SITUASI UPAYA KESEHATAN
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR
3. Pelayanan Imunisasi
Bayi dan anak-anak memiliki resiko yang lebih tinggi terserang penyakit menular yang dapat mematikan, seperti: Difteri, Tetanus, Hepatitis B, Typhus, Radang selaput otak, Radang paru-paru, dan masih banyak penyakit lainnya. Untuk itu salah satu pencegahan yang terbaik dan sangat vital agar kelompok beresiko ini terlindungi adalah melalui imunisasi.
Pada saat pertama kali kuman (antigen) masuk kedalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi. Pada umumnya reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat, karena tubuh belum mempunyai “pengalaman”. Tetapi pada reaksi yang ke-2, ke-3 dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak.
Itulah sebabnya, pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya, dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinasi. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit tersebut, atru seandainya terkena pun, tidak akan menimbulkan akibat yang vatal.
Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi aktif dan pasif.
Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya adalah imunisasi Polio
Profil Kesehatan Provinsi Jambi 2014
96
atau Campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah plasenta selama masa kandungan, misalnya antibodi terhadap Tetanus dan Campak.
a. Imunisasi Dasar Pada Bayi
Program imunisasi dasar lengkap (LIL/Lima Imunisai Dasar Lengkap) pada bayi meliputi : 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis Polio, 4 dosis Hepatitis B, dan 1 dosis Campak.
Diantara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi, campak adalah penyebab utama kematian pada balita. Oleh karena itu pencegahan campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita. Dari beberapa tujuan yang disepakati dalam pertemuan dunia mengenai anak, salah satunya adalah mempertahankan cakupan imunisasi campak sebesar 90 %.
Dalam upaya untuk mencapai target Desa UCI, Kemenkes RI menetapkan kebijakan upaya percepatan dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional Universal Child Immunization (GAIN-UCI) 2010 - 2014 di seluruh desa/kelurahan yang
Profil Kesehatan Provinsi Jambi 2014
97
dilaksanakan Pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat.
Untuk tahun 2013 target desa UCI sebesar 95 % belum terlampaui untuk Provinsi Jambi.
Gambar 4.18
Distribusi Desa/ Keluarahan Universal Child Immunizayion (UCI) per Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Tahun 2013
Sumber : Bidang P2PL, 2013
Tahun 2013 target UCI Desa/Kelurahan yang ditetapkan adalah sebesar 95 % dengan realisasi baru capaian 91,6 %.
Permasalahan belum tercapai target adalah adanya penambahan jumlah desa hampir mencapai 10 % dari desa yang ada pada tahun 2012 (dari 1393 pada Tahun 2012 menjadi 1532 desa pada Tahun 2013), serta diantaranya merupakan daerah sulit/
sangat sulit yang memerlukan dukungan sarana dan prasarana serta sumber daya yang memadai.
Profil Kesehatan Provinsi Jambi 2014
98
Gambar 4.19
Persentase Cakupan UCI di Tingkat Desa/ Kelurahan Dalam Provinsi Jambi Tahun 2007 s/d 2013
92.1 90.7
94.9
88.6 83.97
85.88 85.06
70 80 90 100
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
UCI
Sumber : Bidang P2PL, 2013
Cakupan desa UCI di Provinsi Jambi sampai dengan tahun 2013 berjumlah 1.416 desa/kelurahan dengan persentase cakupan sebesar 92,1 %, jika dibandingkan dengan tahun 2012 cakupan desa uci mengalami peningkatan sebesar 1,4 %. Dari 11 kabupaten/ kota di Provinsi Jambi dapat dilihat bahwa cakupan desa yang telah UCI untuk tahun 2013 tertinggi adalah di 2 kabupaten/ kota yaitu Kabupaten Baranghari, dan Muaro Jambi sebesar 100 %, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Kerinci sebesar 81,5 %.
b. Imunisasi Pada Ibu Hamil
Tetanus disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka terbuka dan menghasilkan racun yang kemudian menyerang
Profil Kesehatan Provinsi Jambi 2014
99
sistem saraf pusat. Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani.
Penderita mengalami kejang otot serta diikuti kesulitan menelan dan bahkan bernafas. Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan.
Tetanus khususnya beresiko pada bayi-bayi yang dilahirkan dengan bantuan dukun bayi dirumah dengan peralatan yang tidak steril. Mereka juga beresiko ketika alat-alat yang tidak bersih digunakan untuk memotong tali pusar dan olesan-olesan tradisional atau abu digunakan untuk menutup luka bekas potongan.
Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) merupakan program eliminasi tetanus pada neonatal dan wanita usia subur termasuk ibu hamil. Upaya pencegahan tetanus neonatorum dilakukan dengan memberikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada ibu hamil.
Manfaat Imunisasi TT Ibu Hamil adalah melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang
Profil Kesehatan Provinsi Jambi 2014
100
sistem saraf pusat. Dan melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka. Jumlah dan Dosis Pemberian Imunisasi TT untuk Ibu Hamil diberikan 2 kali, dengan dosis 0,5 cc diinjeksikan intramuskuler/ subkutan dalam.
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap. TT 1 dapat diberikan sejak diketahui positif hamil dimana biasanya diberikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan Jarak pemberian (interval) imunisasi TT 1 dengan TT 2 minimal 4 minggu.
Gambar 4.20
Cakupan TT 2+ Pada Ibu Hamil Di Provinsi Jambi Tahun 2013
Sumber : Bidang Yankes, 2013
Profil Kesehatan Provinsi Jambi 2014
101
Pada tahun 2013 capaian persentase cakupan TT 2+ Provinsi Jambi sebesar 73,4%. Kabupaten/ kota dengan cakupan ibu hamil yang mendapat imunisasi TT2+ tertinggi adalah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan capaian sebesar 109,3
%, di ikuti dengan Kota Sungai Penuh sebesar 100,3% dan terendah adalah Kabupaten Tebo yaitu 8,9 %, di ikuti Kabupaten Kerinci 26,5% Gambar 4.20 dan lampiran table 30 memperlihatkan dari 11 kabupaten/ kota di Provinsi Jambi hanya 5 kabupaten/ kota yang berhasil mencapai cakupan imunisasi TT2+ pada ibu hamil > 80 % yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Merangin dan Tanjung Jabung Timur, Bungo Kota Sungai Penuh. Sedangkan kabupaten/ kota dengan capaian 60 – 79 % adalah Kabupaten Sarilangun, Batanghari, Muaro Jambi dan Kota Jambi. Kabupaten kerinci dan Tebo memiliki capaian < 60 %.