“Allah memiliki suatu jemaat, dan jemaat ini mempunyai pelayan-an ypelayan-ang ditetapkpelayan-an Ilahi. ‘Dpelayan-an Ialah ypelayan-ang memberikpelayan-an baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus....’
“Orang-orang yang telah ditetapkan Allah telah dipilih untuk meng-awasi dengan penuh perhatian, dan kewaspadaan yang teguh, agar je-maat tidak dapat dihancurkan oleh alat-alat kejahatan Setan, tetapi agar ia dapat berdiri di dunia untuk meninggikan kemuliaan Allah di antara manusia.”—Nasihat kepada Pendeta dan Pelayan Injil, hlm. 46, 47.
Ketua Konferens—Ketua konferens haruslah seorang pendeta ber-pengalaman yang telah diurapi dan memiliki nama baik. Ia berdiri seba-gai pimpinan pelayanan Injil di konferens dan adalah ketua utama, atau pengawas bagi semua jemaat. Ia bekerja bagi kesejahteraan rohani dan peningkatan jemaat-jemaat. Ia memberi nasihat kepada mereka dalam
hal kegiatan dan rencana-rencana mereka. Ia mempunyai akses kepada semua jemaat, kebaktian jemaat, konferensi jemaat, dan majelis jema-at, tanpa hak suara kecuali dipercayakan oleh jemajema-at, atau kecuali dia adalah anggota dari jemaat itu. Karena jabatannya, ia dapat memimpin rapat-rapat jemaat jika diperlukan. Ia dapat memeriksa semua catatan jemaat.
Ketua konferens tidak memiliki wewenang menyisihkan pegawai-pegawai jemaat yang telah dipilih secara resmi melainkan harus bekerja sama dengan mereka. Mereka saling mengikat, dengan pengakuan ikat-an persekutuikat-an konferens, para pengurus jemaat harus bertukar pikirikat-an dengan dia atas semua hal yang mempengaruhi kesejahteraan jemaat. Mereka tidak boleh berusaha mengesampingkan dia dari pelaksanaan tugas yang sesungguhnya.
Para Direktur Departemen Konferens—Para direktur departemen konferens membantu perkembangan bidang pekerjaan kegerejaan yang penting. Agar dapat berhasil dalam menjalankan tugas yang diberikan pada mereka, para pekerja ini harus mempunyai akses ke jemaat-je-maat. Mereka harus diberikan kesempatan untuk mengemukakan dan mengembangkan rencana-rencana mereka di jemaat-jemaat, bahkan di luar departemen mereka masing-masing.
Para direktur departemen tidak diberi wewenang administratif atau eksekutif, sehingga hubungan mereka dengan gereja-gereja setempat adalah bersifat penasihat. Tugas mereka tidak mempunyai hubungan yang sama dengan jemaat-jemaat seperti yang dimiliki komite konfe-rens atau ketua konfekonfe-rens. Dalam mempromosikan bidang pekerjaan mereka yang spesifik, mereka bekerja di seluruh konferens itu. Namun, mereka tidak diharapkan membimbing jemaat-jemaat dalam hal pemi-lihan jemaat dan tugas administratif lainnya atau bidang pelayanan lain, kecuali atas permintaan khusus ketua konferens.
Para Pendeta yang Diurapi—Para pendeta yang diurapi, yang di-tunjuk oleh komite konferens untuk bertindak sebagai gembala atau ke-tua distrik, tidak menggantikan keke-tua konferens di distrik mereka; me-reka tidak memiliki kuasa administratif seperti ketua konferens, tetapi
mereka bekerja sama dengan dia dalam melaksanakan rencana-rencana dan peraturan-peraturan konferens.
Pada waktu ditugaskan sebagai pendeta di suatu jemaat, pendeta yang diurapi mempunyai posisi lebih tinggi daripada ketua jemaat; para ketua jemaat melayani sebagai asistennya. Karena pengurapannya ke dalam pelayanan maka ia memenuhi syarat untuk melaksanakan semua tata cara dan upacara jemaat. Para pendeta harus menjadi pemimpin ro-hani dan penasihat jemaat. Para pendeta harus memberi petunjuk kepa-da para pengurus jemaat kepa-dalam tugas mereka kepa-dan membuat perencana-an dengperencana-an mereka untuk semua bidperencana-ang pekerjaperencana-an dperencana-an kegiatperencana-an jemaat. Pendeta adalah anggota majelis jemaat dan bertanggung jawab se-bagai ketua majelis jemaat itu, seorang ketua jemaat melayani sese-bagai ketua majelis bekerja sama dengan pendeta. (Lihat hlm. 100). Gembala, dengan bantuan para ketua, diharapkan untuk merencanakan dan me-mimpin semua acara rohani jemaat, seperti kebaktian Sabat pagi dan pertemuan doa, dan harus memimpin acara perjamuan dan baptisan. Ia tidak boleh membatasi diri dengan badan penasihat khusus yang di-pilihnya sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan para pengurus yang dipilih secara resmi.
