Bab 4: PELAKSANAAN
1.2 Pelatihan
Anda telah dilatih pada tingkat kabupaten oleh Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi. Sekarang anda bertanggung jawab untuk mentransfer informasi tersebut ke puskesmas-puskesmas di daerah-daerah dalam Unit Pelaksanaan (IU) anda. Ada modul pelatihan yang direkomendasikan ! dalam CD yang menguraikan serangkaian pelatihan dua hari bagi petugas kesehatan yang akan terlibat dalam pengobatan massal (MDA) serta penatalaksanaan kasus kronis.
1.2.1 Pelatihan bagi petugas kesehatan tingkat kabupaten: Puskesmas, Pustu dan
Polindes
Modul pelatihan dua hari yang termasuk dalam Alat Bantu ini adalah untuk puskesmas/pustu/polindes. Pelatihan tersebut dirancang untuk dilaksanakan di Puskesmas (Kecamatan) sehingga sebanyak mungkin petugas kesehatan dapat ikut serta. Jika tidak memungkinkan bagi petugas kesehatan kabupaten untuk melakukan pelatihan pada tingkat kecamatan maka jika memungkinkan, akan sangat bermanfaat untuk melibatkan paling kurang satu orang dari masing-masing puskesmas dalam pelatihan tersebut.
Pelatihan tersebut meliputi topik-topik sebagai berikut: - Pendahuluan
- Bab 1: Identifikasi, Penyebab dan Penularan Filariasis limfatik - Bab 2: Gejala-gejala filariasis limfatik: akut dan kronis
Uji Petik dari pengalaman lapangan…
Di Kabupaten Alor, staff Dinas Kesehatan kabupaten bekerja sama dengan staf puskesmas untuk mendapatkan angka yang akurat tentan penduduk. Tiap-tiap desa / kelurahan diberikan satu buku kecil untuk mencatat jumlah keseluruhan penduduk, umur serta status kehamilan / menyusui. Sensus ini memberikan angka yang paling terkini dalam kabupaten dan dapat digunakan untuk kepentingan kesehatan masyarakat lain dan inistiatif penanggulangan penyakit.
- Bab 3: Penatalaksanaan kasus kronis dan akut - Bab 4: Pencegahan Filariasis limfatik
- Bab 5: Pengobatan massal (MDA) - Formulir-Formulir untuk monitoring
Pelatihan dirancang untuk menyajikan bahan – bahan yang sesuai dengan Buku I, II dan III yang disusun oleh Departemen Kesehatan. Buku – buku tersebut menguraikan kampanye eliminasi LF di Indonesia, pedoman pengobatan massal (MDA) serta pedoman untuk penatalaksanaan kasus-kasus kronis.
Modul mensyaratkan dua pelatih dan dirancang untuk dilakukan selama dua hari penuh, termasuk kerja kelompok, pre-test dan post-test.
1.2.2 Pelatihan bagi Tenaga Pembantu Eliminasi dan pengambil keputusan dalam
masyarakat
1.2.2.1 Identifikasi Tenaga Pembantu Eliminasi (TPE)
Dengan mengasumsikan bahwa anda sudah memutuskan dalam tahap rencana strategis (Bab 2) untuk
menggunakan TPE, maka anda perlu menentukan siapa-siapa saja mereka itu. Sebaiknya dalam melakukan hal ini pada tingkat desa/kelurahan atau RT (untuk lingkungan perkotaan) karena pengambil keputusan setempat bersama-sama dengan petugas kesehatan akan sangat mampu mengidentifikasi orang-orang terbaik untuk distribusi obat. Ingat bahwa tenaga pembantu eliminasi merupakan penghubung antara fasilitas kesehatan dan masyarakat umum. Mereka bertanggung jawab untuk menginformasikan kepada orang-orang secara langsung tentang pentingnya minum dua macam obat: mereka jugalah yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan serta memastikan bahwa orang-orang langsung meminum obat-obat tersebut. Tenaga pembantu eliminasi idealnya harus mempunyai karakteristik sebagai berikut:
- Termotivasi untuk bekerja dengan masyarakat; - Mempunyai pengetahuan tentang kesehatan;
- Mampu untuk aktif dan bergerak – berjalan dari rumah ke rumah; - Mempunyai sikap yang positif;
- Dihormati oleh masyarakat mereka;
- Mempunyai pengetahuan tentang masyarakatnya; - Memiliki kemampuan untuk membujuk orang lain.
