• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Uraian Teori

2. Pelatihan

a. Pengertian Pelatihan

Pelatihan mempunyai kegunaan pada karier jangka panjang karyawan untuk membantu menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di waktu yang akan datang. Program ini tidak hanya bermanfaat pada individu karyawan tetapi juga pada organisasi. Program pelatihan salah satu kegiatan yang penting dan dijadikan salah satu investasi organisasi dalam hal sumber daya manusia.

Menurut Hanggraeini (2012, hal.97) “pelatihan (training) adalah pendidikan yang membantu pekerjaan untuk melaksanakan pekerjaannya saat ini”.

Menurut Andrew E. Sikula dalam Mangkunegara (2013, hal.44) “pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan

20

prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai non manejerial mempelajarin pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas”.

Sedangkan menurut Kasmir (2016 hal.126) “Pelatihan merupakan poses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya”.

Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pelatihan secara tegas dapat dipisahkan, yaitu usaha meningkatkan keterampilan maupun pengetahuan secara teknis bagi karyawan.

b. Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Menurut Kasmir (2016, hal.131-133) Tujuan perusahaan dalam memberikan pelatihan agar karyawan dapat:

1. Menambah pengetahuan baru

Artinya pengetahuan karyawan akan bertambah dari sebelumnya.

Dengan bertambahnya pengetahuan karyawan, maka secara tidak langsung akan mengubah perilaku dalam bekerja.

2. Mengasah kemampuan karyawan

Maksudnya kemampuan karyawan yang semula belum optimal, setelah dilatih diharapkan optimal.

3. Meningkatkan keterampilan

Artinya karyawan harus lebih terampil untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan kepadanya.

4. Meningkatkan rasa tanggung jawab

Artinya karyawan akan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya setelah mengikuti pelatihan.

5. Meningkatkan ketaatan

Artinya dengan mengikuti pelathan karyawan menjadi lebih taat terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan perusahaan.

6. Mingkatkan rasa percaya diri

Artinya rasa percaya diri karyawan akan meningkat setelah mengikuti pelatihan,sehingga karyawan lebih bersungguh-sungguh dalam bekerja.

7. Memperdalam rasa memiliki perusahaan

Artinya rasa memiliki karyawan kepada perusahaan dapat meningkat setelah mengikuti pelatihan. Hal inis sangat penting karena dengan adanya atau tumbuhnya rasa memiliki terhadap perusahaan.

8. Memberikan motivasi kerja

Dengan mengikuti pelatihan, maka motivasi kerja karyawan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

9. Menambah loyalitas

Artinya dengan mengikuti pelatihan kesetiap karyawan kepada perusahaan akan meningkat, sehinggga dapat mengurangi trun over karyawan.

10. Memahami lingkunga kerja

Artinya setelah mengikuti pelatihan karyawan diharapkan mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.

11. Memahami budaya perusahaan

Artiya karyawan menjadi lebih tahu apa yang harus dan seharusnya yang dikerjakan setelah mengikuti pelatihan.

22

12. Membentuk team work

Maksudnya dengan mengikuti pelatihan karyawan merasakan satu kesatuan (ssatu keluarga besar) yang tak terpisahkan satu sama lain.

Sedangkan menurut Sunarto & Sahendhy dalam Sunyoto (2016, hal.140) pelatiha tenaga keja terdiri dari :

1. Memperbaiki kinerja

Karyawan-karyawan yang bekerja secaratiddak memuaskkan karena kekurangan keterampilan merupakan calon utama pelatihan.

2. Memutakhirkan keahlian parra karyawan

Memalui pelatihan memastikan bahwa karyawan dapat secara efektif menggunkan teknologi-teknologi baru.

3. Mengurangi waktu belajar

Sistem seleksi karyawan tidaklah sempurna. Meskipun hasil tes, wawancara dan data lainnya menunjukkan probabilitas yang tingggi akan kesuksesan pekerjaan oleh pelamar, tetapi terkadang terdapat saat dimana prediksi tersebut terbukti tidak valid.

