SITUASI UPAYA KESEHATAN
4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar a Program Ibu dan anak
PWS KIA bertujuan untuk memantau secara berkesinambungan pelayanan kesehatan ibu hamil, dari mulai ANC sampai persalinannya serta kesehatan anaknya. Pemantauan yang dilakukan adalah pemantauan K1, K4, Deteksi Resti oleh tenaga kesehatan/masyarakat, Kunjungan Neonatus, Persalinan oleh tenaga kesehatan, dan persalinan yang ditolong dukun.
Target pencapaian program untuk K1 = 95 % dan K4 = 92 %. Pencapaian K1, K4, Kunjungan Neonatus (KN), dan Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (PN) sudah mencapai target, dan mengalami trend peningkatan sejak tahun 2008. Pada tahun 2008 capaian K1 dan K4 sudah melebihi target, yaitu K1 = 97.9% dan
2010 pencapaian K1=94,8% dan K4= 90.3%., tahun 2011 K1 = 99,8 % dan K4 = 94,0 % dan tahun 2012 pencapaia K1 = 98,6 %, K4 = 92,2 %
Tingginya capaian K1 pada tahun sebelumnya disebabkan antara lain keakuratan dalam pencatatan. Semakin baiknya capaian K4 ini menggambarkan adanya jalinan kerja sama yang baik dalam melaksanakan pemantauan wilayah setempat antara Puskesmas dengan Bidan Praktek Swasta (BPS) yang berpraktek di wilayah kerja Puskesmas,sehingga kunjungan K4 terpantau dan terlaporkan dengan lebih baik. Diharapkan kedepan Puskesmas lebih meningkatkan kualitas forum komunikasi BPS di Puskesmas, sehingga kualitas dan kuantitas pemantauan dan pelaporan dari BPS ke Puskesmas akan semakin lebih baik dan lebih maksimal.
Ibu hamil (Bumil) tahun 2010 berjumlah 20.094 dan sebanyak 20% (4.019) diantaranya mengalami Resiko Tinggi (Resti). Capaian ini sesuai dengan target yaitu 20 %. Puskesmas yang paling banyak Bumil Resti adalah : Puskesmas Rawang Barat sebanyak 525 Bumil dan yang paling sedikit adalah Puskesmas Pemancungan 85 Bumil. Untuk tahun 2011 ibu hamil berjumlah 19.390 orang dan yang Resti berjumlah 702 Bumil. Pada tahun 2011 ini, Puskesmas yang paling banyak Bumil Restinya adalah Puskesmas Air Dingin (190 Bumil), disusul Puskesmas Lubuk Buaya. Untuk tahun 2012 Bumil Resti yang ditemukan dan ditangani sebanyak 788 Bumil. Puskesmas yng pling banyak Bumil Restinya adalah Puskesmas Nanggalo. Kedepan diharapkan, pembina wilayah lebih meningkatkan kerjasama dengan kader supaya dapat sedini mungkin terdeteksi ibu hamil dengan resiko tinggi di masyarakat, sehingga dapat dilakukan pelayanan yang cepat, tepat dan aman.
Untuk mencegah terjadinya Anemia pada ibu hamil, dilakukan pendistribusian tablet Fe pada ibu hamil selama tiga bulan. Cakupan Fe1 Bumil pada tahun 2012 adalah 98,59% dan untuk Fe3 sebanyak 92,23 %.
Untuk pencegahan terjadinya Tetanus Toksoid pada ibu hamil dilakukan imunisasi TT. CAkupan TT Bumil pada tahun 2012 adalah : TT-1 = 40,4, TT-2 = 29,3, TT-3 = 20,9, TT-4 = 18,7, TT-5 = 10,6 dan TT2+ = 74,7. Cakupan TT Bumil ini hampir sama beberapa tahun terakhir.
