• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelapisan kain katun terlapisi SiO 2 dengan komposit kitosan/Ag

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Penentuan Kondisi Optimum Pelapisan Kain katun dengan SiO 2 dan

2. Pelapisan kain katun terlapisi SiO 2 dengan komposit kitosan/Ag

Kain katun terlapisi SiO2 dicelupkan kedalam variasi larutan komposit 0;

0,05; 0,10; 0,50; 1,00; 1,50 dan 2,00 % (b/v) dalam asetat 1% selama 10 menit.

Kain dicelupkan secara bolak-balik dengan kecepatan celup 8 celupan/menit kemudian kain dikeringkan pada suhu 60 oC selama 30 menit dan dimantapkan pada suhu 150 oC selama 3 menit. Kain ditimbang beratnya hingga konstan.

Hubungan antara konsentrasi komposit kitosan/Ag dengan berat lapisan komposit kitosan/Ag seperti yang ditunjukkan pada Gambar 17 dan data pada Tabel 3.

Gambar 17. Hubungan antara konsentrasi komposit kitosan/Ag dengan berat lapisan komposit kitosan/Ag

Gambar 17 menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi komposit kitosan/Ag, maka semakin banyak komposit kitosan/Ag yang terikat pada kain yang telah dilapisi SiO2. Kain yang sudah terlapisi oleh SiO2 dan komposit kitosan/Ag dilakukan uji kekakuaanya menggunakan stiffness tester. Hasil uji kekakuan kain disajikan pada Tabel 3 dan menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi komposit kitosan/Ag maka kain semakin kaku.

0.000 0.020 0.040 0.060 0.080 0.100 0.120 0.140 0.160

0.00 0.01 0.05 0.10 0.50 1.00 1.50 2.00

Kons. kitosan/Ag (% b/v)

Berat Lapisan kitosan/Ag (g)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

Tabel 3. Hasil Uji Kekakuan Kain terlapisi SiO2 dan komposit kitosan/Ag Kons. Kitosan/Ag

(% (b/v))

Berat lapisan (g)

Kekakuan (mg/cm) 0.00

0.01

0.000 ± 0.000 0.004 ± 0.000

6.845 ± 0.003 4.877 ± 0.003

0.05 0.006 ± 0.001 4.495 ± 0.001

0.10 0.007 ± 0.001 4.124 ± 0.000

0.50 0.007 ± 0.000 24.166 ± 0.003

1.00 0.090 ± 0.001 57.149 ± 0.001

1.50 0.133 ± 0.000 86.440 ± 0.003

2.00 0.151 ± 0.001 105.094 ± 0.001

Berdasarkan Tabel 3, berat kain yang sudah dilapisi SiO2 dan komposit kitosan/Ag dan uji kekakuan kain, maka yang dianggap paling optimum adalah pada saat kain terlapisi komposit kitosan/Ag pada konsentrasi 0.10 % (b/v). Hal ini disebabkan karena kain terlapisi komposit kitosan/Ag pada konsentrasi diatas 0.10 % (b/v) terjadi pengelupasan komposit dari kain, dengan kata lain komposit kitosan/Ag sudah tidak menempel sempurna pada kain.

Gambar 18. Perubahan difraktogram kain yang terlapisi SiO2 dan terlapisi komposit kitosan/Ag

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user Gambar 18 menunjukkan

komposit kitosan/Ag dimana ketika kain terlapisi SiO

difraktogram yang lebih rendah dibandingkan dengan difraktogram kain sebelum terlapisi SiO2. Hal ini dimungkinkan

dengan SiO2 pada gugus aktif silika OH) dan gugus siloksan (Si

material agar dapat berfungsi sebagai pembatas pertumbuhan krist berada didalamnya sehingga ukuran partikel menjadi sangat kecil.

ikatan antara SiO2 dengan selulosa kain maka diharapkan SiO komposit kitosan/Ag.

Pada difraktogram kain yang terlapisi komposit kitosan/Ag puncak difraktogram yang lebih

yang terlapisi SiO2, karena dimungkinkan adanya Si yang lepas dari kain.