Jika seorang penginjil diminta untuk memimpin suatu kegiatan peng-injilan di suatu daerah atau kota di mana ada satu jemaat dengan seo-rang pendeta yang bertugas, maka pendeta itu harus diminta oleh kon-ferens untuk membantu penginjil itu, sehingga pendeta itu mempunyai kesempatan untuk mengenal calon-calon anggota.
Pendeta-pendeta atau pendeta muda tidak diusulkan atau dipilih oleh jemaat untuk jabatan itu oleh jemaat. Hubungan mereka dengan jemaat adalah melalui penunjukan komite konferens, dan penunjukan itu bisa diubah kapan saja. (Lihat hlm. 100).
Seorang pendeta dapat dipecat dari jabatannya oleh keputusan komi-te konferens, tanpa mempengaruhi keanggotaannya di jemaat. Tetapi jika pendeta itu telah dipecat dari keanggotaan jemaat dan kemudian ke anggotaannya dipulihkan kembali sebagai anggota awam, pemulihan keanggotaan pendeta itu tidak berarti memulihkan kembali jabatannya dalam penggembalaan.
Pendeta yang Belum Diurapi—Untuk memberi kesempatan kepada para orang muda menunjukkan panggilan mereka kepada pelayanan, terutama dalam memenangkan jiwa, para calon tersebut diberikan izin penggembalaan oleh konferens. Pemberian izin seperti itu memberikan kesempatan dan hak untuk mengembangkan karunia penggembalaan mereka. Pendeta yang belum diurapi berwenang untuk berkhotbah, ter-libat dalam penginjilan, memimpin usaha jangkauan keluar (misiona-ris), dan membantu seluruh kegiatan jemaat.
Namun, ada situasi-situasi tertentu, di mana konferens perlu meng-angkat seorang pendeta yang belum diurapi memegang tanggung jawab sebagai seorang pendeta atau wakil pendeta di satu jemaat atau kelom-pok jemaat. Untuk membuka jalan bagi dia agar dapat melaksanakan tugas penggembalaan tertentu, jemaat atau kelompok jemaat yang akan dia layani dapat memilih dia sebagai ketua jemaat. Namun, karena ia di-pekerjakan dan ditugaskan oleh konferens maka ia mewakili konferens, dan dalam derajat tertentu sesuai keadaan, dianggap bahwa wewenang dan tanggung jawabnya haruslah lebih luas agar dia bisa melaksana-kan tugasnya dengan memuasmelaksana-kan. Setelah komite eksekutif divisi me-mutuskannya, maka konferens pun boleh mengambil keputusan. (Lihat hlm. 100).
Komite konferens tidak boleh melebihi apa yang telah dikuasakan oleh komite divisi. Juga tidak boleh memberikan wewenang pada pen-deta yang belum diurapi untuk pergi dari jemaat ke jemaat di luar je-maat atau kelompok jeje-maat di mana ia menjadi ketua jeje-maat. Keputus-an komite konferens tidak boleh menggKeputus-antikKeputus-an pemilihKeputus-an jemaat atau pengurapan untuk pelayanan Injil.
Para Guru Alkitab—Konferens boleh mempekerjakan para guru Alkitab dan menugaskan mereka dalam usaha-usaha penginjilan atau dengan jemaat setempat. Meskipun mereka berada di bawah di bawah pengarahan umum konferens, seorang guru Alkitab ditugaskan untuk melakukan pekerjaan penginjilan di bawah pengarahan penginjil yang melaksanakan kebangunan rohani tersebut, dan seorang guru Alkitab ditugaskan melakukan pekerjaan gereja di bawah arahan gembala je-maat. Seorang guru Alkitab tidak boleh diminta untuk menjalankan
tu-gas jemaat, kecuali oleh pengaturan khusus konferens, tetapi ia harus diberi kebebasan untuk menjalankan pekerjaan memenangkan jiwa.