Untuk cakupan TT Bumil di tahun 2011 sebanyak TT-1 =5.849 (30,12 %), TT-2 = 5.412 (28%), TT-3 = 4.233 (21,8%), TT – 4 = 3.881 (20%), TT -5 = 2.230 (11,5%) hampir sama tahun 2010 yaitu TT -1 7.101 (35,3%), TT- 2 sebesar 28 %, TT-3 sebesar 21,8 %, TT-4 sebesar 20 % dan TT- 5 hanya 11,5 %.
Sasaran ibu bersalin pada tahun 2012 adalah 18.457 dan melakukan persalinan dengan tenaga kesehatan 92,3 % atau 17.027 Bulin. Sementara pada tahun 2011 sasaran ibu bersalin berjumlah 18.457 orang, cakupan persalinan sebanyak 17.184 dan persalinan dengan tenaga kesehatan sebanyak 93,1 %, angka ini sudah melebihi target (92%). Cakupan persalinan dengan Nakes ini naik jika dibandingkan dengan tahun 2010, dimana tahun 2010 terdapat 19.182 ibu bersalin dan 90,57% (17.374) diantaranya melakukan persalinan dengan tenaga kesehatan. Untuk ibu nifas yang mendapat pelayanan kesehatan sebanyak ibu yang persalinannya di tolong oleh tenaga kesehatan.
Cakupan Persalinan yang ditolong oleh Nakes menunjukan trend Peningkatan setiap tahunnya, ini menunjukan adanya peningkatan kerjasama antara Puskesmas dan BPS dalam pelaksanaan PWS KIA. Meskipun demikian masih harus tetap dilakukan pembinaan kepada Pengelola program KIA Puskesmas, Pembina Wilayah dan BPS yang ada di Kota Padang.
Pada tahun 2012 Pasangan Usia Subur (PUS) berjumlah 125.233. PUS yang merupakan peserta KB aktif adalah sebanyak 10.969 (82,2%), dan peserta KB baru sebanyak 32.637 (26,1 %). Alat kontrasepsi yang digunakan oleh pserta Aktif adalah
: suntik = 46,6 %, Pil = 20,7 %, IUD = 18,2 %, Implan = 6,3 %, MOP = 0,1 %, MOW = 3.8% dan Kondom = 4,2 %. Alat kontrasepsi yang digunakan oleh peserta KB baru adalah : suntik = 55,9 %, Pil = 19,3 %, IUD = 8,8 %, Implan = 4,6 %, MOP = 1,5 %, MOW = 1,4% dan Kondom = 8,5 %.
Penggunaan alat kontrasepsi pada tahun 2012 meningkat dibandingkan tahun 2011. Pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2011 berjumlah 131.705. PUS yang merupakan peserta KB baru sebanyak 12.000 PUS sementara total peserta KB aktif sebanyak 17.885 pasangan. Adapun alat kontrasepsi yang di gunakan oleh peserta KB aktif tersebut adalah suntik = 50 %, Pil =20,53 %, IUD = 14,9 %, Implan = 6,7 %, MOP = 0.09 %, MOW = 3.52 % dan Kondom = 3.78 %. Sementara alat kontrasepsi yang digunakan oleh peserta KB baru adalah : suntik = 47,5 %, pil = 26,4 %, Kondom = 10,0 %, IUD = 5,09 %, MOP= 0,07 %, MOW= 4,86 %, dan implan = 6,2%.
Bayi lahir hidup tahun 2012 sebanyak 16.805 bayi. Adapun cakupan kunjungan bayi 4 pada tahun ini adalah 81,4 %, dimana kunjungan bayi perempuan (83,6%) lebih banyak daripada bayi laki laki (79,3%). Cakupan kunjungan bayi di tahun 2012 ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2011. Jumlah bayi pada tahun 2011 sebanyak 17.612 dengan cakupan kunjungan bayi sebanyak 13.627 (77,37 %)lebih sedikit dibanding tahun 2010 sebanyak 18,268 orang dengan cakupan kunjungan 90,11% (16.462). Kunjungan bayi berdasarkan jenis kelamin, lebih banyak bayi laki laki dibandingkan bayi perempuan, sementara jumlah bayi laki laki (8.776) lebih banyak dibanding bayi perempuan (8.836).
