan inti
- Kegiatan akhir
- - 7 15
2 Pemanfaatan media video - - 2 2
3 Penggunaan bahasa - - 3
4 Penguasaan kelas - - 1
Jumlah - - 9 21
Persentase (%) - - 30 70
Dari tabel 23 dapat diketahui bahwa pada aspek pertama yaitu pelaksanaan
Problem Based Learning berbantuan video dari kegiatan awal, inti, dan akhir yang mendapat skor 3 sebanyak 7 poin dan skor 4 sebanyak 15 poin. Aspek kedua pemanfaatan media video yang mendapat skor 3 sebanyak 2 poin dan skor 4 sebanyak 2 poin. Aspek ketiga penggunaan bahasa yang mendapat skor 4 sebanyak 3 poin serta aspek keempat penguasaan kelas mendapatkan skor 4. Dengan demikian dari data observasi siklus II pertemuan I dapat diketahui persentase kategori baik sebesar 30% dan kategori sangat baik mencapai 70%. Kemudian hasil observasi aktivitas guru siklus II pertemuan II dapat dilihat pada tabel 24 berikut ini.
Tabel 24
Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan II
No Aspek Penilaian
1 2 3 4
1 Pelaksanaan Problem Based Learning Berbantuan Video
- Kegiatan awal
- Kegiatan inti
- Kegiatan akhir
- - 3 19
2 Pemanfaatan media video - - - 4
3 Penggunaan bahasa - - - 3
4 Penguasaan kelas - - - 1
Jumlah - - 3 27
Persentase (%) - - 10 90
Melalui tabel 24 dapat diketahui bahwa pada aspek pertama yaitu pelaksanaan Problem Based Learning berbantuan video dari kegiatan awal, inti, dan akhir yang mendapat skor 3 sebanyak 3 poin dan skor 4 sebanyak 19 poin. Aspek kedua pemanfaatan media video yang mendapat skor 4 sebanyak 4 poin. Aspek ketiga penggunaan bahasa yang mendapat skor 4 sebanyak 3 poin, serta aspek keempat penguasaan kelas mendapatkan skor 4. Dengan demikian dari data observasi siklus II pertemuan II dapat diketahui persentase kategori baik sebesar 10% dan kategori sangat baik mencapai 90%. Kemudian hasil observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan I dapat dilihat dalam tabel 25 berikut ini.
Tabel 25
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Pertemuan I
No Aspek Penilaian
1 2 3 4
1 Pelaksanaan Problem Based Learning Berbantuan Video
- Kegiatan awal
- Kegiatan inti
- Kegiatan akhir
- - 7 16
2 Pemanfaatan media video - - - 3
Jumlah - - 7 19
Persentase (%) - - 26,9 73,1
Dari tabel 25 dapat diketahui bahwa pada aspek pertama yaitu pelaksanaan Problem Based Learning berbantuan video dari kegiatan awal, inti, dan akhir yang mendapat skor 3 sebanyak 7 poin dan skor 4 sebanyak 16. Aspek kedua pemanfaatan media video yang mendapat skor 4 sebanyak 3 poin. Dengan demikian dari data observasi siklus II pertemuan I dapat diketahui persentase kategori baik sebesar 26,9% dan kategori sangat baik meningkat menjadi 73,1%. Untuk hasil observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan II dapat dilihat dalam tabel 26 berikut ini.
Tabel 26
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Pertemuan II
No Aspek Penilaian
1 2 3 4
1 Pelaksanaan Problem Based Learning Berbantuan Video
- Kegiatan awal
- Kegiatan inti
- Kegiatan akhir
- - 2 21
2 Pemanfaatan media video - - - 3
Jumlah - - 2 24
Dari tabel 26 dapat diketahui bahwa pada aspek pertama yaitu pelaksanaan
Problem Based Learning berbantuan video dari kegiatan awal, inti, dan akhir yang mendapat skor 3 sebanyak 2 poin dan skor 4 sebanyak 21 poin. Aspek kedua pemanfaatan media video yang mendapat skor 4 sebanyak 3 poin. Dengan demikian dari data observasi siklus II pertemuan II dapat diketahui persentase kategori sangat baik mencapai sebesar 92,3% dan kategori baik sebesar 7,7%. Untuk hasil observasi dikusi siswa siklus II pertemuan I dan II dapat diketahui dalam uraian berikut ini.