Konferens Mengatur Para Pekerja Gereja—Ketua konferens beker-ja sama dengan komite konferens mengatur semua pekerbeker-ja konferens, seperti para pendeta, guru Alkitab, dan direktur-direktur departemen, yang menerima kredensi mereka dari konferens dan bertanggung jawab kepada konferens, bukan kepada jemaat setempat. Jemaat boleh me-minta pelayanan atau pertolongan dari para pekerja konferens, dengan menyampaikan permohonan itu kepada ketua konferens, tetapi semua penetapan tugas dibuat oleh komite konferens. Komite konferens boleh mengubah penugasan kapan saja dianggap perlu. Pekerja atau jemaat boleh memohon kepada komite konferens untuk mendengarkan pen-dapat mereka tentang keputusan pemindahan pekerja, dan komite akan mempertimbangkannya dengan hati-hati permohonan itu berdasarkan kebutuhan seluruh konferens. Jika pekerja menolak beker ja sama de-ngan komite dan menolak untuk bekerja sesuai dede-ngan keputusan itu, komite dapat menganggap tindakannya itu sebagai pembangkangan dan harus diperlakukan selayaknya. Pekerja itu tidak boleh meminta dukungan jemaat mengenai keputusan tersebut. Jemaat mana pun yang mendukung pendirian seorang pekerja seperti itu dapat didisiplin oleh konferens.
Kredensi dan Lisensi (SK)
Pekerjaan Allah harus dilindungi dengan hati-hati oleh para pemim-pin yang bertanggung jawab mulai dari jemaat hingga General Con-ference. Kredensi dan lisensi resmi diberikan kepada semua yang te-lah ditetapkan menjadi pekerja Gereja penuh waktu dan diakui oleh komite-komite pengawasan untuk jangka waktu terbatas.
Di satu konferens setempat, komite memberikan wewenang kepada perorangan untuk mewakili Gereja sebagai para pekerja Injil dan pen-deta. Wewenang ini dinyatakan dengan memberikan kredensi dan lisen-si (SK), yang merupakan penugasan tertulis, yang diberi tanggal dan tanda tangan officers (pimpinan) konferens. Wewenang yang diberikan
dengan cara itu tidak bersifat pribadi atau menjadi milik orang yang memegang kredensi itu, tetapi ini adalah hak dari badan yang membe-rikan kredensi, dan dapat dicabut sewaktu-waktu, jika terdapat alasan yang cukup. Kredensi dan lisensi yang diberikan kepada para pekerja tidak boleh dianggap sebagai milik pribadi para pegawai, tetapi sebagai milik organisasi yang memberikannya. Pegawai itu harus mengembali-kannya jika diminta oleh organisasi.
Agar musuh-musuh tidak dapat menempati mimbar-mimbar kita, maka diminta dengan sangat agar tidak seorang pun diizinkan berbicara kepada jemaat mana pun kecuali ia dapat menunjukkan kredensi atau lisensi yang berlaku dari organisasi. Namun diakui bahwa ada waktu-waktu di mana jemaat kita perlu mendapat bimbingan dari para pejabat pemerintah atau pemimpin masyarakat; tetapi semua orang yang tak berwenang harus dilarang naik ke mimbar. (Lihat halaman 158-162).
Kredensi dan Lisensi yang Kedaluwarsa—Kredensi dan lisensi dibe rikan sesuai keputusan konferens untuk masa jabatan sebagaimana ditentukan oleh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau pera-turan kerja dan diperbarui atas pemungutan suara di rapat umum kon-ferens atau oleh komite eksekutif. Pemilikan kredensi atau lisensi yang telah kedaluwarsa atau habis masa berlakunya, membuat orang itu tidak mempunyai wewenang apa pun melakukan tugasnya dalam jabatan itu.
Pekerja Pensiunan—Para pekerja pensiunan layak menerima peng-hormatan dan penghargaan untuk membantu membangun jemaat Allah. Mereka bisa terus menjadi berkat dan sokongan bagi jemaat di mana keanggotaan berada dengan memilih untuk memegang jabatan apa pun di dalam jemaat. Mereka juga dapat melaksanakan tugas penggembala-an di bawah arahpenggembala-an komite konferens.
Para Mantan Pendeta tanpa Kredensi—Orang-orang yang sebe-lumnya telah diurapi sebagai pendeta tetapi tidak memiliki kredensi yang sah lagi dari organisasi dapat dipilih sebagai ketua jemaat, dan jika pengurapan mereka masih berlaku, mereka tidak perlu diurapi lagi sebagai ketua. Pelayanan mereka terbatas hanya pada fungsi ketua je-maat setempat.
47