Untuk kunjungan Neonatus 1 kali (KN1) pada tahun 2012 adalah 98,59 % dan Kunjungan Neonatus 3 sebanyak 92,26 %. Jika dilihat trend beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan capaian cakupan. Untuk (KN 1) tahun 2011 sebanyak
16.477, 2010 berjumlah 18.268 dan 82,64% (15.096) melakukan kunjungan Neonatus sementara Target Cakupan Kunjungan Neonatus (KN) yang hendak dicapai adalah adalah 83%. Puskesmas dengan kunjungan Neonatus tertinggi adalah Puskesmas Bungus (98,49), disusul Puskesmas Ambacang (94,7%). Sementara Puskesmas dengan kunjungan Neonatus terendah adalah Puskesmas Alai (75,29%). Neonatal resti tahun 2010 berjumlah 37 dan 3 diantaranya dirujuk.
Bayi yang mendapat ASI Ekslusif adalah bayi yang mendapat ASI saja sampai berumur 6 bulan. Bayi yang mendapat ASI Ekslusif pada tahun 2012 adalah sebanyak 4.968 atau hanya 62,4. Puskesmas yang tertinggi cakupan ASI Ekslusif adalah Puskesmas Rawang Barat (82,2 %), sementara Puskesmas dengan cakupan terendah adalah Puskesmas Lubuk begalung yaitu 48,8 %. Sementara ditahun 2011 Puskesmas dengan cakupan Asi Ekslusif tertinggi terdapat pada Puskesmas Ambacang yaitu 94,36 % dan Puskesmas yang paling rendah cakupan ASI Ekslusifnya adalah Puskesmas Bungus 39,9 %.
Untuk cakupan imunisasi rutin tahun 2012 adalah sebagai berikut : BCG 82 % (14.027), DPT1+HB1 = 75,1 % (14.321), DPT3+HB3 = 62,1 % (12.816), Polio 3 = 71,07 % (13.687) dan Campak 64,5 % (12.985). Cakupan imunisasi rutin ini turun jika dibanding tahun 2011. Adapun cakupan Imunisasi bayi tahun 2011 terdiri dari BCG 96,9% (17.061), DPT1+HB1 = 95,3 % (16.784), DPT3+HB3 = 87,4 % (15.399), Polio 3 = 91,2 % (16.062) dan Campak 88,1 % 15.523. Jika dibandingkan dengan tahun 2010 secara umum ada peningkatan cakupan program dimana pada tahun 2010 hasil cakupannya adalah BCG = 97%, DPT1 + HB1 = 96,4%, DPT3 + HB3 = 89,4%, Polio3 = 93,27% dan Campak = 91,13%. Tahun 2012 dari 104 kelurahan hanya 76 % (79 kelurahan) yang UCI (Universal Child Immunization) data terlampir. Jika disbanding tahun 2011 ada penurunan capaian UCI karena
untuk tahun ini ada perubahan penilaian UCI. Capaian kelurahan UCI di tahun 2011 adalah 95,2 % dari 104 kelurahan yang sudah UCI (Universal Child Immunization), jadi ada 5 kelurahan yang belum UCI, diharapakan kedepan semua kelurahan sudah UCI.
Pendistribusian Vitamin A dilakukan pada bulan Pebruari dan Agustus. Vitamin A diberikan pada bayi usia 6-12 bulan dan anak Balita 1-5 tahun. Cakupan Vitamin A bayi tahun 2012 sebesar 84% sudah melebihi target yaitu 80%, dan untuk Vitamin A Anak Balita sebesar 80,56 % sesuai terget yaitu 80 %.