4. Memecahkan permasalahan operasional

persoalan organisasi menyerang dari berbagai penjuru. Pelatihan adlah salah satu cara terpenting guna memecahkan banyak dilemma yang harus diahadapi oleh para manajer.

5. Promosi karyawan

Salah satu cara untuk menarik, dan memotivasi karyawandalam melalui program pengembangan karier yang sistematik.

6. Orientasi karyawan terhadap organisasi

Selama beberapa hari, karyawan mempunyai kesan pertama mereka terhadap organisasi dan tim manajemen. Kesan ini dapat meliputi dari kesan yang menyenangkan sampai yang tidak mengenakkan dan dapat mempengaruhi kepuaan kerja ddan produktivitas keseluruhan karyawan

Pelatihan memiliki manfaat bukan hanya bagi perusahaan tapi juga individu ,berikut adalah maanfaat pelatihan Hanggraini (2012, hal. 98. Manfaat bagi perusahaan adalah:

1. Meningkatkan profibalitas

2. Meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja 3. Meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja

4. Meningkatkan efesiensi dan mengurangi biaya operasional yang diakibatkan karena kesalahan operasional

5. Meningkatkan perkembangan organisasi Manfaat bagi individu:

1. Membantu pekerja menyelesaikan masalah kerja yang mungkin timbul

2. Meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja individu

3. Meningkatkan kepercayaan diri dan pengembangan diri individu 4. Menyediakan informasi kepada pekerja tentang cara

mengembangkan kemampuan kepepimpinan.

Menurut Suparyadi ( 2015,hal 185- 186 ) manfaat pelatihan adalah sebagai berikut:

24

1. Meningkatkan kemandirian

karyawan yang menguasai pengetahuan dan memiliki kererampilan dibidang pekerjaanya akan lebih mandiri dan hanya sedikit memerlukan bantuan atasan untuk melaksanakan pekerjaanya.

2. Meningkatkan motivasi

motivasi karyawan yang dilatih sesuai bidang pekerjaanya akan meningkat.

3. Menumbuhkan rasa memiliki

rasa diakui keberadaannya dan kontribusinya sangat diperlukan oleh organisasi serta pemahaman tentang tujuan organisasi terhadap masa.

4. Mengurangi keluar karyawan

karyawan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang pekerjaaanya akan merasa nyaman. Keamanan dalam bekerja ini juga disebabkan oleh adanya rasa dihargai dan diakuin keberadaanya dan kontribusinya oleh perusahaan.

5. Meningkatkan laba perusahaan

karyawan yang terlatih dengan baik mampu memproduksi barang dan jasa yang dapat memuaskan pelanggan, dengan demikian mungkin penjualan mungkin lebh banyak dan dapat meningkatkann laba perusahaan.

c. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pelatihan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pelatihan menurut Kasmir (2016, hal.144-145) adalah sebagai berikut:

1. Peserta pelatihan 2. Instruktur/ pelatihan 3. Materi pelatihan 4. Lokasi pelatihan 5. Lingkungan pelatihan 6. Waktu pelatihan

Sedangkan menurut Mondy (2008, hal.212) mengemukakan bahwa pelatihan dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut:

1. Dukungan Manajemen Puncak

2. Komitmen Para Spesialis dan Generalis 3. Kemajuan Teknologi

4. Kompleksitas Organisasi 5. Gaya Belajar

d. Indikator Pelatihan

Banyak faktor yang mempengaruhi pelatihan menurut para ahli salah satunya menurut Mangkunegara dalam Riandani ( 2015, hal 879) indikator pelatihan diantaranya :

1. Instruktur 2. Peserta 3. Materi

26

4. Metode 5. Tujuan 6. Sasaran

Sedangkan menurut Menurut Salmah (2012, hal. 281) indikator dalam pelatihan adalah sebagai berikut:

1. Materi

2. Metode pelatihan 3. Kriteria peseta

4. Efektifitas program pelatihan 5. Umpan balik pelatihan

3. Kompensasi

a. Pengertian kompensasi

Kompensasi yang diberikan kepada karyawan sangat berpengaruh pada tingkat kepuasan kerja, motivasi kerja, serta hasil kerja. Perussahaan yang menetukan tingkat upah dan pertimbangan standart kehidupan normal, akan memungkinkan karyawan bekerja dengan penuh motivasi.