Juga akan sangat baik jika ada campuran laki-laki dan perempuan sebagai tenaga pembantu eliminasi. Untuk mengetahui berapa banyak tenaga pembantu eliminasi yang akan anda butuhkan untuk satu daerah (RT atau desa/kelurahan), pengambil keputusan setempat serta petugas kesehatan harus memutuskan berapa jumlah KK yang akan dilayani oleh 1 Tenaga Pembantu Eliminasi (TPE). Hal ini akan tergantung dari jarak dari satu rumah ke rumah lain, ukuran / besarnya unit (desa/kelurahan atau RT) serta metode distribusi yang akan dipakai.
1.2.2.2 Pelatihan bagi tenaga pembantu eliminasi dan tokoh-tokoh masyarakat (pengambil keputusan dalam masyarakat)
Anda akan perlu melakukan pelatihan singkat untuk para tenaga pembantu eliminasi. Biasanya, petugas kesehatan dari puskesmas setempat akan melakukan pelatihan tersebut dan umumnya satu hari sudah cukup untuk mencakup semua hal-hal penting. Pelatihan tersebut akan mencakup:
- Informasi umum tentang LF (prevalensi, penularan, penyebab); - Gejala-gejala (akut dan kronis);
- Dampak ekonomis dan sosial dari penyakit;
- Penatalaksanaan kasus untuk gejala-gejala akut dan kronis; - Pencegahan;
- Mengapa kita melakukan pengobatan massal (MDA);
- Advokasi dan mobilisasi masyarakat untuk ikut serta dalam pengobatan; - Pengobatan LF;
- Proses distribusi obat; - Pelaksanaaan distribusi obat;
- Penanganan efek samping dari pengobatan; dan - Pelaporan hasil-hasil dari distribusi obat.
Karena keterlibatan masyarakat sangat penting demi keberhasilan kampanye, sebaiknya anda melibatkan para pengambil keputusan dalam masyarakat dalam pelatihan sehari yang dilakukan untuk tenaga pembantu eliminasi. Hal ini akan meningkatkan penggerakkan masyarakat dalam masyarakat dengan menginformasikan kepada orang-orang kunci dalam desa/kelurahan yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul, meyakinkan orang untuk patuh berobat dan membantu pengaturan pengobatan
massal (MDA). Dengan melatih para pengambil keputusan anda akan meningkatkan rasa kepemilikan mereka terhadap program yang dilakukan karena mereka akan diminta untuk ikut bertanggung jawab terhadap program bersama-sama dengan tenaga pembantu eliminasi.
Para pengambil keputusan dalam masyarakat termasuk orang-orang sebagai berikut: - Kepala desa/kelurahan dan staf
- Guru - Tokoh adat - Tokoh agama - Pekerja LSM
- Ketua PKK, koperasi tani, kelompok adat, dll. - dll.
TPE, pengambil keputusan masyarakat serta petugas kesehatan setempat dapat memutuskan dan merencanakan bersama – sama cara yang paling tepat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mendistribusi obat pada tingkat desa/kelurahan. Sebaiknya tambahkan komponen perencanaan ini pada kegiatan pelatihan untuk memaksimalkan kehadiran semua orang.
2 Pengobatan massal (MDA)
Bagian ini akan menjelaskan pelaksanaan pengobatan massal (MDA). Diasumsikan bahwa pada waktu anda sampai pada poin ini, anda akan sudah melatih petugas kesehatan maupun tenaga pembantu eliminasi untuk masing-masing desa/kelurahan atau RT (dalam lingkungan kota) dan obat-obatan untuk kampanye telah dikirim ke unit pelaksanan (IU) anda.