Anak usia 6 – 23 bulan dari keluarga miskin di beri makanan pendamping ASI (MP-ASI) berupa susu, biskuit dan bubur susu. Cakupan pemberian MP ASI yang berasal keluarga miskin pada tahun 2012 sebanyak 4.183.
b. Balita ditimbang :
Salah satu cara pemantauan status gizi Balita dan tingkat partisipasi masyarakat terhadap Posyandu adalah dengan menggunakan indicator SKDN. SKDN adalah data untuk memantau pertumbuhan balita. SKDN sendiri mempunyai singkatan S = juklah Balita yang ada di wilayah Posyandu, K = Jumlah Balita yang terdaftar dan mempunyai KMS, D = Jumlah Balita yang dating ditimbang bulan ini dan N = Jumlah Balita yang naik berat badannya. Posyandu yang aktuf melakukan kegiatan pada tahun 2012 adalah 864 Posyandu. Adapun strata Posyandu pada tahun 2012 adalah Pertama = 1, Madya = 274, Purnama = 442 dan Mandiri = 147. Dari 86.706 Balita yang ada di Kota Padang, sebanyak 53.866 Balita melakukan penimbangan, 69,68 % diantaranya mengalami kenaikan berat badan dan 0,9 % mengalami gizi kurang. Sementara pada tahun 2011 Posyandu yang aktif melaksanakan penimbangan ada 858 buah. Posyandu menurut Strata pada tahun 2011 adalah yaitu, Pertama = 0, Madya = 306, Purnama = 404 dan Mandiri = 148. Di kota
Padang tahun 2011 mempunyai 86.707 Balita, yang melakukan penimbangan sebanyak 57.278 (66,06 %). Balita yang mengalami kenaikan Berat Badan 36.280 (86%),yang berada dibawah garis merah 518 (0,90%).
c. Penjaringan Kesehatan Siswa:
Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Kota Padang tahun 2012 diantaranya adalah melakukan skrining pada anak baru masuk sekolah dan melakukan penyuluhan kesehatan. Anak Sekolah Dasar (SD) dan setingkat pada tahun 2012 berjumlah 93.502 siswa terdiri dari 48.654 laki laki dan 44.848 perempuan. Murid SD yang mendapat pelayanan standar laki laki 97,6% dan pertempuan 95,9%. Murid SD kelas 1 pada tahun 2012 berjumlah 16.072 siswa. Untuk Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD kelas 1 ini pada tahun 2012 mencapai 92,8 %, dimana siswa laki laki 91,6 % dan perempuan 94,2 %. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD ini sedikit meningkat dibanding tahun 2011, dimana pada tahun 2011 Murid SD berjumlah 16.770 siswa yang terdiri dari 8.800 laki laki dan 7.970 perempuan. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat pada tahun 2011 laki laki banyak 93 % dan perempuan sebanyak 94,1 %. Dan cakupan pelayanan kesehatan sesuai standar siswa SD ini adalah laki laki sebanayak 83,2 % dan perempuan 85,2 %.
Sementara pada tahun 2010 data belum terpisah menurut jenis kelamin tapi terbagi atas anak Pra sekolah = 79,71%, siswa SD/MI = 92,7% dan siswa SMP/SMA = 89,64%. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada sedikit peningkatan, dimana pada tahun 2009 cakupan skrening anak Pra sekolah = 64,5%, siswa SD/MI = 92,25% dan siswa SMP/SMA = 89,39%.
Untuk Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah kegiatannya lebih banyak bersifat Promotif dan Preventif. Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah. Kota Padang tahun 2012 memiliki 421 SD/MI, 69,6 % (293 SD/MI) diantaranya melakukan sikat gigi masal. Dari 93.502 murid SD/MI dilakukan pemeriksaan terhadap 26.281 siswa. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini 3.383 siswa perlu mendapat perawatan dan 64,1 % mendapat perawatan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi penigkatan jumlah SD/MI yang mendapat pelayanan, dimana pada tahun 2011 dari 420 SD/MI, yang mendapat pelayanan gigi sebanyak 92 SD/MI. Untuk kegiatan sikat gigi massal dilakukan oleh 92 SD/MI. Adapun siswa yang diperiksa tahun ini sebanyak 14.967 siswa, yang memerlukan perawatan sebanyak 2.332 siswa dan yang mendapat perawatan sebanyak 1.283 siswa.