Menurut Hanggreini (2012, hal 139) kompensasi atau compensation adalah segala bentuk Sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa yang diberikan oleh organisasi atas pekerjaan yang telah dilakukan.

Menurut Hasibuan (2016 hal, 118) kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang lngsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.

Sedangkan menurut Kasmir (2016, hal 233) kompensasi adalah balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan.

Menurut Werther dan Davis dalam Wibowo (2016, hal 289) mendefinisikan kompensasi sebagai apa yang diterima pekerja sebagai tukaran atas kontribusinya kepada organisasi.

Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kompensasi adalah bentuk balas jasa yang diberikan perusahaan atas kontribusi karyawannya.

b. Arti penting kompensasi

Menurut Mangkunegara (2013, hal 84) kompensasi sangat penting bagi pegawai/karyawan maupun majikan. Hal ini karena kompensasi merupakan sumber penghasilan bagi mereka dan keluarganya. Kompensasi juga merupakan gambaran dalm status sosial bagi pegawai. Tingkat penghasilan sangat berpengaruh dalam menentukan standar kehidupan, bagi majikan dan perusahaan, kompensasi merupakan faktor utama dalam kepegawaian. Kebijakan kepegawaian banyak berhubungan dengan pertimbangan untuk menentukan kompensasi pegawai. Tingkat besar kecilnya kompensasi pegawai sangat berkaitan dengan tingkat pendidikan, tingakat jabatan, dan masa kerja pegawai. Maka dari itu, dalam menentukan kompensasi pegawai perlu berdasarkan penilaian prestasi, kondite pegawai, tingakt pendidikan, jabatan dan masa kerja pegawai. kompensasi yang diberikan kepada karyawan sangat berpengaruh pada tingakat kepuasan kerja dan motivasi, serta hasil kerja. Perusahaan yang menentukan tingkat upah dengan mempertimbangkan standar kehidupan normal, akan memungkinkan pegawai

28

bekerja dengan penuh motivasi. Hal ini karena motivasi kerja pegawai banyak dipengaruhi oleh terpenuhi tidaknya kebutuhan minimal kehidupan pegawai dan keluarganya.

Sedangkan menurut Kasmir 2016, hal 232-233) kebijakan kompensasi sangatlah penting, terutama dalam pemenuhan hak-hak karyawan atas jasa yang mereka berikan. Kompensasi yang layak juga akan memberikan motivasi kerja yang kuat dari dalam diri karyawan. Disamping dengan kompensasi yang benar juga akan mampu menigkatkan semangat kerja serta kinerja karyawan itu sendiri.

Lebih dari itu perusahaan akan berjalan aman dengan dapat meminimalkan konflik yang akan terjadi. Pada akhirnya dengan pemberian kompensasi yang layak semua memperoleh keuntungan baik karyawan, manajemen,pemilik dan pemerintah.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi

Menuurut Mangkunegara (2013 hal, 84) ada 6 faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi yaitu faktor pemerintah, penawaran bersama, standrat dan biaya kehidupan, upah perbandingan, permintaan dan persediaan, dan kemampuan membayar.

1. Faktor pemerintah

Peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penentuan standrat gaji minimal, pajak penghasilan, pnetapan hargabahan baku, biayatransportasi/angkutan, inflasi maupun devalasi sangan mempengaruhi perusahaan dalam menentukan keibijakan kompensasi pegawai.

2. Penawaran bersama antar perusahaan dan pegawai

Kebijakan dalam menentukan kompensasi dapat dipengaruhipula pada saat terjadinya tawar menawar mengenai besarnya upah yang yang harus diberikan oleh perusahaan kepada pegawainya.

3. Standrat dan biaya hidup pegawai

Kebijakan kompensasi perlu mempertimbangkan standrat dan biaya hidup minimal pegawai, hal ini karna kebutuhan dasar pegawai harus terpenuhi.

4. Ukuran perbandingan upah

Kebijkan dalam menentukan kompensasi dipengaruhi pula oleh ukuran besar kecilnya peusahaan, tingkat pendidikan pegawai, masa kerja pegawai.