Meskipun demikian adanya

turunnya puncak difraktogram kain yang terlapisi komposit kitosan/Ag jika dibandingkan dengan difraktogram kain.

SiO2 dan kain dengan komposit kitosan/Ag ditunjukkan pada Gambar 19

Gambar 19. Tekstur permukaan kain tanpa perlakuan

menunjukkan adanya interaksi antara kain dengan SiO komposit kitosan/Ag dimana ketika kain terlapisi SiO2 mempunyai puncak difraktogram yang lebih rendah dibandingkan dengan difraktogram kain sebelum dimungkinkan karena adanya interaksi antara selulosa kain pada gugus aktif silika pada permukaannya yaitu gugus silanol (Si OH) dan gugus siloksan (Si-O-Si) (Oscik, 1982). Silika dipilih sebagai host/inang material agar dapat berfungsi sebagai pembatas pertumbuhan kristal oksida yang berada didalamnya sehingga ukuran partikel menjadi sangat kecil. Dengan

dengan selulosa kain maka diharapkan SiO2 bisa mengemban

Pada difraktogram kain yang terlapisi komposit kitosan/Ag mempunyai puncak difraktogram yang lebih tinggi dibandingkan dengan difraktogram kain karena dimungkinkan adanya Si yang lepas dari kain.

Meskipun demikian adanya komposit kitosan/Ag pada kain ditunjukkan dengan ogram kain yang terlapisi komposit kitosan/Ag jika dibandingkan dengan difraktogram kain. Adanya interaksi antara kain dengan

dan kain dengan komposit kitosan/Ag ditunjukkan pada Gambar 19 –

Gambar 19. Tekstur permukaan kain tanpa perlakuan

38

adanya interaksi antara kain dengan SiO2 dan mempunyai puncak difraktogram yang lebih rendah dibandingkan dengan difraktogram kain sebelum interaksi antara selulosa kain pada permukaannya yaitu gugus silanol

(Si-Silika dipilih sebagai host/inang al oksida yang Dengan adanya bisa mengemban

mempunyai dibandingkan dengan difraktogram kain karena dimungkinkan adanya Si yang lepas dari kain.

ditunjukkan dengan ogram kain yang terlapisi komposit kitosan/Ag jika Adanya interaksi antara kain dengan

– 21.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

Gambar 20. Tekstur permukaan kain yang dilapisi SiO

Gambar 21. Tekstur permukaan kain yang dilapisi 0,1%(b/v)

Berdasarkan analisis SEM nampak bahwa permukaan serat kain tanpa perlakuan relatif halus dan homogen. Tekstur serat kain setelah dilapisi SiO menjadi kasar dan tidak rata. Hal ini menunjukkan bahwa SiO

kain. Di sisi lain nampak pula kain yang dilapisi komposit kitosan/Ag 0,1% (b/v) permukaannya menjadi lebih

yang terlapisi SiO2. Hal ini menunjukkan bahwa komposit kitosan/Ag menempel pada kain yang terlapisi SiO

Gambar 20. Tekstur permukaan kain yang dilapisi SiO2

Tekstur permukaan kain yang dilapisi SiO2 dan komposit kitosan/Ag

Berdasarkan analisis SEM nampak bahwa permukaan serat kain tanpa perlakuan relatif halus dan homogen. Tekstur serat kain setelah dilapisi SiO menjadi kasar dan tidak rata. Hal ini menunjukkan bahwa SiO2 menempel pada

. Di sisi lain nampak pula kain yang dilapisi komposit kitosan/Ag 0,1% (b/v) lebih kasar dan tidak rata jika dibandingkan dengan kain . Hal ini menunjukkan bahwa komposit kitosan/Ag menempel

SiO2.

39

kitosan/Ag

Berdasarkan analisis SEM nampak bahwa permukaan serat kain tanpa perlakuan relatif halus dan homogen. Tekstur serat kain setelah dilapisi SiO2

menempel pada . Di sisi lain nampak pula kain yang dilapisi komposit kitosan/Ag 0,1% (b/v) jika dibandingkan dengan kain . Hal ini menunjukkan bahwa komposit kitosan/Ag menempel

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

40