d. Program Usila:
Pada hakikatya menjadi tua merupaka proses alamiah yang akan dialami oleh sesorang. Memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran baik dari segi psikis maupun fisik, oleh sebab itu perlu upaya kesehatan agar para usia lanjut (Usila) ini dapat hidup sehat dan mandiri. Progaram upaya kesehatan yang dilakukan antara lain penyuluhan secara berkesimbungan, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan melakukan penjaringan Usila resiko tinggi.
Pada tahun 2012 di Kota Padang terdapat 81.938 orang yang berusia diata 60 tahun, dimana laki laki 42.095 orang dan perempuan 39.843 orang. Usila yang mendapat pelayanan kesehatan untuk laki laki 24,39 % dan perempuan 61,88 %.
Jika dibandingkan dengan tahun 2011 terjadi peningkatan cakupan pelayanan usila ini. Kota Padang pada tahun 2011 mempunyai Usila sebanyak 82.788 jiwa, terdiri dari 40.566 laki laki dan 42.222 jiwa perempuan. Cakupan Pelayanan terhadap
Usila tahun 2011 baik laki laki maupun perempuan sebanyak 17,21 %. Untuk tingkat kemandirian para lansia yang datang ke Posyandu lansia ini terbagi atas tiga, yaitu kelompok pertama dibantu 100% sebanyak 5.056 orang, kelompok kedua sebantu sewaktu waktu sebanyak 1.231 orang, dan kelompok ketiga adalah yang mandiri 100% sebanyak 8.440 orang.
Saat ini sudah ada 2010 kelompok lansia meningkat jumlahnya dibanding tahun 2010 yaitu 196 keliompok Lansia, sementara jumlah kader yang ada sebanyak 724 orang. Kelompok lansia ini bisa memanfaatkan Posyandu Lansia untuk pemeriksaan kesehatan, senam lansia secara berkala dan mendapat penyuluhan kesehatan. Untuk meningkatkan cakupan pelayanan lansia ini perlu kerjasama yang baik antara puskesmas, tokoh masyarakat, kader Posyandu dan lintas terkait. Disamping itu beberapa puskesmas sudah melaksanakan program santun lansia.
e. Program Kesehatan gigi:
Program Pelayanan kesehatan gigi dilaksanakan berupa pelayanan klinik di Puskesmas, Upaya kesehatan gigi di Masyarakat dan Usaha Kesehatan gigi Sekolah melalui kegiatan UKS. Untuk pelayanan Kesehatan gigi di klinik Puskesmas sudah melebihi target kota Padang (>4% jumlah penduduk). Pelayanan gigi di puskesmas pada tahun 2012 yang berupa tumpatan sebanyak 685, dimana pasien laki laki 336 dan perempuan 349. Sementara untuk pencabutan sebanyak 6.310, dimana pasien perempuan lebih banyak melakukan pencabutan 3.094 dibanding pasien laki laki 2.094. Adapun rasio Tumpatan dan pencabutan adalah 1 : 10. Jika dibandingkan dengan 2011 terjadi peningkatan rasio Tumpatan : pencabutan. Pelayanan gigi pada tahun 2011 terdiri dari Tumpatan gigi tetap sebanyak 1.000 orang, dimana pasien laki- laki berjumlah 491 orang dan 509 pasien perempuan, untuk pencabutan sebanyak
13.409 pasien. Rasio Tumpatan : Pencabutan adalah 1 : 7. Banyaknya kasus pencabutan ini disebabkan oleh indikasi cabut, pasien yang minta dan peralatan untuk perawatan yang belum memadai di Puskesmas. Sementara di tahun 2010 jumlah pelayanan gigi sebanyak 18.847 kali dimana tumpatan gigi tetap sebanyak 4.947 dan pencabutan gigi tetap sebanyak 13.900, dengan demikian rasio tambal/cabut adalah 1:4.