5. Permintaan dan persediaan

Dalam menentukan kebijakan kompensasi pegawai perlu mempertimbangkan tingkat persedian dan permintaan pasar.

Artinya, kondisi pasar pada saat itu peerlu dijadikan bahan pertimbangan dalam menetukan tingkah upah pegawai

6. Kemampuan pegawai

Dalam menentukan kompensasi peegawai perlu didasarkan pada kemampuan perusahaan dalam membayar upah pegawai. Artinya, jangan sampai menentukan kebijakan kompensasi diluar batas kemampuan yang ada pada perusahaan.

Sedangkan menurut Hasibuan (2016, hal 127) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi antara lain :

30

1. Penawaran dan permintaan tenaga kerja

Jika pencari kerja (penawaran) lebih banyak dari pada lowongan pekerjaan (permintaan) maka kompensasi realatif kecil. Sebaliknya jika pencari kerja lebih sedikit dari pada lowongan pekerjaan, maka kompensasi relative semakin besar.

2. Kemampuan dan kesdiaan perusahaan

Apabila kemampuan dan kesediaan perusahaaan untuk membayar semakin baik maka tingkat kompensasi akan semakin besar. Tetapi sebaliknya, jika kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar kurang tingkat kompensasi relatif kecil.

3. Serikat buruh/organisasi karyawan

Apabila serikat buruhnya kuat dan berpengaruh maka tingkat kompensasi semkain besar. Sebaliknya jika serikat buruh tidak kuat dan kurang berpengaruh maka tingkat kompensasi relatif kecil.

4. Produktivitas kerja karyawan

Jika produktivitas kerja karyawan baik dan banyak maka kompensasi akan semakin besar. Sebaliknya kalau produktivitas kerjanya buruk serta sedikit maka kompensasinya kecil.

5. Pemerintah dengan undang-undang keppres

Pemerintah dengan undang-undang dan keppres meneteapkan besarnya batas upah/balas jasa minimum. Peraturan pemerintah ini sangat penting supaya pengusaha tidak sewenang-wenang menetapkan besarnya balas jasa bagi karyawan. Pemerintah

berkewajiban melindungi masyarakat dari tindakan sewenang-wenang.

6. Biaya hidup/cost of living

Apabila biaya hidup didaerah itu tinggi maka tingkat kompensasi,upah semakin besar. Sebaliknya, jika tingkat biaya hidup didaerah itu rendah maka tingkat kompensasi/upah relatif kecil. Seperti tingkat upah di Jakarta lebih besar dari di Bandung, karena tingkat biaya hidup di Jakarta lebih besar dari pada di Bandung.

7. Posisi jabatan karyawan

Karyawan yang menduduki jabatan lebih tinggi akan menerima gaji/kompensasi lebih besar. Sebaliknya karyawan yang menduduki jabatan yang lebih rendah akan memperoleh gaji/kompensasi yang kecil. Hal ini wajar karena seseorang yang mendapat kewenangan dan tanggung jawab besar harus mendapatkan gaji/kompensasi yang lebih besar pula.

8. Pendidikan dan pengalaman kerja

Jika pendidikan lebih tinggi dan pengalaman kerja lebih lama maka gaji/ balas jasanya akan semakin besar, karena kecakapan serta keterampilannya lebih baik. Sebaliknya, karyawan yang berpendidikan rendah dan pengalaman kerja yang kurang maka tingkat gaji/kompensasinya kecil.

32

9. Kondisi perekonomian nasional

Apabila kondisi perekonomian nasional sedang maju (boom) maka tingkat upah/kompensasi akan semakin besar, karena akan mendekati kondisi full employment. Sebaliknya jika kondisi perekonomian kurang maju (depresi) maka tingkat upah rendah, karena terdapat banyak pengangguran.

