Pola 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas Provinsi Jambi Tahun 2008 s/d 2010
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR
3. Pelayanan Imunisasi
Bayi dan anak-anak memiliki resiko yang lebih tinggi terserang penyakit menular yang dapat mematikan, seperti: Difteri, Tetanus, Hepatitis B, Typhus, Radang selaput otak, Radang paru-paru, dan masih banyak penyakit lainnya. Untuk itu salah satu pencegahan yang terbaik dan sangat vital agar kelompok beresiko ini terlindungi adalah melalui imunisasi.
Pada saat pertama kali kuman (antigen) masuk kedalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi. Pada umumnya reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat, karena tubuh belum mempunyai “pengalaman”. Tetapi pada reaksi yang ke-2, ke-3 dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak. Itulah sebabnya, pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya, dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinasi. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit tersebut, atru seandainya terkena pun, tidak akan menimbulkan akibat yang vatal.
Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya adalah imunisasi Polio atau Campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah plasenta selama masa kandungan, misalnya antibodi terhadap Tetanus dan Campak.
a. Imunisasi Dasar Pada Bayi
Program imunisasi dasar lengkap (LIL/Lima Imunisai Dasar Lengkap) pada bayi meliputi : 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis Polio, 4 dosis Hepatitis B, dan 1 dosis Campak.
Diantara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi, campak adalah penyebab utama kematian pada balita. Oleh karena itu pencegahan campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita. Dari beberapa tujuan yang disepakati dalam pertemuan dunia mengenai anak, salah satunya adalah mempertahankan cakupan imunisasi campak sebesar 90 %.
Gambar 4.18
Persentase Pencapaian Imunisasi Campak
Menurut Kabupaten/ Kota di Provinsi Jambi Tahun 2010
Sumber : Bidang P2PL, 2010
Pada tahun 2010, Provinsi Jambi telah mencapai cakupan imunisasi campak sebesar 95,7 %. Dengan demikian Provinsi Jambi telah mampu mencapai target imunisasi campak yang telah ditetapkan oleh WHO dan target Nasional.
Dari 11 kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Jambi, 6 kabupaten/ kota telah mencapai target yang ditetapkan Nasional. Kabupaten/
Kabupaten Tebo dan Kota Sungai Penuh. Sedangka 5 kabupaten di Provinsi Jambi masih belum mencapai target yang ditetapkan Nasional sebesar 90 % yaitu Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Tanjab Barat dan Tanjab Timur.
Desa/ kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah Desa atau Kelurahan UCI adalah desa/ kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap pada satu kurun waktu tertentu.
Gambar 4.19
Persentase Cakupan UCI di Tingkat Desa/ Kelurahan Di Provinsi Jambi Tahun 2005 s/d 2010
88.6 83.97 85.88 85.06 92.98 88.95 70 80 90 100 2005 2006 2007 2008 2009 2010 UCI Sumber : Bidang P2PL, 2010
Cakupan desa UCI di Provinsi Jambi sampai dengan tahun 2010 berjumlah 1.214 desa dengan persentase cakupan sebesar 88,6 %, jika dibandingkan dengan tahun 2009 cakupan desa UCI mengalami peningkatan sebanyak 98 desa dengan presentase 83,97 %. Dari 11 kabupaten/ kota di Provinsi Jambi dapat dilihat bahwa cakupan desa yang telah UCI untuk tahun 2010 tertinggi
adalah Kota Jambi, Sungai Penuh dan Kabupaten Muaro Jambi yaitu sebesar 100%, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Sarolangun sebesar 72,3 %. Rendahnya cakupan desa UCI di Kabupaten Sarolangun disebabkan karena adanya beberapa daerah yang sulit dijangkau oleh petugas kesehatan. Untuk lebih jelas tentang cakupan desa UCI menurut kabupaten/ kota di Provinsi Jambi dapat dilihat pada lampiran tabel 38.
b. Imunisasi Pada Ibu Hamil
Tetanus disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka terbuka dan menghasilkan racun yang kemudian menyerang sistem saraf pusat. Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani. Penderita mengalami kejang otot serta diikuti kesulitan menelan dan bahkan bernafas. Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan.
Tetanus khususnya beresiko pada bayi-bayi yang dilahirkan dengan bantuan dukun bayi dirumah dengan peralatan yang tidak steril. Mereka juga beresiko ketika alat-alat yang tidak bersih digunakan untuk memotong tali pusar dan olesan-olesan tradisional atau abu digunakan untuk menutup luka bekas potongan.
Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) merupakan
program eliminasi tetanus pada neonatal dan wanita usia subur termasuk ibu hamil. Upaya pencegahan tetanus neonatorum dilakukan dengan memberikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada ibu hamil.
Manfaat Imunisasi TT Ibu Hamil adalah melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistem saraf pusat. Dan melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka. Jumlah dan Dosis Pemberian Imunisasi TT untuk Ibu Hamil diberikan 2 kali, dengan dosis 0,5 cc diinjeksikan intramuskuler/ subkutan dalam.
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap. TT 1 dapat diberikan sejak diketahui positif hamil dimana biasanya diberikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan Jarak pemberian (interval) imunisasi TT 1 dengan TT 2 minimal 4 minggu.
Gambar 4.20
Cakupan TT2+ Pada Ibu Hamil Di Provinsi Jambi Tahun 2010
Pada tahun 2010 kabupaten/ kota dengan cakupan ibu hamil yang mendapat imunisasi TT2+ tertinggi adalah Kabupaten Muaro Jambi dengan capaian sebesar 88,3 %, dan terendah adalah Kota Jambi yaitu sebesar 51,5 %. Gambar 4.20 dan lampiran table 29 memperlihatkan dari 11 kabupaten/ kota di Provinsi Jambi hanya 4 kabupaten/ kota yang berhasil mencapai cakupan imunisasi TT2+ pada ibu hamil > 80 % yaitu Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, Bungo dan Tebo. Sedangkan kabupaten/ kota dengan capaian 60 – 79 % adalah Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Kota Jambi memiliki capaian < 60 %.