f. Pelayanan Kesehatan dengan Kemampuan Gadar :
Puskesmas di Kota Padang tahun 2012 bertambah 2 unit, sehingga Puskesmas dengan pelayanan kesehatan dengan kemampuan Gadar berjumlah 22 buah yang tersebar disemua kecamatan. Puskesmas tersebut ada yang mempunyai rawat inap dan sebagian lagi hanya rawat jalan. Setiap Puskesmas mempunyai kemampuan untuk melakukan pelayanan gawat darurat (Gadar).
g. Kelurahan terkena KLB
Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit endemis adalah suatu peningkatan jumlah kasus yang melebihi keadaan biasa, pada waktu dan daerah tertentu. Sementara untuk penyakit non endemis pengertiannya adalah suatu episode penyakit dan timbulnya penyakit pada dua atau lebih penderita yang berhubungan satu sama lain. Hubungan ini mungkin pada faktor saat timbulnya gejala (onset of illness), faktor tempat (tempat tinggal, tempat makan bersama, sumber makanan), faktor orang (umur, jenis kelamin, pekerjaan dan lainnya).
Pada tahun 2012 terjadi 2 KLB yaitu Keracunan makanan dan Campak. KLB keracunan ini terjadi di 3 kelurahan dengan jumlah pasien 38 orang Attack rate 0,05 dan meninggal 2 orang CFR 5,26. Untuk KLB Campak menyerang 2 kelurahan
dengan jumlah pasien sebanyak 58 orang Attack rate 0,35 dan tidak ada yang meninggal. Jika disbanding tahun sebelumnya terjadi penurunan kasus KLB ini. Pada tahun 2011 ini Kelurahan yang terkena KLB dan ditangani kurang dari 24 jam ada 4 kelurahan di 4 Puskesmas, yaitu Puskesmas Ulak Karang, Puskesmas Pemancungan, Puskesmas Nanggalo dan Puskesmas Pagambiran. KLB yang terjadi yaitu Campak jumlah penderitanya 13 orang dan tidak ada meninggal. Attack Rate untuk kasus campak ini adalah 10,83. Tetanus Neonaturum jumlah penderitanya 1 orang dan meninggal dengan Attack Rate : 0,13 dan CFR 100%, Difteri jumlah penderitanya 1 orang dan tidak meninggal dengan Attack Rate : 0,02, dan Polio jumlah penderitanya 1 orang dan meninggal dengan Attack Rate : 0,05 dan CFR : 100%.
h. Penyuluhan Kesehatan.
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan. Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan. Penyuluhan Kesehatan dilakukan dengan dua cara, yaitu penyuluhan kelompok dan penyuluhan massa.
Penyuluhan Kelompok yang dilakukan pada tahun 2012 oleh 22 Puskesmas berjumlah 14.523 dan penyuluhan massa sebanyak 784 kali. Puskesmas yang paling banyak melakukan penyulukan kelompok adalah Puskesmas Lubuk Begalung 1610 dan yang paling sedikit adalah Puskesmas Ikur Koto 65 kali. Untuk penyuluhan massa Puskemas yang paling banyak melakukan adalah Puskesmas Kuranji. Jika dibandingkan dengan Tahun sebelumnya ada penurunan pelaksanaan penyuluhan ini.
Pada tahun 2011 ini penyuluhan kelompok yang lakukan oleh Puskesmas sebanyak : 17.647 kali, dimana Puskesmas terbanyak melakukannya terdapat pada Puskesmas Pemancungan (1.271 kali) dan yang paling sedikit Puskesmas Alai (534 kali). Untuk Penyuluhan Massa dilakukan oleh Puskesmas sebanyak 633 kali, dimana Puskesmas terbanyak melaksakannya adalah Puskesmas Pemancungan sebanyak 60kali dan Puskesmas yang paling sedikit melaksanakannya adalah Puskesmas Pagambiran sebanyak 15 kali.