10. Jenis dan sifat pekerjaan

Kalau jenis dan sifat pekerjaan yang sulit dan mempunyai risiko (finansial keselamatan) yang besar maka tingkat upah/balas jasanya semakin besar karena membutuhkan kecakapan serta ketelitian untuk mengerjakannya. Tetapi jika jenis dan sifat pekerjaannya mudah risiko (finansial, kecelakaannya) kecil, tingkat upah/balas jasanya relatif rendah.

d. Tujuan dan Manfaat Kompensasi

Tujuan pemberian kompensasi oleh perusahaan menurut Gomes dalam Sunyoto (2016, hal 156) yaitu:

1. Bagi para pejabat

Para pejabat terpilih ingin secara jelas menetapkan gaji sehingga mempermudah pembuatan proyeksi anggran. Para manjer instansi ingin sistem kompensasi dan tunjangan yang memungkinkan mereka untuk merekrut dan mempertahankan pegawai dengan cukup baik guna mencapai tujuan-tujuan program.

2. Bagi para pekerja

Ada beberapa alas an mengenai perkiraan penggajian tersebut, yaitu:

a) Para pegawai ingin mengetahui penggajian sehingga mereka bias membuat rencana keuangan mereka, merencanakan liburan, atau untuk kepentingan pension.

b) Para pekerja juga ingin menilai apakah upah yang mereka terima adil. Ini berarti ingin keterbukaan gaji dan keuntungan daam organisasi, dan keterbukaan criteria yang dipakai untuk menilai suatu pekerjaan dan criteria pekerja.

c) Para pegawai ingin memaksimumkan gaji dan tunjangan.

Sedangkan menurut Rivai dalam Kadarisman (2014, hal 81) mengemukakan tujuan kompensasi adalah:

1. Memperoleh SDM yang berkualitas

Kompensasi yang cukup tinggi sangat dibutuhkan untuk memberdaya tarik kepada para pelamar. Tingkat pembayaran harus Responsive terhadap penawaran dan permintaan pasar kerja karena para pengusaha berkompetinsi untuk mendapatkan karyawan yang diharapkan.

2. Mempertahankan karyawan yang ada

Para karyawan dapat keluar jika besaran kompensasi tidak kompetitif dan akibatnya akan menimbulkan perputaran karyawan yang semakin tinggi.

3. Menjamin keadilan

Manajeman kompensasi selalu berupaya agar keadilan internal dan eksternal dapat terwujud.

34

Menurut Kasmir (2016, hal 234) banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya kompensasi seperti berikut ini:

1. Loyalitas karyawan meningkat

2. Komitmen terhadap perusahaan meningkat 3. Motivasi kerja meningkat

4. Semangat kerja meningat 5. Kinerja karyawwan meningkat 6. Konflik kerja ddapat dikurangi 7. Member rasa aman

8. Memeberikan rasa kebanggaan 9. Proses kegiatan berjalan lancer

Sedangkan menurut Mangkunegara (2001, hal 83) Adapun manfaat pemberian kompensasi dalam organisasi/perusahaan:

1. Sebagai transaksi ekonomi 2. Sebagai transaksi spikologi 3. Sebagai transaksi social 4. Sebagai transaksi politik 5. Sebagai transaksi etika e. Indikator kompensasi

Menurut Simamora dalam Ardiani dan Izzah (2016, hal 166) bahwa indikator menilai dari kompensasi adalah sebagai berikut :

1. Upah dan gaji

Yaitu kompensasi atau balas jasa yang diberikan secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti.

Sedangkan upah adalah kompensasi atau balas jasa yang dibayarkan kepada karyawan harian dengan berpedoman atas perjanjian yang telah disepakati.

2. Insentif

adalah kompensasi atau balas jasa yang diberikan kepada karyawan tetap yang berprestasi.

3. Tunjangan

contoh tunjangan adalah asuransi kesehatan dan jiwa, liburan yang ditanggung perusahaan, program pensiun, dan tunjangan lainnya yang berkaitan dengan hubungan kepegawaian.

4. Fasilitas

contohnya, parkir khusus karyawan, kafetaria, mobil perusahaan, dan fasilitas lainnya yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya.

Sedangkan menurut Umar dalam Riandani (2015, hal 882) bahwa indikator dalam menilai kompensasi adalah :

1. Gaji

Imbalan yang diberikan oleh pemberi kerja kepada karyawan,yang penerimaannya bersifat rutin dan tetap setiap bulan walaupun tidak masuk kerja maka gaji akan tetap diterima secara penuh.