Tabel 27
Hasil Observasi Kemampuan Diskusi Siklus II Pertemuan I
No Aspek Jumlah skor Persentase (%) 1 Keberanian 41 13,7 2 Kelancaran bahasa 46 15,3 3 Kejelasan ucapan 44 14,7 4 Penguasaan masalah 44 14,7 5 Pendapat 42 14 Jumlah 217 72,4
Dari tabel 27 dapat diketahui bahwa kemampuan diskusi siswa mencapai 72,4% yang diperoleh dari keberanian skor 41 dengan persentase sebesar 13,7%; kelancaran bahasa skor 46 dengan persentase 15,3%; kejelasan ucapan skor 44 dengan persentase 14,7%; penguasaan masalah skor 44 dengan persentase 14,7% dan pendapat skor 42 dengan persentase 14%. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa kemampuan diskusi siswa masuk ke dalam kategori baik. Untuk hasil observasi kemampuan diskusi siswa siklus II pertemuan II dapat dilihat dalam tabel 28 berikut ini.
Tabel 28
Hasil Observasi Kemampuan Diskusi Siklus II Pertemuan II
No Aspek Jumlah skor Persentase (%) 1 Keberanian 51 17 2 Kelancaran bahasa 53 17,7 3 Kejelasan ucapan 51 17 4 Penguasaan masalah 50 16,7 5 Pendapat 49 16,3 Jumlah 254 84,7
Dari tabel 28 dapat diketahui bahwa kemampuan diskusi siswa mencapai 78,7% yang diperoleh dari keberanian skor 51 dengan persentase sebesar 17%; kelancaran bahasa skor 53 dengan persentase 17,7%; kejelasan ucapan skor 51 dengan persentase 17 %; penguasaan masalah skor 50 dengan persentase 16,7% dan pendapat skor 49 dengan persentase 16,3%. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa kemampuan diskusi siswa masuk ke dalam kategori sangat baik. Untuk hasil observasi keberanian bertanya siswa siklus II pertemuan I dan II dapat dilihat dalam tabel uraian berikut ini.
Tabel 29
Hasil Observasi keberanian Bertanya Siklus II Pertemuan I
No Aspek Jumlah
Pertanyaan
Skor Persentase (%) 1 Pertanyaan menggunakan
bahasa yang sederhana
11 11 18,3
2 Pertanyaan mudah dipahami 11 18,3
3 Pertanyaan relevan dengan materi
11 18,3
4 Siswa bertanya dengan percaya diri
9 15
Jumlah 42 70
Dari tabel hasil observasi keberanian bertanya siswa siklus II pertemuan I dapat diketahui bahwa terdapat 11 siswa yang berani mengajukan pertanyaan dengan skor yang diperolah sebesar 42 dari skor maksimal 60, sehingga
persentase keberanian bertanya siswa sebesar 70%. Hasil observasi keberanian bertanya siswa siklus II pertemuan II dapat dilihat pada tabel 30 berikut ini.
Tabel 30
Hasil Observasi Keberanian Bertanya Siklus II Pertemuan II
No Aspek Jumlah
Pertanyaan
Skor Persentase (%) 1 Pertanyaan menggunakan
bahasa yang sederhana
13 13 21,7
2 Pertanyaan mudah dipahami
13 21,7
3 Pertanyaan relevan dengan materi
13 21,7
4 Siswa bertanya dengan percaya diri
12 20
Jumlah 51 85
Dari tabel 30 hasil observasi keberanian bertanya siswa siklus II pertemuan II dapat diketahui bahwa terdapat 13 siswa yang berani mengajukan pertanyaan dengan skor yang diperolah sebesar 51 dari skor maksimal 60, sehingga persentase keberanian bertanya siswa sebesar 85% yang berarti masuk ke dalam kategori sangat baik. berikutnya adalah hasil ketuntasan belajar siswa siklus II yang dapat dilihat dalam uraian berikut ini.
Tabel 31
Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus II
No. Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase (%) 1. Tidak Tuntas 2 13,3 2. Tuntas 13 86,7 Jumlah 15 100
Dari data tabel 31 dapat diketahui bahwa hasil belajar IPA siklus II terdapat 2 siswa yang tidak tuntas dengan presentase 13,3% dan 13 siswa yang tuntas dengan presentase 86,7% dari seluruh siswa. Ketuntasan belajar siswa pada tabel 4.21 dapat dilihat pada gambar 7 berikut ini
Tuntas
Tidak Tuntas
13,3%
86,7%
Gambar 7
Diagram Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus II
Dari gambar 7 diketahui bahwa siswa yang tuntas sebanyak 86,7% dan yang tidak tuntas sebesar 13,3% dari keseluruhan siswa. Berdasarkan indikator keberhasilan dengan KKM 70 dan persentase ketuntasan siswa sebesar 80%, maka dapat dikatakan indikator keberhasilan telah tercapai.