36

2. Insentif

Penghargaan yang diberikan untuk memotivasi para pekerja agar produktivitas kerjanya tinggi, sifatnya tidak tetap atau sewaktu-waktu.

3. Bonus

Pembayaran sekaligus yang diberikan karena memenuhi sasaran kinerja.

4. Upah

Pembayaran yang diberikan karyawan dengan lamanya jam kerja.

5. Premi

Premi adalah sesuatu yang diberikan sebagai hadiah atau sesuatu yang dibayarkan ekstra sebagai pendorong atau perancang atau sesuatu pembayaran diatas tambahan atau pembayaran normal.

6. Pengobatan

Pengobatan didalam kompensasi adalah pemberrian jasa dalam penanggulangan resiko yang berkaitan dengan kesehatan karyawan.

7. Asuransi

Asuransi merupakan penaggulangan resiko atau kerugian kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwayang tidak pasti.

B. Kerangka Konsepual

Kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah pengaruh atau keterkaitan antara konsep yang satu dengan yang lain dari masalah yang ingin diteliti.

1. Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan

Pelatihan mempunyai kegunaan pada karier jangka panjang karyawan untuk membantu menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di waktu yang akan datang. Program ini tidak hanya bermanfaat pada individu karyawan tetapi juga pada organisasi. Program pelatihan salah satu kegiatan yang penting dan dijadikan salah satu investasi organisasi dalam hal sumber daya manusia.

Menurut Hanggraeini (2012, hal 97) pelatihan (training) adalah pendidikan yang membantu pekerjaan untuk melaksanakan pekerjaannya saat ini.

Hal ini didukung oleh penelitian Julianry, Syarief dan Affandi (2017) yang berjudul Analisis Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Terhadap kinerja Karyawan serta Kinerja Organisasi Kementrian Komunikasi dan Informatika yang meyimpulkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Gambar II-1

Pengaruh Pelatihan dan Kinerja

Pelatihan Kinerja

38

2. Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan

Kompensasi yang diberikan kepada karyawan sangat berpengaruh pada tingkat kepuasan kerja, motivasi kerja, serta hasil kerja. Perussahaan yang menetukan tingkat upah dan pertimbangan standart kehidupan normal, akan memungkinkan karyawan bekerja dengan penuh motivasi.

Menurut Hasibuan (2016 hal, 118) kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang lngsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.

Hal ini didukung oleh penelitian Wijaya dan Andreani (2015) yang berjudul Pengaruh Motivasi dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Sinar Jaya Abadi Bersama yang menyimpulkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Jaya Abadi Bersama.

Gambar II-2

Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja

3. Pengaruh Pelatihan dan Kompensasi terhadap kinerja Karyawan Pelatihan merupakan poses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya.

Kompensasi merupakan apa yang diterima pekerja sebagai tukaran atas kontribusinya kepada organisasi. Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan

Kompensasi Kinerja

sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Motivasi merupakan kondisi atau energy yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Gibson dalam Indarti dkk (2014, hal 4).

Hal ini didukung oleh penelitian terlebih dahulu oleh Ardila Nursanti (2014) yang berjudul Pengaruh Pelatihan kerja dan Pemberian Insentif terhadap Kinerja Karyawan Pada CV. Kedai Digital Yogyakarta yang menyimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian pelatihan kerja dan pemberian insentif secara simultan terhadap kinerja karyawan pada CV. Kedai Digital Yogyakarta.

Gambar II-3

Pengaruh Pelatihan dan Kompensasi Terhadap Kinerja

C. Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara dari pernyataan yang ada perumusan masalah penelitian. Juliandi dkk (2015, hal 44). Berdasarkan dari kerangka konseptual diatas maka hipotesisnya adalah :

1. Ada pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT. Kemasindo Cepat Nusantara Medan.

Kinerja

Kompensasi Pelatihan

40

2. Ada pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Kemasindo Cepat Nusantara Medan.

3. Ada pengaruh pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT.

Kemasindo Cepat Nusantara Medan.

Dokumen terkait